Single Mamy

Single Mamy
Gara-gara saudara sepupu


__ADS_3

"Tidak mungkin" Ucap David yang terdengar sangat lirih


Tubuhnya merosot hingga jatuh ke lantai. Tidak pernah terbayang jika perusahaannya lumpuh dalam waktu yang sangat singkat. Pria itu penasaran dengan siapa yang sudah melakukan semua ini.


"Ini pasti aku sedang bermimpi. Iya, Ini hanyalah mimpi buruk. Ini bukan nyata. Ini mimpi buruk" Ucap David sambil menepuk kedua pipinya.


Sayangnya ini bukan mimpi, Tapi ini adalah kenyataan. Begitulah konsekuensi yang harus dia terima karna sudah berani mengganggu William Bagaskara. Seorang pengusaha muda sukses yang memiliki saham unggul.


"Aaarrrrgghh" Teriak David sambil mengusap kasar wajahnya.


Di Tempat Lain


William membeli beberapa makanan dan juga cemilan. Setelah semua nya sudah terbeli, William memutuskan untuk kembali ke rumah sakit. Dia mempercepat langkahnya saat teringat jika Emilia sudah harus minum obat.


Tak berselang lama, Ponselnya berdering. Ada sebuah panggilan masuk yang tentu saja dari Alex. Dengan cepat William menjawab panggilan itu karna cukup penasaran dengan kabar yang akan Alex katakan padanya.


πŸ“ž:Halo Alex. Bagaimana?


πŸ“ž:Sudah saya lakukan sesuai yang tuan muda pinta


πŸ“ž:Bagus. Pastikan perusahaan itu benar-benar jatuh. Itu adalah akibat karna sudah berani menggangguku


πŸ“ž:Maksud tuan bagaimana


πŸ“ž:Tidak gimana-gimana. Kamu pastika terus jika tidak ada perusahaan yang mau membantunya


πŸ“ž:Baik tuan


Setelah itu, William langsung memutuskan sambungan telponnya. Kedua sudut bibirnya terangkat saat mendengar kabar dari Alex. Pria itu benar-benar merasa puas karna sudah menjatuhkan David.


"Makanya, Jangan main-main sama William" Ucap William di sela langkahnya


"Itu masih tidak seberapa David. Kalau sampai kamu berani melukai keluargaku lagi, Akan aku berikan hukuman yang tidak akan pernah bisa kamu lupakan seumur hidup" Ucap William lagi

__ADS_1


William terus melangkah cepat karna tidak mau membuat Emilia kelamaan menunggu. Pria itu menyusuri beberapa anak-anak tangga yang akan mengantarnya ke ruangan Emilia di lantai 2.


Namun di saat William sudah tiba di depan ruangan Emilia. Pria itu bisa melihat jelas jika saat ini Emilia sedang berpelukan dengan seorang pria yang menggunakan pakaian dokter.


Melihat Emilia di peluk oleh pria lain tentu saja membuat William mengepalkan kedua tangannya. Karna sebelumnya William tidak tau ada hubungan apa dengan mereka berdua.


William mempercepat langkahnya dan membuka pintu dengan kasar. Pria itu menarik tubuh dokter Dika agar menjauh dari Emilia.


"Yang sopan dokter! Dia ini istri orang. Istri William" Ucap William penuh penekanan dengan tatapan yang terlihat sangat tajam.


Emilia dan Dika sangat terkejut, Dengan terpaksa mereka berdua melepaskan pelukan itu"Apa-apaan sih Wil. Maun tarik-tarik aja" Ucap Emilia sambil mengusap lengannya yang terkena kuku William


William menoleh pada Emilia"Apa maksud kamu sayang, Seharusnya aku yang nanya, Kamu apa-apaan. Main peluk pelukan sama pria lain. Di belakang aku lagi" Ucap William terdengar sangat marah


"Lain kali jangan asal marah. Tanyakan dulu. Ngeselin benget sih" Ucap Emilia sambil melirik tajam William


"Kok malah bilang aku ngeselin sih sayang, Seharusnya aku yang marah, Karna kamu sudah berani pelukan dengan pria lain" Ucap William yang tidak mau kalah


William mengerutkan keningnya. Pria itu menatap Emilia dengan perasaan penuh tanya. Pasalnya selama ini William tidak pernah tau jika Emilia memiliki saudara sepupu.


"Apa maksud kamu sayang. Sepupu?" Tanya William yang terlihat begitu penasaran


"Aku pikir kamu cukup paham apa makna sepupu. Sudah Dika. Lebih baik kamu keluar sekarang, Aku sedang kesal sama pria ini" Ucap Emilia sambil memalingkan wajahnya


Dika mengulum bibir. Baru kali ini dia melihat pasangan suami istri seperti Emilia dan William. Mereka berdua benar-benar terlihat sangat lucu.


William yang melihat Dika mengulum bibir langsung menatapnya tajam"Hei, Kenapa kamu ngulum bibir seperti itu. Menyebalkan sekali" Ucap William kesal


"Kepedean sekali anda"Cibir dokter Dika dan langsung keluar dari ruangan itu sambil menggelengkan kepalanya.


Setelah kepergiaan Dika. William kembali mendekat Emilia dan menatap kedua katanya begitu dalam. "Sayang. Maafkan aku yang sudah salah sangka" Ucap William sambil menggenggam tanga Emilia


Emilia masih diam. Wanita itu terus memalingkan wajahnya sambil memanyunkan bibirnya. "Tau ah. Kamu itu benar-benar menyebalkan."Jawabnya merajuk

__ADS_1


"Jangan marah dong mami. Papi Willi ngaku salah deh mami. Maafkan papi ya mami" Ucap William dengan memelas


"Tau. Kamu masih menyebalkan! Aku kesel sama kamu" Ucap Emilia sambil menatap kesal William


"Maafkan aku mami." Ujar William lagi


Di saat William masih berusaha membujuk Emilia, Tiba-tiba saja mereka mendengar suara Nathan dengan khas bangun tidurnya. Dari suaranya saja sudah bisa Emilia dan William tebak, Jika Nathan terdengar sangat bahagia.


"Mamiii" Panggil Nathan dan langsung berlari ke ranjang Emilia.


Mendengar suara anaknya membuat Emilia menoleh cepat ke arah sumber suara. Melihat senyuman Nathan membuat Emilia mengangkat kedua sudut bibirnya.


"Sayang. Sini naik" Ucap Emilia sambil menatap anaknya.


Melihat senyuman maminya, Nathan tentu saja merasa sangat bahagia. Nathan memeluk Emilia sangat erat"Mami jangan kayak tadi malam lagi ya. Nathan benar-benar takut kehilangan mami. Nathan gak mau kehilangan mami" Ucap Nathan yang terdengar sangat lirih


Emilia membelai rambut Nathan sambil menangkup kedua pipi squisy nya"Mami tidak akan pernah ninggalin Nathan kok sayang. Mami masih mau di sini sama Nathan. Tempat itu terlalu sepi buat mami"Ucap Emilia sambil membelai lembut rambut Nathan


"Jangan membuat Nathan takut lagi ya mami" Ucapnya sambil menatap Emilia


"Iya sayang. Mami janji. Sekarang Nathan makan dulu ya. Ini papi sudah membelikan makan buat Nathan" Ucap William sambil mengeluarkan makanan dari paper bag. Makanan l yang sudah dia beli beberapa saat yang lalu


"Kamu juga makan ya sayang. Abis ini minum obat. Aku tau kamu pasti tidak suka dengan makanan rumah sakit bukan. Oleh karena itu aku sudah membelikan makanan sehat buat kamu" Ucap William sambil mengangkat kedua sudut bibirnya.


Emilia menatap William tajam. Jangan hanya karna William sudah membelikannya makanan rasa kesal Emilia terhadapnya akan hilang.


"Aku masih kesel sama kamu ya Wil" Ujarnya


"Yaah sayang. Jangan gitu terus dong. Masa hanya karna saudara sepupu kamu, Aku di cuekin begini"


"Biarin saja. Kamu sudah membuatku malu pada Dika. Bisa-bisanya over seperti itu"


"Ya kan aku cemburu sayang. Aku gak rela liat kamu di peluk pria lain. Aku terlalu mencintaimu sayangku" Ucap William sambil mengedipkan sebelah matanya

__ADS_1


__ADS_2