
"Lo sengaja ya!" tudingnya. Namun Nathan sama sekali tak menggubris perkataan Haruka. Karna yang ada di pikiran Nathan saat ini hanyalah mereka segera tiba di rumah Haruka. Agar Nathan bisa langsung ke tempat janji temu dengan seseorang.
"Gue gak boleh telat datang" Kata Nathan dalam batinnya. Nathan semakin mempercepat laju motornya. Hingga membuat mereka hanya memerlukan waktu 30 menit untuk tiba di rumah Haruka..
"Thanks" kata Haruka dan langsung turun dari atas motor Nathan
"Hmm. Gue langsung pulang. Masih ada urusan" balas Nathan sambil mengambil helm dari kepala Haruka
"Pulang aja. Lebih cepat lebih baik. Lagian lama-lama sama elo bikin sesak napas"
"Dasar cewek rese" kata Nathan dan langsung melajukan mobilnya pergi dari sana.
Nathan kembali melajukan motornya dengan semakin cepat saat melihat jam di tangannya. Waktu yang dia miliki hanya tersisa 10 menit. Melihat itu membuat Nathan menjadi panik. Pasalnya dia sudah janji untuk datang tepat waktu ke tempat janji temu mereka. Dan waktu yang Nathan miliki hanyalah tersisa 10 menit saja.
__ADS_1
"Gua gak boleh terlambat, Gue harus datang tepat waktu. Karna mau bagaimanapun, Gue harus tanggung jawab atas apa yang sudah terjadi" kata Nathan dan terus mempercepat laju motor itu.
Hingga tak lama kemudian, Nathan bisa sampai di rumah sakit. Tempat dimana dia sudah membuat janji temu dengan seseorang.
Nathan memarkirkan motornya dan berjalan cepat menyusuri koridor rumah sakit yang terlihat cukup banyak orang berlalu-lalang di sana. Nathan mencari ruangan Melati nomor 5.
"Assalamualaikum" kata Nathan setelah tiba di ruangan itu
"Waalaikum salah. Akhirnya kamu datang nak. Tolong bantu ibu mengendalikan Maira, Hanya kamu satu-satunya orang yang bisa menenangkan dia. Ibu mohon, Biarkan Maira menganggap kamu abangnya" kata bu Nina yang terdengar sangat lirih
bu Nina mengambil nafas dalam."Tidak perlu merasa bersalah, Nak. Karna semua sudah takdir" balas bu Nina sambil menepuk pundak Nathan pelan.
Kemudian, Nathan menoleh ke arah Maira yang masih terus menangis. Karna sejak tadi, Gadis itu terus memanggil nama Mike, kakaknya. Melihat itu, Nathan mendekat lalu memeluk Maira. Melalukan hal yang biasa dia lihat dari seorang Mike Dirgantara.
__ADS_1
"Maira, Abang di sini" kata Nathan dengan nada bicara yang di buat sama dengan nada bicara Mike dengan Maira.
"Kak, Mike. Ini beneran bang Mike, Kan? Abang jangan pernah tinggalin May sama ibu ya, Karna Abang satu-satu nya orang yang bisa melindungi kita " kata Maira sambil mengusap wajah Nathan. Karna kecelakaan beberapa waktu lalu, Membuat Maira harus kehilangan penglihatannya.
Ingatan Nathan kembali pada kejadian satu bulan yang lalu. Kejadian tawuran antar geng the boys dengan black Lion yang sudah mengakibatkan Mike harus menjadi korban.
FLASHBACK SATU BULAN YANG LALU
Sudah seperti biasa, Setiap akhir Weekend geng the boys selalu melakukan kebiasaan mereka. Memberi sumbangan pada desa-desa terpencil yang cukup jauh dari kota. Hari itu, Entah kenapa tiba-tiba saja mereka mendapat serangan dadakan dari anggota geng motor lain. Gang motor yang tak pernah di kenal sebelumnya.
"Woooouy, Kalian sudah masuk dalam wilayah kekuasaan kita. Tidak perlu sok menjadi anak baik, Karna kalian tentu sama saja seperti kita, Anak brandal" ucap salah satu dari mereka
"Sorry sebelumnya. Tapi kami kesini hanya untuk melakukan kebiasaan weekend" terang Nathan yang mencoba sopan. Tapi anggota geng black Lion malah langsung menyerang the boys begitu saja. Dan membuat Mike serta Maira yang baru saja tiba menjadi korban.
__ADS_1
"Mike, Maira" teriak mereka saat melihat Mike sudah di babi buta oleh ketua dari geng black lion