Single Mamy

Single Mamy
Pengajuan syarat untuk Danu


__ADS_3

Sebelum menjadi orang kepercayaan William, Ales memang sudah menikah dan memiliki seorang putri kecil hasil dari pernikahannya. Namun hal itu tidak pernah Alex publikasikan dan selalu mengatakan jika dirinya adalah seorang single dan tak memiliki satu keluarga pun. Entah apa yang membuat Alex melalukan semua itu.


"Mau makan apa mas? Biar aku masak dulu. Kamu gak bilang kalau mau pulang, Makanya aku belum siapin makan malam" ucap Sari pada Alex


"Tidak perlu sayang. Malam ini kita makan di luar. Kamu siap-siap gih, Aku tunggu ya"


Sari tersenyum bahagia dengan apa yang baru saja Alex katakan. Karna memang hal seperti ini sangat jarang mereka lakukan. Karna Alex yang selalu sibuk dan jarang sekali pulang kerumahnya.


"Oke mas, Aku ganti baju bentar ya"


"Asiiikk, Akhirnya malam ini aku bisa makan malam di luar sama mama juga papa. Lesha bahagiaa banget pa, Coba saja tiap hari Lesha bisa merasakan ini"


"Maafkan papa ya sayang. Tapi kan papa kerja juga buat masa depan Lesha dan juga mama"


"Iya pa, Alesha paham kok" sahut Alesha sambil terus bergelayut manja pada tangan kekar papanya.


"Ayo, Mas. Aku sudah siap" ucap Sari yang sudah keluar dengan menggunakan sebuah dress berwarna merah maron.


Sejenak Alex terdiam. Malam ini istrinya terlihat sangat berbeda, Lebih cantik dan terlihat lebih muda. "Mas, Kok diam saja! Ayo kita berangkat sekarang" ucap Sari dan langsung menyadarkan Alex


"Iya-iya maaf sayang. Habisnya aku benar-benar pangling dengan wajah kamu yang terlihat semakin cantik. Benar-benar cantik" puji Alex sambil menatap Sari


"Mas bisa saja, Udah ah jangan liatin aku seperti itu. Nanti akunya malu"


"Kok malu sih sayang, Kan kenyataannya memang begitu sayang. Kami benar-benar terlihat sangat cantik malam ini"


"Udah ah mas, Jalan sekarang aja yuk. Kaku muji-muji aku terus nanti yang ada aku malah terbang"


"Yaudah, Sayang. Ayo kita berangkat"


Mereka bertiga langsung naik ke dalam mobil Alex. Setelah itu, Alex langsung melesatkan mobilnya dengan kecepatan yang sangat sedang. Malam ini dia akan benar-benar menikmati momen indah bersama keluarga kecilnya. Keluarga yabg sangat karang dia temui.


"Bagaimana pekerjaan kami di sana, Mas. Lancarkan?" tanya Sari pada Alex


"Lancar kok sayang. Alhamdulilah semuanya lancar" kawab Alex sambil melirik sekilas pada istrinya.


"Jaga hati kamu buat aku ya, Mas. Jangan pernah bermain api kalau tidak mau terbakar"


Entah apa alasan Sari mengatakan hal itu! Tapi yang pasti, Itu sudah sangat membuat Alex terkejut sampai menghentikan laju mobilnya. Tiba-tiba raut wajahnya terlihat menjadi panik setelah mendengar perkataan yang terlontar dari istrinya.

__ADS_1


"Kamu kenapa mas, Kenapa berhenti tiba-tiba" tanya Sari sambil menatap Alex


****


Danu masih setia berdiri di depan ruangan persalinan. Pria itu sangat panik serta khawatir terhadap Kumala yang saat ini sedang berjuang mempertaruhkan nyawanya untuk melahirkan anak mereka. Danu memang tidak ikut masuk ke dalam karna tidak di izinkan oleh Mala.


Tak berselang lama, Dokter yang membantu Mala bersalin keluar dan langsung menghampiri Danu"Bagaimana dokter?" tanya Danu saat melihat dokter itu keluar


Dokter itu tak langsung menjawab. Dia masih mengambil nafas berat sambil menatap Danu dengan yang tak bisa Danu tebak.


"Dokter kok diam saja. Bagaimana dengan istri saya dokter? Anak saya sudah lahir dengan selamat kan?" tanya Danu lagi


"Alhamdulilah anak bapak lahir dengan selamat, T-tapi"


"Tapi apa dokter?"


"Istrinya anda kondisinya sedang tidak baik-baik saja. Dia kritis, Terlalu banyak darah yang keluar membuat istri anda kekurangan darah. Tolong cepat carikan darah golongan A-. Karna stok darah itu di rumah sakit ini sedang kosong"


"Apa!! Kritis" ucap Danu yang terlihat sangat terkejut.


"Segera ya pak! Kalau sampai ibu Kumala terlambat mendapatkan transfusi darah, Maka akibatnya akan sangat fatal. Bu Mala akan kehilangan nyawanya"


"Apa saya boleh melihat keadaan istri saya sebentar dokter?"


Danu masuk dengan wajah yang terlihat sangat khawatir. Rasa takut kehilangan tentu saja sudah terbesit dalam benaknya. Bagaimana jika sampai Kumala benar-benar kehilangan nyawanya! Dengan langkah lebar, Danu berjalan ke arah Kumala yang sudah menutup rapat kedua matanya.


"Sayang, Aku mohon tolong bertahan demi aku dan anak kita. Aku masih begitu membutuhkan mu sayang" ucap Danu sambil mencium kening Kumala dengan penuh rasa sayang.


Sedetik kemudian, Danu teringat jika Kanaya memiliki golongan yang sama dengan Kumala, A-. Mengingat hal itu, Danu langsung berfikir akan meminta bantuan terhadap Kanaya.


"Lebih baik aku segera ke tempat Kanaya dan meminta bantuan darinya" ucap Danu dan langsung berlalu dari sana.


Danu melajukan mobilnya sangat cepat. Hanyalah Kanaya harapan satu-satunya yang dia miliki saat ini. Bahkan Danu sudah melupakan satu hal, Dia lupa akan apa yang sudah dia lakukan terhadap Kanaya. Mematahkan hatinya dengan ucapan kata talak yang terlontar begitu saja tanpa memikirkan bagaimana perasaan Kanaya.


Melajukan mobil di atas rata-rata. Membuat Danu hanya menempuh perjalanan selama 25 menit saja.


Tok.....Tok...Tok...


Danu mengetuk pintu rumah Kanaya dengan dada yang kembang kempis. Jujur saja, Danu takut apa yang dia dengar dari dokter menjadi kenyataan. Kenyataan yang akan menjadi mimpi terburuk dalam hidupnya.

__ADS_1


Kanaya yang merasa ada tamu langsung berjalan menuju pintu utama, Mencari tau siapa yang sudah bertamu malam-malam seperti ini.


"Mas Danu. Ngapain kamu kesini?" tanya Kumala saat melihat jika Danu yang datang bertamu


"Bantu aku Kanaya, Aku mohon bantu aku! Hanya kamu satu-satunya harapan yang aku miliki, Aku mohon bantu aku" ucap Danu sambil memohon pada Kanaya.


Hal itu tentu saja membuat Kumala merasa sangat penasaran apa maksud dari perkataan Danu. Wanita itu mengerutkan keningnya"Apa maksud kamu mas. Apa yang terjadi?" tanya Kanaya sambil menatap Danu


"Aku mohon Naya, Berikan darah kamu pada Kumala. Saat ini kondisi dia sedang kritis di rumah sakit karna pendarahan saat persalinan"


Perkataan Danu sejenak membuat Kanata terdiam. Masih tidak paham dengan jalan pikiran Danu saat ini. Apa Danu sedang bercanda, Memintanya memberikan darah untuk wanita yang sudah merebut lelakinya.


"Aku mohon Naya" ucapnya lagi sambil memohon pada Danu


"Kamu bercanda, Mas! Bagaimana bisa kamu memintaku memberikan darah pada wanita yang sudah mengambil kamu dari aku. Maaf, Mas. Aku tidak bisa melakukan hal itu, Apa kamu tau bagaimana rasanya saat penantian ku berakhir sia-sia. Sakit mas! Sakit sekali" ucap Kanaya dengan kedua mata yang sudah berkaca-kaca.


Dadanya terasa sangat sesak saat mendengar permintaan Danu yang tidak masuk akal. Bagaimana bisa Danu melakukan hal ini. Sungguh Danu terlihat seperti pria yang tak punya hati saat meminta wanita yang baru saja dia jatuhkan kata talak di minta untuk memberikan darahnya pada istri mudanya.


"Aku mohon Kanaya, Hanya kamu harapan yang aku punya saat ini. Jika sampai aku terlambat mendapatkan donor darah itu, Kumala akan kehilangan nyawanya" ucap Danu lagi yang terdengar sangat lirih


"Maaf mas. Aku gak bisa melakukan hal itu. Pergi kamu dari sini mas, Melihat kamu saja sudah membuat jantungku berdetak nyeri, Apalagi memberikan darahku pada wanita itu. Maaf, Aku bukan wanita yang mudah melupakan hal yang begitu menyakitkan!"


Setelah mengatakan hal itu, Kanaya langsung bersiap untuk menutup pintu rumahnya kembali. Namun, Danu menahan agar pintunya tidak di tutup oleh Kanaya. Demi menyelamatkan nyawa Kumala, Danu akan melakukan apa saja.


"Aku mohon Kanaya. Tolong, Aku tau kamu pasti sangat luka dengan apa yang sudah aku lakukan, Tapi itu semua aku lakukan di kamu dan juga Salsa"


"Demi aku dan juga Salsa!"


"Perlu kamu tau Kumala. Yang sudah menjadikan kamu seorang top model adalah Kumala. Aku menerima tawaran nikah kontrak dengan Kumala demi kamu dan juga Salsa. Aku mau hidup kamu enak seperti yang kita harapkan"


"Apa maksud kamu ma"


"Agensi model yang sudah menjadikan kamu top model itu adalah milik keluarga Kumala"


"Apa!"


"Aku mohon Naya, Bantu aku menyelamatkan Kumala. Saat ini dia sedang berjuang antara hidup dan mati. Aku mohon!" ucap Danu yang terdengar sangat lirih


"Baiklah. Aku akan memberikan darah untuknya, Tapi dengan satu syarat"

__ADS_1


"Apa syaratnya?"


"Syaratnya"


__ADS_2