Single Mamy

Single Mamy
Bacot para jomblo


__ADS_3

"Nasib, Punya istri seperti seorang Syco. Hadeh" Ucap William sambil menatap tubuh Emilia yang sudah menghilang di balik pintu kamar mandi


"Astaga, Kenapa aku tidak sadar jika wanita yang dulu pernah aku tolong adalah Emilia. Tapi itu artinya, Waktu itu aku mengadzani anakku sendiri" Ucap William sambil mengangkat kedua sudut bibirnya saat mengingat kejadian hari itu.


William benar-benar tidak habis pikir jika wanita yang dulu dia katakan bawel saat ini sudah sah menjadi istrinya. Secara tidak langsung, William sudah termakan omongannya sendiri. Dia yang sudah menjadi pria apes karna mendapat wanita bawel seperti Emilia. Sesuai apa yang sudah William katakan 5 tahun yang lalu.


"Masih berasa seperti mimpi. Ternyata semua terjadi tepat seperti apa yang aku harapkan. Ternyata selama ini aku sudah terlalu sibuk menjadi tukang ojek sampai tidak menyadari jika wanita yang mama pilihkan adalah Emilia ku"


"Seandainya sejak awal aki tau. Mungkin aku sudah Mengajak nikah saat pertama kali mama mengatakan tentang perjodohan ini" Ucap William lagi


Sedangkan di dalam kamar mandi. Emilia memutuskan untuk berendam dengan air hangat dalam bathtub sebentar sambil menggunakan aroma terapi dengan wangi bunga Lily. .


Wanita itu memejamkan kedua matanya sejenak sambil menikmati aroma wangi bunga Lily untuk membuat rileks pikirannya sejenak.


Tiba-tiba saja perkataan William terngiang dan mengganggu pikirannya. Makanya jangan suka mengerjai suami. Bagaimana rasanya senjata makan tuan mami? Perkataan itu tiba-tiba terngiang pada indra pendengaran Emilia.


"Kurang ajar William. Pantas saja obatnya tidak ada reaksi sama sekali. Ternyata ini adalah ulah William. Benar-benar senjata makan tuan. Niatnya mau ngerjain, Tapi malah aku yang di kerjain. Curang banget William" Ucap Emilia pelan


15 menit kemudian. Wanita itu sudah selesai dengan ritual mandinya. Kali ini Emilia mandi dengan sangat cepat. Karna masih teringat akan ajakan William untuk sholat bersama.


Namun setelah keluar dari dalam kamar mandi. Emilia tidak menemukan keberadaan William di dalam kamar itu. Mata Emilia memicing saat tidak menemukan keberadaan kekasih halalnya.


"Kemana dia?" Ucapnya begitu penasaran


Emilia masih terdiam sambil memperhatikan setiap sudut kamar itu. Namun tetap saja tidak ada tanda-tanda keberadaan William di sana. "William kemana ya?" Ucap Emilia pelan.


Wanita itu belum tau jika William sudah kembali dan hanya menggunakan handuk sepinggang dengan rambut yang masih basah. "Baru beberapa menit tidak bertemu, Masak sudah kangen aja mami" Ucap William tiba-tiba yang baru saja masuk ke dalam kamar.


Mendengar suara itu membuat Emilia membalikan tubuhnya dan menoleh ke arah William yang masih berdiri di ambang pintu. Pria itu menunjukkan senyuman termanisnya sambil menatap Emilia.


Sedangkan Emilia sudah terdiam mematung setelah melihat deretan roto sobek milik William. Postur tubuh yang sangat sempurna. Sampai-sampai Emilia gagal fokus karna pemandangan di depan matanya.

__ADS_1


"Liatnya biasa saja mami. Tidak usah terpesona seperti itu juga. Papi tau, Jika papi ini sangat tampan dan memiliki postur tubuh yang paling di sukai keum wanita" Ucapnya sambil memainkan sebelah matanya.


Wanita itu baru menyadari satu hal. Dimana William mandi dan kenapa kembali hanya dengan menggunakan handuk sepinggang. Pertanyaan itu tiba-tiba terbesit dalam benak Emilia.


"Habis mandi di mana kamu Wil?" Tanya nya sambil menatap tajam William


Mendengar pertanyaan Emilia membuat William mendekat ke arah wanita itu. William masih teringat jelas apa yang sudah membuatnya harus menumpang mandi di kamar sebelah.


"Kamu mau tau kenapa aku mandi di kamar sebelah mami. Tentu saja ini karna mami, Gara-gara mami lama aku harus tahan dengan perkataan teman-teman ku" Ucap William sambil membalas tatapan Emilia


"Aku kan hanya 15 menit di kamar mandi. Kenapa kamu harus tidak sabar dan numpang mandi di kamar sebelah. Apalagi kamu keluar hanya dengan menggunakan handuk seperti ini. Bagaimana kalau ada wanita lain yang melihat kamu seperti ini Wil?!"


"Cie cie. Mami cemburu ya kalau sampai ada wanita lain yang melihat tubuh papi. Cie kayaknya sudah mulai cinta nih. Uhuy" Ucap William yang sengaja ingin menggoda Emilia


"Apaan sih Wil. Bacot deh. Gak usah sok kepedean. Siapa juga yang cemburu"


"Oh ya. Memangnya kalau bukan cemburu apa namanya mami sayang?"


"Tau ah. Kamu tuh menyebalkan" Jawab Emilia sambil mengerucutkan bibirnya


"William bagaskara!!!"


"Iya mami Emilia berlianti Wirayudo" Balas William sambil mengangkat kedua sudut bibirnya


"Mami, Apa mami tau bagaimana tadi papi Wili saat menumpang mandi di kamar mereka"


"Gak tau" Jawab Emilia ketus


"Iyalah mami belum tau, Kan papi belum cerita. Mami dengerin ya apa yang tadi papi rasakan"


"Hmm"

__ADS_1


William semakin mendekat dan duduk di depan Emilia. Pria itu mulai menceritakan apa yang sudah dia alami saat sedang ingin menumpang mandi di kamar yang di tempati Damar dan Andre. Kedua sahabat William yang juga menginap di Villa itu


Flashback 15 menit yang lalu


Sudah 5 menit Emilia di dalam kamar mandi. Namun wanita itu belum juga keluar dari sana. Sedangkan William yang melihat jarum jam terus berputar membuat William teringat jika mereka akan melakukan sholat tahajjud bersama.


"Emilia lama sekali ya. Lebih baik aku numpang mandi di kamar sebelah. Dari pada menunggu wanita itu lama" Ucap William sambil mengambil handuk keluar dari dalam kamarnya


Setelah tiba di depan kamar sebelah, William mengetok pintu kamar itu, Beruntung karna Damar dan Andre juga belum tidur.


Tok...tok...tok...


"Damar, Andre. Apa kalian sudah tidur?" Ucap William dari luar kamar


Tak berselang lama pintu kamar terbuka dan keluar Damar dan Andre dari dalam. Ternyata mereka berdua juga belum tidur.


"Kenapa Wil. Kok pengantin baru belum tidur" Ucap Damar sambil mengangkat kedua sudut bibirnya


"Gue mau numpang mandi." Pungkas William dan langsung masuk ke dalam kamar yang di tempati Damar dan Andre


Mereka berdua yang mendengar itu langsung mengulum bibir dengan perkataan William sambil saling lirik. Pengantin baru mandi pada dini hari seperti ini?


"Habis ngapain tuh Dre, Demi apa mandi jam segini. Hahahh"


"Habis ehem ehem peling Dam. Biasa lah pengantin baru. Hahah"


William yang mendengar itu merasa telinganya begitu panas dengan godaan kedua sahabatnya. "Asem. Bacot para jomblo" Umpat William dan langsung masuk ke dalam kamar mandi


Flashback off


Emilia yang mendengar cerita William langsung tertawa dan membuat William semakin mendekat ke arahnya.

__ADS_1


"Ketawa lagi, Nanti aku gigit kamu" Ucap William sambil menatap Emilia


Mendengar itu membuat Emilia seketika terdiam. Kemudian Emilia berjalan mundur menjauh dari William


__ADS_2