Single Mamy

Single Mamy
Rasa terkejut David


__ADS_3

"Ya kan aku cemburu sayang. Aku gak rela liat kamu di peluk pria lain. Aku terlalu mencintaimu sayangku" Ucap William sambil mengedipkan sebelah matanya


"Iiisshh, Gombal aja terus. Dasar laki-laki" Ucap Emilia sambil mengerucutkan bibirnya


"Jangan gitu dong sayang. Maafin aku yah, Yah yah. Please"


"Gimana ya. Aku pikir-pikir dulu lah ya"


"Kok gitu sih sayang"


"Biarin saja. Siapa suruh tadi main tarik-tarik, Kan tangan aku sakit Wil" Ucap Emilia sambil mengusap tangannya yang kena cakar William


"Ya maaf sayang. Aku janji deh gak gitu lagi" Ucap William sambil mengusap lengan Emilia


Tak berselang lama, Pintu ruangan Emilia terbuka. Ternyata yang datang adalah kedua orang tua Emilia dan juga William. .Melinda orang pertama yang berlari dan mendekat pada Emilia.


"Sayang, Kamu gak kenapa-napa kan nak. Kamu baik-baik saja kan?" Tanya Melinda sambil menatap Emilia cemas


Melihat sang mama seperti itu membuat Emilia menatap Melinda sambil mengangkat kedua sudut bibirnya"Ma, Emil baik-baik saja kok ma. Mama tidak perlu khawatir ya, Emil baik-baik saja" Ucap Emilia sambil memeluk Melinda


"Saat dengar kamu tertembak, Mama benar-benar takut sayang. Mama takut Emil kenapa-napa" Ucap nya sendu


"Ma, Mama kan tau kalau anak mama ini kuat, Emil anak yang kuat kan ma. Jadi mama tidak perlu khawatirkan Emil" Ucap Emilia lagi


Mendengar itu membuat Melinda melepaskan pelukannya, Wanita paruh baya itu menangkup kedua pipi Emilia dan menatapnya penuh cinta.


"Jangan buat mama takut dan khawatir sayang. Kamu tau kan. Mama itu sangat menyayangi kamu"


"Iya ka, Emil tau kalau mama menyayangi Emil"


"Oh iya, Mama kapan sampai" Tanya Emilia sambil menatap semua yang ada di sana


"Mama sudah sampai tadi malam sayang. Hanya saja tadi malam Dika mengatakan jika kamu sudah baik-baik saja dan sudah tidur" Terang Melinda


"Oooh jadi mama sudah bertemu dengan Dika?"

__ADS_1


"Sudah sayang. Bahkan kami semalam menginap di tempat Dika"


"Benarkah" Ucap Emilia pelan


"Iya Em. Mama kamu benar, Semalam kami menginap di tempat sepupumu, Orangnya ganteng baik lagi" Timpal Liana sambil mendekat pada Emilia


"Syukurlah kamu sudah tidak kenapa-napa nak. Mama juga sangat khawatir saat mendengar kamu tertembak"Ucap Liana sambil memeluk Emilia seperti anaknya sendirian


"Mama, Emil baik-baik saja kok" Jawab Emilia sambil membalas pelukan mama mertuanya


"Oh iya Wil. Bagaimana bisa Emilia sampai tertembak. Bagaimana ceritanya?" Tanya Bagaskara pada William


William tak langsung menjawab. Dia masih menoleh pada Emilia dan juga Nathan"Jadi awalnya itu, Aku sama Emil dan juga Nathan mau makan malem pa, Terus setelah sampai di restoran itu, Emiliaa turun dulu, Karna Willi masih harus parkir mobil kan" Terang William


"Iya. Lalu bagaimana bisa Emilia sampai tertembak Wil. Papa bingung sebenarnya"


"Setelah aku parkir mobil, Nah aku cari Emilia di dalam, Tapi Emil sama Nathan tidak ada dimana-mana. Lalu Willi cari di toilet tapi hanya dapet sebelah sepatunya Nathan. William panik dong pa. Sempet minta bantuan sama orang-orang di sana juga. Tapi ya tetep hasilnya nihil"


"Lalu tak lama setelah itu, Emilia telpon dan mengatakan jika Nathan di culik" Terang William lagi


"David Winarto"Jawab William sambil menoleh pada papa mertuanya.


"


"Apa!!! Jadi laki-laki brengsek itu pelakunya" Ucap Wira dengan kedua tangan mengepal kuat


Memang semenjak mendengar jika David tidak pernah memperlakukan Siren dengan baik, Pria paruh baya itu sudah menaham kesal dengan David. Nah sekarang dapet kabar baru jika semua ini terjadi karna ulah David.


"David ini ya, Sepertinya aku harus memberikan pelajaran padanya" Ucap Wira yang terlihat sangat marah


"Tidak perlu pa. Karna William sudah memberikan David pelajaran yang tidak akan pernah terlupakan" Ucap William sambil mengangkat kedua sudut bibirnya


Hal itu tentu saja membuat Emilia dan yang lain merasa sangat penasaran dengan apa yang sudah William lakukan terhadap David. Pasalnya dari senyuman itu membuat semua yang ada di sana menatap curiga William.


"Apa yang sudah kamu lakukan Wil?'Tanya Bagaskara sambil menatap curiga William

__ADS_1


"Tidak ada pa, Aku hanya membuat David tidak bisa berkutik seperti anak ayam yang hilang induknya. Dia sudah berani mengganggu keluarga William. Oleh karen itu, Jangan salahkan William jika membuatnya tidak lagi bisa melakukan apa-apa"


"Papa gak paham Wil. Coba katakan yang bener"


"William sudah membuat perusahaan Winarto lumpuh total pa. Dengan begitu, David tidak akan pernah bisa melakukan hal yang bisa membahayakan orang-orang yang Willi cintai"


Di Tempat lain


Tubuh David masih terpelosot di atas lantai. Hal yang tidak pernah David bayangkan datang bagaikan mimpi buruk yang singgah dalam tidurnya.


Pria itu masih belum bisa menerima kenyataan yang begitu pahit ini. Hanya dalam beberapa jam saja, Dia sudah kehilangan semuanya. Semua harta yang selama ini selalu David agung-agungkan. Dan karna harta itu juga David dengan sangat terpaksa menerima Emilia di gantikan oleh Siren, Adiknya"


Tak lama kemudian. David mengambil ponselnya dan menghubungi asisten di perusahaannya. Pria itu penasaran dengan alasan yang sudah di berikan oleh para Klien. Tak buruh waktu lama. Orange kantor langsung menjawab panggilan David


πŸ“ž:Halo selamat pagi pak.


πŸ“ž:Pagi, Bagaimana bisa semua klien mencabut kerja sama dengan perusahaan kita. Apa alasannya?


πŸ“ž:Mereka tidak memberi alasan yang pasti pak. Tapi sepertinya ini ada hubungannya dengan perusahaan BAGASKARA GROUP


πŸ“ž:Apa BAGASKARA GROUP? siapa nama owner atau CEO perusahaan itu?


πŸ“ž:Kalo owner nya bernama Bagaskara, Dan CEO nya bernabes William bagaskara. Penerus tunggal perusahaan itu


πŸ“ž:William bagaskara? Kirimi saya gambar CEO nya


Setelah mengatakan hal itu, David langsung memutuskanerr sambungan telponnya. Memang selama bekerja sama dengan perusahaan itu, David tidak pernah bertemu dengan owner ataupun CEO perusahaan. Karna memang selama ini Alex yang suka mengurus semuanya.


Dttttt...Dttttttt....Dtttt


Mendengar ponselnya bergetar membuat William langsung membuka pesan yang tentu saja dari sekertaris perusahaannya. Setelah melihat pesan gambar yang di kirim ke ponselnya, David tercengang. Pria itu benar-benar merasa sangat terkejut dengan foto yang baru saja David terima.


"Tidak mungkin. Jadi aku sudah berurusan dengan orang yang salah" Ucapnya sambil menjatuhkan ponselnya


David merasa sangat terkejut saat melihat gambar William suami dari Emilia yang tertera di sana.

__ADS_1


__ADS_2