Single Mamy

Single Mamy
Ambisi Ferdian


__ADS_3

1 Jam kemudian. Emilia sudah tiba di tempat Ferdian yang saat ini sedang menunggu kedatangannya. Namun betapa terkejutnya Ferdian saat melihat wajah Emilia.


"Emilia" Ucapnya


Ferdian dan Emilia memang sudah saling mengenal sejak masih jaman sekolah menengah atas. Melihat wajah itu membuat Ferdian tertegun untuk beberapa saat.


Bayangan masa lalunya kembali teringat jelas. Semua kejadian mengerikan itu masih terekam jelas pada ingatan Ferdian.


Pria itu mengingat kejadian beberapa tahun yang lalu. Tepatnya saat Ferdian dan Emilia masih duduk di bangku SMA. saat itu


Flashback SMA


Tiiinnnn. Suara bel sekolah membuat semua murid langsung bangkit dari duduknya. Jam istirahat pertama sedang berlangsung. Emilia keluar dari dalam kelas bersama dengan Sintia.


Saat itu Emilia yang tiba-tiba kebelet pipis langsung pamit pada Sintia untuk ke kamar mandi sebentar.


Mendengar itu membuat Sintia jalan lebih dulu ke kantin sekolah. Sedangkan Emilia sudah jalan lebih dulu ke kamar mandi.


Saat Emilia sudah keluar dari kamar mandi. Wanita itu mendengar suara isak tangis di dalam dalam ruangan yang tidak pernah ada siapapun datang kesana. Karna penasaran Emilia pun memberanikan diri untuk melihat apa yang sedang terjadi di dalam ruangan itu


"Tolong jangan bully aku terus-terusan seperti ini. Aku hanya ingin sekolah dan lulus dari sekolah ini" Ucap seseorang yang terdengar begitu memohon


Emilia berjalan mengendap-endap dan mencoba mendengarkan suara siapa sebenarnya yang sedang menangis.


"Jangan pernah bermimpi kamu bisa lulus dari sekolah ini. Akan aku pastikan kamu di keluarkan dari sekolah ini dan" Ucapannya terpotong saat pria berkaca mata bersimpuh di hadapannya.


"Aku mohon. Jangan pernah lakukan itu. Lagian apa salah ku, Kenapa kamu selalu memperlakukan aku seperti ini" Ucap pria berkaca mata


"Kamu mau tau apa alasannya. Karna kamu sudah berani-beraninya mencintai wanita yang aku cintai"


"Siapa maksud kamu. Aku tidak paham"


"Larasati. Dia adalah wanita yang aku cintai. Apa kamu bernah berpikir sebelum menyatakan cinta padanya"


Pria berkaca mata itu terdiam. Baru kali ini dia mengetahui jika alasannya selama ini di bully hanya karna perasaan yang dia miliki untuk Larasati.

__ADS_1


"Pukul dia. Kalau perlu nyawanya sampai melayang" Ucap ketua dari mereka


"Tolong, Jangan lakukan semua ini. Aku mohon jangan pukuli aku, Aku masih ingin membahagiakan bunda. Aku mohon jangan seperti ini" Ucap Ferdian memohon.


Namun mereka masih saja melayangkan beberapa pukulan hingga membuat Ferdian tak berdaya. Tiba-tiba pintu yang tadinya tertutup rapat langsung terbuka lebar karna tendangan seseorang.


"Lepaskan dia" Ucap seorang wanita itu


"Wah. Ternyata ada pahlawannya si cupu" Ucap ketua mereka


"Kalau kalian berani, Hadapi aku. Berhenti menyakiti orang yang sudah lemah" Ucap Emilia dan langsung melayangkan pukulan pada teman sekelasnya yang bernama Tama


"Boleh juga kekuatan loe Emil. Bagaimana kita membuat sebuah perjanjian" Ucap Tama pada Emilia


"Perjanjian? Perjanjian apa yang ingin kamu tawarkan Tama?"


"Aku mau membuat sebuah perjanjian. Kalau seandainya aku kalah, Aku berjanji tidak akan pernah mengganggu si cupu lagi. Tapi kalau sampai kamu kalah. Maka kamu harus mau menjadi babuku selama 1 bulan" Ucap Tama pada Emilia. Dan hal itu masih bisa terdengar dan di lihat jelas oleh Ferdian


"Oke Deal" Ucap Emilia dan langsung melayangkan 1 pukulan pada pipi kiri Tama.


Namun karna Emilia sudah terlatih, Dengan cepat wanita itu menangkis tangan Tama dengan 1 tangannya. Sedangkan 1 tangannya lagi dia gunakan untuk memelintir tangan kiri Tama.


Beberapa teman Tama yang melihat itu langsung melayangkan sebuah pisau kecil ke arah Emilia. Ferdian yang melihat itu sempat mau berteriak. Namun ketangkasan Serta kepekaan Emilia yang sudah begitu tajam membuatnya menghadang pisau kecil itu dengan tangan Tama.


"Aaaaaa. Dasar wanita sialan. BRENGSEK!!" Teriak Tama kesakitan saat pisau yang awalnya di tujukan pada Emilia oleh anak buahnya malah salah sasaran.


"Oke.oke gue nyerah. Mulai hari ini gue tidak akan pernah mengganggu si cupu lagi" Ucap Tama pada Emilia


"Aku mau kamu mengatakannya lagi. Sebentar, Biar aku rekam terlebih dahulu" Ucap Emilia dan langsung mengambil ponselnya untuk merekam semua yang Tama katakan.


Sejak saat itulah. Tama benar-benar tidak pernah lagi mengganggu Ferdian. Karna Emilia Ferdian bisa sekolah dengan tenang hingga lulus dari sekolah MERAH PUTIH. walaupun terkadang Larasati masih sering mengatakan hal yang menyakitkan untuk Ferdian.


Tapi Ferdian masih berusaha menyelesaikan sekolahnya tanpa mau membuat masalah. Saat itu hanga bundanya yang Ferdian pikirkan.


flashback off

__ADS_1


'Janagan pernah berharap aku mau membalas perasaanmu Ferdian. Lihat saja dirimu. Kamu miskin, jelek, cupu. Sangat tidak pantas buat aku. Kamu tau kan siapa aku. biar aku ingatkan. aku adalah primadona dan orang terpandang di sekolah ini'


Kata-kata itu masih bisa terngiang jelas pada indra pendengaran Ferdian.


Ferdian menundukkan wajahnya saat mengingat kata-kata yang Larasati ucapkan saat pria itu mengutarakan perasaan yang dia miliki. Apalagi saat mengingat perlakuan Tama and the gang. selalu mampu membuat Ferdian mengepal kuat kedua tangannya.


Hal itulah yang sudah membuat Ferdian menjadi seorang Syco seperti saat ini. Rasa sakit hati sudah membuat Ferdian gelap mata. Apalagi setelah peristiwa yang mendewasakan bundanya.


Ferdian semakin tidak punya tujuan hidup. Yang ada dalam pikirannya hanyalah sebuah ambisi balas dendam.


Tak lama kemudian Emilia mengerjab kan kedua matanya. Wanita itu masih belum menyadari siapa laki-laki yang saat ini ada di sampingnya.


"Emilia" Ucap Ferdian pelan saat Emilia sudah membuka kedua matanya dengan sempurna


"A....aku dimana. Dan kamu siapa?" Tanya Emilia yang memang sudah tidak mengenali wajah Ferdian


Selama 5 tahun ini, Ferdian memang sudah sangat banyak berubah. Sudah tidak ada lagi kaca mata yang menempel di matanya. Saat ini pria itu terlihat tampan dan lebih dewasa


"Kamu siapa?" Tanya Emilia lagi


Ferdian masih tak menjawab. Pria itu memandang wajah Emilia yang terlihat semakin cantik. Tidak pernah di sangka-sangka jika mereka akan dipertemukan kembali dalam situasi seperti ini


"A....aku Ferdian" Ucap Ferdian pelan


Mendengar sebuah nama yang tidak asing membuat Emilia memejamkan kedua matanya dan mencoba mengingat nama itu


"Ferdian siapa?"


"Aku Ferdian anak SMA MERAH PUTIH yang dulu pernah kamu bantu saat sedang di bully oleh Tama dan teman-temannya"


"Ferdian yang dulu cupu. Tapi kok sekarang kamu begitu berubah" Ucap Emilia sambil memegang kepalanya yang masih terasa pusing


"Aku dimana?" Tanya Emilia lagi saat melihat ke sekeliling ruangan itu


"K....kamu sedang ada di tempatku. Tadi aku menemukan kamu pingsan di tengah jalan" Ucap Ferdian yang sengaja berbohong

__ADS_1


"Maafkan aku sudah membohongimu Emili. Aku tau selama ini aku salah karna hanya mementingkan ambisiku. maafkan aku" Ucap Ferdian dalam batinnya


__ADS_2