
"Maafkan papa Nak. Maaf kan papa atas apa yang sudah papa lakukan" Ucap papa Wira sambil memeluk erat tubuh Emilia
Emilia hanya terdiam. Wanita itu tidak tau harus menjawab apa, Lidahnya terasa begitu kelu walau pun hanya sekedar menjawab ucapan kata maaf yang sudah di katakan oleh papanya. Emilia hanya bisa menangis. Tidak pernah menyangka jika papanya ada di tempat ini. Persis seperti apa yang Emilia harapkan.
Tak lama kemudian, Melinda yang melihat dan mendengar perkataan suaminya juga ikut mendekat ke sana. Wanita paruh baya itu ikut terkejut dengan apa yang dia lihat di depan matanya.
"Emilia, Kamu beneran Emilia anaknya mama" Ucap Melinda yang terdengar begitu lirih dan langsung memeluk tubuh Emilia yang baru saja di lepaskan oleh suaminya.
"Kamu beneran Emilia anak mama kan sayang? Mama tidak sedang bermimpi kan nak?" Ucap Melinda lagi
Melihat Emilia ada di depan matanya membuat Melinda langsung meneteskan air matanya. Akhirnya hari ini datang juga. Hari yang selama ini selalu Melinda nantikan. Bertemu dengan anak yang sangat dia sayangi.
"Iya ma, Ini Emilia, Anaknya mama Melinda" Ujar Emilia sambil membalas pelukan hangat dari sang mama.
Sebuah pelukan yang selama ini sangat Emilia rindukan. Jujur, Selama 5 tahun ini, Emilia memang selalu merindukan mamanya.Emilia benar-benar merindukan pelukan ini.
"Mama sangat merindukan kamu nak. Mama benar-benar merindukan kamu. Selama 5 tahun, Mama dan papa selalu mencari keberadaan kamu. Tapi tidak pernah ada hasilnya"
"Akhirnya, Hari ini takdir mempertemukan kita sayang" Ucap Melinda lagi
Liana dan Bagaskara yang belum mengetahui apa-apa tentu juga menaruh rasa penasaran. Apa yang sebenarnya terjadi.
"Mel, Ada apa ini? Apa maksud kamu mengatakan jika Emilia itu anak kamu?" Tanya Liana pada Melinda
"Iya Wir, Aku juga tidak paham, Apa maksud kalian berdua?' Timpal Bagaskara cepat
Melinda melepaskan pelukannya dan langsung menoleh ke arah Liana yang saat ini berdiri tepat di sampingnya."Emilia ini anak aku Li, Anak yang selama ini aku cari-cari Li. Selama 5 tahun Li, Akhirnya aku bertemu dengan anak ku Li"
Betapa terkejutnya Liana dan Bagaskara mendengar apa yang baru saja Melinda katakan padanya. "Hah, Kamu tidak sedang bercanda kan Mel. kamu serius kan dengan apa yang kamu katakan?' Tanya Liana sambil menatap Melinda
"Aku serius Li. Emilia ini adalah anakku dan mas Wira. Anak yang sering aku ceritakan pada mu Li"
"Astaga Wir. Jadi selama ini anak kamu ada di antara kita Wir" Timpal Bagaskara pada Wira
"Iya Gas. Dan bodohnya aku tidak menyadari itu. Untung saja hari ini aku datang dalam acara ini" Ucap Wira sambil menatap Bagas
__ADS_1
William yang sejak tadi terlihat begitu bingung. Lagi-lagi masih sempat-sempatnya memikirkan Emilia. Pria itu belum menyadari jika Emilia yang ada di samping nya adalah Emilia pujaan hatinya.
"Kenapa namanya sama dengan namanya Emil. Apa tadi aku salah dengar" Ucap William yang masih sibuk dengan pikirannya sendiri.
Tak lama kemudian. Pandangan William tidak sengaja mengarah pada Nathan yang saat ini sedang ada dalam gendongan Widi. "Astaga. Tadi aku melihat Emil, Sekarang Widi sama Nathan. Apa aku sudah tidak waras" Ucap William dalam batinnya
Pria itu terlalu fokus dengan pikirannya sendiri sampai tidak sadar dengan apa yang saat ini terjadi. "Mami, Papi"Ucap Nathan dan turun dari gendongan Widi. Bocah kecil itu berlari ke arah Emilia dan William yang ada di tempat ijab qabul.
Mendengar suara Nathan memanggil kata papi, Membuat Liana mengurutkan keningnya. Siapa yang Nathan panggil dengan sebutan papi?
Kemudian, Nathan langsung mendekat ke arah Nathan yang ternyata masih tidak fokus"Papi. Nathan sangat merindukan papi" Ucap Nathan sambil mendekat ke arah William
"Loh Nathan. Ini beneran Nathan ada disini. Papi tidak sedang halusinasi kan?" Tanya William pada Nathan
"Halusinasi? Tidak kok papi. Ini beneran Nathan" Ucap Nathan sambil memeluk William yang saat ini sedang duduk berjongkok untuk mensejajarkan tubuhnya dengan tubuh mungil Nathan.
"Lalu mami mana, Nathan tidak datang sendiri kan?" Tanya William lagi
Mendengar pertanyaan William, Membuat Nathan menepuk jidatnya"Ya ampun papi.Papi ini bagaimana, Mami kan ada di sampingnya papi" Ucap Nathan sambil menepuk jidatnya sendiri
Sedangkan William yang mendengar perkataan Nathan langsung menoleh ke arah wanita yang sedang berdiri di belakang tubuhnya.
William berdiri dan menatap wajah calon istrinya tanpa berkedip. Ternyata dia tidak sedang halusinasi. Wanita yang akan dia nikahi memang benar-benar Emilia pujaan hatinya.
"Emilia, William" Ucap Mereka secara bersamaan
Betapa terkejutnya Emilia saat melihat wajah dari suaminya. Dia baru menyadari satu hal, Ternyata bukan hanya nama saja yang mirip. Tapi mereka adalah satu orang yang sama.
"Jadi, Wanita yang mama jodohkan adalah kamu Em?" Ucap William yang masih begitu terkejut
"Ternyata kamu adalah anaknya mama Liana Wil. Lalu tukang ojek?"
"Maafkan aku Em. Maafkan aku yang sudah berbohong atas identitas ku yang sebenarnya. Aku memang anak dari mama Liana dan papa Bagas. CEO BAGASKARA GROUP" Ucap William pada Emilia
"Jadi selama ini kamu bohongin aku Wil. Kenapa? Untuk apa kamu bohongi aku dan anak kamu sendiri?"
__ADS_1
"Aku benar-benar minta maaf Em. Aku terpaksa melakukan semua itu" Ucapnya sendu
"Astaga Wil. Untuk apa kamu melakukan hal itu. pantas saja hari itu kamu membawa aku dan Nathan jalan-jalan dengan menggunakan mobil mewah dan membooking tempat itu. Ternyata itu memang milik kamu sendiri"
"Ya ampun William" Ucap Emilia begitu terlihat kecewa
Nathan yang mendengar pembicaraan kedua orang tuanya langsung maju dan menyudahi pembicaraan itu.
"Mami, Papi. Kenapa malah berantem sih. Nathan tidak suka liat mami sama papi berantem seperti ini" Ucap Nathan sambil menyatukan tangan Emilia dan William.
"Maafkan papi dan mami ya nak" Ucap William lembut pada Nathan
Liana yang sejak tadi mendengarkan pembicaraan mereka tentu saja merasa sangat penasaran dengan apa yang Emilia katakan. Anak?
"Tunggu-tunggu. Ini maksudnya bagaimana, Nathan?"
"Nathan adalah anak kandungku ma" Jawab William cepat
"A...apa, Tapi bagaimana bisa Wil?
"Bisa ma. Malam itu yang telah menghadirkan Nathan di antara kita"
"Mama tidak paham dengan apa yang kamu katakan Wil"
"Nanti William jelaskan ma"
Wirayudo yang mendengar perkataan William ikut mendekat ke arah William. "Jadi kamu laki-laki yang dulu sudah menghamili Emilia dan membuat saya mengusir anak saya sendiri. Jadi kamu orangnya!" Ucap Wira yang terlihat sangat marah
"Maafkan saya om. Waktu itu terjadi begitu saja. Itu benar-benar tidak sengaja om. Maafkan saya, Tapi saya tidak pernah tau jika Emilia adalah anaknya om Wira. Saya benar-benar minta maaf. Selama 5 tahun saya mencari keberadaan Emil. Tapi baru bisa bertemu akhir-akhir ini" Ucap William pada Wira
"Apa kamu tau, Apa yang sudah saya lakukan pada anak saya karna perbuatan mu"
"Maafkan saya om. Saya benar-benar minta maaf" Ucap William lagi
Di saat Wira sedang mengintrogasi William, Tiba-tiba saja Nathan mendekat"Jangan marahi papinya Nathan" Ucap Nathan sambil menarik tangan William
__ADS_1
LANJUTANNYA BESOK YA READERS. TERIMAKASIH YANG SUDAH SETIA MAMPIR. JANGAN LUPA LIKE, KOMEN YA🙏🏻♥️