
Tanpa teras malam sudah berlalu. Emilia menatap tubuh bagian atasnya yang dipenuhi dengan bekas kiss mark akibat kelakuan William malam tadi. "Dasar suami menyebalkan. Bahkan dia benar-benar mempraktekkan hal itu" ucap Emilia sambil menggugur tubuhnya dengan air shower.
Setelah selesai di dalam kamar mandi, Emilia keluar dengan bibir yang masih begitu cemberut. Masih merasa sangat kesal dengan apa yang sudah William lakukan malam tadi.
"Selamat pagi istriku sayang" ucap William sambil membawa nampan di tangan nya.
Emilia diam tak menggubris apa-apa. Masih cukup merasa kesal dengan perlakuan William."Mami sayang, Papi sudah membawakan mami sarapan. Papi suapi ya"
"Tidak perlu" jawab Emilia ketus.
"Ayolah mami. Jangan seperti ini. Papi salah, Papi minta maaf ya..Ya ya, Sini tium-tium"
"Tau ah Wil. Kamu itu selalu membuat aku kesal. Tapi makasih makanannya, Oh ya Wil. Habis ini aku ada acara bersama dengan papa, Ada sebuah kasus yang cukup berat. papa mengajak ku agar aku bisa belajar lebih baik lagi menjadi seorang pengacara"
"Baiklah sayang. Tapi kamu harus hati-hati ya. Aku tidak mau kalau sampai kamu kenapa-napa. Kalau boleh tau, Kasusnya tentang apa?"
"Biasa lah Wil. Soal tanah sengketa gitu"
"Hati-hati sayang. Kalau kayak gitu biasanya pihak lawan akan melakukan berbagai cara untuk bisa mendapatkan tanah itu"
"Iya Wil. Makasih ya kamu sudah mengingatkan aku"
****
Keadaan Kumala sudah baik-baik saja. Karna malam tadi Kanaya datang di saat yang sangat tepat. Sesuai dengan apa yang di sepakati Danu dan juga Kanaya. Mulai Har ini. Danu sudah tidak boleh lagi menemui Kumala dan juga anaknya.
"Kamu kenapa mas, Aku perhatikan dari tadi diam saja" tanya Kanaya pada Danu saat mereka sedang di meja makan.
"Tidak ada" jawab Danu ketus
"Mas, Jangan bilang kamu sedang memikirkan wanita itu?"
__ADS_1
"Kalau iya memangnya kenapa. Bukan kah sejak awal aku sudah mengatakan jika aku sudah tidak lagi mencintai mu Kanaya. Aku sudah mencintai Kumala"
Deg!
Seperti tersambar petir di siang hari, Dada Kanaya terasa sangat sakit. Bahkan jantungnya terasa seakan berhenti berdetak setelah mendengar apa yang baru saja Danu lontarkan. Sungguh Danu tidak memikirkan bagaimana perasaan Kanaya saat ini.
"Kenapa kamu berubah seperti ini mas! apa kamu lupa dengan apa yang sudah aku lakukan dulu. Apa kamu lupa dengan pengorbananku di masa lalu"
"Kamu jahat mas, Bagaimana bisa seorang Danu mahendra berubah seperti ini. Aku seperti tidak mengenal kamu mas. Kamu benar-benar berubah. Apa salahku. Apa!"
"Dulu kamu selalu mengatakan jika tidak akan ada wanita lain dalam hidupmu. Hanya aku yang akan hidup menua bersamamu, Tapi apa yang aku dapatkan mas. Penantian ini hanya berujung sia-sia" ucap Kanaya dengan kedua mata yang sudah berkaca-kaca.
Wanita mana yang tidak sakit saat pria yang begitu di cintanya mengkhianati ikrar janji suci yang dulu pernah dia ucapkan.
Danu terdiam. Seperti tertampar dengan apa yang baru saja Kanaya katakan. Danu sadar dengan semua kata-kata itu. Namun bagaimana, Perasaan Danu terhadap Kanaya sudah tidak ada. Semua sudah hilang dengan seiring berjalannya waktu.
Sebenarnya setelah pernikahannya dengan Kumala terjadi, Danu selalu mewanti-wanti agar tidak sampai jatuh hati padanya. Namun ternyata takdir berkata lain, Cinta yang dulu Danu miliki buat Kanaya sekarang sudah tergantikan oleh Kumala.
"Aku benar-benar minta maaf Naya" ucap Danu yang terdengar sangat lirih.
"Jahat kamu mas. Apa kamu tidak pernah memikirkan bagaimana perasaan nya Salsa. Atau memang kamu juga sudah tidak mencintainya"
"Jujur aku kecewa sama kamu mas. Dulu aku sempat berpikir jika kamu satu-satunya laki-laki terbaik yang sudah di siapkan untukku. Namun ternyata sku salah besar, Karna semua itu hanyalah tinggal kenangan. Kamu jahat, Mas"
"Aku minta maaf Naya. Tapi aku harus bagaimana? Apa yang harus aku lakukan! Aku memang sangat merindukan kamu dan juga Salsa. Aku seperti terjebak dengan keadaan ini. Tapi apa yang bisa aku lakukan. Waktu sudah merubah segalanya"
"Munafik kamu mas! Masih tidak percaya jika kamu melakukan semua ini"
"Aku tau jamu kecewa Nay. Dan aku paham dengan hal itu. Sekali lagi maafkan aku Naya"
"Aku tidak butuh kata maaf mas. Aku hanya butuh semuanya seperti dulu. Hanya ada aku dan juga Salsa dalam hidupmu"
__ADS_1
Kanaya yang sudah tidak mampu menahan rasa sesak di dadanya akhirnya air mata yang sejak tadi dia bendung lepas begitu saja. Tangis Kanaya benar-benar pecah di depan Danu.
"Rasanya masih terasa seperti mimpi kamu jadi seperti ini mas. Bukan kemewahan yang aku inginkan, Tapi keutuhan rumah tangga kita. Karna kemewahan ini tidak ada gunanya, Hidupku terasa sangat hampa"
"Kalau memang kamu sangat menginginkan perpisahan kita, Baiklah. Tapi sebelum itu, Ijinkan aku memelukmu sebentar mas"
Kanaya mendekat dan langsung memeluk tubuh Danu dengan sangat erat. Pelukan yang akan menjadi akhir dari cerita mereka.
Setelah cukup lama memeluk Danu, Kanaya melepaskan pelukan itu dan mengalahkan kakinya naik ke lantai atas. Tidak mau lagi menatap wajah Danu yang hanya bisa membuatnya luka.
"Segera urus surai perceraian kita mas" ucap Kanaya tanpa menoleh pada Danu yang sudah terlaku.
Danu menatap punggung Kanaya dengan perasaan bersalah"Maaf kan aku Naya, Maafkan aku yang sudah begitu tega. Tapi ini yang terbaik buat kita, Karna percuma jika kamu hidup dengan orang yang sudah tidak mencintaimu lagi" ucap Danu sambil menatap punggung Kanaya yang sudah menghilang di balik pintu kamar.
*****
"Sayang, Nanti jangan lupa bawa berkas-berkas yang tadi malam papa kasih ke kamu ya" ucap Wira pada Emilia saat mereka sedang sarapan bersama
"Iya pa, Semuanya sudah Emil pelajari juga"
"Bagus. Sepertinya kamu akan menjadi partner yang baik buat papa"
"Tentunya dong pa. Emil akan menjadi partner yang sangat baik buat papa, Kita harus menangin kasus ini pa"
"Pasti dong sayang"
10 Menit kemudian, Emilia dan Wira sudah bersiap untuk menangani kasus tanah sengketa. Kali ini mereka akan pergi menggunakan mobil Wira sendiri.
Mobil hitam itu meleset jauh dari perumahan yang cukup elit, Sedetik kemudian, Wirayudo merasa ada yang aneh dengan laju mobilnya. Karna memang sudah lebih satu minggu mobil itu tidak di gunakan. Ada apa dengan mobil ini? Pikirnya
Namun Wira masih terus melajukan mobil itu. Tepat saat Wira mau menginjak rem, Ternyata rem mobilnya tidak berfungsi. Hal itu tentu saja membuat Wira dan Emilia menjadi panik. Karna saat ini ada mobil melaju cepat dari arah berlawanan.
__ADS_1
"Aaaaaa" Teriak Emilia dan Wira secara bersamaan.