Single Mamy

Single Mamy
Putri kecil


__ADS_3

Melihat Danis ada di depan matanya membuat dada Kumala semakin terasa sakit, Sakit saat teringat akan penghianatan yang di lakukan oleh Danis waktu itu. Dan hari ini, Kumala harus melihat lagi sosok yang sudah membuatnya kecewa.


"Ngapain kamu di sini, Danis. Untuk apa kamu ada di sini?"tanya Kumala sambil menatap Danis dengan kebencian yang tersirat dari kedua sorot matanya.


"Aku ke sini karna mendengar jika kedua orang tua kamu meninggal Mala, Aku benar-benar shock mendengar hal itu" ucap Danis sambil menatap Kumala.


"Ck! tidak usah sok shock. Jangan pernah kamu pedulikan tentang keluargaku lagi, Lebih baik kamu kamu urus saja Ratna. Jangan pernah urus keluargaku!"


Kumala kembali membalikkan tubuhnya dan menatap kedua nisan orang tuanya, Dadanya terasa sangat sesak saat melihat nisan itu. Tidak ada lagi tempatnya untuk berbagi, Sudah tidak ada lagi tempatnya bermanja-manja.


Kumala meluapkan semua rasa sedihnya, Menumpahkan setiap tetes air mata yang sudah tak dapat lagi iya bendung. Sungguh Kumala benar-benar merasa terluka.


"Kumala, Maafkan aku. Maaf atas apa yang telah aku perbuat. Tapi satu hal yang perlu kamu tau, Hingga detik ini, Aku masih begitu mencintaimu. Kamu masih menjadi wanita pertama yang menempati serta memiliki cinta ku seluruhnya" ucap Danis sambil mengusap punggung Mala


"Jangan pernah sentuh aku dengan tangan kotor mu itu Danis. Buang semua rasa yang masih tersimpan dalam hatimu, Karna buat aku, Kamu sudah tiada" ucap Mala dan langsung berlalu dari sana.


Namun lagi-lagi Danis menarik tangan Mala serta langsung memeluknya"Tolong berikan aku kesempatan lagi Mala. Aku dengan Ratna sudah berpisah. Karna ternyata anak yang dia kandung bukan lah anakku. Tapi anak laki-laki lain"


"Lepas Dan, Aku bilang jangan pernah sentuh aku! Aku sudah sangat jijik denganmu. Kamu bisa liat sendiri kan, Aku sedang hamil, Dan aku sudah memiliki pengganti kamu yang tengunya jauh lebih baik"


Dengan sangat terpaksa, Danis melepaskan dekapannya pada Kumala. Di saat yang bersamaan, Danu datang dan lamgsung memberikan tatapan tajam pada Danis.


"Jangan pernah sentuh istri saya! Kalau anda tidak tau berurusan dengan saya, Suaminya" ucap Danu dengan penuh penekanan


"Kamu gak papa kan sayang?" tanyanya lembut sambil menatap Kumala


"Iya, Aki baik-baik saja"


Melihat Kumala bersama dengan Danu membuat jantung Danis berdenyut nyeri. Pria itu pergi dengan membawa luka yang terasa amat pedih. Seperti luka yang di siram dengan air garam. Sangat pedih.

__ADS_1


"Maafkan aku Kumala. Aku menyesal waktu itu sudah mengkhianati mu dengan menghabiskan malam bersama dengan Ratna. Hanya karna tidak bisa menahan nafsuku, Aku kehilangan kamu. Aku menyesal" batinnya sambil melangkahkan kakinya dengan sangat berat.


*Memang benar apa yang di katakan pepatah, Sebuah penyesalan akan datang di saat kita sudah benar-benar kehilangan. Kehilangan hal yang teramat berharga. Bagaimana caranya agar aku bisa mendapatkan hal yang pernah aku sia-siakan dulu. Karna sebuah ego, Aku kehilangan wanita sebaik Kumala


~Danis Alvaro*~


Sedangkan Kumala dan Danu, Setelah kepergian Danis, Kumala kembali mendorong tubuh Danu agar menjauh darinya, Antara bahagia dan kecewa. Entahlah, Kumala tidak mengerti akan hal itu.


"Pergi kamu mas, Untuk apa kamu ngikutin aku kesini. Bukan kah tadi aku sudah mengatakan agar kamu kembali pada Kanaya. Aku ikhlas dan aku terima jika pernikahan sandiwara kita berakhir sampai di sini" ucap Kumala sambil menahan rasa sesak di dalam hatinya.


Mendengar itu membuat Danu menangkup kedua pipi Kumala"Lihat aku sayang, Coba kamu lihat aku! Tatap kedua mataku, Apa kamu tidak bisa merasakan cintaku yang sudah begitu besar? Apa kamu tidak bisa memahami perasaanku Kumala. Aku sudah benar-benar jatuh hati padamu, Kamu bahkan sudah menggeser nama Kanaya di sana" seru Danu sambil terus menatap kedua mata Kumala yang sudah berkaca-kaca.


Karna memang jika boleh jujur, Kumala juga begitu mencintai Danu sedalam itu, Rasa yang Kumala miliki bahkan lebih besar dari pada rasa cintanya terhadap Danis.


Tapi biar bagaimanapun Kumala mengerti dan cukup paham dengan apa yang Kanaya rasakan. Sebagai sesama wanita, Kumala tidak mau egois. Dia akan mengembalikan Danu sesuai apa yang dia katakan satu tahun yang lalu.


"Aku tidak mau Kumala, Sudah aku katakan, Aku telah mencintai kamu melebihi rasa cintaku terhadap Kanaya. Kamu tau kan jika perasaan tidak bisa di paksakan!"


"Memang mas, Tapi apa kamu lupa. Jika Salsa pasti sudah sangat merindukan mu. Sudah sana pergi, Biarkan aku di sini sama mama dan juga papa" ujar Kumala sambil mendorong tubuh Danu.


Dengan langkah berat, Danu terpaksa meninggalkan Mala dan memberikannya waktu untuk menenangkan diri sejenak. Namun belum lama, Langkah itu terhenti saat mendengar Kumala berteriak kesakitan sambil memegang perut bawahnya.


"Awawww sakit. Awaaa sakir sekali"


Mendengar itu membuat Danu membalikkan tubuhnya dan melangkah kembali pada Kumala"Kamu kenapa sayang?" tanyanya panik


Cukup terkejut saat Danu menoleh ke bawah dan melihat air serta darah yang mengalir di sana"Astaga, Sayang. Itu ada darah. Jangan-jangan kamu mau melahirkan" ucap Danu dan langsung membawa Kumala ke dalam mobilnya.


****

__ADS_1


William dan Emilia sudah tida di rumah Wira kembali. Sore ini mereka hanya menghabiskan waktu di rumah saja. Emilia memilih untuk membuat kue sebagai teman minum teh atau kopi, Sedangkan William, Dia sedang menemani Wirayudo dan mengobrol ala laki-laki.


"Wil" panggil Wira pada William


"Iya pa, Kenapa?" jawabnya sambil menoleh pada papa mertuanya.


"Papa titip Emilia sama kamu ya Wil. Jangan pernah buat hatinya kecewa dan terluka. Papa mohon, Cintai Emilia seperti papa mencintainya" ujar Wira sambil menatap William dengan penuh arti


"Tentu pa, Tanpa papa minta pun, William akan selalu menjaga Emilia dengan sangat baik. Karna bagi William, Emilia sudah seperti separuh jiwa William pa"


"Terimakasih ya Wil. Dan satu lagi, Jangan sampai Emilia terlalu lama di tempat yang sempit ya, Karna dia memiliki pobia tempat sempit"


"Iya pa, Terimakasih karna papa sudah mau mempercayakan Emilia pada William. William akan selalu memastikan Emilia baik-baik saja pa, Nyawa pun akan William korban kan demi menjamin keselamatan, Emilia. Wanita yang amat William cintai"


"William tidak pernah menyangka jika wanita yang sudah mama pilihkan adalah, Emilia. Sosok yang selama lima tahun ini selalu aku cari keberadaannya"


William dan Wira berbicara santai sambil meminum segelas kopi hitam. dan tak lama kemudian, Emilia sudah datang dengan membawa nampan berisi cake dengan varian rasa tiramisu dan greentea.


"Kamu bawa apa sayang?"


"Emil bawa kue kesukaan papa. Cake tiramisu" ucap Emilia sambil mengangkat kedua sudut bibirnya


"Kamu masih ingat sama kue kesukaan papa?"


"Tentu pa, Tidak ada yang bisa Emil lupakan tentang papa. Karna buat Emil, Papa adalah segalanya. Love you papa" ucapnya lagi sambil memeluk Wirayudo.


Memang seperti itulah Emilia, Sejak kecil Emilia begitu bersikap sangat manja terhadap papanya. Wirayudo yang juga begitu menyayangi Emilia selalu memperlakukan Emilia seperti anak kecil.


Sejenak Wira menatap Emilia yang masih memeluknya erat"Ternyata putri kecil papa sudah dewasa" ucapnya sambil mengusap lembut rambut panjang Emilia dengan penuh sayang. Menyesali apa yang telah dia lakukan di masa lalu

__ADS_1


__ADS_2