
"Ayang Willi. Sumpah kamu terlihat semakin tampan dengan baju ini ayang" Ujar Emilia sambil mengulum bibirnya menahan tawa setelah melihat William yang terlihat begitu lucu
"Seneng liat suaminya seperti ini?" Pungkas William dengan wajah yang sudah terlihat kusut
"Senyum dong ayang. Jangan cemberut gitu dong. Nanti tampannya hilang bagaimana ayang" Ucap Emilia lagi sambil mendekat ke arah William dan memainkan sebelah matanya.
William yang melihat raut wajah Emilia tentu saja merasa semakin jengkel. Pria itu semakin mendekat ke arah Emilia dan mengikis jarak di antara mereka.
Melihat William semakin mendekat, Emilia tentu saja semakin berjalan mundur. Sehingga jarak mereka semakin terkikis.
"Mau ketawain papi Willi? Hmmm" Ucap William sambil terus menatap Emilia yang saat ini sudah terlihat tegang
"N....ngapain kamu?" Jawab Emilia sambil menatap curiga William
"Mau apa? Papi Willi mau"
William tak melanjutkan perkataannya. Pria itu mendekatkan bibirnya pada Emilia dan langsung mencium bibirnya cepat. Emilia yang mendapat ciuman mendadak seperti itu seketika membulatkan kedua matanya.
"Makanya jangan nakal mami" Ucap William tepat di telinga Emilia setelah melepaskan ciumannya.
Setelah kepergian William. Emilia masih tetap mematung di tempat, Wanita itu memegang dada kirinya yang terasa berdetak cepat. Bahkan lebih cepat dari pada detak normal pada umumnya.
"Aduuh. Kenapa jantungku berdetak secepat ini. Dasar William memang pria mesum" Ucap Emilia sambil menatap punggung William yang sudah semakin menjauh.
Setelah itu, Emilia keluar dari dalam kamarnya. Ciuman yang William berikan selalu saja terbayang begitu saja. Mengingat itu membuat Emilia entah kenapa mengangkat kedua sudut bibirnya.
"Dasar William" Ucap Emilia sambil tersenyum
Dari lantai atas, Emilia bisa melihat begitu banyak tamu yang hadir dan ikut memeriahkan puncak acara resepsi hari ini. Hingga tanpa sengaja netra Emilia berhenti pada sosok pria menggunakan jas berwarna hitam serta kaca mata yang senada.
"Kenapa orang itu mencurigakan" Ucap Emilia sambil terus memperhatikan kedua orang yang membuatnya sangat mencurigakan.
Wanita itu menyusuri setiap anak-anak tangga sambil terus memperhatikan orang itu. Emilia menatap curiga pada kedua orang yang saat ini terlihat seperti mengamati setiap sudut tempat resepsi.
Setelah tiba di bawah. Emilia langsung menghampiri William yang sudah bersiap untuk bernyanyi dangdut sesuai apa yang Emilia inginkan.
__ADS_1
"Will. Sini deh, Aku mau bilang sesuatu hal yang penting" Ujar Emilia sambil menarik tangan William dan membawa pria itu ke tempat yang tidak terlalu ramai
"Ada apa mami? Apa mami mau papi Willi cium kayak tadi lagi" Jawab William sambil memainkan sebelah matanya
"Mulai deh Wil. Ini aku serius"
"Iya ada apa mami sayang? Kenapa wajah mami terlihat panik seperti itu?"
"Aku seperti melihat orang yang sangat mencurigakan"
Mendengar perkataan Emilia membuat William mengerutkan keningnya. Pria itu terlihat penasaran dengan apa yang baru saja Emilia ucapkan.
"Apa maksud kamu mami? Ada orang yang mencurigakan? Dimana?" Tanya nya sambil menatap Emilia
"Di sa..Loh, Kemana mereka, Tadi aku melihat orang mencurigakan itu di sana Wil"
"Dimana? Papi Willi tidak melihat orang yang mencurigakan sama sekali mami. Apa ini hanya akal-akalan mami biar dekat-dekat dengan ayang Willi?"
Mendengar perkataan William membuat Emilia merasa sangat jengkel. Di saat seperti ini, Pria itu masih saja menguji kesabarannya.
"Sudahlah. Tidak ada gunanya aku mengatakan padamu" Ujar Emilia lagi dan langsung pergi dari hadapan William
Di Tempat yang sama
2 Orang yang tadi sempat Emilia liat ternyata sudah pergi bersembunyi dari tempat yang sebelumnya. Kedua orang itu menyadari jika Emilia melihat keberadaannya di sana.
"Untung saja kamu menyadari jika wanita itu memperhatikan kita. Kalau tidak, Mungkin saat ini kita sudah ketahuan" Ucap salah satu dari mereka
"Iya. Makanya, Jangan hanya melihat wanita cantik. Kamu harus bisa fokus dengan misi kita kali ini. Kalau sampai kita gagal, Bos akan sangat marah sama kita berdua"
"Iya. Jangan sampai bos tau kalau kita hampir saja ketahuan. Kalau sampai itu terjadi. gak tau apa yang akan bosa lakukan"
"Sudah, Lebih baik kita pergi sekarang. Kita pantau mereka dari sana saja" Ucapnya dan langsung keluar dari acara resepsi Emilia dan William.
Malam ini, Suasana nya begitu mendukung. Karna acara di lakukan di luat ruangan, Oleh karena itu, Semua orang bisa menikmati alunan musik yang saat ini sedang di lantunkan.
__ADS_1
"Papi Willi. Bersiap ya, Sebentar lagi papi Willi akan segera tampil" Ucap Emilia pada William sambil mengulum bibir
"Iya, Lebih cepat lebih baik. Setelah ini, Siap-siap aku yang akan memberikan kamu hukuman" Balas William sambil menatap Emilia
"Masalah nanti, Apa kata nanti. Ayo cepat kamu naik ke atas panggung"
Mendengar itu membuat William menoleh sekilas dengan wajah yang terlihat sangat melas" Em. Ini beneran aku harus naik ke atas panggung. Mami" Pungkas William sambil menarik-narik baju Emilia seperti anak kecil yang sedang merengek pada ibunya.
"Tentu saja ayang Willi. Sudah sana cepat"
"Mami beneran tega sama ayang Willi. Kalau sampai papi naik ke atas, Dan semua orang liat, Nanti yang ada wibawa papi Willi turun dong mami. Mami mau suaminya diketawain dan menjadi tontonan banyak orang. Mami, Syaratnya ganti ya. Papi malu"
"Mami, Ya ya ya. Ganti syaratnya ya. Jangan nyanyi di depan, Kalo hanya berdua papi Willi mau. Tapi ini di depan banyak orang, Papi mendadak malu"
"Malu kenapa papi? Hmmm. Apa mau mami ambilkan masker atau helm" Jawab Emilia sambil mengulum bibir
"Mami gituan. Mami gak ngerti bagaimana perasaan papi"
"Ya kan kamu juga tidak mau mengerti perasaan aku Wil. Bagaimana rasanya kalau harus menahan malau. Hmmm?"
"Iya deh iya. Papi Willi minta maaf. Tapi jangan suruh aku nyanyi di depan dong mami. Pleasss" Ucap William dengan wajah sendu dan suara yang begitu melas
Emilia yang melihat itu menjadi sedikit kasihan"Baiklah, Kamu boleh ganti baju, Tapi jangan senang dulu. Akan ada gantinya setelah ini" Pekik Emilia pelan
*****
10 Menit kemudian. William sudah kembali dengan menggunakan setelah jas yang senada dengan warna baju yang saat ini sedang Emilia gunakan.
Tepat di saat William sudah duduk di samping Emilia, Tak berselang lama suara kembang api terdengar dan menunjukkan sebuah tulisan selamat atas pernikahan Emilia dan William.
Duaaarr.....Duarrr...Duarrr
Mendengar itu membuat Emilia dan William menoleh ke atas yang sudah menampakkan sebuah tulisan selamat."Waaaah, Itu kembang apinya bagus sekali Wil" Ucap Emilia pada William
"Iya mami. Itu benar-benar indah. Seperti mami yang selalu terlihat indah di mata papi" Ucap William sambil menatap Emilia yang memang terlihat sangat cantik
__ADS_1