
Entah kenapa, Bayangan William selalu saja muncul dalam ingatan Emilia. Wanita itu tidak bisa melupakan wajah William walaupun hanya sejenak. "Astagfirullah. Bagaimana caranya agar aku bisa melupakan William.Aku tidak bisa terus-terusan seperti ini, Mau bagaimana pun, Sebentar lagi aku akan menikah dengan calon suamiku. Laki-laki yang hingga saat ini tidak pernah aku ketahui seperti apa wajahnya" Batin Emilia lagi
Karna memang hingga detik ini Emilia tidak pernah bertemu atau pun bertukar kabar dengan calon suaminya. Yang Emilia tau hanyalah, Pria itu bernama William Bagaskara. Pewaris tunggal keluarga Bagaskara.
Emilia baru kepikiran tentang satu hal yang tiba-tiba saja mengganggu pikirannya. Bagaimana jika calon suaminya adalah pria dingin, Arogan dan suka main tangan. Bagaimana jika pernikahan yang akan Emilia jalani tidak seperti yang dia harapkan!
Membayangkan hal itu membuat Emilia bergidik ngeri. Wanita itu menggelengkan kepalanya saat bayangan apa yang baru saja Emilia pikirkan muncul dalam benaknya.
"Amit-amit ya Allah" Ucapnya tanpa sadar. Beberapa karyawan yang mendengar itu langsung mengerutkan keningnya. Mereka penasaran apa yang di maksud Emilia.
"Ada apa nona muda?" Tanya salah satu dari mereka
"Hah.Oooh tidak ada apa-apa" Ucap Emilia sambil mengangkat kedua sudut bibirnya.
"Astaga. Gara-gara membayangkan hal konyol itu sudah membuat ku tanpa sadar mengatakan amit-amit. Untung saja mereka semua tidak banyak tanya lagi" Batin Emilia lagi
Emilia yang terlalu ke enakan saat di pijat membuatnya memejamkan kedua matanya. Karna pijatan itu, Emilia benar-benar tertidur hingga masuk ke alam mimpi untuk beberapa saat.
{ Saat ini Emilia sudah siap untuk menjalankan ijab qobul. Wanita itu keluar dari dalam kamar pengantin dengan menggunakan gaun putih yang sangat elegan dan cocok di tubuh Emilia.
Melihat kedatangan Emilia, Semua mata tertuju pada wanita cantik itu. Saat ini Emilia di dampingi oleh kedua wanita yang tak lain adalah Melinda dan adiknya Siren.
"Waaahh, pengantin wanitanya cantik sekali ya. Sangat serasi dengan pengantin pria" Ucap salah satu dari mereka
Mendengar perkataan orang itu membuat pengantin pria menoleh ke arah Emilia yang saat ini sedang berjalan bak ratu istana. Melihat wajah dari calon suaminya, Membuat Emilia menghentikan langkahnya. "William" Ucapnya pelan }
Di saat Emilia masih menikmati mimpi indahnya, Tiba-tiba saja tidurnya terbangun karna suara bising dari luar ruangan itu.
"Apa tadi aku hanya bermimpi?" Ucapnya sambil mengerjab beberapa saat untuk menyesuaikan pencahayaan yang masuk dalam indra pendengarannya.
Setelah kesadarannya terkumpul sempurna. Emilia bangun dari tidurnya. Wanita itu begitu penasaran dengan apa yang sedang terjadi saat ini. Suara bising apa yang sudah mengganggu tidur Emilia yang sedang bermimpi menikah dengan William.
"Ada apa di luar. Kenapa suaranya berisik sekali. Memangnya sedang ada yang bertengkar?" Tanya Emilia pada karyawan di sana
__ADS_1
"Iya bu, Di depan sedang apa pertengkaran hebat. Ada istri sah yang datang melabrak seorang wanita yang ternyata selingkuhan suaminya. Padahal katanya, Wanita itu adalah sahabatnya sendiri" Terang karyawan itu
Emilia yang mendengar itu langsung merasa penasaran dengan wajah seseorang yang baru saja di ceritakan oleh karyawan itu.
"Benarkah. Apa mereka masih di tempat ini, Aku Penasaran seperti apa wajah istri dan selingkuhannya" Ucap Emilia dan langsung melangkah kan kakinya keluar dari ruangan VIP.
Saat Emilia sudah tiba di luar, Wanita itu merasa begitu terkejut saat melihat selingkuhannya di siram dengan air cabe oleh istri sah dan tepat di kedua matanya. Membuat pelakor berteriak minta tolong karna merasa sangat perih dan panas karna air cabe itu.
"Astagfirullah. ngeri banget" Ucap Emilia sambil menutup mulutnya
"Ya begitulah nona, Kalau merebut suami orang, Harus siapkan mental dan menjaga-jaga jika seandainya hal yang tidak di inginkan terjadi"Ucap karyawan itu
"Iya ya. Itu sudah konsekuensinya menjadi pengganggu hubungan orang lain" Ucap Emilia dan langsung kembali ke ruangan VIP.
Setelah tiba di dalam ruangan. Tiba-tiba Emilia kepikiran akan mimpi yang tadi sempat singgah dalam tidurnya. Mimpi itu terjadi seperti nyata. "Kenapa aku malah bermimpi menikah dengan William" Ucapnya pelan
"Kenapa mimpi itu seperti nyata" Ucapnya lagi.
Di Tempat Lain
Ferdian mengambil ponselnya dan mencari nomor Sintia. karna mereka berdua memang sudah bertukar nomor ponsel saat setelah meeting. Tak berselang lama. Ferdian langsung bisa mendengar suara Sintia dari ujung telpon.
π:Halo Fer. Ada apa?
π:Hai Sin. Mau tanya aja sih. Kamu kan karyawan di BAGASKARA GROUP. Itu berati kamu juga pasti hadir di pesta pernikahan CEO perusahaan itu kan?
π:Ooooh aku pikir ada apa Fer. Iya aku datang ke sana Fer. Memangnya ada apa kamu nanya soal ini
π:Gak ada apa-apa kok Sih. Cuma mau ngajak kamu buat bareng aja, Karna aku gak ada teman. Gak enak gitu
π:Yaudah boleh-boleh Fer. See you
Setelah itu Sintia langsung memutuskan sambungan telponnya. Wanita itu melanjutkan kembali pekerjaannya.
__ADS_1
Di Tempat Lain
Tanpa terasa jam sekolah Nathan sudah berakhir. Saat Widi mau membawa Nathan pulang. Tiba-tiba saja Dafi datang dan memohon sama Widi untuk membawa Nathan ke rumah sakit. Karna keadaan Haruka semakin tidak baik-baik saja. Hanya Nathan harapan Dafi untuk bisa melihat anaknya tersenyum.
"Kamu sudah siap pulang kan Nathan?" Tanya Widi saat Nathan sudah keluar dari dalam sekolahnya
"Sudah Aunty. Ayo kita pulang sekarang" Jawab Nathan sambil menggandeng tangan Widi, Namun langkah mereka terhenti saat Dafi datang secara tiba-tiba.
"Nathan" Panggil Dafi
Mendengar suara itu membuat Nathan menghentikan langkahnya dan membalikkan tubuhnya. "Ok Dafi, ada apa om? Kenapa om Dafi terlihat begitu sedih?" Tanya Nathan saat melihat raut sedih dari wajah Dafi
"Nathan mau bantu om Dafi kan?"
"Bantu apa om Dafi?"
"Nathan bantu om Dafi untuk menghibur Haruka, Kondisi Haruka semakin memburuk Nathan. Om Dafi ingin melihat senyuman Haruka seperti dulu"
Mendengar hal itu membuat Nathan menoleh ke arah Widi. Widi yang mengerti apa maksud dari Nathan langsung mengangguk.
"Baiklah om" Jawab Nathan cepat
****
Tanpa terasa. Dua hari sudah berlalu. saat ini Emilia sudah siap dengan balutan gaun berwarna putih dengan design nya sendiri. Sebuah gaun dengan model yang sederhana namun sangat terlihat elegan.
MUA yang membantu Emilia begitu pangling akan wajah cantik Emilia saat ini. Wanita itu terlihat begitu cantik dengan balutan gaun putih itu.
Tak lama kemudian, Liana datang dan menghampiri Emilia yang terlihat begitu grogi. "Kamu sudah siap sayang?" Tanya Liana yang terdengar begitu lembut
Mendengar perkataan Liana membuat Emilia menoleh ke arahnya sambil mengangkat kedua sudut bibirnya"Insya allah Emil siap ma" Jawabnya pelan
Liana menatap wajah Emilia yang terlihat begitu cantik. Bahkan Liana saja merasa begitu pangling dengan wajah calon menantunya.
__ADS_1
"Kamu cantik sekali sayang, Mama jamin, Anak mama akan klepek-klepek liat kamu seperti ini" Ucap Liana sambil menggenggam tangan Emilia