Single Mamy

Single Mamy
Ajakan solat bersama


__ADS_3

"Apa! Jadi kamu sudah menukarnya? Dasar pria mesum memang"Ucap Emilia sambil menatap tajam William


William yang mendengar itu hanya bisa terkekeh saat melihat raut wajah Emilia. "Itulah akibatnya karna sudah mengerjai suami. Bagaimana rasanya senjata makan tuan mami?" Ucap William sambil terkekeh dan menatap Emilia


Emilia yang melihat ekspresi William yang begitu menyebalkan membuatnya ingin mencubit dan memukul nya. Namun Emilia mengurungkan niatnya saat William menggenggam tangannya dan mencium tangannya penuh sayang.


"Aku sangat mencintaimu Em. Sangat. Aku tidak pernah menyangka jika saat ini status kita sudah sah menjadi pasangan suami istri" Ucap William sambil terus menggenggam tangan Emilia


Perkataan William langsung berhasil membuat Emilia mengurungkan niatnya untuk memukul pria itu. Saat ini Emilia membalikkan tubuhnya menghadap ke arah William yang sejak tadi sudah menatapnya penuh cinta.


"Kamu benar Wil. Bahkan aku merasa semua ini masih seperti mimpi. Aku tidak menyangkan jika harapan kita menjadi nyata. Takdir sudah mempersatukan kita dengan cara yang berbeda"


"Iya Em. Aku juga masih tidak percaya kita di persatuan dengan cara itu. Kenapa sejak awal aku tidak pernah melihat foto yang selalu mama kirim ke nomor WhatsApp ku. Setiap kali mama mengirimkan pesan gambar, Aku selalu menghapus tanpa melihat terlebih dahulu" Ucap William sambil menatap menatap Emilia


"Asal kamu tau Em. Selama 5 tahun ini, Aku selalu terbayang wajah kamu Em. Wajah dan juga suara kamu selalu terbayang dan terngiang begitu saja. Apalagi saat aku mendengar jika kamu hamil dan di usir dari rumah karna perbuatan ku" Pekik William lagi


Mendengar perkataan William membuat Emilia merasa begitu penasaran. Bagaimana bisa William tau. Sebenarnya sejak awal pertemuan mereka Emilia sudah penasaran, Bagaimana William bisa tau jika Nathan adalah anaknya hasil dari malam itu.


"Wil. Apakah aku boleh bertanya sesuatu?" Tanya Emilia pelan


"Boleh. memangnya apa yang ingin kamu tanyakan Em?"


Emilia tak langsung menjawab. Wanita itu masih menatap dalam William yang juga sudah menatapnya dengan penuh sayang.


"Bagaimana kamu bisa tau kalau aku hamil gara-gara malam itu?"


"Karna sejak kejadian malam itu, Aku selalu meminta orang untuk mencari tau keberadaan kamu hanya dengan bermodal nama. Karna memang hanya nama yang aku dapatkan dari mu Em"


"Aku sempat putus asa dan ingin melupakan kejadian itu. Namun entah kenapa wajah kamu selalu saja hadir dan terbayang setiap hati, Detik, Menit. Pikiranku hanya di penuhi dengan kamu Em"

__ADS_1


"Hingga pada suatu hari. Orang suruhan ku mengabarkan jika sudah bisa menemukan kamu. Mereka mengatakan jika kamu anak dari seorang pengacara kondang yang bernama Anggara Wirayudo. Tanpa aku sadari, Ternyata papa kamu adalah pengacara pribadi keluargaku sekaligus sahabat papa dan mama"


"Apa! Jadi papa dan mama ku sahabat papa Bagas dan mama Liana" Tanya Emilia


"Iya Em. Aku tidak pernah sadar jika pengacara pribadi keluarga ku adalah papa kamu. Oleh karena itu, Mama Melinda jiga papa Wira hadir dalam acara pernikahan kita. Dan terbongkar semuanya"


"Aku bahagia Em. Akhirnya sekarang semua keadaan sudah membaik. Tepat seperti apa yang aku harapkan Em. Berkumpul bersama dengan kamu dan juga Nathan. Kalian adalah segalanya" Ucap William yang terdengar begitu lembut


"Iya Wil. Alhamdulilah sekarang juga hubungan aku dan kedua orang tuaku sudah membaik" Ujar Emilia sambil mengangkat kedua sudut bibirnya


Sejenak suasana kamar hotel itu menjadi sangat hening. Baik Emilia atau pun William sudah tidak tau harus membicarakan soal apa. Mau tidur pun rasanya kedua mata mereka masih sangat sulit untuk di pejamkan. .


Hingga William teringat akan satu hal. Gelang pasangan yang dulu sempat William siapkan untuk Emilia dan calon anak mereka.


"Oh iya Em. Waktu itu saat aku mengetahui jika kamu sedang mengandung anakku, Aku pernah menyiapkan sepasang gelang untuk kamu dan Nathan"


"Lalu kemana gelang itu sekarang? Kenapa kamu tidak memberikannya padaku"


Mendengar ucapan William membuat Emilia teringat akan kejadian saat dirinya melahirkan Nathan. Wanita itu teringat jika saat itu dia juga di tolong oleh seorang pria yang tidak pernah Emilia tau seperti apa wajahnya. Karna saat itu wajah Emilia tertutup oleh syal milik Widi.


"Kapan kejadiannya?"


"5 tahun yang lalu. Tapi ya Em, Asal kamu tau, Wanita itu begitu menyebalkan. Sudah aku tolong malah dia marah-marah sama aku Em. Pokoknya dia wanita terbawel yang pernah aku temui. Apes banget pria yang menjadi suaminya"


"Kenapa cerita William mirip dengan apa yang pernah aku alami. Tepat saat aku sedang mau melahirkan Nathan" Ucap Emilia dalam batinnya


"Astaga aku baru ingat sesuatu" Ucap Emilia sambil menepuk jidatnya


"Ingat apa Em?"

__ADS_1


"Kamu kan anaknya mama Liana. Itu artinya Pria yang dulu pernah menolongku saat mau melahirkan itu kamu dong Wil. Tepatnya di Villa saat aku sedang mengantarkan baju pesanan milik mama Liana"


"Maksudnya bagaimana Em, Aku tidak paham?" Tanya William penasaran setelah mendengar perkataan Emilia


"Maksudnya, Wanita yang sudah kamu katakan bawel itu adalah aku. Dan pria yang apes mendapatkan istri sepertiku adalah kamu"


Mendengar perkataan Emilia membuat William merasa begitu terkejut. Kenyataan apa yang baru saja dia ketahui. William benar-benar terkejut dengan apa yang baru saja Emilia katakan.


"Apa! Jadi wanita yang waktu itu aku tolong adalah kamu Em. Wanita bawel itu kamu?"


"Iya, Memang wanita bawel itu adalah aku. Dan pria apes itu adalah kamu"


"Tunggu deh Em. Apa itu artinya dulu aku mengadzani anak ku sendiri, Nathan. Dan gelang itu"


"Iya, Aku baru teringat jika anak mama Liana pernah memberikan aku gelang pasangan. Dan ternyata itu adalah kamu Wil. Aku benar-benar tidak nyangka bagaimana semesta mempertemukan kita yang tanpa menyadari semua itu Wil"


Tanpa mereka sadari ternyata jam sudah menunjukkan pukul 02:00 dini hari. Sudah 2 jam mengobrol tanpa mereka sadari.


"Em, Bagaimana kalau kita mandi dan sholat tahajud bersama" Ucap William sambil menggenggam tangan Emilia


Mendengar ajakan William, Emilia tanpa berpikir panjang langsung mengiyakan ucapan pria itu, Sudah sejak lama Emilia ingin merasakan sholat berjamaah dengan seorang imam yang dia cintai, Lebih tepatnya William.


"Aku mau Wil. Sudah sangat lama aku ingin merasakan bagaimana sholat berjamaah bersama dengan pasangan halal. Kalau begitu aku mandi dulu ya Wil"


"Aku ikut dong mami. Kita mandi bersama, Kayaknya lebih seru kalau mandi bersama" Pungkas William sambil mengangkat sebelah alisnya.


Seketika Emilia memberikan lirikan tajam yang langsung membuat William terdiam dan menutup wajahnya dengan bantal. Merasa ngerti dengan apa yang Emilia ucapkan.


"Mau mandi bersama, Boleh. Tapi kamu harus siap-siap aku sunat lagi kalau sampai kamu macam-macam. Karna aku tidak yakin kalau mandi bersama hanya sekedar mandi saja. Kamu kan mesum" Ucap Emilia dan langsung meninggalkan William yang sudah bergidik ngeri dengan perkataan Emilia

__ADS_1


"Nasib. Punya istri seperti Sycopat. Hadeh" Ucapnya dalam batinnya


__ADS_2