Single Mamy

Single Mamy
William dan Danu


__ADS_3

"Kalau jalan hati-ha" Perkataan William terhenti saat melihat wajah Danu. Begitu juga dengan Danu yang terlihat cukup terkejut saat melihat wajah William.


Merek sama-sama terkejut saat sudah bertatap muka. Karna wajahnya benar-benar mirip. Seperti orang kembar.


"Laki-laki ini. Apa jangan-jangan dia yang ada di dalam foto waktu itu?" Ujar William dalam batinnya.


William dan Danu sama-sama terdiam. Mereka berdua masih tidak percaya jika memiliki wajah yang sangat mirip. Bahkan seperti pinang di belah dua.


"Wajah kalian kenapa sangat mirip" Ucap Emilia sambil terus menatap Danu dan William secara bergantian


"Iya mas. Kenapa wajah kamu sangat mirip dengannya. Apa kalian saudara?"Tanya Kumala sambil menatap Danu


Danu dan William terdiam sejenak. Mereka berdua tidak tau harus mengatakan apa. William hanya menerka-nerka jika pria yang ada di depannya saat ini adalah pria yang dia liat kemarin.


William menatap Danu dan langsung menarik tangannya menjauh dari Kumala juga Emilia. "Hei, Kau mau bawa aku kemana?" Tanya Danu pada William


"Ikut aku. Ada hal penting yang harus aku tanyakan padamu"


Perkataan William membuat Danu mengerutkan keningnya. Karna Danu tidak pernah merasa kenal dengan William. Tapi kenapa William berkata ingin menanyakan sesuatu.


Danu menghentikan langkahnya"Sebentar. Hal penting apa yang mau kamu tanyakan? Bukan kah kita tidak pernah saling kenal"


"Memang kita tidak saling kenal. Tapi kamu pasti kenal dengan wanita yang bernama Kanaya"


"Kanaya. Kenapa memangnya?"


"Cepat katakan. Ada hubungan apa antara kamu dengan Kanaya?" Tanya William sambil menatap Danu penuh menyelidik


"Itu tidak penting untuk mu. Lepaskan aku, Aku harus kembali menemani istriku" Jawab Danu sambil mencoba melepaskan cengkraman tangan William


"Tidak semudah itu, Kamu harus menjawab pertanyaan ku dulu"


"Apa urusannya dengan mu. Tidak penting untuk aku menjawab pertanyaan mu itu"


"Tentu saja penting. Karna hal itu, Istriku harus merasakan teror yang yang di lakukan wanita bernama Kanaya. Cepat katakan, Apa hubungan kamu dengannya?" Tanya William lagi sambil menatap tajam Danu


Cukup lama Danu terdiam. "Ayo katakan! Ada hubungan apa kamu dengannya?" Tanya William lagi


"Dia istriku"


"Apa! Lalu wanita itu?"


Danu mengambil nafas panjang" Ceritanya sangat panjang. Tapi intinya mereka berdua adalah istriku"


Perkataan Danu membuat William menggeleng"Ya ampun. Memiliki 2 istri. Serakah sekali kamu"


"Bukan serahkan, Tapi ini hal yang terpaksa aku lakukan" Ucap Danu sendu


"Maksudnya bagaimana. Terpaksa kamu lakukan?"

__ADS_1


Danu mengangguk"Iya. Satu tahun yang lalu, Aku pamit pada istriku Kanaya untuk mengikuti tender di luar negri. Namun saat di tengah perjalanan, Pesawat yang aku tumpangi jatuh. Tapi untungnya aku sempat lompat dari pesawat itu"


"Setelah aku sadar, Ternyata aku sudah ada di tempat istri keduaku, Kumala namanya"


"Lalu"


"Kumala menawarkan sebuah pernikahan kontrak padaku. Dia mengatakan sesuatu yang membuat aku merasa sangat iba"


"Maksudnya?"


"Kumala di tinggal pergi oleh calon istrinya, Karna tidak mau menanggung malu. Kumala meminta sambil memohon kepadaku untuk menikah kontrak dalam jangka waktu 2 tahun."


"Kumala juga menawarkan akan menjadikan istriku Kanaya seorang top model. Tapi bodohnya, Aku malah benar-benar jatuh cinta pada Kumala."


"Lalu apa Kanaya tau jika kamu masih hidup dan memiliki istri lain?"


Danu tak menjawab. Pria itu hanya menggeleng. Karna memang Kanaya tidak pernah tau akan hal ini.


"Astaga. Apa kamu sadar apa yang sudah kamu lakukan. Karna perbuatan kamu, Istri saya yang harus merasakan teror"


"Teror apa?" Tanya Danu penasaran


"Teror yang mengatakan jika istriku adalah seorang pelakor"


"Astaga. Maafkan aku yang masih belum bisa mengatakan semuanya pada Kanaya"


"Apa kau bilang. Maaf? Aku tidak mau tau, Kamu harus segera mengatakan yang sebenarnya pada istrimu"


"Apa!. Kalau begitu kamu ceraikan Kanaya"


"Aku tidak bisa menceraikan Kanaya"


"Kenapa?" Tanya William sambil menatap Danu


"Karna aku juga masih mencintainya"


"Astaga. Egois sekali kamu. Lalu kamu menginginkan keduanya?"


"Entahlah. Saya sama-sama mencintai mereka"


"Alamak. Payah sekali kau ini." Ucap William dan langsung berlalu dari hadapan Danu


William kembali ke tempat Emilia. Melihat kedatangan William, Emilia tentu merasa sangat penasaran. Ada apa sebenarnya. Apa yang sudah William bicarakan dengannya.


"Wil. Kamu mengenalnya? Memangnya kalian membicarakan apa? Tanya Emilia penasaran


"Biasa lah sayang. Urusan laki-laki. Apa kamu sudah menemukan baju untuk Nathan?"


"Belum Wil. Aku belum menemukan satu pun yang cocok untuk Nathan"

__ADS_1


Tak berselang lama. Kanaya datang dan langsung mendekat pada Emilia. Wanita itu melakukan hal yang tentu saja membuat Emilia merasa sangat terkejut. Karna sebelumnya tidak pernah merasa mengenal nya.


Plaaaakk.


Satu tamparan mendarat sempurna pada pipi kiri Emilia. Mendapat tamparan yang sangat tiba-tiba dari orang yang tidak di kenalnya membuat Emilia membulatkan kedua matanya.


"Dasar wanita murahan! Pelakor. Bisa bisanya kamu mengambil suami saya. Apa tidak ada pria lain yang bisa kamu jadikan suami" Ucapnya yang terdengar sangat keras dan membuat beberapa orang di sana menatap Emilia sambil berbisik.


Mendengar perkataan Kanaya membuat Emilia menatapnya tajam. Di sini Emilia langsung paham jika yang selama ini sudah mengirimkan pesan padanya adalah wanita yang baru saja mendaratkan tamparan keras dan membuatnya malu di depan khalayak umum.


"Apa kamu bilang. Pelakor? Ooh jadi selama ini kamu yang sudah mengirimkan pesan tidak jelas itu padaku"


Plaaaakkk


Emilia membalas tamparan Kanaya dan membuat orang di sana semakin membicarakan Emilia.


"Dasar pelakor. Sudah tau salah malah melawan. Pelakor tidak tau diri. Tidak tau Malu!" Ucap salah satu dari mereka


Mendengar itu membuta Emilia menjadi panas. Karna Emilia tidak pernah merasa menjadi seorang pelakor. Sedangkan Kumala hanya terdiam. Tidak tau harus mengatakan apa.


"Pelakor tidak tau diri kamu itu ya. Tidak tau malu. Mengambil suami orang tanpa memikirkan anak serta istrinya"


Ucapan Kanaya membuat hati Kumala tertampar. Karna mau bagaimana pun, Perkataan itu langsung menyinggungnya.


Kumala berniat untuk pergi dari sana. Namun dengan cepat William menarik tangan wanita itu"Tunggu. Anda tidak bisa pergi. Masalah ini bermula dari anda. Jadi anda harus bertanggung jawab" Ujar William sambil menarik tangan Kumala.


Mendengar perkataan William membuat Kumala menundukkan wajahnya. Tanpa sadar air mata itu berhasil lolos begitu saja. Sungguh tiba-tiba saja Kumala merasa sangat takut. Takut untuk kehilangan Danu.


"Apa maksud kamu Wil. Kenapa dia harus bertanggung jawab?" Tanya Emilia sambil menatap William


"Sebentar sayang. Nanti kamu akan paham. Kita dengarkan dia" Ucap William lembut


"Ayo cepat katakan. Jangan biarkan wanita ini terus menerus menyalahkan istri saya!" Sentak William pada Kumala yang masih menundukkan wajahnya


Kanaya yang melihat William yang dia pikir Danu langsung memeluk William sangat erat"Kenapa kamu tega sama aku mas! Kenapa kamu tega terhadap aku dan juga Salsa" Ucap Kanaya sambil memeluk William


"Anda salah orang. Tolong lepaskan. Saya tidak nyaman di peluk sama wanita asing" Ucap William


Kanaya langsung melepaskan pelukannya"Apa maksud kamu orang asing mas. Segitu cintanya kamu sama pelakor ini sampai menganggap aku orang asing. Apa kamu tau, Selama satu tahun, Aou selalu setia menunggu kamu kembali. Tapi apa yang aku dapatkan, Kamu menganggap aku orang asing. Jahat kamu mas!"


"Karna kamu buat saya memang orang asing. Jangan pernah berpikir jika saya adalah suami kamu. Saya kasih tau, saya bukan Danu. Tapi William bagaskara. Dan soal suami kamu, Bisa kamu tanyakan sama wanita ini" Ujar William sambil menarik tangan Emilia dan menggendong Nathan untuk pergi dari sana.


"Apa maksud kamu mas. Jangan buat aku seperti orang bodoh" Ucap Kanaya sambil menarik baju William


"Lepaskan! Sudah saya katakan. Kamu bisa tanya sama wanita ini. Dia akan menjawab apapun yang kamu tanyakan perihal Danu. Suamimu" Ucap William


Tak berselang lama, Danu yang sejak tadi terdiam dan bersembunyi akhirnya memutuskan untuk keluar. Mungkin ini memang sudah saatnya Kanaya tau kebenarannya.


"Aku akan menjelaskan semuanya" Ucap Danu dan membuat Kanaya membalikkan tubuhnya menghadap ke sumber suara yang sangat familiar untuknya.

__ADS_1


"Mas Danu?" Ucapnya lirih


__ADS_2