Single Mamy

Single Mamy
Akhirnya Sah


__ADS_3

Melihat keberadaan Nathan, Kemarahan Wirayudo yang sempat naik ke ubun-ubun perlahan hilang saat wajah imut Nathan. Pria paruh baya itu mendekat ke arah Nathan dan mengambil kedua tangan Nathan sambil menatap kedua matanya.


"Cucu opah" Ucapnya dan langsung memeluk Nathan sangat erat


Nathan yang mendapat pelukan tiba-tiba dari orang asing tentu saja merasa begitu risih. Pasalnya ini adalah pertama kalinya Nathan melihat sosok Wira yang langsung memeluknya begitu erat.


"Opa siapa. Lepasin. Jangan peluk Nathan. Nathan tidak suka di peluk sama orang asing" Ucap Nathan sambil mendorong tubuh Wira agar menjauh dari tubuhnya.


Wirayudo yang mendengar perkataan Nathan langsung merasa begitu sedih. Biarpun tidak pernah bertemu dengan Nathan sebelumnya, Tapi entah kenapa pertemuan pertama ini sudah mampu membuat Wira sayang terhadap bocah kecil yang ternyata adalah cucunya sendiri.


"Ini opanya Nathan. Papanya mami" Ucap Wira sambil mencoba mendekati Nathan


"Opa bohong. Selama ini mami tidak pernah bercerita jika aku punya opa selain opa Bagas. Opanya Nathan hanya satu. Yaitu opa Bagaskara, Hanya opa Bagaskara dan tidak ada yang lain" Ucap Nathan sambil menyembunyikan tubuhnya di belakang tubuh William.


"Emil. Tolong katakan pada Nathan, Jika papa adalah opanya" Ucap Wira yang terdengar begitu sendu pada Emilia


"Sudahlah pa. Berikan Nathan waktu untuk bisa menerima semua kenyataan ini. Selama dia hidup, Nathan memang hanya tau pada papa Bagas dan mama Liana. Oleh karena itu, Mungkin masih cukup sulit untuk Nathan menerima kenyataan yang tiba-tiba saja dia ketahui" Ucap Emilia sambil menatap papanya


"Papa sangat menyesal karna dulu sudah mengusir kamu nak. Maafkan papa"


"Semua sudah berlalu pa. Aku tidak pernah menyalahkan papa atas hal itu, Karna papa tidak akan mengusir Emil kalau saja Emil tidak melakukan hal yang sudah membuat papa sangat kecewa"


Sejak tadi. Widi hanya ikut menyaksikan apa yang saat ini terjadi di depan matanya. Wanita itu tidak ikut berkomentar. Sesekali Widi menatap wajah Wira yang sudah dia ketahui jika Wira adalah ayah kandungnya.


"Seandainya saja aku bisa merasakan apa yang Emilia rasakan. Mungkin aku akan merasa sangat bahagia bisa di peluk oleh ayahku. Tuhan, Jika boleh meminta, Ijinkan aku untuk bisa merasakan pelukan dari laki-laki pertama yang selama ini Widi harapkan" Ucap Widi dalam batinnya sambil menatap ke arah Wira yang terlihat begitu menyayangi Emilia

__ADS_1


"Apa aku salah jika mengharapkan kasih sayang dari ayah kandungku" Batinnya lagi


Widi masih terus menatap Wira dan Emilia. Ada rasa iri dari dalam batinnya. Ingin merasakan apa yang saat ini Emilia rasakan. "Bagaimana rasanya di peluk sama sosok ayah seperti itu" Ucap Widi dalam batinnya.


Widi menundukkan wajahnya sedih. Mau mengatakan hal yang sebenarnya juga rasanya tidak mungkin. Widi hanya bisa melihat sosok Wira tanpa bisa mengatakan jika dia adalah anak kandungnya dengan wanita yang sudah terlupakan.


"Wir, Karna sekarang sudah jelas. Lebih baik kita lanjutkan saja acaranya, Kamu bisa kan menikahkan anakmu dengan anakku" Ucap Bagas pada Wirayudo


Mendengar perkataan Bagaskara membuat Wira menoleh ke arahnya. sepertinya memang apa yang Bagas katakan ada benarnya. Lebih baik acaranya di lanjutkan lagi.


Saat ini Emilia dan William sudah kembali ke tempat di mana mereka akan melanjutkan acara sakral yang sempat tertunda. Wirayudo juga sudah duduk di depan William dan bersiap untuk menikahkan pria itu dengan putri yang amat di cintanya.


"Bagaimana, Apakah acara sudah bisa di lanjutkan lagi?" Tanya pak penghulu pada semua orang


"Iya pak. Kita lanjutkan acaranya sekarang. Biar saya sendiri yang akan menikahkan putri saya dengan calon suaminya" Ucap Wirayudo sambil mengangkat kedua sudut bibirnya.


Setelah mengatakan hal itu, Wira langsung melirik ke arah Emilia dan William yang saat ini terlihat begitu bahagia."Kamu sudah siap kan Wil?" Tanya Wira pada William


"Sangat om. Sayang sangat siap" Ucapnya begitu antusias


Emilia yang mendengar jawaban William mengulum bibirnya menahan tawa saat melihat raut wajah William yang terlihat begitu bahagia. "Tidak pernah menyangka. Jika laki-laki yang akan menikahi ku adalah kamu Wil, Akhirnya hari ini datang juga" Ucap Emilia dalam batinnya sambil menatap William yang sudah siap mengucapkan ikrar janji suci.


"SAYA NIKAH KAN DAN SAYA KAWIN KAN ENGKAU, SAUDARA WILLIAM BAGASKARA BIN BAGASKARA, DENGAN PUTRI KANDUNG SAYA YANG BERNAMA EMILIA BERLIANTI WIRAYUDO, BINTI WIRAYUDO, DENGAN MAS KAWIN SEPERANGKAT ALAT SOLAT DAN 1 UNIT APARTEMEN DI BAYAR TUNAI"


"SAYA TERIMA NIKAH DAN KAWINNYA EMILIA BERLIANTI WIRAYUDO BINTI WIRAYUDO DENGAN MAS KAWIN TERSEBUT, TUNAI"

__ADS_1


"Bagaimana para saksi. Sah?"


"Saaaaah" Ucap mereka secara bersamaan


Mendengar kata sah sudah terucap membuat William meloloskan air matanya. Tidak pernah menyangka, Jika hai ini, Detik ini, Emilia berlianti wirayudo ibu dari anaknya sudah sah menjadi miliknya seutuhnya.


Hal yang selama ini William impikan, Akhirnya menjadi sebuah kenyataan yang sangat membuat nya merasa begitu bahagia. Karna terlalu bahagia, William sampai tidak menyadari saat Liana memintanya untuk mencium kening Emilia.


"Ayo Wil. Sekarang giliran kamu yang mencium kening Emilia" Ucap Liana pada William. Namun William masih terlalu fokus dan senyum-senyum sendiri. Pria itu terlalu bahagia dengan ucapan sakral yang baru saja dia ucapkan.


"Akhirnya Emilia sudah sah menjadi istriku" Batinnya sambil terus mengangkat kedua sudut bibirnya tanpa menyadari apa yang sudah di katakan sang mama


Semua tamu undangan yang melihat raut wajah William juga ikut tersenyum. Apalagi William sampai tidak menyadari panggilan orang tuanya. "Karna terlalu bahagia, Kamu sampai tidak menyadari panggilan mama mu Wil" Ucap Widi yang juga ikut memperhatikan William.


Widi juga ikut tersenyum saat melihat William dan Emilia yang sudah resmi menjadi pasangan suami istri. Tepat seperti apa yang sudah mereka harapkan.


"Akhirnya kalian sudah sah menjadi suami istri Em, Wil. Aku juga ikut bahagia atas pernikahan kalian" Ucap Widi


"William. Apa kamu dengar apa kata mam?" Ucap Liana sambil menepuk pundak William


"Akhirnya kamu menjadi milik ku Em. Aku tidak sabar menanti malam ini" Ucap William tanpa sadar dan bisa di dengar semua orang yang ada di sana


Semua orang yang mendengar itu seketika langsung tertawa. Ucapan William sudah membuat mereka membayangkan apa yang akan William lakukan nanti malam terhadap Emilia.


Sedetik kemudian. Pria itu menutup mulutnya saat baru menyadari apa yang baru saja dia katakan. Wajahnya seketika menjadi merah karna malu dengan perkataannya sendiri.

__ADS_1


"Astaga, Apa yang sudah aku katakan"Batinnya sambil menundukkan wajahnya malu


__ADS_2