Single Mamy

Single Mamy
Kemana Emilia?


__ADS_3

"Sekarang waktunya" Ucap David sambil melirik ke arah anak buahnya


Entah apa yang sudah David rencanakan. Tapi yang pasti rasa obsesi yang David miliki untuk bisa mendapatkan Emilia kembali sudah benar benar kelewatan.


Pria itu merencanakan satu kejahatan untuk William dan juga Nathan. Tapi tidak dengan Emilia, David sudah berpesan kepada mereka untuk tidak menyakiti atau pun menyentuh Emilia.


Apa ini yang di namakan cinta? Atau perasaan David hanyalah sebuah obsesi saja. Entahlah, Hanya David yang bisa menjawab semua itu.


"Baik tuan. Serahkan sama kita kalau soal ini" Jawab salah satu dari mereka


Mobil yang David naiki mengikuti mobil William yang sudah keluar dari penginapan. Namun William yang terlalu bahagia sampai tidak menyadari jika saat ini ada yang sedang mengikutinya.


"Sayang" Panggil William lembut pada Emilia


"Iya ayang Wil, Ada apa?" Jawabnya sambil menoleh pada William yang saat ini sudah menunjukkan deretan gigi putihnya.


"Kamu tau gak bedanya kamu sama bintang"


Mendengar pertanyaan William membuat Emilia mengerutkan keningnya"Perbedaan aku dan bintang ya. Ya beda lah Wil, Aku manusia, Sedangkan bintang adalah benda langit yang bisa bersinar dengan sendirinya, Bener gak" Jawab Emilia ngasal


"Ya tentu saja salah dong sayang. Mana ada jawaban kayak gitu. Kebaca kalau waktu jaman sekolah kamu sering bolos saat pelajaran Fisika. Iya kan?"


"Jangan ngasal. Gini gini, Aku siswa yang paling pintar tau. Kalau jawabannya bukan itu lalu apa?" Tanya Emilia yang terlihat serius untuk mendengarkan apa yang akan William katakan tentang jawaban dari pertanyaannya sendiri


"Jawaban yang bener itu gini mami. Perbedaan kamu dan bintang itu cuma satu"


"Apa memangnya?"


"Kalau bintang menyinari langit, Sedangkan kamu selalu menyinari malam-malam ku yang terasa gelap dan hampa"


Mendengar itu seketika membuat Emilia terkekeh. Mau menggombal tapi setengah setengah. Sedetik kemudian, Emilia langsung terbesit ingin membuat William salting karna apa yang akan dia katakan.


"Eeemm ayang Willi sweet banget deh. Mami jadi terharu." Ucap Emilia sambil mengangkat kedua sudut bibirnya


"Oh iya Ayang Wil. Aku juga ada pertanyaan buat ayang Willi"


"Apa tuh mami?"


"Papi tau gak bedanya ikan sama papi Willi?" Tanya Emilia pada William yang langsung tersenyum saat mendengar kata itu


"Gak tau mi, Apa bedanya tuh?" Tanya William antusias


"Astaga. Papi ini kebaca kalau waktu jaman sekolah keseringan bolos. Masa perbedaan diri sendiri sama ikan saja gak tau" Ucap Emilia sambil mengulum bibir


Mendengar itu membuat wajah sedikit kecewa"Yah mami. Papi pikir mami tadi juga mau gombal kayak papi gombal sama mami"Ucapnya sedih

__ADS_1


"Aku gak pandai gombal Ayang Wil"


"Tapi aku ada pantun buat ayang Willi. Ayang Willi mau dengerin gak pantun nya mami?"


"Hmmm, Pantun apa emang?" Jawabnya yang terdengar seperti sedang ngambek


"Dengerin ya ayang William yang paling tampan sedunia"


"Hmmm" Jawab William lagi


"Buah nangka buah durian" Ujar Emilia sambil menatap


"Terus?"


"Enak di makan.Hahah"


Lagi lagi William di buat kesal sama Emilia."Tau ah mami. Php" Ucapnya sambil memanyunkan bibirnya


"Kok php sih ayang Wil. Yaudah yaudah. Serius nih, Tapi janji ya nanti ayang Willi harus senyum"


"Ya tergantung" Jawab William masih dengan nada ketus khas orang ngambek


"Tergantung bagaimana?"Tanya Emilia penasaran


"Oke, Dengerin ya ayang Will" Ucap Emilia sambil mengangkat kedua sudut bibirnya


"Buah nangka buah durian"


"Terus"


"Gak nyangka aku jadi istri William" Seru Emilia sambil terus mengulum bibir saat melihat rut wajah William yang begitu lucu


Mendengar itu membuat William menghentikan mobilnya."Kok berhenti Wil?" Tanya nya penasaran karna tiba-tiba saja William menghentikan mobilnya setelah mendengar perkataan Emilia


"Aku gak nyangka kalau istriku juga bisa bikin pantun"


"Bikin pantun aja mah kecil Wil. Apa kamu gak tau siapa dulu yang pernah menang lomba pantun tingkat sekolah?"


"Gak tau, Siapa memangnya mami?"


"Ya siapa lagi kalau bukan Jarjit sing. Hahah"


"Kamu itu nyebelin deh mami. Baru juga papi Willi serius, Malah bercanda"


"Aduh ayang Wil, hidup itu tidak perlu di bawa terlalu serius. Karna terkadang kita juga perlu bercanda agar tidak gampang stres ayang Wil. Kamu mah, Ngambekan ih, Kayak anak perawan aja" Ucap Emilia sambil terkekeh

__ADS_1


"Tau ah, Mami menyebalkan" Ucap William sambil memanyunkan bibirnya.


Emilia yang melihat itu tentu saja mengulum bibir. Karna wajah William benar-benar terlihat sangat lucu.


"Ngapain senyum-senyum begitu. Seneng liat suaminya kesel"


"Banget" Seru Emilia sambil terus mengulum bibir


"Ketawa aja terus, Nanti kualat baru mingkem"


"Astaga ayang Wil. Gak boleh gitu sama istri sendiri"


"Biarin saja. Siapa suruh nyebelin" Jawab William yang masih kesel


"Lagi ngomongin diri sendiri" Jawab Emilia lagi


Setelah itu mobil mendadak hening. William tak lagi menjawab perkataan Emilia, begitu juga dengan Emilia yang tak lagi berbicara.


Cukup lama William terdiam. Pria itu masih terus memanyunkan bibirnya karna merasa sangat kesal terhadap Emilia.


"Papi, Kapan jalannya. Nathan sudah sangat lapar Papi" Ucap Nathan tiba-tiba


William yang mendengar suara anaknya langsung menoleh pada Nathan dan menciumnya lembut"Kita jalan lagi ya sayang. Anaknya papi sudah lapar ya. Sabar ya, Nanti Nathan mau makan apa?" Tanya William sambil melajukan mobilnya kembali


"Nathan mau Cake tiramisu papi, Sama eskrim. Boleh kan?" Jawab Nathan sambil mengangkat kedua sudut bibirnya


"Gak bo" Ucapan Emilia terpotong karna William dengan cepat menimpalinya


"Tentu saja boleh dong anak ganteng. Apapun yang mau Nathan makan, Nanti tinggal pesan saja ya" Gumamnya sambil menggenggam tangan Nathan


"Terimakasih papi. Papi memang yang terbaik"


Emilia yang mendengar perkataan William tentu saja merasa sangat kesal dengan pria itu. Bisa bisanya William mengizinkan Nathan makan eskrim malam malam seperti ini. Padahal sebelumnya Emilia tidak pernah mengizinkan anaknya untuk makan eskrim kalau sudah lewat jam 18:00.


Sekarang mau melarang pun Emilia sudah tidak tega ketika melihat wajah Nathan yang begitu berbinar saat mendengar ucapan William yang membolehkan Nathan memesan eskrim.


30 Menit kemudian. Mobil William sudah tiba di salah satu restoran yang cukup terlihat ramai. Emilia turun lebih dulu, Sedangkan William masih memarkirkan mobilnya.


William mencari Emilia di dalam restoran, Namun ternyata Emilia tidak ada di mana-mana. Merasakan hal itu membuat William panik.


"Maaf permisi. Bli mau tanya, Apa bli liat wanita ini?" Tanya William pada pria paruh baya itu


"Tidak" Jawabnya sambil menoleh ke arah William


William berusaha mencari keberadaan Emilia di dalam restoran itu, Namun ternyata Emilia tidak ada di mana-mana."Kemana Emilia dan Nathan" Ucap William panik

__ADS_1


__ADS_2