Single Mamy

Single Mamy
Flashback 1 tahun yang lalu


__ADS_3

"Astaga, Kenapa aku harus keceplosan" Ucap Ferdian dalam batinnya


Widi masih terus menatap Ferdian yang belum menjawab pertanyaannya"Apanya yang indah Fer?" Tanya Widi lagi


"Oohh, Itu tadi kak. Bangunan indah sekali. Iya bangunan indah sekali" Jawab Ferdian berbohong


"Aku pikir apa"


Setelah itu, Ferdian melihat ke lain arah agar Widi tidak menyadari detak jantungnya yang begitu cepat"Ini jantung kenapa tidak bisa di ajak kompromi sih. Kenapa harus berdetak secepat ini di dekatnya kak Widi" Lagi-lagi Ferdian hanya bermonolog dalam batinnya


Memang kali ini jantung Ferdian berdegup sangatlah kencang. Lebih kencang daripada detak normal pada umumnya. Bahkan jam tangan yang Ferdian gunakan juga berbunyi dan menunjukkan 125 denyut Kecepatannya.


Widi yang melihat jam tangan Ferdian mengerutkan keningnya"Astaga Fer. Ini jantung kamu berdetak cepat banget loh. Kamu tidak kenapa-napa kan Fer?" Tanya Widi sambil menggenggam tangan Ferdian


Dan hal itu membuat jam tangan Ferdian berputar sangat cepat bahkan 120 denyut perdetik. "Astaga. Kenap kak Widi harus menggenggam tanganku seperti ini" Batinnya lagi dengan keringat dingin yang mulai keluar


"Ya ampun Fer, Bahkan kamu juga keluar keringat dingin. Are you oke?" Tanya Widi sambil mengusap keringat dingin yang keluar dari kening Ferdian.


Mendengar itu membuat Ferdian semakin tidak tau harus mengatakan apa. Jika seperti ini terus, Nanti yang ada jantung Ferdian bisa loncat dari tempatnya.


"Astaga. Ada apa dengan jantungku. Kenapa harus berdetak secepat ini sekarang. Ini juga jam tangan, Kenapa gak liat kondisi sih" Gerutu Ferdian dalam batinnya


"Ini sepertinya nanti kalau sudah sampai di rumah sakit kamu harus segera di periksa Fer. Detak jantung kamu sangat tidak normal"


"T..tidak perlu seperti itu kak" Ujarnya


Di Tempat Lain


Seorang pria tampan dengan setelan jas berwarna silver sedang berdiri sambil menatap ke luar jendela. Menatap keramaian kota dan melihat kendaraan yang berlalu lalang di bawah sana.


Sejenak pria itu memejamkan kedua matanya yang terasa sangat panas. "Kenapa aku harus terjebak dengan kondisi ini. Bagaimana caranya agar aku bisa lepas dari semua ini. Aku merindukan mereka, Sangat. Mereka yang paling berharga dalam hidupku. Maafkan aku sayang, Maafkan aku yang sudah tega membuatmu menunggu hingga selama ini. Tapi bagaimana dengan Kumala. Tidak bisa di pungkiri jika aku juga sudah mencintainya" Ucapnya lirih


Pria itu adalah Danu Mahendra. Suami dari Kanaya yang di kabarkan menghilang dan meninggal karna kecelakaan pesawat. Berada di posisi saat ini bukanlah kemauan Danu. Tapi dengan sangat terpaksa, Danu harus menerima tawaran seorang gadis demi anak dan juga istrinya.


"Kenapa aku harus di hadapkan dengan posisi sulit seperti ini. Berada di antara 2 wanita yang sama-sama aku cintai" Ucapnya lagi


Di saat seperti ini, Membuat ingatan Danu kembali pada kejadian 1 tahun yang lalu. Kejadian dimana dia harus terperangkap dalam kondisi yang tak pernah Danu harapkan. Menjadi sosok orang lain dengan nama tentunya juga berbeda. Bukan hanya nama, Bahkan Danu juga harus merubah sikap serta sifat asli yang iya miliki.


Flashback 1 tahun yang lalu


Danu membuka kedua matanya dengan kepala yang masih terasa sangat berat. Pria itu mengerjab beberapa saat untuk menyesuaikan pencahayaan yang masuk pada indra penglihatannya.


Mengamati tempat yang cukup asing untuknya"Di mana ini" Ucapnya pelan sambil memegang kepalanya yang masih terasa sakit. Benturan keras akibat melompat dari pesawat yang sudah kehilangan keseimbangan. Ingatan terakhir Danu dia melompat saat mendengar jika pesawat

__ADS_1


"Kamu sudah sadar" Ucap seorang wanita yang baru saja masuk ke dalam kamar yang Danu tempati .


Mendengar itu membuat Danu menoleh ke arah wanita yang sedang berjalan ke arahnya dengan membawa nampan di tangannya.


Siapa dia? Pikirnya


"Siapa kamu?" Tanya Danu begitu penasaran


"Aku Kumala. Bisa kamu panggil Mala" Ujar Kumala sambil mengangkat kedua sudut bibirnya


"Kenapa aku bisa ada di sini?" Tanya Danu. Karna memang seingatnya, Terakhir dia melompat dari pesawat yang sudah hilang kendali.


"Kamu ada di rumahku. Aku menemukanmu di sebuah hutan saat aku sedang pergi berburu bersama dengan kedua orang tuaku. Sepertinya kamu adalah korban kecelakaan pesawat satu minggu yang lalu" Terang Kumala


"Apa! Jadi maksudnya aku sudah tidak sadar selama satu minggu?"


Kumala tak menjawab. Wanita itu hanya mengangguk pelan"Terimakasih sudah mau menolongku" Ucap Danu sambil menatap Kumala.


"Tidak perlu berterimakasih. Karna aku mau menolongku dengan alasan dan tujuan tertentu" Ucap Kumala


Mendengar itu membuat Danu mengurutkan keningnya"Apa maksudmu?. Aku tidak paham" Tanya Danu yang memang belum mengerti maksud perkataan Kumala


"Aku menolong mu karna aku mau kamu menikah dengan ku"


"Apa maksudmu. Bahkan aku saja sudah menikah dan punya anak" Jawab Danu sambil terus menatap Kumala


"Kenapa kamu bisa tau?"


"Aku bisa mencari informasi apapun tentangmu. Itu hal yang cukup mudah. Kita akan segera menikah"


"Aku tidak mau. Aku sangat mencintai istriku"


"Aku mohon. Hanya sebatas pernikahan pura-pura. Kalau kamu mau melakukan hal itu, Aku janji, Akan memberikan kehidupan yang sangat layak untuk istri dan juga anakmu" .


"Aku tetap tidak mau"


"Aku mohon. Ini demi nama baik keluargaku. Calon suamiku membatalkan pernikahan kita karna dia menghamili wanita lain. Sedangkan semua undangan sudah tersebar luas. Jika sampai pernikahan ini gagal, Bukan hanya aku yang menanggung malu. Tapi juga kedua orang tuaku dan juga keluarga besar ku. Aku mohon bantu aku" Ujar Kumala sambil bersimpuh di kaki Danu.


Melihat itu membuat Danu merasa iba. Dia teringat akan pernikahannya dengan Kanaya. Waktu itu Danu juga di tinggal oleh calon istrinya seminggu sebelum acara.


Danu bisa tau bagaimana perasaan Kumala saat ini. Bingung! Hal itu yang tentu saja Kumala rasakan saat ini. Melihat Kumala menangis membuat Danu merasa iba.


"Baiklah, Aku mau membantu mu. Tapi kehidupan seperti apa yang akan kamu berikan kepada istriku?"

__ADS_1


"Aku akan menjadikannya seorang top model. Sepertinya istrimu adalah wanita yang cantik"


"Aku setuju. Tapi sampai kapan pernikahan pura-pura ini berlangsung?"


"2 Tahun. Iya hanya 2 tahun. Selama 2 tahun kamu tidak boleh menemui istrimu. Hanya sebatas melihat dari arah jauh saja. Mulai sekarang nama kamu adalah Alvaro Danuarta. Nanti kamu akan menjadi pemimpin di perusahaan keluargaku"


"Memang harus seperti itu?" Tanya Danu pada Kumala


"Harus. Untuk lebih meyakinkan keluarga besar ku."


"Memangnya kamu tidak takut jika aku mengambil semua uang perusahaan mu?"


"Tidak. Aku percaya kamu orang baik. Lagian hartaku tidak akan pernah habis sampai 7 turunan" Ujar Kumala dan langsung keluar dari kamar yang di tempati Danu


"Alvaro"


Suara itu berhasil menyadarkan Danu dari kejadian yang dia alami 1 tahun yang lalu. Danu membalikkan tubuhnya saat mendengar suara Kumala memanggil nya.


Memang setiap kali sedang di kantor, Kumala akan memanggil Danu dengan sebutan Alvaro. "Iya sayang, Ngapain kamu kesini?" Tanya Danu sambil mengusap perut Kumala


Tanpa Danu sadari. Kebersamaannya dengan Kumala sudah membuatnya jatuh cinta. Karna selama ini Kumala memperlakukan Danu sangat baik. Bahkan perhatian itu selalu mampu membuat Danu merasa nyaman.


Hingga pada suatu ketika. Tanpa sengaja mereka melakukan hubungan suami istri dan membuat Kumala hamil karna ketidaksengajaan itu. dan saat ini usia kandungan kumala sudah masuk di trimester ke 3.


"Aku kesini hanya untuk mengantarkan makan siang untukmu" Ucap Kumala sambil mengangkat kedua sudut bibirnya


"Kenap repot-repot sayang. Kan kamu bisa menelfon dan memintaku untuk pulang" Jawabnya sangat lembut


"Aku hanya ingin memberikan kejutan untuk mu Varo" Jawab Kumala pelan


Selama satu tahun ini Kumala memang tidak pernah memanggil Danu dengan embel-embel apapun. Wanita itu cukup sadar jika kehadirannya dalam hidup Danu hanyalah menjadi Benalu. Atau lebih tepatnya Toxic


"Kamu makan siang ya. Aku pergi dulu" Ucap Kumala dan langsung membalikkan tubuhnya


Namun langkahnya terhenti saat dengan cepat Danu menarik tangan itu"Tetaplah di sini sayang" Ucap Danu lembut


Sejenak Kumala memejamkan kedua matanya"Berhenti memanggilku dengan sebutan sayang Danu. Tidak ada siapapun disini. Jadi tidak perlu berpura-pura"


"Ada apa denganmu sayang. Siapa yang sedang berpura-pura. Aku memang sudah benar-benar mencintaimu. Kebersamaan kita sudah menumbuhkan perasaan ini Kumala"


"Tapi rasa itu tidak boleh ada Danu. Karna pernikahan kita hanyalah sebuh sandiwara. Dan akan berakhir dalam satu tahun ke depan. Setelah itu, Kamu sudah bebas kembali kepada istri dan juga anak mu" Ucap Kumala sambil menahan rasa sesak di dalam dadanya


"Lalu bagaimana dengan anak dalam kandungan mu. Bukan kah itu juga anak ku, Darah dagingku"

__ADS_1


"Kamu tidak perlu memikirkannya. Aku bisa membesarkan dia sendiri. Aku bisa menjadi ibu sekaligus ayah untuk anak kita" Ucap Kumala dan langsung berlalu dari hadapan Danu


Perkataan Kumala seakan menampar hati Danu. Memang tidak bisa di pungkiri jika Danu begitu merindukan Kanaya dan juga Salsa. Tapi Danu juga mencintai Kumala serta anak dalam kandungannya.


__ADS_2