Single Mamy

Single Mamy
Rela berkorban


__ADS_3

Setelah sambungan telponnya terputus. Melinda langsung bangun dari duduknya. Wanita paruh baya itu sangat terkejut saat mendengar kabar tentang anaknya. Ternyata firasat seorang ibu memang selalu kuat.


"Ada apa dengan Emil Gas?" Tanya Melinda panik


Bagas tak langsung menjawab. Pria paruh baya itu masih menatap Wira. Karna dia takut terjadi sesuatu pada Melinda setelah mendengar kepastian tentang ke adaan Melinda.


Wirayudo yang memahami maksudnya Bagas langsung mengangguk. Akhirnya Bagas mengatakan yang sebenarnya terjadi pada Emilia.


"Gas, Kenapa kamu diam saja. Ada apa sebenarnya Gas?" Tanya Melinda lagi


Bagas mengambil nafas panjang. "E...milia tertembak Mel" Ucap Bagas ragu-ragu


Betapa terkejutnya Melinda saat mendengar hal itu, Melinda terdiam untuk beberapa saat. Wanita paruh baya itu mencoba mencerna perkataan Bagas. "Jangan bercanda kamu Gas. Ini gak bener kan?" Tanya Melinda dengan suara lirih


"Tidak ada yang bercanda Mel. Ini kenyataan. Emilia tertembak" Terang Bagas lagi


"Kenapa bisa Gas. Bagaimana ini bisa terjadi?" Tanya Melinda lagi


"Aku juga tidak tau Mel. Tapi yang pasti saat ini Emilia sedang di operasi"


Setelah mendengar itu, Melinda menatap William dengan kedua mata yang sudah berkaca-kaca"Kita ke bali sekarang pa" Ucap Melinda yang terdengar lirih


"Iya ma" Jawab Wira sambil memeluk Melinda


"Aku akan meminta Alex buat siapkan tiket untuk kita kesana. Kalian bersiaplah" Pungkas Bagaskara dan langsung mengambil ponselnya untuk menghubungi Alex


Tak butuh waktu lama, Alex langsung menerima panggilan itu.


πŸ“ž:Halo selamat malam tuan. Ada yang bisa saya bantu?


πŸ“ž:Alex. Tolong kamu siapkan tike ke bali untuk 4 orang malam ini juga


πŸ“ž:Baik tuan. Kalau boleh tau kenapa sepertinya suara anda terdengar panik?


πŸ“ž:Emilia tertembak. Kita semua akan ke bali malam ini juga

__ADS_1


πŸ“ž: Baik tuan. Akan segera saya siapkan. Secepatnya


Setelah itu, Sambungan telponnya langsung terputus. Alex yang mendengar kabar tentang Emilia tentu saja juga merasa sangat terkejut. Pertanyaan yang sama terbesit dalam benaknya.


"Bagaimana bisa nona Emilia tertembak. Memangnya apa yang sedang terjadi disana"Ucap Alex sambil membuka ponselnya kembali untuk memesankan tiket pesawat buat Bagas dan juga yang lain.


Beruntung, Karna ada penerbangan ke bali jam 20:00. Dengan cepat Alex memboking 4 buah tiket itu dan langsung memberitahu Bagas jika dia sudah mendapatkan tiket untuk mereka terbang malam ini.


Setelah mengabarkan pada Bagas jika Alex sudah mendapatkan tiket. Alex memutuskan untuk memberitahu Widi soal ini, Karna menurut Alex Widi berhak tau soal ini.


Pria itu masuk ke dalam mobilnya dan langsung melakukan mobilnya menuju rumah Widi. Namun sebelum itu, Alex masih membeli makanan untuk sekalian makan malam bersama dengan Widi di rumahnya.


Karna jalanan tidak terlalu padat, Alex hanya memerlukan waktu sekitar 40 menit untuk tiba di sana.


Setelah tiba di rumah Widi. Ternyata wanita itu sedang duduk bersantai sambil main ponsel dan juga ngopi di depan rumahnya seorang diri. Karna memang selama ini Widi hanya tinggal bertiga dengan Emilia dan juga Nathan.


Melihat mobil yang tak asing berhenti tepat di depan rumahnya membuat Widi mengangkat kedua sudut bibirnya. Wanita itu merasa sangat senang saat melihat kedatangan Alex ke rumahnya.


Widi bangun dari duduknya dan menyambut Alex yang baru saja turun dari mobilnya."Sayang. Kamu kesini kok gak bilang-bilang" Ucap Widi pada Alex


"Sengaja. Aku pengen memberikan kejutan buat calon istriku yang paling cantik" Ucapnya sambil mengangkat kedua sudut bibirnya


"Ini makanan buat kita. Aku tau kamu pasti belum makan kan. Oleh karena itu aku memutuskan untuk makan malam bersama di sini. Mengingat kamu hanya sendirian" Seru Alex sambil memberikan paper bag di tangannya pada Widi


"Eemm sweet banget sih sayangku. Dari wanginya saja sepertinya aku tau apa isinya" Ucap Widi sambil menatap Alex


"Apa coba kalau tau?"


"Ayam madu. Bener gak?"


"100 buat calon istriku. Tadi waktu lewat di restoran langganan kita, Aku langsung teringat kamu dan membelikan kamu makanan kesukaan mu ini" Ucapnya lembut


"Terima Kasih sayang" Gumam Widi sambil memeluk Alex


"Sama-sama sayang" Ucapnya lagi

__ADS_1


Saat melihat Widi tersenyum seperti itu membuat Alex menunda untuk mengatakan kabar buruk yang dia bawa. Setidaknya sampai mereka selesai makan malam. Karna Alex sudah bisa menebak pasti seperti apa reaksi Widi saat mengetahui keadaan Emilia.


Jika di lihat dari Cover, Mungkin orang akan mengira Alex pria yang arogan dan juga dingin. Tapi sebenarnya Alex adalah pria paling sabar serta hangat juga sangat lembut terhadap wanita. Seperti apa yang dia lakukan pada Widi.


Di Bali


William berjalan mondar mandir seperti alat setrikaan. Pasalnya sudah lebih 1 jam tapi dokter yang menangani operasi Emilia belum juga keluar. Melihat itu membuat William semakin panik dan khawatir.


Pria itu takut terjadi sesuatu yang tidak di inginkan pada wanitanya. Jika sampai Emilia kenapa-napa, Tidak tau apa yang akan William lakukan pada David.


"Kak. Duduklah. Aku perhatiin sejak tadi kakak mondar mandir terus" Ucap Siren yang sejak tadi memperhatikan William


Mendengar ucapan Siren membuat William duduk dan menatap Nathan yang saat ini sudah tertidur dalam gendongan Siren.


"Aku takut terjadi apa-apa sama Emilia Siren. Jika sampai hal itu terjadi, Akan aku kasih perhitungan laki-laki itu" Seru William dengan penuh penekanan


"Kita berdoa saja ya kak. Semoga kak Emil baik-baik saja" Ucap Siren pelan


Tak berselang lama, Lampu ruangan operasi menyala. Itu menandakan jika operasinya sudah selesai. William dan Siren yang melihat itu tentu saja bisa bernafas lega. Setidaknya hal itu menunjukkan jika operasinya berhasil.


William mendekat saat melihat pintu ruangan operasi sudah terbuka. Dokter Dika keluar dan mengatakan jika operasinya berhasil dan Emilia sudah melewati masa kritisnya.


"Bagaimana keadaan istri saya dokter?" Tanya William pada dokter Dika


"Alhamdulilah kondisi Emilia sudah baik-baik saja. Operasinya berhasil dan dia sudah melewati masa kritisnya. Jika mau menjenguk di harapkan untuk gantian ya" Ucap dokter Dika pada William


"Alhamdulilah. Baik dok, Kami akan menjenguk secara bergantian. Apa sekarang saya sudah bisa menjenguknya dok?"


"Boleh, Silahkan saja ya. Kalau begitu saya permisi dulu"


Setelah kepergian dokter Dika, David langsung masuk ke dalam ruangan operasi. Melihat Emilia terbaring lemah seperti itu membuat hati William terasa sangat nyeri.


Biar bagaimanapun Emilia menjadi seperti ini karna melindungi dirinya dari tembakan David.


"Kenapa kamu harus berkorban sayang. Kenapa tidak membiarkan aku yang tertembak" Ucap William sambil menggenggam tangan Emilia penuh sayang

__ADS_1


"Cepat sadar sayang. Aku lebih baik kesal karna kelakuan mu dari pada harus melihat kamu terbaring lemah seperti ini" Ucap William lagi


Tanpa sadar air mata William berhasil lolos begitu saja. Terlalu sesak saat melihat wanita yang amat di cintainya terluka demi melindunginya. Apakah cinta Emilia sudah sebesar itu? Sampai rela berkorban nyawa demi William.


__ADS_2