Single Mamy

Single Mamy
Hari H 2


__ADS_3

Melihat kedatangan Widi membuat Emilia merubah ekspresinya. Wanita itu tidak ingin jika Widi tau apa yang saat ini sedang Emilia rasakan. Di hari pernikahan bukan nya bahagia, Emilia malah sedih.


"Kamu kenapa Em. Kamu baik-baik saja kan?" Tanya Widi saat baru masuk ke kamar pengantin.


Mendengar pertanyaan Widi membuat Emilia dengan cepat mengangkat kedua sudut bibirnya. "Aku gak papa kok kak" Jawabnya pelan


"Yasudah. Kalau begitu kita turun sekarang ya, Acaranya akan segera di mulai"


"Iya kak. Oh iya, Nathan mana kak?"


"Ada di bawah sama tante Liana"


Setelah itu, Widi meminta MUA untuk merapikan riasan Emilia agar semakin terlihat bagus saat acara berlangsung.


"Nano Emilia cantik sekali, Beruntung laki-laki yang akan menikah dengan nona" Ucap MUA itu


"Mbk bisa saja. Ini saya cantik juga karna sulapan tangan mbk yang sudah profesional"


"Selesai, Saya ucapkan selamat ya nona"


"Terimakasih mbk" Jawab Emilia sambil mengangkat kedua sudut bibirnya.


Sebelum keluar, Emilia masih menatap pantulan wajahnya dari cermin. Hari ini, Dia akan menjadi seorang istri dari pria asing yang tak pernah Emilia ketahui seperti apa wajahnya. Dan mulai hari ini, Emilia sudah tidak boleh lagi memikirkan tentang William. Wanita itu harus bisa menghapus rasa yang sudah mulai tumbuh dalam batinnya.


"Bismillah. Semoga ini menjadi pilihan yang terbaik" Ucap Emilia sebelum keluar dari kamar pengantin


Kemudian, Emilia mengambil nafas panjang dan membalikkan tubuhnya ke arah Widi yang saat ini sedang tersenyum hangat sambil menatapnya."Kamu benar-benar cantik Em" Ucap Widi sambil menggandeng tangan Emilia dan membawanya keluar dari kamar itu.


"Aku tidak bisa membayangkan bagaimana ekspresi kamu saat tau jika calon suami mu adalah William Em. Pasti kalian berdua akan merasa sangat bahagia. Akau tau tadi kamu sebelum kedatangan ku, Kamu sempat hampir menangis. Tapi semua rasa sedih yang saat ini kamu rasakan akan segera berubah menjadi kebahagiaan yang tak pernah kamu bayangkan Em" Ucap Widi dalam batinnya sambil terus menatap Emilia


Dari lantai atas seperti ini, Emilia bisa melihat begitu banyak orang yang ikut hadir dalam acara pernikahan nya. Tanpa sengaja netranya melihat sosok wanita yang sudah begitu lama tidak pernah Emilia temui.


"Sintia" Ucapnya pelan sambil terus memperhatikan Sintia yang bersama dengan Ferdian.


"Kenapa Sintia bisa datang ke acara ini. Dan dia juga bersama dengan Ferdian" Ucapnya lagi


Widi yang mendengar itu ikut melihat ke arah pandangan Emilia, Matanya memicing saat melihat keberadaan Ferdian di sana. Entah kenapa Widi merasa wajah itu tidak asing untuknya."Laki-laki itu. Kenapa aku merasa tidak asing dengan wajahnya" Ucap Widi dalam batinnya.


Entah kenapa Widi merasa pernah melihat sosok pria yang sempat dia lihat. Sosok itu tidak terlalu asing, Tapi Widi lupa siapa dia dan dimana mereka bertemu.

__ADS_1


Di Bawah


Melihat sosok pengantin wanita sudah turun. Semua mata tertuju pada Emilia yang saat ini sedang berjalan menyusuri anak-anak tangga. Emilia terlihat begitu cantik dengan balutan gaun putih yang saat ini sudah menempel sempurna pada tubuhnya.


Beberapa orang yang melihat ke arah tangga langsung menatap takjub calon menantu dari keluarga Bagaskara. Keluarga yang sangat di hormati di sana.


"Waaaaaahh. Pengantinnya cantik sekali ya, Seperti putri raja" Ucap salah satu orang di sana


"Iya jeng. Dia sangat cantik ya. Cantik sekali" Sahut satunya


Mendengar hal itu, Membuat William begitu penasaran. Akhirnya pria itu juga ikut menoleh ke arah tangga yang sedang menampakkan seorang gadis cantik bak putri raja.


William memejamkan kedua matanya sendu saat melihat wajah Emilia. Pria itu mengira jika dirinya saat ini sedang berhalusinasi."Astaga, Sadar Wil sadar. dia bukan Emilia, Dia wanita lain yang akan segera kami nikahi"Ucap William balam batinnya.


Akhirnya William memilih untuk menundukkan wajahnya karna takut melihat sosok Emilia dalam diri calon istrinya"Fokus Wil. Jangan sampai kamu salah. Dia bukan Emil, Dia adalah wanita lain yang harus bisa kamu cintai" Batinnya lagi.


Ternyata William sejak tadi tidak menyadari keberadaan Nathan yang ada di samping mamanya. Pria itu terlalu fokus pada pikirannya tentang Emilia.


"Wah itu mamy ya oma, Mamy cantik sekali ya oma" Ucap Nathan pada Liana saat melihat Emilia yang berjalan pelan menyusuri tangga.


"Iya sayang itu mamy nya Nathan, Mamy nya Nathan memang sangat cantik"


Setelah itu, Liana menoleh ke arah Melani dan Wirayudo yang juga sedang menatap Emilia."Liat deh Mel, Wir. Itu calon menantuku, Cantik kan?" Tanya Liana sama mereka berdua


Wanita itu tidak sadar, Jika yang sedang menjadi pusat perhatian adalah anaknya sendiri, Emilia.


"Papa jadi teringat dengan pernikahan kita ma, Wajah anak itu sangat mirip dengan mama waktu masih muda" Timpal Wira yang masih belum melepaskan tatapannya


"Iya pa" Jawab Melinda sendu. Karna tiba-tiba saja dia teringat akan Emilia


Di saat Melinda mengingat Emilia, Tiba-tiba saja ada suara yang tak asing menerpa indra pendengarannya."Tante" Panggil wanita itu.


Mendengar suara itu membuat Melinda menoleh ke arah sumber suara."Loh, Sintia" Ucapnya


"Tante kok disini?"


"Ini acara pernikahan anaknya sahabat tante. Kamu kenapa bisa ada di sini juga?"


"Sahabat tante bapak Bagaskara maksudnya? Saya kerja di perusahaan Bagaskara tante" Terang Sintia

__ADS_1


"Iya Sin. Jadi kamu sekarang tinggal di sini?"


"Iya tante. Oh iya, Emilia bagaimana tante?"


Belum sempat Melinda menjawab. Pembawa acara sudah mengatakan jika acara ijab Qabul sudah mau di mulai. Mendengar hal itu membuat mereka semua kembali fokus pada acara.


Namun sebelum acaranya dimulai. Emilia membisikkan sesuatu pada bapak penghulunya. Dan hal itu hanya bisa di dengar oleh penghulu itu.


Bapak penghulu hanya mengangguk dengan apa yang sudah Emilia bisikkan. Wanita itu tidak menyadari satu hal, Jika pengantin pria yang saat ini duduk di sampingnya adalah William. Karna sejak tadi Emilia hanya menunduk tanpa menoleh ke arah William yang juga masih setia menundukkan wajahnya sambil memejamkan kedua matanya.


Pria itu masih terus memikirkan wajah Emilia"Fokus Wil, Fokus fokus. Ijab qabulnya akan segera di mulai" Batinnya


"Apa acaranya sudah bisa kita mulai?" Tanya penghulu itu pada kedua mempelai


"Bisa pak" Jawab mereka secara bersamaan.


"Astaga, kenapa aku juga seperti mendengar Emilia. Kalau seperti ini terus aku bisa gila" Batin William lagi


"Baiklah. Kalau begitu mempelai pria bisa menjabat tangan saya" Ucapnya


William langsung mengulurkan tangannya dan menjabat tangan penghulu itu. Jantungnya berdegup saat pak penghulu sudah membalas jabatan tangannya. Sebentar lagi statusnya akan berubah menjadi seorang suami.


"Dengarkan saya baik-baik" Ucap pak penghulu


"SAYA NIKAH KAN DAN SAYA KAWIN KAN ENGKAU, ANANDA WILLIAM BAGASKARA BIN BAPAK BAGASKARA DENGAN EMILIA BERLIANTI WIRAYUDO BINTI BAPAK WIRAYUDO DENGAN MAS KAWIN SEPERANGKAT ALAT SOLAT DAN 1 UNIT APARTEMEN DI BAYAR TUNAI"


Deg


Wirayudo dan Melinda yang mendengar itu langsung begitu terkejut. Kenapa namanya di bawa-bawa dalam acara sakral ini. Dengan cepat Wirayudo mendekat dan langsung menatap Emilia.


"Tunggu" Ucapnya


William yang baru saja mau mengatakan apa yang sudah di katakan pak penghulu pun langsung melepaskan jabatan tangan mereka.


Begitu juga Emilia yang mendengar suara yang sangat familiar pada indra pendengarannya. Wanita itu seketika langsung menoleh ke arah Wirayudo yang berdiri tepat di hadapannya.


"Papa" Ucap Emilia lirih dengan kedua mata yang berkaca-kaca.


Wirayudo tak menjawab panggilan Emilia. Pria paruh baya itu langsung mendekat dan memeluk tubuh putrinya yang saat ini sudah setengah terisak karna melihat kehadirannya di acara sakral ini.

__ADS_1


"Emilia. Putri papa" Ucapnya sambil memeluk Emilia begitu erat.


"Maafkan papa sayang. Maafkan papa atas apa yang sudah papa lakukan"


__ADS_2