
Setelah mendengar penjelasan dari Widi. Emilia langsung memutuskan sambungan telponnya. Wanita itu langsung mencari nomor kontak William untuk menanyakan keberadaan Nathan.
"William ini memang benar-benar ya. Tidak bisa apa jika mau menjemput Nathan ngomong dulu sama aku, Kenapa bikin aku panik begini" Ucap Emilia sambil terus mencari nomor kontak William
Sebelum Emilia memencet tombol panggil, Tiba-tiba ada panggilan masuk yang ternyata dari William. Melihat nama William membuat Emilia dengan cepat menjawab telpon itu.
π: Halo Wil. Apa kamu tidak bisa sebelum membawa Nathan bicara dulu sama aku. Aku panik saat dengar jika Natha tidak ada di sekolah
π:Apa maksud kamu Em, Aku jemput Nathan? Aku tidak ada menjemput Nathan Em, Ini aja aku telpon karna mau ngajak kamu untuk menjemput Nathan bersama
π:Jangan bercanda ya kamu Wil! Tadi penjaga sekolah bilang jika yang menjemput adalah mas-mas tukang ojek. Kalau bukan kamu lalu siapa Wil?
π:Em, Aku tidak sedang bercanda Em. Aku memang belum menjemput Nathan. Jika aku sudah menjemputnya, Pasti aku sudah mengatakan sejak awal
π:Astaga Nathan. lalu siapa yang sudah menjemput Nathan Wil?
π:Jangan panik Em. Lebih baik sekarang kita cari Nathan sama-sama. Aku akan segera ke tempat kamu. Kam dimana?
π: Di butiknya kak Widi
Setelah itu, Emilia memutuskan sambungan telponnya. Wanita itu menjadi benar-benar panik saat mengetahui jika William tidak ada menjemput Nathan.
"Ya allah Nathan, Kamu di mana sayang?" Ucap Emilia yang terdengar begitu lirih
Siapa yang sebenarnya sudah menjemput Nathan jika pria itu bukan William?
Saat mendengar perkataan Emilia soal Nathan. William langsung membatalkan janji temunya dengan Alex. Pria itu benar-benar mencemaskan keadaan Nathan yang tidak tau saat ini sedang ada di mana.
"Dimana kamu Nathan?" Ucapnya sambil melangkahkan kakinya keluar dari dalam kamarnya.
Saat ini yang ada di pikiran William hanyalah bagaimana caranya menemukan anaknya yang tidak tau sedang ada di mana dan sama siapa.
"Mau kemana kamu Wil? Masih mau ngojek?" Tanya Liana saat melihat William keluar dengan menggunakan jaket Driver ojol nya.
"William sedang ada urusan urgen ma. Mama tolong handle urusan undangan ya. Ini benar-benar darurat" Ucap Willi sambil melangkah lebih cepat
Melihat William seperti itu membuat Liana merasa begitu penasaran. Apa yang sebenarnya terjadi, Kenapa raut wajah William terlihat begitu panik.
"Wil. Ada apa?" Tanya Liana cepat. Namun William sama sekali tidak menggubris pertanyaan yang terlontar dari mulut sang mama.
"Ada apa dengan anak itu. Kenapa wajahnya terlihat begitu panik" Ucap Liana sambil menggaruk tengkuknya yang tidak terasa gatal.
Tak lama kemudian. Bagaskara baru saja datang yang pergi beberapa saat yang lalu.
__ADS_1
"Ada apa dengan William ma?. Papa lihat tadi sepertinya dia sedang terburu-buru" Tanya Bagaskara yang juga penasaran
"Entahlah pa. Mama juga tidak tau apa yang sebenarnya terjadi" Balas Liana sambil duduk di sofa
Di kafe
"Ferdian. Sintia" Ucap mereka secara bersamaan
Karna sebelumnya Sintia memang tidak tau siapa ceo dari GM Group. Sintia sangat terkejut saat mengetahui pemilik perusahaan itu.
"Loh, Kenapa kamu di sini Sin? Jangan bilang jika kamu perwakilan dari BAGASKARA GROUP?" Tanya Ferdian pada Sintia
"Kok kamu tau kalau aku adalah perwakilan dari BAGASKARA GROUP? Jangan bilang jika kamu CEO GM?
"Astaga. Kenapa dunia sesempit ini ya Sin. ayo silahkan duduk" Ucap Ferdian lagi
"Kita meeting dulu, Habis itu kita lanjut cerita-cerita. Bagaimana? Sudah sangat lama ya kita tidak bertemu. Gak nyangka seorang Ferdian sekarang sudah jadi bos. Nanti kamu harus cerita pokonya ya"
"Boleh-boleh"
Meninggalkan Sintia dan Ferdian. Kita kembali lagi pada Emilia dan William yang begitu panik mencari dimana keberadaan Nathan.
Karna jarak Apartemen dengan butik Widi cukup jauh. William seharusnya memerlukan waktu sekitar 1 jam untuk tiba di tempat itu, Namun karna terlalu panik William hanya memerlukan waktu 40 menit untuk tiba di butik Widi.
William memarkirkan motornya saat sudah tiba di butik milik Widi. Pria itu masuk dan menemukan Emilia yang audah terisak.
Ketika melihat Emilia sudah begitu terisak. William mendekat lalu membawa Emilia dalam dekapannya. ini pertama kalinya William melihat sosok tangguh Emilia rapuh.
"Em, Aku janji akan membawa anak kita kembali" Ucap William sambil membelai lembut rambut Mala.
"Nathan dimana Wil. Kita harus mencari Nathan kemana?" Gumam Emilia di seka isak tangisnya.
"Percayalah, Nathan akan baik-baik saja. Lebih baik kita cari Nathan sekarang" Ujar William yang terdengar begitu lembut
"Bagaimana jika Nathan sampai tidak di temukan Wil. Bagaimana jika apa yang aku takutkan menjadi nyata!"
"Em. Jangan berpikir yang tidak-tidak. Nathan pasti baik-baik saja. Aku tau jika dia anak yang sangat pintar" Ucap William lagi sambil membawa Emilia keluar dari butik itu. Namun sebelumnya Emilia sudah menutup butik setelah memutuskan sambungan telponnya bersama dengan William beberapa menit yang lalu.
William memakaikan helm pada Emilia. Pria itu mengusap kedua mata Emilia yang sudah sangat basah.
"Jangan menangis lagi, Kita akan segera menemukan Nathan"
Setelah itu, William memakai helmnya sendiri dan langsung naik ke atas motornya. "Pegangan ya Em. Aku akan ngebut. Kita cari ke sekitar sekolah Nathan dulu"
__ADS_1
"Iya" Jawab Emilia pelan.
Emilia melingkarkan kedua tangannya pada pinggang William. William melirik ke arah tangan Emilia yang sedang berpegangan begitu erat. Ini adalah pertama kalinya mereka berdua jalan berdua seperti ini.
Di sepanjang perjalanan, Emilia masih terus menangis. Bayangan Nathan selalu terlintas dalam ingatannya. Senyumannya, Suaranya. Semuanya masih bisa Emilia rasakan seperti nyata.
"Di mana kamu nak. Seandainya tadi aku menjemput Nathan sendiri, Mungkin semua ini tidak akan pernah terjadi" Ucap Emilia yang terdengar begitu lirih.
Tak butuh waktu lama, William dan Emilia sudah tiba di sekolah Natha. Emilia langsung turun dan menghampiri penjaga sekolah untuk menanyakan seperti apa ciri-ciri orang yang sudah membawa Nathan.
"Permisi pak. Saya mami nya Nathan. Saya mau tanya seperti apa ciri-ciri orang yang sudah menjemput anak saya pak. Karna sampai detik ini Nathan belum ada sama saya" Ucap Emilia dengan suara seraknya
Penjaga sekolah yang mendengar itu langsung merasa ikut panik. Karna mau bagaimana pun, Ini juga merupakan tanggung jawabnya.
"Apa bu, Nathan belum sampai. Saya kira tukang ojek itu orang suruhan ibu, Karna tadi Nathan terlihat begitu akrab. Maafkan saya ya bu"
"Iya pak. Lain kali jika yang menjemput Nathan bukan saya atau kak Widi atau orang ini, Jangan pernah bapak izinkan ya."
"Baik bu. Kalau ibu mau, Mari ikut saya liat rekaman CCTV sekolah"
Mendengar perkataan penjaga itu membuat Emilia melirik ke arah William."Ayo pak. Saya benar-benar takut terjadi sesuatu sama Nathan anak saya pak" Ucap Emilia
Akhirnya mereka semua masuk ke dalam ruangan CCtv sekolah dan langsung melihat siapa orang yang sudah membawa Nathan. Namun di antara William dan Emilia tidak mengenal pria itu sebelumnya.
"Kamu kenal dengannya Em?" Tanya William pada Emilia
"Tidak. Aku tidak pernah mengenalnya. Siapa orang itu, Kenapa Nathan terlihat begitu akrab dengannya"
"Maaf bu sebelumnya. Sebenarnya saya sudah sering melihat orang ini datang menemui Nathan, Awalnya saya sempat mengira jika dia adalah ayahnya Nathan"
"Apa pak! Jadi pria ini bukan hanya kali ini menemui Nathan? Dia bukan ayahnya Nathan pak. Bahkan saya tidak mengenal siapa pria itu"
"Saya adalah ayahnya Nathan pak" Timpal William cepat
Setelah melihat rekaman CCTV itu, Emilia dam William keluar dari dalam ruangan CCTV. Tak lama kemudian, Ada panggilan masuk dari Widi.
π:Halo kak ada apa?
π:Gak ada apa-apa Em. Kakak cuma mau mengatakan jika Nathan sudah di rumah
π:Apa! Kak Widi serius kan?
π:Iya Em kakak serius. Itu Nathan nya sedang tidur.
__ADS_1
π: Baiklah kak, Aku akan pulang sekarang
Siapakah laki-laki yang sudah menjemput Nathan dan mengantarnya pulang?