
"Astaga, Apa yang sudah aku katakan" Ucap William dalam batinnya sambil menundukkan wajahnya karna malu.
Bukan hanya William. Emilia juga merasakan malu atas apa yang sudah William katakan. Perkataan William benar-benar membuat semua orang tertawa.
"Apa-apaan sih William. Bisa-bisanya dia mengatakan hal itu. Astaga membuat aku malu saja" Ucap Emilia dalam batinnya
"Ya ampun Wil. Baru juga sah. Sudah memikirkan apa yang akan terjadi malam ini. Dasar kamu itu" Ucap Liana sambil memukul pelan pundak William
"Sudahlah ma. Mungkin William memang sudah tidak sabar menunggu malam nanti. Kita nanti langsung pulang saja. Biarkan mereka berdua agar tidak merasa terganggu dengan kehadiran kita" Timbal Bagas
"Ya kalau seperti itu, Sepertinya Nathan akan segera memiliki seorang adik" Ucap Liana sambil tersenyum
Mendengar perkataan kedua orang tuanya membuat Emilia semakin malu. Wajahnya menjadi semakin merah seperti kepiting rebus.
"Ayo Wil. Cium kening istri kamu. Kalau mau cium yang lain tunggu nanti malam"
"Iya ma Iya" Ucap William sambil menatap kedua bola mata Emilia dan mencium lembut keningnya.
Emilia yang mendapatkan ciuman lembut seperti itu tentu saja merasa jantungnya berdegup sangat kencang. Biarpun bukan yang pertama, Tapi entah kenapa kali ini rasanya sangat berbeda.
Emilia merasa ada yang lain dari ciuman Emilia kali ini. Apa mungkin karna status mereka yang sudah berubah menjadi pasangan suami istri. Sehingga Emilia merasa ada yang berbeda.
"I Love You Emil" Ucap William begitu lembut
Setelah itu, Di lanjut dengan acara pelepasan bunga dan dua merpati putih. Emilia membalikkan tubuhnya dan langsung melemparkan bunganya dalam hitungan ke 3 2 1.Ternyata yang mendapatkan bunga itu adalah Widi.
"Yeee. Congrat ya kak Widi. Aku doakan semoga kak Widi dan kak Alex bisa segera menyusul kita berdua" Ujar Emilia sambil mendekat ke arah Widi dan memberikannya selamat karna sudah mendapatkan bunga itu.
"Amin Em. Semoga ya. Selamat buat pernikahan kamu ya Em. Maafkan kakak yang tidak mengatakan jika calon suami kamu memang William papinya Nathan" Ucap Widi sambil mengangkat kedua sudut bibirnya.
__ADS_1
Perkataan Widi membuat Emilia mengurutkan keningnya. Wanita itu merasa tidak paham dengan apa yang baru saja Widi katakan. "Maksudnya bagaimana kak?. Aku tidak mengerti" Tanya Emilia begitu penasaran
Widi tak langsung menjawab. Wanita itu masih tersenyum ke arah Emilia sambil sedikit menjauh dari posisi Emilia dan William yang sudah menatapnya.
"Iya, Sebenarnya aku sudah tau jika William adalah satu orang yang sama dengan William anak dari tante Liana. Maafkan aku ya Em. Aku lakukan semua itu biar kalian berdua sama-sama terkejut saat sudah acara. Kayak tadi. Tepat seperti apa yang aku inginkan. Maaf ya Em, Wil" Terang Widi dan langsung lari dari jangkauan Emilia dan William
"Kak Widi. Kak Widi bener-bener deh. Pantas saja tadi kak Widi tidak menampakkan raut wajah kaget. Jadi ternyata dia sudah tau"
"Sudahlah mami. Tidak perlu di bahas lagi. Yang terpenting saat ini kita sudah sah menjadi suami istri'
"Siap-siap untuk nanti malam ya mami. Aku akan membuat kamu tidak bisa tidur" Ucap William tepat di telinga kiri Emilia dan hanya bisa di dengar oleh wanita itu
Perkataan William membuat Emilia Membulatkan kedua matanya. Wanita itu benar-benar tidak habis pikir dengan apa yang sudah William ucapkan.
"Dasar laki-laki mesum. Astaga William"
"Biarkan saja mesum. Mesum sama istri sendiri boleh dong mami" Ucapnya sambil mengedipkan sebelah matanya
Setelah itu, Di lanjut dengan pelepasan 2 merpati putih yang di lakukan oleh kedua pengantin. Emilia melepaskan satu merpati, William juga melepaskan satu merpati.
Bukan hanya ada 2 ekor merpati yang di lepas. Tapi ada 1000 ekor merpati yang memang sengaja di siapkan oleh keluarga William. Lebih tepat nya ini adalah ide dari Liana. Wanita itu ingin pernikahan anaknya di gelar dengan sangat meriah.
Kemudian, William dan Emilia naik ke atas pelaminan. Saat ini adalah waktunya setiap tamu mengucapkan kata selamat terhadap pernikahan yang baru saja di lakukan oleh CEO BAGASKARA GROUP. CEO yang selama ini menyembunyikan identitasnya.
"Selamat ya Em. Wil. Akhirnya kalian sudah sah menjadi pasangan suami istri. Aku ikut bahagia atas pernikahan kalian berdua" Ucap Widi sambil menyalami kedua pengantin baru itu
"Iya kak, Terimakasih ya kak. Kak Widi juga sangat membantu dalam hal ini..Terimakasih karna selama ini kak Widi sudah memperlakukan Emilia seperti adik sendiri. Aku sayang sama kak Widi" Ucap Emilia sambil memeluk Widi
"Karna kamu memang adikku Em" Ucap Emilia dalam batinnya sambil membalas pelukan Emilia
__ADS_1
"Selamat ya pak William. Akhirnya bapak menikah" Ucap seorang wanita
"Iya sama-sama Sin. Semoga kamu juga segera menyusul"
"Pak William bisa saja" Balas wanita yang di panggil Sin.
Kemudian, Wanita itu beralih memberikan selamat pada Emilia. Wanita itu sangat terkejut saat melihat wajah dari pengantin wanita.
"Sintia" Ucap Emilia begitu terkejut dengan keberadaan sahabatnya
Bukan hanya Emilia. Tapi Sintia juga merasakan hal yang sama. Karna tadi saat ada keramaian Sintia sedang pergi ke kamar mandi. Wanita itu tidak tau apa yang sudah terjadi.
"Jadi. Pengantin wanitanya benar-benar Emilia sahabatku. Aku pikir hanya namanya saja yang sama. Ternyata kalian memang satu orang"
"Aku sangat merindukan mu Emilia. Aku sangat merindukan mu Emilia" Ucap Sintia sambil memeluk tubuh Emilia
"Aku juga sangat merindukan mu Sin. Aku sangaaat merindukan mu" Ucap Emilia
Tanpa terasa hari sudah berlalu. Acara hari ini sudah selesai. Semua acara hari ini sudah di lakukan. Dan semua para tamu undangan sudah pada pulang.
Kedua orang tua Emilia dan orang tua William sudah pulang ke Villa mereka masing,-masing. Saat ini di Villa tempat acara hanya ada Emilia dan William. Nathan sudah di bawa oleh Widi ke Villa Bagaskara yang lain.
"Wil. Tolong bantu aku membuka gaun ini. Tangan ku sulit untuk menggapainya"Ucap Emilia pada William. Karna memang Emilia merasa kesulitan untuk membuka resleting gaunnya.
"Iya mami. Sinian. Biar papi yang buka, Buka yang lain papi Wili juga mau kok" Ucap William sambil mengedipkan sebelah matanya
Emilia yang mendengar perkataan William langsung membalikkan tubuhnya."Astaga Wil. Kamu itu benar-benar ya. Gak ada. Malam ini kita hanya tidur! Tidak akan melakukan apa-apa. Aku lelah dan mau langsung istirahat" Ucap Emilia pada William
"Yah Mami. Gagal malam pertama dong" Ucap William yang terdengar begitu pilu
__ADS_1
'