Single Mamy

Single Mamy
Menjadi petugas upacara


__ADS_3

Sudah seperti biasa, Setiap hari senin akan ada upacara bendera di setiap sekolah, Begitu juga di SMA garuda. Di sekolah ini yang menjadi petugas bukan hanya anggota osis, Tapi juga setiap siswa antar kelas. Dan kali ini adalah bagian kelas 3 IPA 1 yang menjadi petugasnya.


"Gimana nih. Jujur ini pertama kalinya aku jadi pengibar bendera. Karna di sekolah lama biasanya aku hanya jadi anggota paduan suara saja" ucap Haruka yang terlihat sedikit nervous


"Sudah tidak usah nervous gitu. Calm down, Semua akan baik-baik saja. Aku percaya kamu bisa melakukan yang terbaik" ucap Syila pada Haruka.


"Semoga saja aku tidak ngecewain kalian ya, Soalnya ini memang benar-benar pertama kalinya aku jadi putus pengibar bendera"


"Bisa kok. Fighting untuk yang terbaik buat kelas kita"


Mereka berempat sudah berjalan ke tengah lapangan. Melewati semua barisan siswa yang sudah rapi di sana. Keberadaan Haruka tentu saja menjadi pusat perhatian, Karna memang ini adalah pertama kalinya dia masuk sekolah di SMA garuda.


Beberapa siswa sudah mulai bisik-bisik sambil memperhatikan Haruka. Apalagi Anya and the gang. Si paling julid dan selalu tidak ingin kalah saing.


"Siapa sih wanita itu. Sok cantik banget deh. Padahal kan cantikan juga gue" ucapnya sambil terus menatap Haruka yang sudah berdiri di tempatnya.


Kedua temannya saling lirik saat mendengar perkataan Anya"Kenapa kalian diam saja. Masih cantikan gue kemana-mana kan sama tu cewek?" tanya Anya dengan penuh penekanan sambil menatap kedua temannya.


"Iya iya. Masih cantikan elo kok Nya. Elo kan si paling cantik cetar membahana di sekolah SMA Garuda. Tidak ada yang bisa ngalahin elo deh pokoknya" timpal teman satunya yang bernama Rere.


"Iya bener, Nya. Tidak ada yang bisa mengalahkan Elo. Apalagi cewek itu. Dari gayanya saja sudah iuuuu, Nggak banget. Norak kampungan" timpal satunya yang bernama Fatma.


"Iya dong, Anya Hermawan. Tidak ada satu orangpun yang bisa nyaingin gue" ucap Anya dengan pedenya.

__ADS_1


"Sttttt. Sudah sudah, Kalian itu berisik saja. Kalau masih tidak mau diam, Ibu nanti akan menghukum kalian setelah selesai upacara. Mau?" kata bu Lulu sambil menatap Anya dan kedua temannya.


"Ya gak mau lah buk. Ya kali kita bertiga mau di hukum" balas Anya pada bu Lulu"Ya kalau gitu di usahakan diam! Jangan berisik" kata bu Lulu sambil berlalu dari sana.


Sejak Haruka memasuki lapangan, Tatapan Nathan terus saja tertuju pada wanita itu, Tidak ada kata yang keluar dari dalam mulutnya, Nathan hanya diam sambil terus memperhatikan Haruka. .


"Si cewek rese jadi petugas, Kok gue gak yakin dia bisa" ucapnya pelan sambil terus menatap ke arah Haruka.


Teman-temannya yang sejak tadi memperhatikan Nathan yang menatap Haruka membuat mereka saling senggol"Jangan di liatin mulu kali Nath, Dia tidak akan kemana-mana kok. Apalagi hilang. Haha" ucap salah satu dari mereka yang ingin menggoda Nathan.


"Berisik lo, Sudah gue bilang. Dia itu bukan siapa-siapa apalagi pacar gue. Ogah gue punya pacar yang modelannya kek begitu. Selera gue masih berkelas kali" balas Nathan tanpa menoleh pada Juan.


"Tapi ya Nath. Kalau gue perhatiin, Haruka itu cantik men, Kelasnya itu bukan kelas sembarangan. Di masuk di kategori cewek elit menurut versi gue" Timpal Azka.


"Bah, Kau lupa apa bagaimana. Gue masih setia menunggu cintanya Amel. Sampai kapan pun, Gue masih ingin bersama Amel. Tak perduli mau sampai kapan aku menunggu" kata Azka sambil menoleh pada Amel.


Amel memanglah mantan kekasih Azka. Hubungan mereka berakhir karna ada sebuah kesalahpahaman yang terjadi beberapa waktu lalu.


"Mau sampai kapan lo menunggu Amel dudul?" balas Juan pada Azka"Sampai Amel lelah nguekin gue dan memutuskan untuk kembali" balas Azka sambil terus menatap Amel.


"Ya semoga saja hari itu datang ya. Kasih juga gua liat lu pasang muka melas begitu. Begini ini kalau orang sudah jatuh cinta, Bikin ribet. Mendingan kayak gue, Jomblo happy. Tak perlu ribet mikirin cewek" ucap Juan lagi.


"Iya karna elo gak laku monyet, Makanya jomblo" timpal Aril yang sejak tadi hanya menyimak. "Ngeselin banget lo, Kayak lo laku aja. Sesama jomblo di larang saling menjatuhkan" balas Juan lagi.

__ADS_1


"Berisik lo pada. Nanti ada bu Lulu datang baru tau rasa. Lupa kalau guru bk kita rada" belum sempat Arka menyelesaikan perkataannya, Bu Lulu sudah benar-benar tiba di sana. "Rada apa?" timpal bu Lulu sambil menatap Arka.


"Alamak. Bu Lulu datang" ucap Juan


Arka yang mendengar suara bu Lulu samsung membalikkan tubuhnya"Eh bu Lulu. Itu tadi maksud saya bu Lulu rada....Rada cantik, Iya bu Lulu rada cantik" jawab Arka sambil cengengesan.


Namun bukan bu Lulu namanya jika langsung luluh. "Kamu, Kamu dan kamu, Nanti temui saya di ruangan bk" ujar bu Lulu sambil menunjuk pada Juan, Azka dan Arka juga Aril.


"Lah bu, Kenapa saya harus di ikut-ikutkan?" Protes Arka seperti biasa.


"Mau tau jawabannya. Sudah berapa kali saya ngingetin kamu, Kalau sekolah jangan pakai anting, Bajunya di masukin. Kamu itu kesini mau sekolah apa mah jadi preman?" ucap bu Lulu sambil menatap Arka.


"Jadi preman bu. Eh" Arka menutup mulutnya saat tanpa sadar memberikan jawaban yang salah. "Eh maksudnya jadi murid bu. Belajar gitu" lanjutnya lagi.


Semua teman-temannya yang mendengar perkataan Arka tentu langsung mengulum bibir. Ingin tertawa tapi takut di tambah hukumannya. "Saya tunggu kalian nanti di ruangan BK" ucap bu Lulu lagi dan langsung berlalu dari hadapan mereka.


"Njirrr jadi preman cuy. Bahahahha, jawaban lo jujur amat Ka" ucap Juan sambil terus mengulum bibirnya"Berisik lo, Ini semua juga gara-gara elo monyet" jawab Arka kesal.


"Mau sampai kapan kalian ngebacot. Liat tuh bu Lulu masih memperhatikan kalian" kata Nathan yang tentu saja langsung berhasil membuat teman-temannya senyap.


Upacara pun sudah di mulai. Haruka menjadi semakin nervous saat semua siswa memperhatikannya"Tenanglah. Semua akan baik-baik saja. Aku yakin dan percaya jika kamu bisa. Kamu pasti bisa melakukan yang terbaik" ucap Syila sambil menepuk pelan pundak Haruka.


"Bismillah, Semoga saja aku tidak mengecewakan kalian, Karna memang ini benar-benar pertama kalinya aku menjadi petugas pengibar bendera" kata Haruka sambil mengambil nafas panjang

__ADS_1


__ADS_2