Single Mamy

Single Mamy
Bertemu


__ADS_3

POV DAVID


Ternyata memang benar apa kata pepatah. Tidak ada penyesalan di awal. Semua penyesalan akan di rasakan setelah kita sudah benar-benar kehilangan. Itulah yang aku rasakan saat ini. Menyesal, Sangat menyesal karna sudah menyia-nyiakan apa yang pernah aku miliki.


Alu baru sadar. Ternyata selama ini aku sudah mencintai mantan istriku. Seorang wanita yang tak lain adalah mama dari anakku. Wanita yang memiliki cinta begitu besar untukku.


Namun dengan bodohnya aku selalu mengabaikan keberadaannya hanya karna obsesi yang aku miliki. Karna semua itu, Aku benar-benar kehilangan semuanya. Harta, Tahta bahkan juga anak serta istriku.


Jika ditanya apakah aku menyesal? Jawabannya sudah pasti iya. Aku sangat menyesali apa yang sudah aku lakukan selama ini. Hanya karna sebuah obsesi membuat aku kehilangan segalanya dalam sekejap mata.


Jika boleh meminta, Aku ingin mengulang semuanya kembali. Mengulang hal yang pernah aku sia-siakan. Mengulang kembali saat-saat di mana hidupku hanya penuh dengan ambisi untuk biss mendapatkan Emilia kembali.


Karna obsesi itu, Hidupku jadi berantakan. Tanpa aku sadari, ternyata aku sudah kehilangan segala hal yang aku miliki.


Masih terekam jelas saat Siren menangis serta memohon terhadap ku waktu itu. Tapi dengan bodohnya, Aku tidak memperdulikan nya. Aku selalu membiarkan wanita itu menangis karna ulahku.


Bahkan tanpa sadar. Sudah sangat sering aku melayangkan pukulan pada pipinya. "Sakit mas. Mau sampai kapan kamu memperlakukan ini terhadapku. Aku mencintaimu mas, Sangat mencintaimu. Tapi kenapa kamu hanya mencintai kak Emil. Apa tidak ada kesempatan untuk ku walau pun hanya sesaat saja"


Kata itu masih bisa aku ingat jelas. Bodohnya aku sudah menyianyiakan wanita yang begitu mencintaiku. Bahkan dia sudah rela melakukan apapun itu untuk bisa mendapatkan ku.


Rasa kecewa terhadapnya sudah membuatku gelap mata. Tangan kotorku ini sudah begitu sering membutanya meneteskan air matanya karna perbuatanku.


"Kenapa kamu selalu seperti ini mas. Kenapa kamu tidak pernah memberikan kesempatan untukku merasakan cintamu" Ucapnya yang terdengar sangat lirih


"Jangan pernah bermimpi tentang hak yang tak mungkin kamu dapatkan" Ucapku yang langsung bisa membutanya kembali menjatuhkan air matanya


Apa yang sudah aku lakukan. Bagaimana bisa aku mementingkan ambisiku dari pada perasaan wanita yang sudah rela menyerahkan segalanya buatku.

__ADS_1


Saat ini aku baru menyadari satu hal. Ternyata kehilangan itu menyakitkan. Seandainya ada kesempatan kedua. Aku akan menggunakannya dengan sangat baik. Tapi aku sudah tidak yakin Siren memberikan kesempatan itu untukku. Sedangkan aku tau, Saat ini dia sudah terlihat bahagia dengan sosok yang tidak pernah aku kenal.


Sungguh hatiku terasa sangat sakit saat melihat anakku sendiri tidak menganggap keberadaan ku. Baru aku tau ternyata begitu luka saat tidak di anggap.


Mungkin selama ini memang itulah yang di rasakan Siren dan juga Dini. Aku yang begitu Egois tidak pernah memberikan kebahagiaan untuk mereka. Aku barus tau, Jika karma lebih sakit dari apa yang aku bayangkan.


Satu hal yang saat ini aku inginkan. Semoga suatu saat nanti masih ada kesempatan untuk bisa menjadi bagian dalam hidup mereka lagi. Menjadi sosok penting untuknya.


Melihat anakku memanggil pria lain dengan sebutan om papa membuat hatiku luka. Apakah ini semua akibat perbuatan ku Selama ini.


Di Tempat Lain


"Sayang, Hari ini aku mau ajak kamu belanja barang-barang buat keperluan anak kita nanti ya. Aku tau kamu belum membelinya bukan" Ujar Danu pada Kumala


"Tidak perlu mas. Aku bisa membelinya sendiri. Kamu tidak usah repot-repot menemaniku" Jawab Kumala tanpa menoleh ke arah Danu


Danu mengambil nafas berat. Rasanya sakit saat melihat Kumala seperti itu. Karna mau bagaimanapun, Danu mau yang terbaik. Danu juga ingin ikut andil dalam hal ini.


"Tapi Danu."


"Aku mohon sayang. Biarkan aku melakukannya ya. Demi anak kita"


"Baiklah. Tapi kamu harus selalu ingat. Berusaha membuang perasaan itu. Karna aku tau jika itu adalah sebuah kesalahan yang tidak boleh kamu lakukan" Ujar Kumala dan langsung berlalu dari hadapan Danu


Namun langkahnya terhenti saat suara Danu kembali menyapu indra pendengarannya" Tapi aku sudah terlanjur sayang. Perasaan ini juga sudah sedalam itu. Jika di suruh memilih, Aku ingin tetap di sini bersama kamu dan juga dia" Ujar Danu sambil memeluk Kumala dadi belakang serta mengusap perut Kumala


Kumala tak menjawab. Wanita itu terdiam sambil memejamkan kedua matanya yang terasa sangat panas"Aku juga menginginkan hal itu Danu. Tapi aku tidak mau egois. Karna aku tau jika Kanaya juga Salsa pasti menunggu kepulangan mu" Ujar Kumala dalam batinnya

__ADS_1


"Jangan mengharapkan sesuatu yang tidak mungkin terjadi Danu" Ucapnya dan langsung berlalu dari hadapan Danu.


Danu terus menatap kepergian Kumala dengan perasaan yang sangat sakit. "Bagaimana bisa aku meninggalkan kamu sendiri Kumala. Sedangkan aku sudah berjanji pada almarhum kedua orang tuamu untuk selalu menjaga dan ada di samping mu selama nya" Ucap Danu pelan


30 Menit kemudian. Danu dan Kumala sudah sampai di Mall. Mereka memutuskan untuk mencari barang-barang buat keperluan calon anaknya. Karna memang saat ini usia kandungan Kumala sudah 9 bulan.


"Sayang, Kita langsung ke lantai 5 ya. Karna memang apa yang kita cari ada di sana" Ujar Danu lembut sambil menggandeng tangan Kumala


"Iya mas" Jawab Kumala pelan.


Sesuai dengan yang merek sepakati, Jika sedang ada di luar Kumala akan memanggil Danu dengan panggilan mas. Agar tidak ada siapapun yang curiga pada hubungan mereka.


Kumala dan Danu berjalan masuk ke sana. Mereka berdua memutuskan untuk menggunakan eskalator.


Danu terus menggenggam tangan Kumala penuh sayang. Sesekali Danu menggoda Kumala dan membuatnya mengangkat kedua sudut bibirnya.


"Kamu sangat cantik sayang" Ucapnya lembut


"Sudah dari dulu aku cantik" Jawab Kumala


Setelah tiba di lantai 5. Kumala dan Danu langsung berjalan menuju pakaian anak-anak. Di saat sedang asik memilah milih, Tanpa sengaja Danu menabrak tubuh Seseorang dan membuatnya hampir terjatuh.


"Sayang awas" Ujar William sambil menangkap tubuh Emilia yang sedikit oleh karna di tabrak oleh Danu.


"Kamu gak papa kan sayang?" Tanya William pada Emilia


"Aku gak papa kok Wil. Kamu tenang saja" Jawabnya pelan

__ADS_1


Setelah itu, William memastikan Emilia baik-baik saja, Pria itu menoleh pada seseorang yang sudah membuat Emilia oleng.


"Kalau jalan hati-ha" Perkataan William terhenti saat melihat wajah Danu


__ADS_2