
"Kamu sudah berani menggangu ku Nona. Maka jangan salahkan aku jika kamu akan menjadi target yang selanjutnya. Emilia" Ucapnya
Sayangnya orang itu ternyata tidak pernah tau seperti apa wajah Emilia. Yang dia tau hanyalah namanya Emilia dan seorang pengacara baru yang sudah membuat rencana yang sudah dia susun rapi berantakan karna orang yang bernama Emilia.
Emilia memang bukan hanya menjadi seorang pengacara saja. Wanita itu tidak segan-segan turun tangan untuk melawan para penjahat yang menjadi kaki tangan seseorang yang selama ini selalu membuat resah orang-orang karna kasus pembunuhan yang sangat mengenaskan.
Selama ini memang tidak ada yang bisa menemukan siapa dalang dari kasus pembunuhan ini sebenarnya. pasalnya yang menjadi korban adalah seorang wanita muda dengan minimal umur 18 tahun.
6 Bulan belakangan memang sering terjadi sebuah pembunuhan tragis di kota Bogor. Dan korbannya selalu di temukan di sebuah sungai dengan kondisi organ tubuh yang sudah habis tak tersisa.
Para pihak kepolisian sudah menyelidiki kasus ini. Namun yang mereka dapatkan hasilnya nihil. Pembunuh itu selalu bermain rapi sehingga tidak meninggalkan jejak apapun.
Siapa yang akan menyangkan jika seseorang yang memiliki cover baik. dermawan dan suka menolong adalah seorang psikopat gila dan raja tega.
Entah apa yang menjadi motifnya melakukan semua itu. Tapi yang pasti semua organ tubuh yang sudah dia ambil dari beberapa wanita tidak di jual kepada siapapun. melainkan hanya di jadikan sebagai pajangan di sebuah ruangan gelap yang sudah dia siapkan untuk mengeksekusi para korban. pria itu akan memberi formalin pada setiap organ tubuh yang sudah berhasil dia ambil.
"Sempurna. ini sudah benar-benar sempurna" Ucapnya sambil memperhatikan bentuk hati yang ada di hadapan matanya
"Ini benar-benar bisa membuatku terhibur" Ucapnya lagi
Ferdian memang akan selalu tertawa saat melihat hati pertama yang sudah dia ambil 6 bulan yang lalu. Entah mengapa hal itu selalu mampu membuatnya tertawa puas saat melihat bentuk hati yang tak lain adalah milik mantan kekasihnya sendiri.
"Dengan begini. Aku bisa selalu berada di dekatmu honey" Ucapnya lagi sambil memperhatikan sebuah jenazah yang sudah dia berikan obat formalin 6 bulan yang lalu.
Di tempat Lain
Saat ini William sedang membaringkan tubuhnya di atas ranjang yang ber- ukuran sangat besar yang ada di dalam kamar apartemennya. Entah mengapa bayangan wajah Emilia selalu mampu terlintas dan terbayang jelas olehnya.
Suara lembut Emilia selalu terngiang begitu saja. William memperhatikan sebuah foto yang sudah dia ambil di restoran tadi saat sudah selesai makan.
"Kenapa aku harus terlambat menemukan kalian. Apa pencarian ku akan benar-benar sia-sia"
"Emil. Maafkan aku yang sudah merusak hidupmu dan membiarkan mu membesarkan anak kita seorang diri. kenapa kita di pertemukan di saat yang tidak tepat seperti ini" Ucapnya sendu sambil memperhatikan gambar Emilia yang ada di layar ponselnya
__ADS_1
"Kamu benar-benar cantik Emil. Bahkan wajahmu lebih cantik dari pada 5 tahun yang lalu. Apa aku sudah tidak ada kesempatan lagi untuk bisa berkumpul bersama kamu juga Nathan"
Di saat William masih fokus memperhatikan wajah Emilia. tiba-tiba Liana datang dan langsung masuk begitu saja. Karna sebenarnya dari tadi wanita paruh baya itu sudah mengetuk pintu. Hanya saja William tidak menyadari itu.
"Wil" Ucap Liana sambil berjalan ke arah William
Melihat kedatangan sang mama membuat William dengan cepat menyembunyikan ponselnya yang sedang menunjukkan gambar seorang wanita cantik yang tak lain adalah Emilia.
"Mama masuk kenapa gak ketuk pintu dulu?" Tanya William sambil mengerutkan keningnya
"Apa kamu bilang! Mama masuk gak ketuk pintu dulu. Yang ada kamu gak mendengarkan mama. Dari tadi mama panggil-panggil sambil ketuk pintu tapi tidak ada jawaban dari kamu, Jadi ya udah mama masuk aja" Ucap Liana
"Masak sih ma. Kok William gak denger ya"
"Ya itu. Makanya jangan terlalu fokus sama ponsel. lagian kamu ngeliatin apa sih Wil kok sampek gak sadar dengan panggilan mama. Padahal suara mama sudah keras loh tadi"
"Coba mama liat ponselnya" Ucap Liana lagi sambil mencari ponsel William yang sudah dia sembunyikan
"Aksa! Siapa itu Wil?"
"Aksa itu adalah sahabat Wili waktu di Eropa. Memang sih umurnya lebih tua dari Willi, Tapi dia orangnya baik banget ma."
"Masak sih hanya mengabari yang namanya Aksa saja kamu sampek kayak gitu mainin ponselnya. Gak percaya mama"
"Terserah mama deh"
"Ma. Kalau pernikahan William di batalin saja bisa gak ma. Soalnya William sudah menemukan wanita yang selama ini William cari" Ucap William tiba-tiba
Mendengar ucapan William membuat Liana menoleh ke arahnya." Gak ada. Mama sudah sangat cocok sama wanita pilihan mama"
"Tapi ma. Willi kan cintanya sama wanita yang selama ini William cari ma. Wili gak cinta sama pilihan mama"
"Mulai sekarang kamu harus melupakan wanita itu. Kamu harus bisa belajar mencintai calon istri kamu Willi" Ucap Liana dan langsung berlalu dari hadapan William
__ADS_1
Namun langkah kaki Liana terhenti saat suara William kembali menerpa indra pendengarannya.
"Tapi ma. Apa William salah jika ingin menikahi wanita yang William cintai" Ucap William sendu
Mendengar itu membuat Liana kembali menoleh ke arah William yang saat ini sudah berdiri di samping tempat tidurnya
"Bukankah selama ini mama sama papa sudah memberikan kamu waktu untuk mencari calon istri sesuai yang kamu inginkan. Tapi apa, Sudah bertahun-tahun kamu belum juga membawanya ke rumah kita. Dan kesempatan itu sudah berakhir setelah kamu menerima perjodohan dengan wanita pilihan mama 6 bulan yang lalu"
"Tapi ma"
"Sudah Wil. Suatu hari nanti kamu akan bisa mencintai calon istrimu. dia bukan hanya cantik, Tapi juga pintar. Perlu kamu ketahui, dia bukan hanya seorang Desainer, Tapi juga seorang...." Ucapan Liana terpotong saat tiba-tiba Bagaskara datang mencarinya
"Ma. Dari tadi papa cari taunya ada di sini" Ucap Bagaskara
"Eh papa. Iya maaf ya pa. Tadi mama cuma mau bicara saja dengan William"
"Ooh. Yasudah ayo ma. Katanya kita mau makan malam dengan calon menantu" Ucap Bagaskara yang sudah rapi
"Iya ayo pa. Ingat ya Wil. kamu harus bisa belajar mencintai calon istrimu mulai saat ini" Ucap Liana sebelum keluar dari dalam kamar William
Di Tempat Lain
"Kak aku titip Nathan ya. Aku lupa jika malam ini ada janjian makan malam dengan mama Liana juga papa Bagaskara" Ucap Emilia pada Widi
"Oke Em. kalau soal Nathan kamu tenang saja. Aku aku di sini. Cie yang mau makan sama mertua"
"Apaan sih kak. Godain aku terus deh. Yasudah aku berangkat sekarang ya kak. Takut samapi telat"
Tanpa Emilia sadari, Ternyata ada seseorang yang sedang memperhatikannya. Orang itu mengikuti Emilia dan terus memperhatikan Emilia
๐: Target sudah dalam pantauan tuan
๐: Bagus. Pastikan malam ini dia ada dalam genggaman kita
__ADS_1