
"Kamu pulang sama siapa, Haruka? Pasti sama Nathan kan?" tanya salah satu temannya pada Haruka
"Iya. Secara tadi pagi aku kan berangkat sekolah sama Nathan. Kalau sampai aku pulang tidak bersama dengan Nathan, Nanti yang ada papa akan marah. Papa sudah menitipkan aku sama pria menyebalkan itu" balas Haruka sambil menatap malas pada Nathan.
"Sudah sana. Itu pangeran sudah menunggu" kata Amel sambil mendorong tubuh Haruka.
"Pangeran apaan. Pangeran menyebalkan" balasnya.
Sedangkan Nathan, Saat ini sudah ada di parkiran bersama dengan teman-teman yang lain. Sudah seperti biasa, Mereka akan selalu pulang bersama.
"Nathan, Lo mampir ke markas dulu kan?" tanya Arka pada Nathan
"Gak. Untuk kali ini gue gak bisa ke markas. Soalnya gue mesti anter si cewek rese pulang" balas Nathan sambil menggunakan helmnya.
"Cewek resek? Tapi cantik kan" kata Aril. Pria itu sedikit menyenggol lengan Nathan dan sedikit menggodanya.
"Iya, Kalau gue liat-liat sih Nath. Sepertinya kalian itu cocok jika jadi pasangan kekasih. Serasi begitu, Seperti couple goals" timpal Juan
"Berisik lo pada. Diem gak! Atau kalo masih berisik, Gue panggang lo nanti" gumamnya sambil menatap tajam mereka berdua.
Mendengar perkataan Nathan. Seketika. Arka dan Juan langsung membulatkan kedua matanya. Mereka saling lirik sambil bergidik ngeri saat mendengar perkataan Nathan.
"Buset, Dia mau panggang kita. Di kira kita itu ayam" gerutu Arka
"Sepertinya elo memang mirip sama ayam. Pok pok pok" timpal Juan sambil terkekeh
"Bacot lo. Sudah lah gue mau nyamperin may baby hani Amel"
Setelah mengatakan hal itu, Arka melangkahkan kakinya menuju tempat Amel dan juga kedua temennya. "Eleh, Dasar kang bucin" ejek Juan pada pria itu
Mendengar perkataan Juan membuat Arka menghentikan langkahnya. Pria itu membalikkan tubuhnya"Lebih baik kang bucin dari pada jomblo tak laku-laku" balas Arka sambil menatap Juan.
__ADS_1
Juan mengangkat sebelah sudut bibirnya"Lebih baik jomblo lah, Lebih happy. Mau ngapain aja gak ada yang melarang, Iya gak Ril?" ujarnya sambil melirik pada Aril yang sejak tadi hanya menyimak.
"Heem" balasnya singkat"Idih heem doang, Sakit gigi lu?"
Aril tak lagi menjawab, Pria itu hanya diam-diam memperhatikan Tia seperti biasa. Kedua sudut bibirnya terangkat saat melihat tingkat Tia yang menurutnya lucu.
"Tia cantik juga. Kalau di liat-liat seperti ini, Sepertinya dia cocok untuk menjadi pacarku. Tapi Apakah Tia masih jomblo atau sudah punya pacar" batin Aril sambil terus menatap Tia
Sejak tadi Nathan yang memperhatikan pria itu membuatnya berdehem. Hal itu membuat Nathan berbisik pada Aril, Karna memang posisi mereka cukup dekat.
"Kalau suka, Langsung ngomong aja. Jangan sampai lo nyesel karna keduluan sama yang lain" bisik Nathan tepat di telinga kiri Aril.
Perkataan Nathan tentu saja membuat Aril menoleh ke arahnya sambil mengerutkan keningnya. Bagaimana bisa Nathan paham akan apa yang sejak tadi ada dalam pikirannya.
Nathan sendiri sudah mengulum bibirnya saat melihat ekspresi wajah Aril"Gak usah tegang, Gue paham kalau sebenernya lo suka sama Tia kan,?" kata Nathan lagi
"Sok tau lo, Nath" balas Aril yang masih mau mengelak
"Gak sok tau, Hanya saja gue bisa membaca dari raut wajah lo yang berbinar setiap kali melihat Tia" balas Nathan lagi
"Lama banget sih lo. Lelet kayak keong" ujarnya yang memang cukup lama menunggu Haruka
"Bacot. Kalo lo keberatan, kenapa tadi nungguin gue?"balas Haruka sambil naik ke atas motor Nathan
Nathan menggelengkan kepalanya"Dasar cewek gak tau diri, Numpang aja blagu lu. Kalau saja bukan karna om Daffi, Gue juga ogah nungguin lo yang leletnya kebangetan. Nih pakek helmnya" Nathan memberikan helm yang tadi pagi di gunakan olehnya.
"Gak mau gue pakek helm itu, Gue pakem helm lo aja"
"Gaada, Helm gue ya gue yang make. Kalau elo gak mau pakai helm ini, Ya terserah. Kalau sampai nanti kena tilang sama polisi, Jangan sampai nyalahin gue!" balas Nathan dan langsung menyalakan mesin mobilnya.
Namun sebelum dia melajukan mobil itu, Nathan kembali memberikan helm itu pada Haruka. Dan dengan sangat terpaksa, Akhirnya Haruka mau menggunakannya.
__ADS_1
"Mau gak mau, Lo harus tetep pakek helm ini. Apa kata bokap lo kalau tau anaknya gak pake helm. Nanti yang ada gue yabg dimarahin" kata Nathan lagi sambil menyodorkan helm itu pada Haruka kembali.
"Okeeyyyy. Lain kali lo ganti helmnya. Selain gak guna, Helmnya juga bau" jawab Haruka yang dengan sangat terpaksa menggunakan helm itu.
"Iyalah, Bau. Orang itu helm yang biasa di pakek supir gue. Tadi pagi gue minjem" ujar Nathan dengan tersenyum licik.
Pagi tadi sebelum berangkat ke sekolah, Nathan memang sengaja ingin mengerjai Haruka dengan meminjam helm milik supir pribadi keluarganya.
Haruka yang mendengar itu seketika langsung membuka helmnya"What!! Ini helm supir lo? Bener-bener ya lo, Nathaannnnnnnn" teriak Haruka yang terlihat sangat kesal. Sampai-sampai semua teman-teman Nathan menoleh ke arah mereka.
"Woyyy, Kenapa kok teriak-teriak. Emang paketu ngapain elu cantik?" ujar Juan sambil menatap pada Haruka yang sudah menampakkan raut wajah kesalnya.
Haruka menoleh pada Juan"Kamu nanya?" jawabnya.
"Eleh, Jawabnya cantik, Begitu amat"
Semua teman-temannya yang lain hanya terkekeh saat mendengar jawaban Haruka untuk Juan.
"Kamu Nanyae" kata Aril yang sengaja ingin mengejek Juan, Membuat Juan mengangkat sebelah sudut bibirnya.
Setelah itu, Nathan melajukan motornya. Keluar dari halam sekolah dengan teman-temannya yang mengekor di belakang.
"Pegangan, Gue mau ngebut" kata Nathan pada Haruka. Karna memang setelah pulang sekolah, Nathan masih ada janji temu dengan seseorang di suatu tempat
"Kalau mau ngebut ya tinggal ngebut aja. Ngapain pakek nyuruh gue ngebut. Jangan cari kesempatan dalam kesempitan ya lo" balasnya
"Ya kalau lo gak mau pegangan terserah. Tapi kalau lo nanti jatoh karna gue ngebut, Jangan sampai lo nyalahin gue!"
Setelah mengatakan gal itu, Nathan benar-benar menambah kecepatan laju motornya. Saat melihat jam tangannya sudah menunjukkan pukul 13:30, Membuat Nathan ingin segera sampai di rumah Haruka.
"Duh kenapa udah jam segini aja. Itu artinya waktu gue cuma tinggal 30 menit lagi" batin Nathan sambil terus melajukan motornya semakin cepat. Membuat Haruka yang terkejut reflek langsung melingkarkan tangannya di perut Nathan yang terasa sedikit keras.
__ADS_1
"Lo sengaja ya!" tudingnya pada Nathan..Namun Nathan sama sekali tak menggubris perkataan Haruka. Yang ada di pikirannya saat ini cepat sampai di rumah Haruka agar Nathan bisa segera ke tempat janji temu dengan seseorang.
"Gue gak boleh telah datang" batinnya