
William berusaha mencari keberadaan Emilia di dalam restoran itu, Namun ternyata Emilia tidak ada di mana-mana."Kemana Emilia dan Nathan" Ucap William panik
William benar benar merasa sangat panik saat tidak menemukan keberadaan anak dan juga istrinya di mana-mana. Sampai akhirnya William menemukan sebelah sepatunya Nathan yang jatuh tidak jauh dari kamar mandi.
Saat menemukan sebelah sepatu itu membuat William jadi semakin panik dan Khawatir. Tiba-tiba saja dia teringat akan pesan ancaman yang dikirimkan pada ponsel Emilia beberapa saat yang lalu.
[ Aku tidak main-main. Apapun bisa aku lakukan untuk kamu yang sudah merebutnya dari ku"
Pesan itu kembali teringat jelas pada ingatan William. Saat ini yang ada dalam benaknya adalah rasa takut. Takut terjadi sesuatu yang tidak di inginkan pada Emilia dan juga Nathan.
"Kemana kalian?" Ucap William yang terdengar sendu
Sedangkan Emilia saat ini sedang mengejar mobil yang sudah membawa Nathan pergi, Entah siapa orang-orang itu. Tapi yang pasti Emilia tidak mau sampai anaknya kenapa-napa.
"Hei berhenti, Kalian mau membawa anak saya kemana?" Teriak Emilia sambil terus berusaha mengejar mobil orang yang membawa anaknya dan sekarang sudah semakin menjauh.
Emilia terduduk di atas aspal dengan kedua mata yang sudah memenuhi kedua pipinya. "Tolong berhenti. Jangan sakiti anakku" Ucap Emilia yang terdengar sangat pilu
Tak berselang lama. Ada sebuah taksi yang berhenti tepat di samping Emilia. Sekilas Emilia melirik taksi itu,.Dia bisa melihat ada sosok wanita yang turun dari sana. Tapi Emilia tidak menghiraukan siapa yang saat ini menghampirinya.
Yang ada dalam benak Emilia saat ini adalah bagaimana caranya agar dia bisa mengejar mobil yang sudah membawa Nathan pergi entah kemana.
"Kak"
Suara itu membuat tangis Emilia reda untuk beberapa saat. Emilia mengangkat wajahnya menatap seseorang yang baru saja memanggilnya dengan sebutan kakak.
"Siren. Ngapain kamu di sini?" Tanya Emilia sambil menatap adiknya
"Itu tidak penting kak, Yang penting sekarang kita harus segera mengejar anak kakak. Ayo cepat kak" Balas Siren sambil membantu Emilia untuk bangun.
Setelah di pikir memang benar apa yang Siren katakan. Saat ini tidak ada gunanya untuk membicarakan permasalahan di antara mereka, Karna yang penting saat ini adalah keselamatan Nathan.
"Kamu benar Siren. Nathan dalam bahaya"'Ucap Emilia dan langsung masuk ke dalam taksi itu
Siren yang melihat raut panik kakaknya langsung membawa Emilia dalam dekapannya"Tenanglah kak. Nathan akan baik-baik saja" Seru Siren sambil membelai punggung Emilia penuh sayang.
__ADS_1
"Bagaimana kakak bisa tenang Siren. Sedangkan kakak tidak tau mereka mau membawa Nathan kemana" Ucap Emilia di sela isak tangisnya
"Kakak hei. Tenangkan dirimu. Semua akan baik-baik saja. Kak Emil tidak perlu khawatir. Aku sudah meminta bantuan ayah untuk menyelamatkan Nathan"
Mendengar kata ayah membuat Emilia menatap Siren. Karna dia memang belum tau jika Siren bukan anak kandung dari papanya.
"Ayah? Ayah siapa maksud kamu Siren?" Tanya Emilia sambil menatap Siren dengan beberapa pertanyaan yang mulai terbesit dalam benaknya.
"Ceritanya panjang kak. Tapi intinya, Aku bukan anak kandung dari papa Wira" Terang Siren pada Emilia.
Mendengar perkataan Siren tentu saja membuat Emilia merasa begitu terkejut. Karna tidak pernah di sangka sebelumnya jika Siren bukan anak kandung dari papanya.
Sebab selama ini menurut Emilia tidak pernah ada perbedaan perhatian Wira antara Emilia dan juga Siren.
"Apa! Kamu tidak sedang bercanda kan Si?" Tanya Emilia yang begitu terkejut saat mendengar kenyataan besar tentang Siren
"Tidak kak. Aku serius. Nanti kalau ada waktu aku akan cerita sama kakak"
"Kenapa kamu tadi mengatakan jika sudah ada ayah kamu yang mengejar Nathan. Maksudnya kenapa kamu bisa tau kalau Nathan di culik?" Tanya Emilia yang memang sudah penasaran sejak tadi
"Apa! David? David suami kamu?" Tanya Emilia lagi yang benar-benar terkejut
"Iya kak, Bukan suami, Tapi mantan suami. Karna saat ini aku sedang menunggu sidang perceraian terakhir"
"Iya, Aku sudah tau soal itu dari mama. Yang sabar ya Siren, Semoga suatu saat nanti kamu bisa mendapatkan pengganti yang jauh lebih baik dari pada David"
"Amin kak. Oh ya, Kenapa kak Emil tidak menghubungi suami kakak. Pasti saat ini dia juga sedang panik mencari kaka juga Nathan yang tidak ada di restoran"
Emilia menepuk jidatnya. Karna terlalu menghawatirkan keadaan Nathan wanita itu sampai lupa terhadap William yang mungkin saat ini memang mencemaskan dirinya juga Nathan.
"Kamu benar, Pasti William saat ini sedang kebingungan" Seru Emilia dan langsung mengeluarkan ponselnya untuk menghubungi William.
Di Restoran
"Bagaimana mas. Apa istri dan anak anda sudah ketemu?" Tanya seseorang pada William
__ADS_1
"Belum bli. Saya hanya menemukan sebelah sepatu punya anak saya"Jawab Emilia pilu
"Sabar ya mas. Semoga anak dan istri anda baik-baik saja"
"Terimakasih atas bantuan dan juga doanya bli, Saya permisi dulu. Jika seandainya melihat mereka, Tolong hubungi saya ya bli" Ucapnya sambil memberikan sebuah kartu nama
"Pasti mas"
Tak berselang lama, Ponsel William berdering. Ada sebuah panggilan masuk yang ternyata dari Emilia. Melihat nama yang tertera di ponselnya membuat William dengan cepat menjawab panggilan itu.
"Halo sayang, Kamu di mana. Aku cari di restoran kok tidak ada. Aku hanya menemukan sebelah sepatunya Nathan. Kalian di mana? Aku sangat mencemaskan kalian sayang" Cerocos William saat sambungan telponnya sudah terhubung
"Nathan di culik Wil. Ini aku sedang mengejarnya. Kamu susul kita ya, Akan aku sherlock sekarang"
Betapa terkejutnya William saat mendapatkan kabar jika anaknya di culik"Apa! Nathan di culik? Cepat kirim lokasinya sayang. Aku akan segera menyusul"
Setelah sambungan telepon terputus, Ada sebuah pesan masuk yang sudah pasti dari Emilia. Melihat alamat yang Emilia kirimkan membuat William segera masuk ke dalam mobilnya dan langsung mengendarai mobilnya ke alamat yang sudah di berikan oleh Emilia.
"Kalau sampai Nathan kenapa-napa, Mereka akan berurusan denganku"Ucap William yang terdengar begitu marah
Di Tempat Lain
"Om. Sebenarnya om itu mau bawa Nathan kemana sih om. Pakek ninggalin mami segala, Kan kasian mami sendiri om" Ucap Nathan yang belum menyadari jika saat ini dia sedang di culik
"Om, Jawab Nathan dong, Kenapa sejak tadi om hanya diam saja sih. Oh Nathan tau, ini pasti karna om sedang sakit gigi ya? Paling om jarang sikat gigi deh, Makanya sampai sakit gigi"
David masih diam tak menghiraukan perkataan Nathan"Om itu ya, Udah jelek gak mau ngomong sama Nathan lagi. Gantengan papi nya Nathan. Papi Willi, Orangnya baik, Ganteng, sayang lagi sama Nathan. Beda sama om ini. Sudah jelek, Gak baik, jahat juga" Ucap Nathan yang membuat David merasa kesal karna di bandingkan dengan William
"Diam anak menyebalkan!" Ucapnya yang terlihat sangat kesal
Beberapa anak buahnya yang melihat raut wajah David mengulum bibir. Bisa-bisanya bos mereka kena mental karna perkataan anak kecil itu.
"Om mah ngambekan. Jangan marah marah terus om, Nanti cepat tua loh" Ucap Nathan lagi
"Benar benar anak menyebalkan!"
__ADS_1