
Siren menutup wajahnya"Tolong jangan apakan aku" Ujar Siren lirih
Pria itu tak bersuara. Dia mengerutkan keningnya saat merasa tidak asing dengan suara yang baru saja dia dengan" Siapa wanita ini. Kenapa suaranya tidak asing. Aku seperti pernah mendengarnya. Tapi di mama?" Ucap Damar dalam batinnya
Mendengar suara langkah kaki semakin mendekat membuat Siren semakin merasa takut. Karna dia masih tidak rela jika tubuhnya harus di jamah oleh pria asing yang tak pernah Siren sebelumnya.
Tak pernah menyangka sebelumnya jika ayah kandungnya sendiri rela menjual nya hanya dengan harga 300 juta. "Aku mohon. Jangan sentuh aku. Karna sebenarnya aku tidak menginginkan hal ini. Aku mohon jangan sentuh aku" Ucap Siren saat pria itu menyentuh punggungnya.
Perkataan Siren membuat Damar heran. Bukankah seseorang yang datang ke tempat ini sudah pasti bekerja menjadi wanita penghibur? Lalu kenapa dengan wanita yang saat ini ada di depannya malah melarangnya untuk menyentuh.
Bukankah Damar sudah membayar mahal atas tubuhnya. 500 juta untuk sekali tidur"Apa maksudmu. Maaf ya nona, Tapi saya sudah membayar mahal pada mami barbie" Ucapnya sambil terus menatap Siren
"Memangnya anda sudah membayar berapa?. Biar nanti saya kembalikan uangnya"
"500 juta" Ucap Damar
Mendengar kata dengan nominal 500 juta membuat Siren membuka wajahnya. Dia cukup terkejut dengan nominal itu "Apa! 500 juta? Tapi saya tidak memiliki uang sebanyak itu" Ucap Siren sendu
Damar diam. Sejenak dia tatap wajah Siren yang menurutnya tidak asing. Seperti pernah melihat wajah itu. Tapi di mana? Cukup lama Damar memperhatikan Siren dan membuatnya risih.
"Kenapa anda liatin saya seperti itu?" Tanya Siren dengan raut wajah takut
"K...kamu wanita yang waktu itu bertemu di pengadilan bukan?" Ucap Damar pada Siren
Mendengar perkataan Damar membuat Siren menatapnya. Wanita itu mencoba mengingat wajah laki-laki yang sudah membelinya dengan harga 500 juta.
"Aku ingat. Kita pernah bertabrakan di depan pengadilan agama kan?"
"Yuup betul. Pantas saja tadi malam saat aku melihat fotomu seperti tidak asing. Ternyata kita memang pernah bertemu" Ucap Damar pelan
"Apa maksud kamu. Melihat fotoku tadi malam. Memangnya foto apa?" Tanya Siren penasaran
Damar tak menjawab. Pria itu hanya mengeluarkan ponselnya dan menunjukkan sebuah foto Siren yang ada di dalam ponsel Damar. "Ini foto kamu kan?" Ucap Damar sambil memperlihatkan fotonya
Siren langsung melihat foto yang Damar tunjukkan. Itu memang benar foto Siren. Tapi Damar bisa dapat dari mana foto itu.
"Ini memang fotoku. Tapi kamu dapat dari mana foto ku yang ini. Perasaan aku tidak pernah mengunggah di media sosial. Karna ini foto permintaan mantan suamiku" Ucap Siren sambil menatap Damar
"Tentu saja dari mami Barbie. Tadi malam aku benar-benar merasa sangat terluka. Oleh karena itu, Aku memutuskan untuk bersenang-senang dan melupakan luka yang terasa begitu sakit" Terang Damar sendu
"Maksudnya bagaimana? Aku tidak paham" Tanya Siren yang memang tidak terlalu mengerti dengan apa yang Damar ucapkan.
Flashback Kemarin
Damar yang baru saja selesai dengan pekerjaannya langsung melajukan mobilnya ke rumah kekasihnya. Wanita yang amat Damar cintai. Pria itu membeli sebuah bunga dan juga cincin sebagai hadiah ulang tahun Viona. Karna memang hari ini adalah hari ulang tahun Viona kekasihnya Damar.
Namun saat Damar sudah sampai di rumah kekasihnya. Senyum merekah yang sejak tadi terlihat sempurna tiba-tiba saja luntur saat menemukan kekasihnya sedang bercinta dengan pria lain di apartemen milik Damar.
Deg!
Melihat adegan panas di depan matanya membuat Damar menjatuhkan apa yang dia bawa. Bunga mawar indah yang Damar pesan kam khusus untuk Viona akhirnya berakhir menyedihkan di atas lantai Apartemen.
__ADS_1
Viona yang mendengar suara pintu kamar terbuka membuatnya langsung menoleh ke arah pintu yang saat ini sudah menampakkan sosok pria tampan dengan kedua tangan yang mengepal kuat.
Betapa terkejutnya Viona saat melihat kedatangan Damar di sana. Pasalnya beberapa saat yang lalu, Damar memang sempat mengatakan jika dia tidak bisa datang ke apartemen karna sibuk dengan meeting hari ini.
Padahal sebenarnya itu hanya akal-akalan Damar untuk memberikan kejutan buat Viona yang sedang ulang tahun. Tidak pernah di sangka oleh Damar jika wanita yang selama ini selalu dia puja-puja ternyata bukan wanita baik-baik.
Melihat itu membuat Damar teringat akan perkataan Andre beberapa saat yang lalu.
Jangan terlalu percaya sama Viona. Karna sebenarnya dia tulus mencintai lo Mar. Viona bukan wanita baik-baik. Dia hanya menginginkan harta lo doang. Gue sempat beberapa kali melihatnya bersama dengan pria lain. Gue saranin saja, Jangan terlalu dalam mencintainya kalau kamu belum siap sakit hati
Kata-kata itu tiba-tiba saja terngiang pada indra pendengaran Damar dan membuatnya semakin memperkuat kepalan tangannya"Ternyata selama ini aku sudah mencintai wanita yang salah. Seandainya saja waktu itu aku dengarkan apa kata Andre, Mungkin semua ini tidak akan pernah aku rasakan" Ucap Damar sambil menatap tajam Viona dan selingkuhannya.
Sedangkan Viona yang melihat kedatangan Damar langsung mendorong tubuh selingkuhannya dan menutupi tubuh polosnya dengan selimut. Kemudian Viona bangun dari ranjang dan berjalan ke arah Damar.
"S...sayang. Sejak kapan kamu di sini. Aku bisa jelaskan kalau ini tidak seperti apa yang kamu lihat" Ucap Viona sambil menarik tangan Damar
Namun dengan gerakan cepat Damar menjauhkan tangannya dari jangkauan Viona."Jangan sentuh gue dengan tangan kotor mu itu. Gue minta, Lo pergi sekarang juga dari apartemen ini. Kita selesai" Ucap Damar dingin tanpa ekspresi
Mendengar perkataan Damar membuat Viona memeluk tubuh Damar. Wanita itu sampai tidak perduli saat selimut yang sejak tadi menutupi tubuhnya jatuh ke lantai dan membuatnya kembali polos tanpa sehelai benangpun.
"Aku mohon jangan seperti ini sayang. Aku bisa jelaskan, Kamu sudah salah paham" Ucap Viona sambil memohon terhadap Damar
Namun Damar sama sekali tidak menggubris perkataan Viona. Pria itu benar-benar merasa terluka saat melihat kekasihnya bercinta dengan pria lain. Padahal selama 2 tahun menjalin hubungan bersama dengan Damar, Pria itu tidak pernah menyentuh Viona sama sekali.
Damar sudah berjanji pada dirinya sendiri tidak akan merusak Viona sebelum mereka menikah. Hari ini, Viona sudah merusak semuanya. Pernikahan yang Damar impi-impikan seketika hancur karna perselingkuhan yang di lakukan oleh Viona.
"Apa ini yang kamu bilang cinta Vio. Apa ini makna cinta untuk kamu! Pergi kamu dari apartemen ku. Aku sudah muak melihat wajah wanita murahan sepertimu" Ucap Damar tanpa menoleh ke arah Viona
"Lepaskan tangan kotormu itu. Aku jijik melihat wanita yang sudah menjadi bekas orang"
Setelah mengatakan hal itu. Damar menatap selingkuhan Viona yang saat ini sudah menggunakan semua pakaiannya"Pergi atau aku bunuh kamu!" Pungkas Damar dengan tatapan tajamnya
Mendengar itu membuat Viona dan selingkuhannya cepat-cepat keluar dari sana. Apalagi saat Viona melihat kedua mata Damar yang terlihat menahan amarah.
"WANITA BRENGSEK" Ucap Damar sambil menatap tajam Viona
Setelah kepergian Viona. Damar mengambil ponselnya dan menghubungi seseorang. Tak butuh waktu lama, Seseorang di ujung telpon langsung menjawab telponnya.
π:Halo, Dengan mami barbie di sini
π:Halo mami. Saya Damar. Saya mau mami carikan wanita cantik dan muda yang bisa melayani saya
π:Saya akan membayar berapapun yang mami mau
π:Oke tuan Damar. Saya akan mencarikan wanita seperti yang anda mau
Setelah itu, Damar langsung memutuskan sambungan telponnya. Damar merasa jijik melihat ranjang yang sudah terlihat sangat berantakan. Pria itu meminta seseorang untuk merubah semua tataan yang ada di dalam Apartemennya. Terutama seprei di kamar utama.
Tak berselang lama, Ponsel Damar berdering. Ada sebuah pesan masuk yang ternyata dari mami barbie. Pria itu langsung membuka pesan gambar yang mami barbie kirimkan.
Tak perlu memikirkan lama, Damar langsung mengirimkan sebuah pesan yang tentu saja langsung membuat mami barbie mengangkat kedua sudut bibirnya.
__ADS_1
[ Saya mau dia besok ] Send
Dtt...Dttt...Dttt
[ 500 juta ]
[ Deal. Kirim nomor rekening ] Send.
Flashback off
Siren yang mendengar cerita Damar hanya bisa menepuk pundaknya pelan. "Sabar ya, Aku tau bagaimana rasanya ketika orang yang kita cintai tidak mencintai kita. Karna aku pun merasakan hal yang sama" Ucap Siren sendu
"Apa itu alasan kenapa kamu memutuskan untuk berpisah?" Tanya Damar sambil menatap Siren
Siren mengangguk"Iya. Karna selama pernikahan aku tidak pernah mendapatkan cinta suamiku. Bahkan aku tidak pernah tau bagaimana rasanya di cintai" Ucap Siren yang terdengar begitu lirih.
Melihat Siren yang sudah berkaca-kaca membuat Damar entah kenapa merasa sangat iba. Pria itu membawa Siren dalam dekapannya"Menangislah jika memang hal itu bisa membuat hatimu merasa tenang." Ucapnya sambil mengusap lembut rambut Siren
Di dekap seperti itu membuat tangis Siren semakin pecah. Dan anehnya, Siren merasa sangat tenang berada dalam dekapan Damar. Pria asing yang sudah membelinya seharga 500 juta.
Seketika tangis Siren reda setelah dia menyadari jika Damar sudah membelinya seharga 500 juta. Mau mengembalikan uang itupun Siren tidak mampu. Karna uang di dalam rekeningnya hanya tinggal 150 juta saja.
"Apa kamu akan melakukan hal itu terhadapku?" Tanya Siren lirih sambil mengangkat wajahnya
Damar menggeleng"Tidak, Kamu tenang saja. Saya tidak akan melakukan hal itu"
"Lalu bagaimana caranya aku untuk mengembalikan uang itu. Uang tabungan ku saja hanya tersisa 150 juta" Terang Siren
"Tidak perlu pikirkan soal itu. Kamu bisa membayarnya dengan menjadi tempat berkeluh kesahku"
Mendengar itu membuat Siren mengerutkan keningnya"Maksud kamu bagaimana. Aku tidak paham?" Tanya Siren yang memang tidak paham dengan perkataan Damar
"Aku mau kamu menjadi partnerku"
Lagi-lagi perkataan Damar membuat Siren tidak paham"Partner? " Tanyanya lagi
"Yup partner. Mulai hari ini bekerjalah di perusahaan ku. Sebagai asisten pribadiku" Ucap Damar sambil menatap Siren
"Oke Deal"
Di Tempat Lain
Widi dan Ferdian sudah tiba di bandara bali. Mereka berdua turun dari pesawat dan langsung naik taksi. Beruntung karna Alex sudah mengirimkan alamat rumah sakit Emilia di bali.
Selama di perjalanan, Pandangan Ferdian tidak pernah lepas dari Widi. Akhirnya rencana yang sudah dia buat tidak sia-sia. Hari ini Ferdian bisa bersama dengan Widi hanya berdua.
"Akhirnya aku bisa bersama dengan kak Widi. Ternyata rencana yang aku buat sudah bisa berjalan dengan lancar. Untung saja malam itu aku datang ke rumah kak Widi dan mendengar jika hari ini mereka akan pergi ke bali. Aku tidak akan pernah membiarkan kak Widi menjadi milik Alex" Ferdian bermonolog dalam batinnya
"Indah sekali" Ucap Ferdian tanpa sadar. Sedetik kemudian pria itu menutup mulutnya saat menyadari apa yang baru saja dia katakan.
Widi yang mendengar itu langsung menoleh ke arah Ferdia"Apanya yang indah sekali Fer?" Tanya Widi sambil menoleh ke arah Ferdian
__ADS_1
"Astaga, Aku kenapa harus keceplosan" Batinnya