
"Yah mami. Gagal malam pertama dong" Ucap William dengan wajah yang sangat melas
Emilia yang melihat itu mengulum bibir. Pasalnya raut wajah William terlihat begitu lucu"Gak ada malam pertama Wil. Hari ini aku benar-benar lelah. Aku harap kamu bisa mengerti aku ya Wil" Ucap Emilia dan langsung masuk ke dalam kamar mandi.
"Mami. Kok malah di tinggal sih mi. Mami Emil" Rengek William sambil memperhatikan Emilia yang sudah menghilang di balik pintu kamar mandi.
Melihat Emilia masuk ke dalam kamar mandi membuat William memanyunkan bibirnya. Sepertinya malam ini memang akan gagal buat malam pertama yang sudah di rencanakan oleh William sejak pagi.
"Dasar Emil. Menghancurkan harapan aku saja" Ucapnya sambil duduk di atas ranjang
Sedangkan Emilia. Wanita itu berjalan mondar mandir sambil menatap dirinya dari pantulan cermin. Sebenarnya Emilia tidak ingin mandi. Namun saat mengingat perkataan William tentang ajakannya untuk malam pertama membuat Emilia ingin mandi dan berlama-lama di sana.
Wanita itu berharap jika setelah keluar nanti William sudah tertidur. Namun Emilia salah, Karna pria itu sudah berniat tidak akan tidur sebelum Emilia keluar dari dalam kamar mandi.
"Mami. Ayo dong buruan mandinya. Nanti kalau mami lama papi Wili masuk ya" Ucap William sambil mengetuk pintu kamar mandi
Mendengar hal itu membuat Emilia semakin merinding. Entah kenapa tiba-tiba saja Emilia merasa takut untuk menjalankan malam pertama seperti apa yang seharusnya terjadi di antara pengantin baru.
"Mami Emil. Kalau gak jawab papi Wili buka pintunya ya" Ucap William lagi
Lagi-lagi Emilia merasa sangat terkejut mendengar perkataan William. Emilia tidak pernah menyangka jika William orangnya seperti itu.
"Mami sayang, Papi buka ya pintunya loh ya. Sekalian kita mandi bersama" Ucap William lagi
Di dalam kamar William sudar tertawa tanpa suara. Pria itu membayangkan bagaimana lucunya wajah Emilia setelah mendengar apa yang baru saja dia ucapkan.
"Gak mau di ajak malam pertama. Baiklah, Aku kerjain saja Emilia. Biar kapok. Ada-ada saja menolak ajakan suami" Ucap William dalam batinnya
__ADS_1
Tok..tok..tok..
"Mami. Kalau mami diam saja papi Wili anggap jawaban mami iya loh ya" Ucap William sambil menutup mulutnya menahan tawa
Mendengar kata itu membuat Emilia dengan cepat langsung menjawab perkataan William. "Buka saja kalau kamu berani. Nanti aku sunat mau kamu. Buka saja, Kebetulan di sini ada gunting" Ujar Emilia dari dalam kamar mandi
Sekarang giliran William yang terdiam Tak pernah menyangka jika Emilia akan mengatakan hal ini. Sungguh kata-kata Emilia sangat jauh dari perkiraan William.
"Kok diem papi Wili. Ayo buka. Ini gunting buat sunat kamu sudah ada. Ayo sini masuk" Ucap Emilia
Perkataan Emilia membuat William menelan ludahnya susah" Mati aku. Bukannya dapat malam pertama malah mau di sunat lagi. Dasar istri tidak pengertian" Umpatnya dan langsung pergi dari depan kamar mandi.
"Yaudah, Malam ini kita tidur biasa. Gak usah malam pertama, Tapi hanya malam ini. Besok malam dan malam-malam selanjutnya kamu harus siap untuk menggantikan malam pertama kita yang gagal" Ucap William yang terdengar begitu nyaring pada indra pendengaran Emilia
"Kok gitu. Enak di kamu rugi di aku dong"
"Ya itu resiko. Kami tinggal pilih saja. Mau malam ini adalah malam-malam berikutnya dobel" Ucap William sambil terkekeh
"Ya kenapa tidak mami. Nanti aku belikan obat kuat. Bagaimana? Kamu tinggal pilih sih, Mau malam ini atau" Belum sempat William melanjutkan perkataannya. Tiba-tiba suara Emilia terdengar
"Baiklah baiklah. Terserah kamu kapan saja" Teriak Emilia dari dalam kamar mandi
Mendengar itu membuat William mengangkat kedua sudut bibirnya. Akhirnya perjuangannya tidak sia-sia. Emilia mau dia ajak untuk malam pertama.
"Gitu dong mami. Kalau dari tadi mau kan papi gak perlu repot-repot membujuk"
"Iya itu mau juga karna terpaksa" Ucap Emilia sambil keluar dari dalam kamar mandi.
__ADS_1
Emilia menatap curiga ke arah William yang saat ini sedang senyum-senyum ke arahnya. Senyuman itu membuat Emilia menumbuhkan rasa curiga sekaligus was was.
"Ada apa kamu senyum-senyum mencurigakan seperti itu?" Tanya Emilia sambil menatap tajam William
Pria itu tidak langsung menjawab.William masih mengulum bibir sambil berjalan ke arah sofa dan mengambil sesuatu di sana. "Aku mau kamu menggunakan pakaian ini" Ucap William dan memberikan paper bag yang berisi gaun tidur atau biasa disebut dengan lingerie sambil mengangkat kedua sudut bibirnya
"Apa ini?"
"Liat saja. Aku mau kamu menggunakannya, Jangan lupa dandan yang cantik ya mami, Aku tinggal sebentar. Setelah aku kembali aku mau kamu sudah menggunakannya" Ucap William dan langsung keluar dari dalam kamar itu meninggalkan Emilia yang masih terdiam sambil mengerutkan keningnya.
"Baju apa ini. Kenapa tipis sekali, Astaga. Kenapa dia memintaku untuk menggunakan baju kurang bahan seperti ini" Ucap Emilia sambil mengangkat Lingerie berwarna merah itu
"Masa iya aku harus menuruti permintaan William, Pakai baju setipis ini! Astaga, Ini bahkan sangat pendek"
Tak lama kemudian, Emilia mendengar ada sebuah pesan masuk di aplikasi WhatsApp. Wanita itu membuka pesan yang ternyata dari William.
[ Jangan sampai tidak di pakai ya mami. Kalau mami tidak memakainya. Papi akan memberikan hukuman buat mami Emil ]
Membaca pesan itu membuat Emilia merasa sangat kesal dengan William. Wanita itu tidak henti-henti mengumpat pada William sambil menggunakan baju kurang bahan yang sudah di siapkan oleh William.
"Ada-ada saja. Memang kalau sudah pada dasarnya mesum ya gak bakal berubah. Awas saja nanti ya Wil. Aku akan membalas apa yang sudah kamu lakukan sekarang. Masa iya pake acara mengancam mau kasih hukuman lah, Apa lah. Dasar suami mesum" Umpatnya sambil menatap pantulan dirinya di cermin
"Ya ampun. Kenapa saat menggunakan baju kurang bahan ini aku terlihat seperti wanita malam yang akan melayani pelanggan. Astaga" Ucap Emilia sambil menggunakan bedak juga lipstik berwarna merah ceri.
Setelah itu, Emilia mengikat rambutnya ekor kuda dan menampakkan leher jenjang putihnya. Tiba-tiba Emilia memiliki satu rencana yang akan membalas perlakuan William yang sudah memaksanya menggunakan baju haram ini.
"Kenapa aku baru kepikiran. Liat saja nanti Wil" Ucap Emilia sambil tersenyum
__ADS_1
Entah apa yang saat ini ada dalam pikiran wanita itu. Tapi yang jelas Emilia ingin mengerjai balik William dengan cara yang baru saja tumbuh dan terbesit begitu saja.
"Siap-siap saja nanti Wil" Ucapnya sambil terus mengangkat kedua sudut bibirnya