
Di tempat yang sama, David masih terus memperhatikan Emilia dan William. Pria itu belum menyadari jika Siren juga menguntit dirinya sejak dari jakarta. "Sepertinya aku sudah tidak bisa membiarkan hal ini terus-terusan. Emilia hanyalah milikku. Milik David Winarto" Ucap David sambil mengepalkan kuat kedua tangannya
Siren yang mendengar itu langsung memikirkan bagaimana caranya agar David tidak bisa melakukan apa yang sudah dia rencanakan."Selama ada aku, Aku tidak akan membiarkan rencana kamu itu berhasil mas. Aku akan menggagalkan dengan cara yang aku bisa." Ucap Siren sambil terus menatap David yang masih memperhatikan Emilia dan William yang sudah masuk ke penginapan.
Setelah memastikan William dan Emilia sudah masuk ke dalam, David juga ikut masuk ke dalam penginapan. Tapi tidak dengan Siren. Wanita itu memutuskan untuk mencari keberadaan ayah kandungnya.
Karna menurut info yang Siren dapat dari mamanya, Baron sudah pindah ke bali setelah kejadian 21 tahun yang lalu. Tepatnya setelah Wirayudo hampir membunuh Baron karna apa yang sudah dia lakukan pada istrinya.
Siren memang sudah menanyakan pada sang mama siapa ayah kandungnya. Walaupun awalnya Melinda masih mau menutupi kebenaran, Tapi karna Siren memaksa, Akhirnya Melinda memberitahu jika ayah kandungnya bernama Baron kusuma. Dan kemungkinan besar saat ini sedang tinggal di kota bali.
"Aku harus mencari ayah kemana. Bukankah Bali begitu luas. Bagaimana bisa aku mencari seseorang hanya bermodalkan nama saja. Sedangkan sama wajahnya saja aku tidak tau" Ucap Siren sambil keluar dari penginapan.
Wanita itu berjalan kaki sambil mencoba mencari sosok ayahnya dengan berbekal nama juga ciri-ciri yang di berikan oleh mamanya.
"Maaf bu mau tanya. Apa ibu pernah kenal atau tau dengan laki-laki bernama baron, Usianya sudah sekitar 49 tahun. Orangnya putih, Rambutnya cepak, terus tingginya sekitar 172cm" Terang Siren ada seorang wanita paruh baya yang dia temui di jalan.
Ibu-ibu itu tak langsung menjawab, Dia masih berusaha mengingat ciri-ciri orang yang baru saja Siren sebutkan. Setelah beberapa detik, Wanita itu menoleh pada Siren saat sudah merasa ingat dengan ciri-ciri yang baru saja Siren katakan.
"Bagaimana bu. Apa ibu pernah melihatnya?" Tanya Siren lagi
"Mungkin yang kamu maksud Baron kusuma. Pria yang selalu menghabiskan waktunya untuk berjudi. Coba saja kamu lihat di club depan sana" Jelas ibu itu sambil menunjukkan tempatnya pada Siren
"Baik bu, Terimakasih" Ujar Siren dan langsung berlalu dari hadapan ibu itu
Setelah itu, Siren berjalan cepat menuju club yang ada di sebrang jalan. Langkahnya semakin lebar saat Siren melihat sosok pria paruh baya dengan ciri-ciri yang dia cari baru saja keluar dari club itu.
__ADS_1
Siren menatapnya tanpa mau berkedip. Memang wajahnya sedikit ada kemiripan dengan pria yang saat ini berdiri tepat tak jauh dari hadapannya. "Apa dia ayah ku. Ayah kandungku" Ujar Siren dalam batinnya
Setelah itu Siren langsung mendekat pada pria yang sedang menatapnya tajam. "Hei, Ngapain kamu liatin saya seperti itu?" Ucap pria itu pada Siren
Siren mendekat"Maaf, Saya sedang mencari seseorang bernama Baron. Apa anda yang bernama Baron kusuma?" Tanya Siren sambil terus menatapnya
Baron yang mendengar pertanyaan itu langsung mengerutkan keningnya"Siapa kamu? Kenapa bisa tau nama saya kalau Baron kusuma?" Tanya Baron lagi
Siren tak lagi menjawab. Wanita itu mendekat dan langsung memeluk sosok pria paruh baya yang kemungkinan besar adalah ayah kandungnya.
"Ayah" Ucap Siren dengan sangat sendu sambil memeluk erat tubuh Baron
Baron terdiam dengan panggilan Siren yang memanggilnya dengan sebutan ayah. Pria paruh baya itu menatap Siren yang sedang memeluknya erat dengan kedua mata yang berkaca-kaca.
"Siapa kamu? Kenapa memanggilku ayah. Saya tidak mengenalmu!" Ucap Baron yang terdengar dingin
"Anak? Jangan bercanda kamu. Datang-datang tiba tiba mengaku anakku. Minggir! Aku tidak pernah merasa memiliki anak perempuan" Ucap Baron sambil mendorong tubuh Siren dan langsung pergi dari sana.
"Ayah" Panggil Siren lagi
"Berhenti memanggilku dengan sebutan ayah" Balas Baron dan langsung kembali melangkahkan kakinya.
Namun langkahnya terhenti saat Siren menyebutkan nama Melinda"Aku anak dari mama Melinda. Wanita yang ayah nodai saat papa Wira sedang ada di luar kota" Ucap Siren dan langsung berhasil membuat Baron melangkahkan kakinya.
Pria itu membalikkan tubuhnya setelah mendengar nama Melinda. Wanita yang hingga detik ini masih begitu dia cintai."Apa maksudmu?" Tanyanya sambil mendekat pada Siren
__ADS_1
Karna memang Baron tidak pernah tau jika Melinda hamil karna perbuatannya kala itu. Karna baik Melinda atau pun Wira tidak pernah mengatakan apa-apa.
Sebelum benar-benar pindah ke bali, Baron memang sempat melihat Melinda sedang hamil besar. Tapi dia tidak pernah menyangkan jika bayi yang ada dalam kandungan Melinda adalah benihnya.
"Aku adalah anak mama Melinda dengan mu ayah. Tapi memang aku baru tau hal ini. Mungkin ayah juga tidak pernah tau jika kejadian itu sudah membuat ku hadir ke dunia ini" Ucap Siren sambil menatap Baron sendu
Di Dalam hotel
"Sayang. Berhubung Nathan sudah tidur. Lebih baik sekarang kima Quality time berdua yuk" Ajak William pada Emilia yang sedang sibuk dengan ponselnya
"Boleh ayang Wil. Tapi sebentar ya, Aku masih mau menyelesaikan 1 bab pada novelku" Jawab Emilia tanpa menoleh ke arah William
William yang mendengar perkataan Emilia mengerutkan keningnya. Karna selama ini William tidak pernah tau jika selain Designer dan pengacara, Dia juga seorang penulis di aplikasi berbayar.
"Novel. Memangnya kamu menulis novel sayang?" Tanya William sambil mendekat pada Emilia
"He'em. Ya iseng-iseng di saat sedang waktu luang saja ayang Wil" Jawab Emilia sambil terus fokus pada ponselnya
"Kalau boleh tau apa judul novelnya sayang. Aku mau baca dong. Tentang apa sih cerita novelnya,?"
Mendengar itu membuat Emilia menoleh ke arah William"Awalnya aku nulis novel tentang kehidupan ku sendiri Wil. Tak ku sangka ternyata begitu banyak peminatnya. Ini sudah novel keduaku"
"Kamu menulis tentang kehidupan kamu sendiri. Maksudnya bagaimana sayang?" Tanya William begitu penasaran
"Iya, Aku menulis tentang malam kelam yang sudah membuatku terusir dari rumah. Aku tulis di novel itu menjadi happy Ending. Tanpa aku sadari, Ternyata harapan aku yang aku tulis menjadi sebuah novel malah menjadi nyata. Kita sekarang di dipersatukan dalam ikatan pernikahan" Ucap Emilia sambil menatap William
__ADS_1
Perkataan Emilia membuat William semakin mendekat dan langsung membawa Emilia dalam dekapan nya"Maafkan aku yang datang terlambat sayang" Ucapnya sangat lembut