
"Aku tidak suka melihat mereka terlihat mesra seperti itu" Ujar David sambil mengepalkan kedua tangannya
David menatap intens Emilia dan juga William dengan perasaan tidak suka. Hingga satu akal licik mulai terbesit dalam benaknya. Pria itu mengambil ponselnya dan langsung menghubungi anak buahnya. Tak butuh waktu lama, Panggilan itu langsung di jawab oleh anak buahnya.
π:Halo tuan. Ada yang bisa saya bantu?
π:Saya mau kamu menculik anak Emilia. Cari celah saat mereka sedang bersenang-senang
π:Baik tuan, Siap laksanakan
π:Secepatnya
Setelah itu, David memutuskan sambungan telponnya. Entah kenapa saat melihat Emilia bahagia bersama dengan pria lain membuatnya merasa sangat terluka.
"Aku tidak akan membiarkan kebahagiaan itu bertahan lama Em. Kamu tidak boleh bahagia selain bersamaku" Ucap David dan langsung pergi dari sana
Tanpa dia sadari. Ternyata sejak tadi Siren juga mengikutinya. Wanita itu mengikuti David saat tadi melihat David langsung terburu-buru setelah mendapatkan telfon dari anak buahnya.
"Aku tidak akan membiarkan hal itu terjadi mas. Apapun yang akan kami lakukan. Aku akan mencoba menggagalkan semua rencana busuk mu. Aku tidak akan membiarkan kamu merusak kebahagiaan kak Emil. Karna suaminya jauh lebih baik dari pada dirimu" Ucap Siren sambil menatap David dengan penuh rasa sakit
Karna tidak bisa Siren pungkiri. Hingga detik ini rasa cintanya terhadap David masih sebesar itu. Entah kenapa rasa itu sangat sulit untuk Siren buang.
Siren memang mengikuti David saat mendengar dia memiliki satu rencana jahat untuk Emilia. Wanita itu sudah memutuskan untuk menebus semua kesalahannya yang sudah dia lakukan terhadap Emilia di masa lalu.
"Mungkin dengan cara ini aku bisa mendapatkan maaf dari kal Emilia"Ucap Siren yang terdengar begitu lirih
Di Dalam penginapan
"Sayang, Kita mau langsung jalan-jalan atau mau istirahat dulu?" Tanya Willi pada Emilia
"Kayaknya istirahat dulu ya Wil. Ini juga panas banget. Kita jalan-jalannya nanti sore aja ya"
"Ya sudah boleh sayang. Aku keluar sebentar ya. Mau beliin Nathan camilan. Kamu mau titip sesuatu mungin?"
"Eeemm aku mau di beliin es boba boleh deh. Kayaknya enak tuh" Ucap Emilia sambil mengangkat kedua sudut bibirnya
"Oke sayang. Itu saja?"
"Iya, Itu saja deh"
"Ya sudah. Aku jalan sekarang ya. Baik-baik sama Nathan di sini. Aku gak lama kok" Seru William dan langsung mendekat pada Emilia lalu meninggalkan satu kecupan singkat pada kening Emilia dan juga Nathan
"I Love You" Ucapnya lembut
__ADS_1
"Love you more ayang Willi"
"Papi. Nathan ikut dong?" Ucap Nathan tiba-tiba dan langsung menghentikan langkah William.
Mendengar suara Nathan membuat William membalikkan tubuhnya sambil mendekat pada Nathan Lalu berjongkok di depannya."Nathan mau ikut?" Tanyanya lembut
"Iya papi, Nathan mau ikut. Boleh kan?"
William tak langsung menjawab. Pria itu menatap Emilia"Bagaimana?" Ucapnya
Emilia mengambil nafas berat sambil membalas tatapan William"Baiklah. Kalau gitu mami juga ikut deh"Ucapnya
Emilia yang awalnya malas untuk keluar karna cuaca panas. Akhirnya dengan terpaksa juga ikut karna Nathan tiba-tiba ingin ikut bersama dengan William.
"Ayo kita berangkat
Emilia, William dan juga Nathan kembali keluar dari penginapan mereka. Dan ternyata sejak tadi David selalu memantau Emilia dan juga William dari kamar hotel yang letaknya tepat di sebrang kamar Emilia.
Melihat Emilia keluar bersama dengan William langsung membuat David mengambil kacamata serta topi hitamnya. pria itu bersiap untuk kembali menjadi penguntit Emilia dan William.
Di Tempat Lain
Setelah mengantar William dan Emilia ke bandara. Alex ternyata langsung menemui seseorang yang sudah membuat janji temu dengannya. Pria itu ternyata menemui Seorang Hacker yang di rekomendasikan oleh salah satu anak buahnya.
"Benar pak. Saya Raditya. Ada yang bisa saya bantu?" Tanya orang yang bernama Raditya pelan
Alex tak menjawab. Pria itu mengambil ponselnya dan langsung menunjukkan pesan yang sudah William kirimkan padanya. "Saya dengar katanya anda adalah seorang Hacker yang sangat ahli. Kali ini saya mau anda untuk melacak siapa orang yang sudah mengirim pesan ini pada bos saya" Ucap Alex sambil memperlihatkan pesan itu
Orang yang bernama Raditya langsung mengeluarkan laptopnya untuk melakukan apa yang di minta oleh Alex. Karna keahlian peretas nya, Raditya tidak butuh waktu lama untuk menemukan siapa pelakunya.
"Bagaiman?" Tanya Alex begitu penasaran
"Orang yang sudah mengirim pesan ini ternyata posisinya ada di daerah jakarta. sebentar, Di sini terdeteksi nomor itu terdaftar dalam beberapa sosial media" Ucap Raditya sambil terus fokus pada laptopnya.
"Ternyata pelakunya bernama Kanaya. Jika di lihat dari profilnya, Sepertinya dia adalah seorang modeling"
"Kanaya? Seorang modeling?" Tanya Alex memastikan
"Iya, Sepertinya dia bukan sembarangan model. Followers nya sudah cukup banyak. Coba anda lihat di akun instagramnya, Pasti ada. Kanaya Hermawan" Jelas Raditya lagi
Alex tak lagi menjawab. Pria itu langsung membuka laman instagram dan mencari akun Kanaya Hermawan. Tak butuh waktu lama. Profil Kanaya langsung keluar. Ternyata benar apa yang sudah di katakan Raditya. Jika wanita itu bukan seorang modeling biasa.
"Anda benar. Disini dia juga memiliki followers yang sudah jutaan"Ucap Alex sambil terus melihat setiap foto yang terunggah di sana.
__ADS_1
Namun tiba-tiba saja Alex di kagetkan dengan satu foto yang sedikit blur. Tapi Alex masih bisa mengenali sosok yang ada di foto itu."Kenapa wajahnya seperti wajah tuan muda" Ucapnya pelan
Dari sini Alex langsung bisa menyimpulkan jika wanita yang bernama Kanaya sebelumnya memiliki hubungan yang dia juga kira William.
Setelah urusannya dengan Alex selesai. Raditya langsung pamit pada Alex. Karna dia masih harus menemui anaknya yang sedang terbaring lemah di rumah sakit.
"Maaf pak. Sepertinya urusan kita sudah selesai. Kalau begitu saya permisi dulu. Saya masih harus menemui anak saya di rumah sakit" Ucap Raditya pada Alex
"Baik lah. Terimakasih untuk hari ini" Jawab Alex pelan
Raditya mengangguk" Kalau perlu bantuan lagi, Bisa langsung hubungi saya. Permisi"
Setelah keluar dari restoran. Raditya langsung melajukan motornya menuju rumah sakit. Pria itu akan menemui anaknya yang sudah beberapa hari ini terbaring lemah di ranjang rumah sakit.
Karna menggunakan motor. Oleh karena itu Raditya hanya memerlukan waktu 30 menit untuk tiba di rumah sakit. Pria itu berjalan setengah berlari agar bisa segera tiba di ruangan anaknya.
"Ayah kemana saja?" Tanya anak kecil perempuan saat melihat kehadiran ayahnya
"Maafkan ayah ya sayang. Tadi ayah ada urusan penting. Sekarang sudah waktunya minum obat. Haruka makan dulu ya" Ucap Raditya lembut pada anaknya.
Ternyata Hacker yang tadi Alex temui adalah Daffi, Ayah dari Haruka. Daffi memiliki nama panjang Daffi Raditya dan berprofesi sebagai tukang ojek dan juga seorang Hacker.
Di tempat Lain
William dan Emilia sudah tiba di sebuah mini market. Emilia dan Nathan turun lebih dulu. Sedangkan William masih memarkirkan mobilnya.
Saat William mau turun dari dalam mobilnya. Tiba-tiba saja sda sebuah panggilan masuk yang ternyata dari Alex. Melihat nama Alex yang tertera di sana membuat William dengan cepat menjawab telpon itu.
π:Halo. Ada apa?
π:Maaf tuan muda kalau saya mengganggu. Tapi ini penting
π:Cepat katakan
π:Saya sudah tau siapa pelakunya tuan muda.
Mendengar itu membuat William mengerutkan keningnya. Bukankah tadi pagi Alex mengatakan jika harus nunggu selama kurang lebih 2 hari. Kenapa sekarang tiba-tiba mengabarkan itu.
π:Bukan kah tadi pagi kamu bilang kurang lebih 2 hari
π:Memang tuan. Tapi saya menemukan Hacker yang cukup handal
π:Baiklah. Cepat katakan siapa pelakunya?
__ADS_1
π:Pelakunya