Single Mamy

Single Mamy
Pesan dari nomor tidak di kenal


__ADS_3

"Apapun yang akan papi lakukan terhadap mami, Itu hanyalah papi yang tau. Papi hanya akan memberikan mami hukuman karna sudah berani mengerjai suami seperti tadi" Ucap William sambil semakin mendekat pada Emilia yang sudah membelalak kan kedua matanya.


"W...wil. Ja..angan macem-macem kamu ya" Ujar Emilia sambil terus menatap William yang semakin mendekatkan wajahnya


"Gak macem-macem kok mami. Hanya satu macem saja" Ucap William sambil mengulum bibir menahan tawa saat melihat raut wajah Emilia.


Setelah itu, William mendekatkan bibirnya dan langsung mencium bibir Emilia, Wanita itu membulatkan kedua matanya saat William sudah mulai me lu mat bibirnya.


"Mami akan mendapatkan hukuman atas apa yang baru saja mami lakukan pada papi. Tapi hukumannya tidak berat kok. Mami hanya perlu menikmati saja"


"William. Kamu itu memang mesum ya. Selalu saja mengambil kesempatan dalam kesempitan" Ucap Emilia sambil menatap William yang masih ad di atas tubuhnya.


"Selagi ada kesempatan. Kenapa tidak mami"


Akhirnya William dan Emilia kembali melakukan pergulatan panas seperti yang semestinya terjadi di antara pasangan yang baru saja menikah. William membaringkan tubuhnya di samping Emilia. Namun sebelum itu, William mencium lembut kening Emilia penuh cinta.


"Terimakasih sayang. Cup" Ucap William yang terdengar sangat lembut.


Setelah itu Emilia pergi ke dalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya. Lagi-lagi Emilia merasa sangat kesal terhadap suami tengilnya yang sudah meninggalkan jejak bekas kissmark yang lebih banyak dari pada malam tadi.


"Astaga. William memang benar-benar mesem. Main nyosor saja. Untung besok aku akan pergi honeymoon. Menyebalkan memang si William" Ujar Emilia sambil menatap pantulan dirinya di cermin.


****


Tanpa terasa malam sudah berlalu. Emilia menggeliat saat sinar matahari sudah mulai mengusik tidurnya. Wanita itu mengerjab beberapa saat untuk menyesuaikan pencahayaan yang masuk pada indra penglihatannya.


Wanita itu menoleh ke arah samping yang ternyata sudah tidak ada siapa-siapa. Entah kemana perginya William pagi-pagi seperti ini.


"Kemana William. Kenapa dia bangun tidak bangunin aku juga" Ucapnya dan langsung bangun dari tidurnya.


"Selamat pagi istriku sayang" Ujar William yang naru masuk ke dalam kamarnya. Pria itu membawa nampan yang berisi sarapan untuk Emilia pagi ini.


"Bawa apa kamu Wil?"


"Ini aku bawakan sarapan kita berdua sayang"


"Sarapan! Kamu masak Wil?"


"Iya sayang. Aku masak buat sarapan kita. Setelah ini kamu mandi dan langsung siap-siap. Kita berangkat 2 jam lagi"

__ADS_1


"Sini biar aku suapi kamu ya"


Emilia masih terdiam saat mendengar semua perkataan William. Ada angin apa. Kenapa pagi ini William bersikap begitu manis. Wanita itu menatap curiga pada William yang sudah bersiap untuk menyuapinya.


"Ada apa nih? Tumben kamu sok romantis" Tanya Emilia sambil menatap William penuh rasa curiga


William yang mendengar perkataan Emilia seketika tersenyum sambil menatapnya begitu dalam."Kamu itu kenapa sih sayang. Sama suami kok selalu berpikir yang negatif.Memangnya salah kalau aku mau romantis sama istriku yang paling cantik"


"Ya nggak sih. Cuma aku seperti mencium bau-bau negatif dari diri kamu"


"Mami gak boleh begitu. Ini papi tulus loh mi. Ini papi lakukan atas dasar cinta"


"Masa iya?"


"Iya, Sungguh"


"Baiklah baiklah. Aku percaya. Sini biar aku makan sendiri. Penasaran deh, Sama rasa masakan kamu" Ujar Emilia sambil mengambil makanan yang ada di tangan William.


Setelah Suapan pertama sudah mendarat di mulutnya.Kedua mata Emilia membelalak. Karna makanan yang William bawa untuknya benar-benar Enak.


"Ini kamu masak apa beli Wil?" Tanya Emilia sambil menatap William


"Ya papi beli dong mami. Mana bisa papi masak seenak ini" Jawabnya berbohong. Padahal makana itu adalah hasil masakannya sendiri.


"Jadi menurut kamu makanan ini enak?"


"Ya enaklah Wil. Kan kamu beli"


"Kalau seandainya itu masakan aku bagaimana?'


Mendengar perkataan William membuat Emilia menghentikan makannya sejenak. Wanita itu menatap William yang saat ini sudah tersenyum sambil menatapnya.


"Kalau ini masakan kamu, Ya tentu saja rasanya akan langsung berubah tidak enak"


"Padahal itu masakan papi loh mami"


"Gak percaya!"


Tanpa Emilia sadari, Ternyata dia sudah memakan habis makanan William dengan sangat lahab. William yang melihat itu seketika langsung mengangkat kedua sudut bibirnya.

__ADS_1


Dia bahagia karna Emilia menghabiskan makanan yang sudah dia siapkan sejak subuh tadi."Terimakasih ya Wil. Seharusnya aku yang siapkan makanan buat kamu" Ucap Emilia sambil menatap William


"Sama-sama mami. Justru aku bahagia karna kamu sudah menghabiskan makanan yang sudah aku siapkan. Apa kamu suka?"


"Sangat"Jawab Emilia sambil tersenyum


Di Tempat Lain


Saat ini sudah seperti biasa. David akan menyelesaikan pekerjaannya di rumah sebelum berangkat ke kantor. Tak lama kemudian, Ada sebuah panggilan masuk yang ternyata dari anak buahnya. Dengan cepat David menerima panggilan telpon itu


πŸ“ž:Ada apa?


πŸ“ž:Saya mau memberitahukan. Kalau nona Emilia akan Honeymoon ke bali tuan. Dan akan berangkat hari ini


πŸ“ž:Benarkah? Kamu ikuti dia. Setelah itu kamu sherlock tempat Emilia yang ada di bali


πŸ“ž:Baik tuan. Siap laksanakan


Setalah itu sambungan telponnya terputus. David tersenyum licik sambil menatap foto Emilia yang dis pajang di meja kerjanya.


"Kita akan segera bersama baby. Aku akan membuat kamu bertekuk lutut dan mau kembali bersamaku" Ucap David dan tak sengaja terdengar oleh Siren


Siren yang mendengar itu langsung mengerutkan keningnya. Apa yang di maksud David. Sedetik kemudian Siren baru sadar jika kemungkinan besar yang di maksud oleh David adalah Emilia kakaknya.


"Aku tidak akan membiarkan kamu melakukan apapun terhadap kak Emil mas" Ucapnya pelan dan langsung berlalu dari depan ruangan kerja David.


Di Villa


"Wil. Nanti sebelum berangkat ke bali. Kita kerumahnya kak Widi dulu ya. Aku mau ngambil barang-barang ku juga milik Nathan" Ucap Emilia sambil menoleh ke arah William


"Tidak perlu, Aku sudah menyiapkan semua yang kamu butuhkan sayang. Jadi kita tidak perlu ke rumahnya kak Widi"


Emilia yang mendengar perkataan William yang terdengar sangat lembut menatapnya intens. Ada apa dengan William. Kenapa hari ini dia benar-benar manis. Bahkan Emilia tidak menyangka jika ternyata William juga bisa memperlakukannya seperti yang ada di drama korea.


Biarpun sedikit aneh. Namun Emilia mencoba untuk menganggapnya hal yang biasa. Bukankan pasangan pengantin baru memang seharusnya begitu.


Di saat Emilia dan William sudah bersiap untuk turun dari kamar mereka. Tiba-tiba saja Emilia menerima sebuah pesan singkat yang membuatnya merasa cukup terkejut.


Dttt Dtttt Dtttt

__ADS_1


Mendengar suara dering ponselnya membuat Emilia meletakkan kembali tasnya. Wanita itu mengambil ponselnya dan langsung membuka isi pesan yang ternyata dari nomor yang tidak di kenal.


[ Sudah saya peringatkan Jangan jadi pelakor! Tapi kamu masih saja menikah dengan laki-laki itu. Jangan salahkan saya jika saya akan melakukan hal yang tidak pernah kamu duga! ]


__ADS_2