
Liana masuk ke dalam kamar pengantin untuk melihat Emilia. Setelah tiba di dekat Emilia, Liana menatap wajah calon menantunya yang terlihat begitu cantik. Bahkan wanita paruh baya itu merasa sangat pangling dengan wajah Emilia saat ini.
Emilia benar-benar cantik seperti boneka hidup, Kedua matanya terlihat semakin indah, Bahkan Liana sampai tidak berkedip menatap wanita yang sebentar lagi akan menjadi anak menantunya.
"Kami cantik sekali sayang, Jika seperti ini mama jamin, Anak mama pasti klepek-klepek sama kecantikan kamu" Ucap Liana lembut sambil menggenggam tangan Emilia.
"Mama bisa aja. Doakan semuanya lancar ya ma"
"Tentu sayang, Mama akan mendoakan supaya semuanya lancar. Mama tak pernah menyangka jika akan memiliki menantu secantik kamu. Sudah pintar, Cantik lagi. Pokonya perfec deh" Ucap Liana lagi
Memang tidak ada kata lain yang pas untuk Emilia saat ini, Kecuali satu kata, Sempurna. Ya, Itu lah kata yang sangat pas. Emilia benar-benar terlihat begitu sempurna. Bukan hanya wajahnya yang sempurna. Tapi hatinya juga seperti itu.
"Siapkan dirimu ya sayang. 10 menit lagi mama akan meminta Widi untuk menjemput kamu. Acara ijab qabulnya 15 menit lagi"
"Baik ma. Terimakasih ya ma"
Setelah mengatakan hal itu, Liana keluar dari dalam kamar pengantin. Wanita paruh baya itu masih harus menemui beberapa tamu penting yang memang sengaja Liana undang untuk menghadiri acara sakral anaknya.
Sebuah pernikahan dengan harapan menjadi yang First and Last Married. Begitulah harapan yang dimiliki Liana juga suaminya untuk anak mereka satu-satunya.
Setelah kepergian Liana, Emilia menatap pantulan dirinya dari cermin yang ada di dipannya. Tidak bisa di pungkiri, Jika wajahnya memang benar-benar terlihat sangat cantik.
Di saat seperti ini, Selalu saja Wajah William terbayang-bayang dalam pikirannya. Hingga tanpa Emilia sadari, Dia teringat akan ajakan konyol William beberapa hari yang lalu. Mengingat akan hal itu membuat Emilia terkekeh sendiri. Tidak pernah menyangka jika William memiliki pemikiran seperti itu.
Tak lama kemudian. Ada sebuah panggilan Video yang ternyata dari William. Melihat nama kontaknya. Emilia langsung mematikan panggilan itu. Namun William tidak pernah menyerah. Pria itu terus mencoba memanggil Emilia hingga 10x.
Emilia yang melihat ponselnya selalu bergetar dan menampilkan gambar dirinya bersama dengan Nathan hanya bisa mengambil nafas panjang. Hingga tak lama kemudian, Ada satu pesan masuk yang sudah pasti dari William.
[ Angkat sebentar saja. Setelah itu aku tidak akan pernah menghubungi mu lagi, Aku hanya ingin melihat wajah cantik mu di hari yang sangat spesial untuk mu Emil. Aku mohon, Setelah ini, Aku akan benar-benar menghapus nomor ponsel mu ]
__ADS_1
Setelah membaca pesan itu, Emilia menundukkan wajahnya. Dengan sangat terpaksa Emilia menerima panggilan Video yang saat ini di lakukan oleh William.
π: Iya Wil. Ada apa lagi? Bukan kah hari ini kamu juga akan menikah dengan calon istrimu
π:Aku hanya ingin melihat wajah cantik mu di saat sedang menggunakan baju pengantin Em. Kamu benar-benar sempurna Emil. Seandainya saja aku yang menjadi pengantinnya. Mungkin, Hari ini aku akan menjadi laki-laki yang paling bahagia
π:Kamu juga terlihat sangat tampan Wil. Tapi mau bagaimana lagi. Takdir sudah menggariskan kita untuk menjadi milik orang lain
π:Bagaimana kalau kita kawin lari Em. Biar aku jemput kamu ke sana sekarang
π:Jangan gila kami William. Aku tidak bisa melakukan hal itu. Sudahlah, Mungkin kita memang tidak di takdirkan untuk bersama. Aku mencintaimu Wil, Tapi aku tidak bisa meninggalkan tempat ini.
π:Tap
Tut...tut...tut ..
Belum selesai William berbicara, Emilia sudah memutuskan sambungan telponnya. Melihat itu membuat William menundukkan wajahnya sangat sedih.
"Apakah ini memang yang terbaik Em" Ucapnya sendu
Tak lama kemudian. Liana datang dan meminta William untuk segera turun. Karna 10 menit lagi acara akan segera di mulai.
"Wil, Kamu sudah siap nak?"
Suara itu berhasil menyadarkan William yang sejak tadi hanya memikirkan Emilia. Saat ini yang ada dalam pikiran William hanyalah Emilia dan Emilia. Apalagi setelah melihat wanita itu menggunakan gaun pengantin.
"Eh mama. Sudah kok ma" Ucapnya pelan
Liana yang melihat raut sedih wajah William semakin mendekat ke arah anaknya."Ada apa Wil? Apa kamu tidak bahagia dengan pernikahan ini. Kenapa wajah mu terlihat sedih seperti itu?" Tanya Liana sambil menepuk punggung William
__ADS_1
"Tidak ada apa-apa ma. Hanya saja William tidak menyangka jika hari ini benar-benar akan terjadi. Sebentar lagi William akan segera menikah dan menjadi kepala rumah tangga"
"Lalu apa yang membuatmu sedih Wil?"
William tak menjawab. Pria itu hanya menatap Liana masih dengan tatapan sendunya sambil bermonolog dalam batinnya"Aku sedih karna tidak bis bersama dengan ibu dari anak ku ma"
"Wil. Ayolah nak. Jangan menunjukkan raut sedih seperti itu. Mama tidak mau semua tamu undangan akan mengira jika kamu terpaksa dengan pernikahan ini. Lagian kasian calon istrimu jika sampai dia tau kamu seperti ini"
"Mama mohon ya Wil. Tunjukkan senyum terbaik mu, Nanti kamu akan sangat terpesona dengan kecantikan wajah istrimu. Dia begitu cantik Wil"
"Mama tunggu di bawah ya Wil. Jangan lupa, Tunjukkan senyuman mu, mama jamin kami akan langsung jatuh cinta sama calon istrimu, Dia benar-benar wanita tercantik yang pernah mama temui"
Setelah mengatakan hal itu, Liana keluar dari tempat William. Sedangkan William lagi-lagi bermonolog sambil menatap kepergian sang mama.
"Tapi, Tidak ada wanita yang lebih baik dari pada Emilia ma. Apakah aku bisa mencintai istriku, Sedangkan yang ada dalam pikiran ku hanyalah Emilia" Ucapnya dalam batin.
Sedangkan Emilia. setelah memutuskan sambungan telponnya, Wanita itu hanya memejamkan kedua matanya yang terasa begitu panas setelah melihat wajah William.
Bagaimana caranya agar bisa melupakan pria itu, Sedangkan rasa yang Emilia miliki sudah semakin dalam. Entah kenapa perasaan itu begitu cepat mendarah daging.
"Bagaimana caranya agar aku bisa melupakan mu Wil. Kenapa rasanya harus sesulit ini" Ucap Emilia sambil menahan agar air mata itu tidak jatuh dan merusak dandanannya.
Di saat Emilia sedang berusaha untuk menahan air matanya. Tiba-tiba saja Widi datang dan memintanya untuk segera turun bersamanya. Karna acara akan segera di mulai.
"Kamu kenapa Em?" Tanya Widi yang tiba-tiba datang
Emilia yang menyadari keberadaan Widi dengan cepat mengubah ekspresi wajahnya. Wanita itu tidak ingin Widi tau apa yang saat ini sedang Emilia rasakan.
"Aku gak papa kok kak" Jawabnya sambil tersenyum
__ADS_1
"Kamu sudah siap kan? Kita turun sekarang. Acaranya akan segera di mulai"
"Iya kak"