Single Mamy

Single Mamy
Seperti anak tiri


__ADS_3

"Tidak mungkin. Jadi aku sudah berurusan dengan orang yang salah" Ucapnya sambil menjatuhkan ponselnya


David merasa sangat terkejut saat melihat gambar William suami dari Emilia yang tertera di sana.


Menyesal! Kata itu yang saat ini David rasakan. Tanpa dia sadari. Dia sudah kehilangan semuanya karna ambisinya sendiri untuk mengambil Emilia kembali. Karna obsesi itu, David sudah kehilangan semuanya dalam sekejap mata.


"Kenapa aku harus berurusan dengan orang yang salah" Ucap David dengan penuh penyesalan.


Setelah itu, David berusaha memikirkan bagaimana caranya agar semua miliknya bisa kembali lagi. Semua harta yang David punya bisa kembali.


"Apa yang harus aku lakukan untuk bisa mengembalikan semua itu. Mama, Papa. Tolong bantu David" Ucap David sambil memejamkan kedua matanya


Di Rumah sakit


Siren yang merasa tidurnya sudah cukup terganggu karna suara bising membuatnya terbangun. Wanita itu mengerjab beberapa saat untuk menyesuaikan pencahayaan yang masuk pada indra penglihatannya.


Setelah kesadarannya terkumpul sempurna, Siren bangun dari sofa dan berjalan ke arah kedua orang tuanya. "Mama" Ucap Siren sambil memeluk mamanya


Melinda membalikkan tubuhnya dan menoleh ke arah Siren yang sudah memeluk tubuhnya erat."Siren. Bagaimana bisa kamu ada di sini nak?" Tanya Melinda pada Siren


"Siren mengikuti mas David ma. Siren sempat mendengar jika mas David meminta seseorang untuk menculik anak kak Emil. Oleh karena itu, Siren diam-diam mengikuti mas David ma. Makanya Siren bisa ada disini" Terang Siren pada Melinda


"Jadi kamu memang sudah tau hal itu?" Tanya Melinda lag


"Iya ma, Siren sudah tau semuanya. Maka dari itu, Siren sebisa mungkin untuk menolong kak Emil. Bahkan Siren juga meminta bantuan pada ayah kandung Siren untuk menghadapi mas David dan juga anak buahnya" Terang Siren

__ADS_1


Mendengar itu membuat Wirayudo mengerutkan keningnya. Karna memang Wirayudo belum tau jika Siren sudah tau semuanya."Apa maksud kamu Siren. Ayah kandung? Jadi kamu sudah" Perkataan Wirayudo terpotong saat Siren dengan cepat menimpalinya.


"Iya pa, Siren sudah tau semuanya. Siren sudah mengerti kenapa sifat Siren dengan kak Emil sangat berbeda. Itu semua karna Siren bukan anak kandung papa Wira kan" Ucap Siren yang terdengar sangat lirih juga dengan wajah yang sangat sendu.


Melihat Siren seperti itu membuat Wirayudo mendekat dan langsung membawa Siren dalam dekapannya. Memang Siren bukan anak kandungnya, Namun Wira sudah menyayangi Siren seperti anaknya sendiri.


"Jangan pernah berkata seperti itu, Memang kamu bukan anak kandung papa, Tapi papa sudah menyayangi kamu seperti anak sendiri" Ucapnya lembut sambil membelai rambut Siren penuh sayang


Siren memejamkan kedua matanya yang terasa panas. Baru kali ini Siren mendengar jika sosok papa yang selama ini dia pikir pilih kasih ternyata memiliki kasih sayang yang tak pernah duga sebelumnya.


"Jadi selama ini papa menyayangi Siren?" Tanya Siren lirih


"Tentu sayang. Sejak kecil, Papa yang sudah membesarkan kamu, Memberikan cinta dan sayang yang begitu besar. Kamu dan Emilia adalah harta papa yang paling besar. Maafkan papa jika selama ini cara papa menyayangi kamu salah. Maafkan papa ya"


Perkataan Wira membuat Siren tidak kuasa untuk menahan air matanya lagi. Wanita itu semakin merasa sesak di dada, Bahkan pasokan oksigen seakan susah untuk sampai ke paru-parunya.


"Maafkan Siren pa. Maafkan Siren yang sudah salah paham. Karna Siren, Waktu itu kak Emil mendapat hukuman dari papa. Siren benar-benar minta maaf pa" Ucap Siren dengan penuh penyesalan


"Sudah, Semuanya sudah berlalu. Lupakan apa yang sudah terjadi. Mulai hari ini papa mau kamu dan Emil baikan dan melupakan apa yang sudah terjadi. Kita ambil hikmah dari semua ini" Ucap Wira sambil mengangkat kedua sudut bibirnya


Wira melepaskan pelukannya dan meminta Siren untuk minta maaf pada Emilia. Pria paruh baya itu ingin melihat kedua anaknya dukun kembali seperti masa-masa kecil mereka.


"Kak. Maafkan Siren ya, Karna Siren kak Emil waktu itu harus terusir dari rumah. Karna keegoisan Siren, Kak Emil harus mengandung tanpa sosok suami yang mendampingi" Ucap Siren sambil menggenggam tangan Emilia


"Iya, Aku sudah maafin kamu kok Si. Tapi jangan pernah berbuat hal yang merugikan orang lain lagi ya. Berpikirlah sebelum melakukan" Ucap Emilia sambil menatap Siren

__ADS_1


"Siren menyesak sudah melakukan itu malam itu kak. Siren benar-benar menyesal" Ucap Siren lagi


"Tidak ada yang perlu di sesali. Semua sudah berlalu" Ucap Emilia sambil memeluk Siren


"Tapi aku bersyukur karna malam itu kamu sudah membuat aku dan Emilia terjebak cinta satu malam Siren. Karna hal itu, Aku bisa bertemu dengan bidadari secantik mami Emilia" Ucap William cepat


Perkataan William membuat Emilia menoleh ke arahnya"Tidak perlu sok muji-muji. Aku masih sangat kesal sama kamu ya Wil. Bisa-bisa mempermalukan aku di depan Dika" Ucap Emilia dengan ketus


"Kan aku sudah minta maaf sayang. Masa suaminya minta maaf gak di maafin sih sayang. Aku ini suami kamu loh" Ucap William sambil terus menatap Emilia


"Tau ah. Kamu itu benar-benar menyebalkan" Ujar Emilia masih dengan nada yang sama


Melihat itu membuat William mengambil nafas panjang. "Nasib-nasib" Ucapnya dan membuat kedua orang tuanya tertawa karna melihat raut wajah William yang begitu lucu


"Kamu itu lucu sekali sih Wil. Tapi kalau boleh tau kalian sedang ada masalah apa? Kenapa Emilia sampai ngambek begitu?" Tanya Liana sambil menatap Emilia dan William secara bersamaan.


"Tau ma, William itu bener-bener menyebalkan. Masa tadi baru datang main tarik-tarik tangan aku saat Dika memelukku. Bahkan tanganku sampel luka karna William ma" Terang Emilia sambil memperlihatkan luka itu pada Liana


"William. Jadi suami tidak boleh seperti itu. Kamu ini ya"


"Yah ma, Kok malah Willi yang di marahin. Kan William hanya tidak mau melihat istri William di peluk sama pria lain. William cemburu ma. William benar-benar tidak rela jika ada pria lain yang memeluk Emilia" Ucap William yang ingin membela diri


"Iya tapi tidak harus menarik Dika seperti itu juga Wil. Kamu benar-benar membuatku Malu saja" Ucap Emilia lagi


"Tau nih William. Seharusnya kan tanya baik-baik. Jangan main tarik-tarik Wil. Masa istri kamu sampai terluka begini" Ucap Liana lagi

__ADS_1


"Mama. Aku kok seperti anak tiri saja. Mama selalu marahin Willi di depan Emilia. Sebenarnya anak mama itu Willi apa Emilia sih ma" Ucap William sambil memanyunkan bibirnya


Semua yang ada di sana hanya terkekeh saat melihat raut wajah William yang begitu lucu. Bagaimana tidak lucu, Bibirnya manyun serta wajahnya sendu dan menunduk. Benar-benar lucu.


__ADS_2