Single Mamy

Single Mamy
Masa lalu Kumala


__ADS_3

Kanaya menjadi panik saat mendengar apa yang baru saja Dafi katakan. Karna memang itu benar adanya. Kanaya adalah seorang top model yang cukup terkenal. Kejadian hari ini tentu saja sudah di sorot oleh awak media dan membuatnya akan merasakan apa yang tidak pernah Kanaya duga sebelumnya.


"Bagaimana ini Daf, Apa yang harus aku lakukan" seru Kanaya yang terlihat panik


"Hei, Tidak perlu panik seperti itu. Aku akan membantu mu jika sampai hal itu terjadi"


"Memangnya kamu bisa membantu apa Daf?"


Kanaya memang belum tau jika Dafi adalah seorang hecker yang cukup ahli dalam hal peretas. Dafi mengangkat kedua sudut bibirnya.


"Aku seorang hacker. Oleh karena itu, Kamu tidak perlu khawatir soal apa yang kamu takutkan"


"Benarkan. Kamu tidak sedang bercanda kan Daf?" tanya Kanaya sambil mantap Dafi.


Dafi mengangguk"Iya. Dan sebenarnya, Waktu itu ada seseorang yang meminta aku untuk melacak sebuah nomor ponsel yang ternyata adalah nomor ponsel kamu"


"Apa! Siapa?"


"Orang suruhan William yang bernama Alex. Waktu itu pak Alex mengatakan jika istri William sering mendapatkan teror dari nomor yang dia suruh lacak. Dan ternyata setelah aku lacak, Itu adalah nomor kamu. Kamu itu bagaimana, meneror orang menggunakan nomor yang terdaftar di sosial media" seru Dafi sambil menatap Kanaya.


"Aku tidak sadar akan hal itu Daf. Dan ternyata teror itu salah alamat" ucapnya


Dafi terkekeh dengan apa yang di katakan oleh Kanaya. Memang teror yang selama ini Kanaya lakukan sudah salah alamat.


"Kenapa kamu malah tertawa" ucap Kanaya sambil memperhatikan Dafi yang menertawakannya


"Makanya, Lain kali berpikir sebelum melakukan sesuatu. Bagaimana jika sudah seperti ini, Malu kan jadinya. Menyalahkan orang yang salah"


"Malu sekali Daf" ucapnya sambil menutup wajahnya


*****


"Em, Bagaimana kalau kita makan saja. Sepertinya cacing di perutku sudah minta jatah" ucap Widi sambil menoleh pada Emilia


"Boleh kak. Nathan mau kan kalau kita makan dul"


"Iya mau mi. Nathan mau beli eskrim ya mi"


"Iya sayang. Nanti mami belikan eskrim buat Nathan"


Sejak tadi William terus menatap Ferdian yang menatap Widi sangat dalam. Sebagai seorang laki-laki. William sangat tau makna dari tatapan Ferdian terhadap Widi yang begitu dalam.


Setelah kepergian Emilia dan Widi, William berdehem yang seketika membuat Ferdian menoleh ke arahnya. "Kalau aku perhatikan sepertinya ada rasa selain rasa terhadap seorang kakak" ujar William sambil melirik Ferdian

__ADS_1


"Apa maksud kamu pak Willi?" tanya Ferdian yang pura-pura tidak tau


"Sebagai seorang laki-laki, Tentu saja aku sangat paham dengan makna tatapan kamu terhadap kal Widi. Kamu mencintainya bukan?"


"K....kenapa kamu bisa mengatakan seperti itu?"


"Sangat terlihat jelas jika kamu mencintainya. Kedua sorot matamu tidak bisa menyembunyikan hal itu"


"Sebaiknya kamu lupakan kak Widi. Karna saat ini dia sedang menjalin hubungan dengan Alex, Sekretaris sekaligus orang kepercayaan ku" ujar William sambil menepuk punggung Ferdian


"Aku tau itu pak, Wil. Tapi bukan kah pepatah pernah berkata, Jika cinta tak harus memiliki. Biarlah perasaan ini ada, Masalah aku bisa memilikinya atau tidak, Kita lihat saja nanti"


"Yah semoga saja semua terjadi sesuai dengan apa yang kamu harapkan ya, Tapi aku ingatkan, Jangan pernah merasa kecewa saat perasaanmu tak terbalas. Karna itu sangat menyakitkan Fer" seru William sambil menepuk punggung Ferdian kembali.


Ferdian tak menjawab. Pria itu hanya mengambil nafas berat. Semua yang di katakan William memang benar adanya. Namun apa yang bisa Ferdian lakukan, Bukan kah cinta datang tanpa di undang.


****


Danu menatap taksi yang membawa Kumala, Dadanya berdenyut nyeri saat teringat akan perkataan Kumala. "Aku benar-benar tidak mau berpisah sama kamu, Kumala! Aku sadar, Mungkin memang aku laki-laki egois. Tapi aku tidak bisa membohongi perasaan ku sendiri, Aku sudah benar-benar jatuh hati terhadap kamu, Kumala. Kebersamaan kita yang sudah menggeser posisi Kanaya dari dalam hatiku" ucap Danu sambil menatap mobil taksi itu.


Danu memutuskan untuk mengejar taksi Kumala. Dia khawatir sekaligus takut terjadi sesuatu yang tak di inginkan pada Kumala, Karna saat ini Kumala sedang hamil besar.


"Mau pergi kemana Kumala, Ini kan bukan jalanan menuju rumah" ucap Danu sambil terus mengikuti arah taksi Kumala


Jika di tanya apakah Kumala menyesali semuanya. Jawabannya tentu saja iya. Kumala menyesal sudah membuat dirinya terjebak dengan laki-laki yang berstatus sebagai suami orang. Di sini Kumala terlihat seperti wanita yang merusak hubungan orang lain.


"Ya tuhan, Aku menyesal, Benar-benar menyesal. Kenapa dulu aku melakukan rencana konyol ini" ucapnya di sela isak tangisnya.


Di saat seperti ini, Ingatan Kumala kembali pada saat di mana Danis calon suaminya mengatakan jika dia menghamili Ratna, Sahabat Kumala sendiri.


"*Mas, Aku tidak sabar dengan pernikahan kita" ucap Kumala saat melihat Danis datang ke rumahnya bersama dengan Ratna, Sahabatnya.


Wanita itu bergelayut manja pada lengan kekar Danis, Seakan menunjukkan jika Kumala benar-benar mencintainya. Namun Danis hanya diam tanpa membalas perkataan Kumala.


"Kenapa kamu diam saja mas. Oh iya, Kenapa kalian barengan kesini, Memangnya udah janjian ya?" tanya Kumala saat melihat Ratna dan Danis masuk secara bersamaan.


Ratna serta Danis saling lirik. Ratna menatap Danis seakan memintanya untuk segera mengatakan apa tujuan mereka datang ke rumah Kumala.


"Kami kesini sebenarnya mau mengatakan sesuatu"


Kening Kumala berkerut. Ingin mengatakan sesuatu? Bahkan Kumala baru menyadari satu hal, Biasanya Danis dan Ratna selalu berantem seperti tikus dan kucing setiap kali sedang di depan Ratna. Oleh karena itu, Kumala tidak pernah menyangka jika calon suaminya serta sahabatnya sendiri akan mengkhianatinya seperti ini.


"Mau mengatakan sesuatu. Apa memangnya mas, Rat? tanya Kumala sambil melirik ke arah mereka secara bergantian

__ADS_1


"Aku minta maaf Mal, Mungkin setelah ini kamu akan mengatakan jika aku adalah pria brengsek. Tapi" perkataan Danis terhenti saat Kumala menimpali cepat.


"Tapi apa mas. Jangan bertele-tele. Jangan buat aku penasaran mas" tanyanya sambil menatap Danis


Danis masih terdiam. Pria itu tidak tau dari mana harus memulainya. Karna di sisi lain, Danis masih begitu mencintai Kumala, Hanya saja dia menghamili Ratna karna jebakan Ratna sendiri.


Sejak dulu Ratna memang menyukai Danis, Ratna merasa sangat iri saat melihat Kumala selalu bisa mendapatkan yang berbaik, Orang tua yang begitu menyayanginya, Calon suami yang begitu tampan dan juga mapan. Rasa iri Ratna sudah membuatnya melakukan segala cara untuk bisa mendapatkan apa yang dia mau.


Melihat Kumala menderita adalah salah satu keinginan terbesar Ratna. Termasuk kecelakaan yang di menyebabkan kedua orang tua Kumala meninggal 7 bulan yang lalu.


"Aku hamil Mal" ucap Ratna cepat


"Kamu hamil Rat, Lalu siapa ayah dari bayi kamu?"


"Danis, Dia adalah ayah dari bayiku" ucap Ratna dengan sombongnya.


Wanita merasa sangat puas saat mengatakan hal ini pada Kumala. Ratna merasa menang karna bisa mengambil Danis dari pelukan Kumala.


"Apa!! Jangan bercanda kamu Rat"


"Siapa yang bercanda, Tidak ada yang bercanda disini. Kalau kamu tidak percaya. Tanya saja sama Danis"


Kumala langsung menoleh pada Danis,"Apa itu benar mas. Tolong katakan jika apa yang ratna Katakan tidak benar mas, Ayo katakan!"


Danis menunduk"Apa yang Ratna katakan memang benar Mal. Maaf kan aku, Aku tidak ada maksud melakukan ini"


"Jahat kamu mas. Jahat kamu. Lalu bagaimana dengan pernikahan kita yang sudah tinggal. satu minggu"


" Ya batalin lah, Pakek nanya lagi. Aku dan Danis sudah menikah siri malam tadi, Jadi aku minta, Kamu jangan pernah ganggu kita lagi" ucap Ratna dan langsung menarik tangan Danis keluar dari rumah Kumala*.


"Mbk kita sudah sampai" ucap supir taksi online


Hal itu menyadarkan Kumala dan membuat Kumala mengambil nafas panjang, dadanya benar-benar sesak saat mengingat penghianatan Danis dan juga Ratna.


"Iya mas. Ini uangnya"


Kumala turun dari taksi sambil terus menahan rasa sakit dalam batinnya. Sekarang hanya makan kedua orang tuanya yang Bisa Kumala jadikan tempat mengadu.


"Mah, Pah, Tolong bawa Kumala bersama kalian, Kumala sudah tidak sanggup dengan dunia yang tidak adil ini. Kumala mohon ma"


Di saat Kumala sedang menangis di atas nisan papanya. Tiba-tiba ada suara yang langsung berhasil membuat Kumala membalikkan tubuhnya.


"Aku di sini Mala. Aku di sini"

__ADS_1


Mendengar itu membuat Kumala langsung menoleh ke arah sumber suara"Danis" ucap Kumala sambil menatap Danis dengan kebencian


__ADS_2