
[ Sudah saya peringatkan Jangan jadi pelakor! Tapi kamu masih saja menikah dengan laki-laki itu. Jangan salahkan saya jika saya akan melakukan hal yang tidak pernah kamu duga! ]
Emilia memicingkan kedua matanya saat membaca isi pesan itu. Kenapa lagi-lagi Emilia mendapatkan pesan yang seperti itu. Sebenarnya apa maksudnya? Sungguh Emilia merasa sangat bingung untuk itu.
Bukan hanya Emilia. William yang membaca isi pesan itu langsung mengerutkan keningnya"Siapa yang sudah kirim pesan ini Em?" Tanya William sambil menatap Emilia
"Aku juga tidak tau Wil. Apa jangan-jangan kamu sebenarnya sudah punya istri atau kekasih atau " Ucapan Emilia terpotong karna William dengan cepat langsung menimpali omongannya
"Jangan ngaco Em. Aku tidak pernah memiliki wanita lain kecuali kamu" Ucap William sambil menatap Emilia
"Lalu kenapa pesan itu mengatakan jangan jadi pelakor. Dan jangan menikah dengan laki-laki itu. Berarti yang di maksud kamu dong Wil. Kan aku menikah sama kamu"
"Iya memang. Tapi itu bukan berarti aku sudah memiliki wanita lain sebelumnya Em. Hanya kamu satu-satunya wanita yang aku cintai Em. Sungguh"
"Ya sudahlah. Lebih baik kita berangkat sekarang. Takut sampai ketinggalan pesawat" Ucap Emilia dan langsung keluar dari dalam kamarnya meninggalkan William yang masih terdiam.
Setelah membaca pesan di ponsel Emilia. William menjadi penasaran dengan siapa yang sudah mengirim pesan seperti itu pada istrinya.
"Sebenarnya siapa yang sudah mengirimkan pesan seperti itu pada Emilia. Tapi apa tujuannya. Kenapa harus mengatakan Emilia pelakor! Padahal kan selama ini aku tidak pernah punya wanita lain selain Emilia. Hanya Emilia yang selama ini aku cintai" Seru William sambil melangkahkan kakinya keluar dari dalam kamarnya.
Pesan itu berhasil mengganggu pikiran William. William yang mulai menghawatirkan rumah tangganya langsung mengambil ponselnya dan menghubungi Alex untuk mencari tau siapa yang sudah mengirimkan pesan itu pada Emilia.
Karna mau bagaimana pun, William tidak mau jika sampai hubungan rumah tangganya dengan Emilia harus terganggu karna pesan tidak jelas seperti itu. Tak butuh waktu lama, Alex langsung menjawab telponnya.
π:Halo tuan muda, Ada apa?
π:Saya mau kamu mencari tau siapa yang sudah mengirimkan pesan yang tidak-tidak pada Emilia
π:Pesan apa memangnya tuan?
π:Sebentar lagi akan saya kirimkan
Setelah mengatakan hal itu William langsung memutuskan sambungan telponnya. William berjalan cepat dan menyusul Emilia.
"Sayang. Aku pinjam ponselnya sebentar. Aku mau meminta Alex intuk mencari tau siapa yang sudah mengirimkan pesan ini padamu" Ujar William sambil menatap Emilia yang terlihat sedikit berubah
__ADS_1
"Ini. Tolong kamu minta kak Alex untuk mencari tai secepatnya ya Wil. Karna jujur pesan itu selalu mengganggu pikiranku" Jawabnya sambil memberikan ponselnya pada William
Entah kenapa pesan terakhir yang Emilia dapat begitu mengganggu pikirannya. Sudah aku katakan, Jangan menikah dengan laki-laki itu. jangan pernah salahkah saya kalau saya bisa melakukan hal yang tidak pernah kamu duga sebelumnya
Kata-kata itu selalu terbayang jelas dalam benak Emilia. Wanita itu mulai menerka-nerka jika William sebelumnya sudah memiliki wanita lain. Wanita yang kemungkinan besar sudah mengirimkan pesan itu.
"Kalau sampai terbukti sebelumnya William memiliki wanita lain, Aku benar-benar tidak akan pernah bisa memaafkannya. Karna itu sama saja selama ini William sudah mempermainkan aku juga Nathan"Emilia bermonolog dalam batinnya sambil terus menatap William dengan begitu banyak pertanyaan yang terbesit dalam benaknya.
"Wil, Apa aku boleh bertanya sesuatu? Tapi aku mau kamu jujur!" Ucap Emilia dengan tatapan tajamnya
William yang mendapat tatapan tajam seperti itu hanya bisa mengambil nafas berat. Baru tau jika Emilia mempunyai tatapan tajam yang mampu membuatnya merasa ngerti
"Kenapa tatapannya tajam sekali"Seru William dalam batin
"Mau bertanya apa sayang?"
"Tapi kamu harus jujur. Soalnya ini menyangkut hubungan kita"
"Iya, Aku akan menjawab dengan sejujurnya. Memangnya kamu mau bertanya apa?"
"Pernah sih dulu. Waktu masih smp. Memangnya kenapa sayang?"
"Kalau selama 5 tahun belakangan. Apa kamu pernah menjalin hubungan dengan seorang wanita? Atau pernah menjalin hubungan tanpa status yang terakhir ons? Atau"
Perkataan Emilia terpotong saat William dengan cepat menimpalinya"ONS? Maksudnya one night stand? Tanya William sambil menatap Emilia
"Pernah. Bahkan di antara kami sampai memiliki anak"
Mendengar itu membuat Emilia seperti susah untuk sekedar bernafas. Apa Emilia tidak sedang salah dengar. William mengatakan jika dia pernah melakukan ons dengan seorang wanita sampai menghasilkan anak.
"Kamu tidak sedang bercanda kan Wil?" Tanya Emilia yang terdengar begitu lirih
"Aku yakin sayang" Jawab William sambil menggenggam tangan Emilia.
Lagi-lagi perkataan William membuat dada Emilia terasa sangat sesak. Kedua matanya mulai panas serta sudah berkaca-kaca."Jangan sentuh aku Wil. Aku benci sama laku-laki yang bulsyit seperti dirimu" Ucapnya lirih
__ADS_1
William yang melihat Emilia seperti itu langsung mengerutkan keningnya. Pria itu mendekat lalu membawa Emilia dalam dekapannya"Kamu kenapa sayang? Kok sedih?" Tanyanya yang terdengar begitu lembut
"Kamu jahat Wil. Kamu jahat" Ujar Emilia sambil memukul kecil dada bidang William
William menjadi semakin tidak paham dengan Emilia. Pria itu mengerutkan kecil keningnya"Hei. Ada apa sayang? Aku jahat. Memangnya aku jahat apa sayang. Apa aku menyakitimu?" Ucapnya sambil membelai lembut rambut Emilia
"Bulsyit kamu Wil. Pembohong! Bukankah kamu mengatakan jika aku adalah wanita satu-satunya yang kamu miliki. Lalu apa yang tadi kamu katakan?"
William menjadi semakin tidak paham dengan apa yang Emilia katakan"Aku tidak mengerti dengan apa yang kamu katakan sayang. Ada apa sebenarnya, Kenapa kamu tiba-tiba menangis seperti ini sayang? Apa ada yang salah dengan perkataanku?"
Emilia tak langsung menjawab. Wanita itu menjadi semakin terisak dan memukul pelan dada William"Kamu jahat, Kamu jahat!" Lagi-lagi kata itu yang bisa William dengar dari Emilia..
William melepaskan dekapannya. Pria itu menangkup kedua pipi Emilia sambil menatapnya penuh cinta"Hei, Ada apa sayang? Coba katakan yang sebenarnya. Kalau kamu hanya menangis, Aku mana bisa mengerti. Aku kan bukan dukun"
Perkataan William membuat Emilia menatapnya"Kamu itu ya Wil. di saat seperti ini masih sempet-sempetnya bicara begitu, Gak lucu tau" Ujar Emilia sambil mengerucutkan bibirnya
"Kan benar sayang. kalau kamu tidak bilang yang sebenarnya, Mana bisa aku paham. Secara aku bukan dukun sayang. Ayo kamu bicara yang benar. Apa yang membuat kamu seperti ini?" Tanya William lembut sambil mengusap pipi Emilia
"Kamu jawab. Siapa wanita yang sudah pernah menghabiskan malam bersama kamu sampai menghasilkan anak? Tanya Emilia sambil menatap William
Mendengar pertanyaan Emilia membuat William tertawa. Ada apa dengan wanita ini. Apa dia sedang cemburu saat mendengar perkataan William.
"Kenapa kamu malah ketawa Wil?"
William mengambil nafas sambil mengulum bibir, "Kamu cemburu sayang? Itu berarti kamu sudah benar-benar jatuh cinta sama aku sayang" Ucap William pada Emilia
"Kepedean. Ayo jawab! Siapa wanita yang sudah pernah menghabiskan waktu bersama kamu?" Tanya Emilia lagi
"Sayang. Kamu ini bagaimana. apa kamu lupa dengan kejadian 5 tahun yang lalu? Kejadian di mana kita sudah melakukan ONS hingga menghadirkan Nathan di antara kita"
"Jadi maksud kamu wanita itu aku?"
"Ya iyalah sayang, Memangnya siapa lagi"
"Kenapa kamu baru mengatakan. Kamu nyebelin ih" Ucap Emilia sambil memukul kecil lengan William
__ADS_1
"Cie yang cemburu. Pepatah pernah mengatakan. Jika cemburu adalah tanda cinta. Itu berarti kamu sudah mulai cinta sayang"