
"Om mah ngambekan, Jangan marah-marah terus om, Nanti cepat tua" Ucap Nathan lagi yang langsung membuat David merasa semakin kesal dengan anak Emilia ini
"Benar benar anak menyebalkan. Tidak ada untungnya memiliki anak sepertimu. Kamu dengar ya, Kalau sampai nanti saya menikah dengan mami kamu, Jangan harap saya mau menerima kamu jadi anak saya" Ucap David sambil menatap Nathan
Nathan yang mendengar itu seketika tertawa. Entah apa yang lucu dari perkataan David. Tapi yang pasti tawa Nathan membuat mereka semua penasaran.
"Om ini lucu, Memangnya siapa yang mau jadi anak om. Om terlalu kepedean. Jangan kan mami mau masa om, Nathan saja gak mau punya papi kayak om. Udah gampang marah, Jelek, Em apa lagi ya? Oh Nathan tau, Om pasti gak laku ya, Makanya mau merebut maminya Nathan dari papi"
"Tapi percuma sih om. Karna Nathan yakin mami akan lebih memilih papi William yang sudah terbaik. Om mah kalah jauh" Ucap Nathan lagi
Mendengar semua yang Nathan katakan membuat rasa kesal David semakin naik ke ubun-ubun. Pria itu menatap tajam Nathan yang saat ini juga sedang menatapnya.
Biarpun Nathan masih bocah, Tapi anak itu tidak mau kalah dari David. Dia juga ikut menatap David tajam. Dan hal itu membuat semua anak buah David mengulum bibir. Kali ini David berurusan dengan anak yang berbeda.
"Liat deh, Sepertinya bos akan kena mental dengan bocah ini" Ucap salah satu dari mereka
"Iya kamu benar, Bos sudah salah sasaran" Jawab satunya.
Niatnya David menculik Nathan adalah untuk menakuti anak itu, Tapi ternyata Nathan sama sekali tidak menampakkan raut wajah takut. Yang ada dia berhasil membuat David merasa kesal dan kena mental dengan semua perkataan Nathan.
Tak berselang lama, Ada mobil hitam yang menghadang mobil mereka. Siapa lagi kalau bukan Baron, Pria paruh baya itu di minta Siren untuk membantunya. Tapi tidak gratis, Karna Baron masih minta iming-iming uang pada Siren sebelum mengiyakan permintaan putrinya.
Melihat ada sebuah mobil yang berhenti tepat di depannya membuat David melirik pada anak buahnya."Siapa mereka?" Tanya David saat melihat beberapa orang yang keluar dari sana
"Kami juga tidak tau bos. Lebih baik kita turun sekarang" Ucap salah satu dari mereka
"Cepat turun. Dan pastikan jika mereka tidak akan membuat masalah. Bikin kepalaku pusing saja" Ucap David sambil mencubit ruang di antara alisnya.
Semua anak buah David turun dan menemui Baron juga teman-temannya"Siapa kalian?" Tanya salah satu anak buah David
__ADS_1
"Tidak penting kalian tau siapa kami. Yang pasti, Kalian harus melepaskan anak itu" Ucap Baron sambil menatap mobil David
"Hahahha. Apa katamu, Apa saya tidak salah dengar. Jangan mimpi kami mau melepaskannya"
Mendengar itu membuat Baron langsung merasa marah"Tidak perlu banyak bacot" Ucapnya dan langsung meminta anak buahnya untuk menyerang beberapa orang yang ada di depannya.
Hingga terjadilah perkelahian antara Baron dan anak buah David. Tak berselang lama taksi yang Emilia dan Siren tumpangi sudah tiba di sana. Bersamaan dengan itu, William juga sudah tiba di sana.
Emilia turun dari dalam mobilnya dan berusaha mengambil Nathan dari mobil David.
Melihat kedatangan Emilia membuat David merasa tidak bisa berkutik. Karna pria itu memang tidak bisa berbuat apa-apa di depan Emilia.
"Em. K...kamu disini?" Tanya David sambil terus menatap Emilia
"Apa apaan kami David. Apa kamu tidak pernah berpikir sebelum menculik anakku." Ujar Emilia sambil mengambil Nathan dari tangan David dan membawa bocah itu turun.
"Nathan baik-baik saja kan sayang?" Tanya Emilia panik sambil menatap wajah Nathan
"Nathan tidak apa-apa mami. Mami jangan nangis ya" Ucap Nathan yang melihat kedua mata Emilia sudah berkaca-kaca
"Nathan baik baik saja mami. Mami tidak perlu khawatir ya. Anak mami ini bisa melawan om jelek itu kok" Ucap Nathan lagi
Emilia langsung memeluk Nathan penuh rasa bersyukur. Untungnya apa yang sempat Emilia khawatirkan tidak terjadi.
"Kamu tidak di apa-apain kan sayang sama mereka?" Tanya Emilia sambil terus memeluk Nathan
"Mana berani mereka sama Nathan mami. Apalagi om jelek. Masa dia bilang mau merebut mami dari papi. Ya Nathan katain aja kalau om itu jauh dari pada papi. Papinya Nathan yang terbaik dan tidak akan tergantikan" Ucap Nathan yang masih dalam pelukan Emilia
"Iya sayang, Papinya Nathan memang yang terbaik" Gumam Emilia pelan
__ADS_1
Sedangkan William yang sudah melihat Nathan bersama dengan Emilia langsung turun dan ikut membantu Baron menghadapi anak buah David. Karna William sudah bisa melihat jika Baron dan yang lain sudah mulai oleng.
"Sayang. kamu kepinggir dulu ya, Ini sangat bahaya" Ucap William lembut pada Emilia
"Iya Wil. Kamu hati-hati" Jawab Emilia dan langsung membawa Nathan ke pinggir jalan
David yang melihat itu merasa semakin tidak suka. David mengepalkan kuat kedua tangannya"Tidak ada siapapun yang boleh memiliki Emilia kecuali aku" Ucapnya dengan penuh penekanan.
David masih memperhatikan William yang sudah ikut bergabung dan menyerang anak buahnya. Pria itu menatap William dengan kebencian yang terpancar dari kedua matanya yang terlihat merah.
"Jangan harap aku akan diam saja saat melihat kamu bahagia bersama dengan Emilia, William!" Ucap David sambil mencari cara agar bisa mendapatkan Emilia kembali.
Hingga satu akal jahat mulai terbesit dalam benak David. Pria itu tersenyum licik sambil terus menatap William. "Aku akan membuat hidupmu berakhir malam ini juga William" Ucapnya
David sudah benar-benar terobsesi ingin mengambil Emilia dari William. Bahkan pria itu rela melakukan hal apapun untuk bisa memiliki Emilia kembali.
Di Luar Mobil
William terus membantu Baron untuk menyerang semua anggota anak buah David yang jumlahnya ada sekitar 8 orang. Sedangkan Baron hanya membawa 4 orang teman.
William yang sudah begitu pandai berkelahi langsung bisa menjatuhkan satu persatu anak buah David. Sedangkan David yang melihat itu tentu saja merasa semakin marah.
"Kurang ajar!" Ucap David dan langsung turun dari mobilnya membawa pistol yang sudah dia simpan di dalam jasnya.
Setelah tiba di luar, David langsung mengarahkan pistol itu pada William yang saat ini sedang sibuk melawan para anak buahnya.
"William awas" Teriak Emilia saat melihat peluru itu mengarah pada William.
Emilia berlari dan melindungi tubuh William dari peluru itu, Hingga tanpa dia sadari, Emilia sudah mengorbankan dirinya sendiri untuk William.
__ADS_1
Siren dan Nathan yang melihat itu tentu saja langsung berteriak panik"Kak Emil, Mami" Ucap mereka secada bersamaan saat peluru yang David tembakkan terkena tepat pada punggung Emilia