
"Kenapa kamu belum sadar juga sayang, Aku sangat merindukan suaramu" Ucap William sambil menggenggam tanga Emilia penuh cinta
William benar-benar merasa sangat sakit melihat keadaan Emilia yang terbaring lemah seperti itu. Hingga tak lama kemudian. Siren datang dengan membawa Nathan yang ternyata sudah bangun dari tidurnya.
Anak kecil itu berlari dan langsung memeluk tubuh Emilia sangat erat. Entah apa yang membuatnya seperti itu, Tapi yang pasti Nathan menangis setelah bangun dari tidurnya. Apa Nathan mengalami mimpi buruk? Sehingga membuatnya terbangun dan langsung menangis seperti itu.
"Mami, Jangan pernah tinggalkan Nathan mami, Nathan mohon. mami harus bangun demi Nathan" Ucap Nathan sambil terus memeluk Emilia sangat erat
William yang mendengar perkataan Nathan tentu saja langsung merasa sangat penasaran dengan apa yang sedang Nathan katakan.
William mendekat dan memeluk Nathan sangat erat"Hei sayang, Nathan kenapa? Kenapa Nathan mengatakan seperti itu? Ada apa nak?" Tanya William sambil membelai rambut Nathan
Bocah kecil itu menoleh pada William sambil terus menangis"Nathan takut mami ninggalin kita papi" Ucapnya yang terdengar begitu pilu
William mengerutkan keningnya"Mami tidak akan pernah meninggalkan kita sayang. Mami orangnya kuat dan hebat. Mami pasti akan sadar demi Nathan dan juga papi" Seru William sangat lembut
Nathan mengangkat wajahnya dan menatap William dengan kedua mata basahnya"Tapi Nathan takut mimpi Nathan jadi kenyataan. Nathan benar-benar tidak mau kehilangan mami" Ucap Nathan lagi sambil terus menatap William
Melihat kedua matanya bulat Nathan begitu sayu membuat William memejamkan kedua matanya. Rasanya ingin sekali menjatuhkan air mata itu. Namun William tahan agar tidak sampai terjatuh di depan anaknya. Karna mau bagaimanapun,William harus bisa terlihat kuat di depan Nathan. Walaupun sebenarnya dialah orang pertama yang sangat terluka ketika melihat keadaan Emilia seperti ini.
William mengambil nafas panjang lalu membuka kedua matanya dan langsung menatap Nathan. Tatapan hangat dan penuh kasih sayang.
"Memangnya Nathan mimpi apa sayang?" Tanya William yang mulai penasaran dengan mimpi yang Nathan alami
"Nathan mimpi kalau mami meninggal papi. Di mimpi Nathan, Mami meninggal setelah menjalankan operasi. Nathan benar-benar takut papi"
Mendengar perkataan Nathan membuat William seakan susah untuk sekedar bernafas. Hal yang sama mulai William takutkan setelah mendengar perkataan Nathan.
"Bagaimana jika sampai apa yang Nathan katakan jadi kenyataan. Bagaimana jika seandainya Emilia benar-benar akan meninggalkan aku? Apakah aku bisa tanpa Emilia. Tapi tidak, Emilia pasti bisa sembuh, Kalau sampai terjadi sesuatu sama Emilia, Akan ku bunuh orang itu" Ucap William dalam batinnya sambil memeluk Nathan kembali
"Itu hanya mimpi sayang. Kamu tau, Mimpi itu adalah Bunga tidur. Jadi Nathan tidak perlu takut ya, Kita berdoa saja semoga mami Emil bisa cepat sadar" Ucapnya sambil membelai punggung Nathan lembut
Di depan Nathan William memang pura-pura kuat dan tegar, Tapi sebenarnya, Di dalam relung hatinya yang paling dalam, William memiliki rasa takut yang jauh lebih besar dari pada rasa takut Nathan saat ini.
__ADS_1
Bagaimana jika apa yang Nathan katakan benar-benar terjadi. Pasti William akan merasa sangat terpukul jika hal itu menjadi nyata. Bagaimana tidak, Emilia seperti ini karna berkorban untuknya.
"Cepat sadar mami, Aku dan Nathan sangat membutuhkanmu" Ucap William dalam batinnya
Rasa takut ini kini sudah benar-benar mengganggu pikirannya. Bagaimana jadinya hidup William jika sampai Emilia pergi untuk selamanya.
Rumah tangga bahagia yang selama ini William harapkan tentu saja hanya akan menjadi sebuah mimpi yang tidak akan menjadi nyata jika apa yang William dan Nathan takutkan terjadi.
Setelah itu David melepaskan pelukannya dan meminta Nathan untuk menjaga Emilia sebentar, Karna dia sedang ada hal penting yang harus di bicarakan dengan Siren.
"Nathan. Nathan disini dulu ya jagain mami. Papi ada urusan sebentar sama tante Siren. Nathan jangan kemana-mana ya nak. Tunggu disini hingga papi kembali" Ucap William dan mendudukkan Nathan di kursi sebelah Emilia
"Iya papi. Nathan akan disini jagain mami"
"Anak pintar" Seru William sambil mencium pucuk kepala Nathan penuh sayang
Setelah itu William melirik pada Siren dan mengajaknya berbicara di depan."Ikut aku sebentar. Ada hal penting yang harus aku tanyakan" Ucapnya sambil melihat ke arah Siren
Siren terus mengekor di belakang William hingga pria itu berhenti di taman yang tidak terlalu jauh dengan ruangan Emilia.
"Ada apa kak? Apa yang mau kakak tanyakan?" Ucap Siren setelah mereka duduk di kursi taman itu
"Apa kamu tau siapa laki-laki yang sudah menembak Emilia? Apakah kamu mengenalnya? Jujur aku tidak mengerti apa alasannya sampai menculik Nathan dan mau menembak ku. Padahal aku sama sekali tidak mengenalnya" Titah William pada Siren
Mendengar itu membuat Siren terdiam untuk beberapa saat. Wanita itu masih cukup bingung dengan apa yang harus dia jawab. "Siren, Kok kaki diam saja. Apa kamu mengenalnya?" Ulang William lagi
"Laki-laki itu David kak. Mantan suami aku, Atau lebih tepatnya mantan tunangan kak Emilia. Pernikahan mereka gagal karna kehamilan kak Emil yang membuatnya terusir dari rumah dan semua itu karna ulahku" Ucap Siren sambil menundukkan wajahnya
William mengejutkan keningnya. Karna selama ini William tidak pernah tau menahu soal ini sama sekali.
"Maksud kamu bagaimana? Aku tidak paham"
"Jadi enam tahun yang lalu, David dan kak Emil sudah bertunangan dan akan menikah setelah kak Emil lulus sekolah, Waktu itu, Entah kenapa aku selalu merasa iri dengan kak Emilia. Hingga satu akal jahat ku muncul dan menjebak kak Emil bersama dengan kakak waktu party kelulusan waktu itu"
__ADS_1
"Apa!! Jadi pelakunya kamu?" Tanya William yang memang belum tau apa-apa
Siren mengangguk"Iya kak, Karna rasa obsesi ku terhadap David, Aku menghalalkan segala cara untuk bisa mendapatkannya. Termasuk membuat kak Emil terusir dari rumah" Terang Siren
"Lalu?"
"Setelah kepergian kak Emil. Akhirnya aku di minta untuk menggantikan posisi kak Emilia untuk menjadi pengantin wanitanya. Karna kau di batalkan pun sudah tidak mungkin. Undangan susah menyebar. Kalau sampai batal, Apa kata orang-orang nantinya"
"Hingga akhirnya aku menikah dengan David sesuai dengan rencana yang aku buat. Karna obsesi itu, Tanpa aku sadari, Ternyata aku benar-benar mencintainya. Awalnya aku sempat berpikir jika aku bisa menggantikan posisi kak Emil di hatinya David, Tapi"
"Tapi apa?" Tanya William saat Siren menggantungkan perkataannya
"Tapi ternyata aku salah. Karna hingga 5 tahun pernikahan kita, Tanpa sehari pun David melewatkan nama kak Emil. Yang ada dalam pikirannya hanyalah Emilia, Emilia dan Emilia. Aku hanya sebatas istri bayangan saja"
"Selama lima tahun, Yang ada di pikiran David hanyalah kak Emil. Hingga anak kami yang menjadi korbannya"
"Dan beberapa hari yang lalu, Tanpa sengaja aku dengar David berbicara dengan anak buahnya. Dia meminta anak buahnya untuk menculik anak kak Emil setelah kalian bulan madu. Dan kemarin David benar-benar melakukan itu kak"
"Maafkan aku kak. Mungkin awal mula semua ini terjadi karna ulahku" Ucap Siren sambil menundukkan wajahnya
"Tidak perlu minta maaf. Aku malah berterimakasih atas apa yang sudah kamu lakukan lima tahun yang lalu. Setidaknya peristiwa itu sudah mempertemukan aku dengan Emilia" Ucap William sambil mengangkat kedua sudut bibirnya
"Bukankah pepatah pernah pernah mengatakan jika setiap kejadian pasti ada hikmahnya" Ucap William lagi
Di saat William sedang mengobrol dengan Siren, Tiba-tiba saja dia tak sengaja menoleh ke ruangan Emilia. Dimana ada dokter dan beberapa suster yang berlari masuk kesana.
Melihat itu membuat William merasa penasaran"Kita lanjutkan nanti. Itu kenapa dokter sama suster terlihat panik masuk ruangan Emilia" Ucap William dan langsung berlari
Berapa terkejutnya William saat melihat kondisi Emilia saat ini."Ada apa sus?" Tanyanya sambil menatap Emilia
"Detak jantung pasien berhenti pak"
"Apa!"
__ADS_1