
"Cepat sadar sayang. Aku lebih baik kesal karna kelakuan mu dari pada harus melihat kamu terbaring lemah seperti ini" Ucap William lagi
Tanpa sadar air mata William berhasil lolos begitu saja. Terlalu sesak saat melihat wanita yang amat di cintainya terluka demi melindunginya. Apakah cinta Emilia sudah sebesar itu? Sampai rela berkorban nyawa demi William.
"Aku mohon cepat sadar sayang, Jangan seperti ini. Aku terluka melihat kamu seperti ini"Ucap William yang terdengar begitu lirih
Setelah itu. William terus menatap wajah Emilia yang masih setia menutup kedua matanya. Tak berselang lama, Ada perawat yang akan memindahkan Emilia ke ruangan rawat.
"Maaf pak. Ibu Emilia akan kami pindahkan ke ruangan rawat dulu, Karna kondisinya sudah stabil" Ucap suster itu pada William
William yang mendengar itu langsung mengangkat wajahnya dan mengusap kedua matanya yang sudah basah. "Iya suster" Jawabnya pelan
Di tempat Lain
Di tempat lain, Saat ini David sedang berdiam di pantai sambil menatap gelapnya malam. Ada penyesalan dari dalam hatinya karna sudah menyakiti Emilia, Wanita yang amat di cintanya.
"Bodoh kamu David! Bagaimana bisa kamu melukai wanita yang begitu berharga. Dasar tidak berguna!" Umpat David pada dirinya sendiri.
"Bagaimana bisa aku melukai Emilia. Bagaimana jika sampai Emilia tidak tertolong. Apa yang harus aku lakukan" Ucap David lagi
Tiba-tiba saja David teringat akan perkataan William beberapa saat yang lalu. Melihat wajahnya saja sudah membuat David paham jika William benar-benar marah besar atas apa yang sudah David lakukan.
Kalau sampai dia kenapa-napa, Ku bunuh kamu!
Kata-kata itu berhasil mengganggu pikiran David dan membuatnya merasa takut dengan perkataan William.
"Bagaimana jika suami Emilia benar-benar membunuhku" Ucapnya lagi
Setelah itu, David kembali ke mobilnya, Dia mendadak jadi takut saat mengingat perkataan William yang mengatakan jika sampai Emilia kenapa-napa, Maka William akan membunuh David dengan tangannya sendiri.
Di Jakarta
Widi saat ini sudah selesai menyiapkan makanan yang di bawakan oleh Alex. Setelah itu Widi dan Alex makan sambil saling suap. Benar-benar terlihat romantis.
__ADS_1
"Sayang, Ayo buka mulutnya, Biar aku suapi" Ucap Alex pada Widi
"Eeemm sweet banget sih sayangku" Balas Widi sambil menerima suapan dari Alex
Tanpa mereka sadari, Ternyata ada seseorang yang sejak tadi mendengarkan pembicaraan Widi dengan Alex. Melihat kemesraan mereka berdua membuat orang itu mengusap dada kirinya. Rasanya benar-benar sakit sampai ke ulu hati.
"Kenapa rasanya harus sesakit ini. Kenapa aku harus datang di saat yang tidak tepat" Ucapnya sambil terus memperhatikan Widi dan Alex yang sedang bermesraan.
Karna terlalu sakit, Akhirnya Ferdian memutuskan untuk pulang. Sudah tidak bisa lagi melihat wanita yang dicintainya bermesraan dengan pria lain.
Ferdian meninggalkan rumah Widi dengan membawa luka yang teramat sakit. Luka tak berdarah itu sudah membuat Ferdian menjatuhkan air matanya tanpa sadar.
"Kenapa kita harus bertemu lagi kak, Kenapa kita di pertemukan di saat yang tidak tepat. Aku mencintaimu kak, Tapi sepertinya aku tidak akan pernah bisa memiliki kakak" Ucap Ferdian yang terdengar sangat lirih
Sedangkan Widi dan Alex masih terus makan malam romantis ala mereka. Hingga tanpa sadar, Makanan di atas meja sudah mereka habiskan tanpa sisa.
"Sayang, Kamu mau aku buatkan kopi atau teh?. Sekalian kita ngobrol-ngobrol" Ucap Widi sambil membereskan meja makannya
Widi tak lagi melanjutkan pekerjaannya. Wanita itu duduk sesuai apa yang Alex katakan"Mau bicara apa sayang. Memangnya penting?" Tanya Widi sambil menatap Alex
Alex tak langsung menjawab. Pria itu masih menatap Widi dengan tatapan yang tak bisa di artikan. Dan hal itu membuat Widi mengerutkan keningnya.
"ada apa sayang. Kenapa kamu bikin aku penasaran saja" Ucapnya
"Emilia tertembak" Pungkasnya sambil menatap Widi
"Jangan bercanda sayang" Ujar Widi yang masih tidak percaya
"Siapa yang bercanda sayang. Aku mengatakan yang sebenarnya, Emilia tertembak. Dan saat ini dia sedang di operasi di rumah sakit di bali" Terang Alex lagi
Mendengar perkataan Alex membuat Widi terdiam beberapa saat. Masih mencoba mencerna perkataan Alex."Aku harus kesana" Pungkasnya yang langsung terlihat panik
Alex yang melihat Widi seperti itu langsung menggenggam tangannya. Alex bisa lihat jika Widi begitu terkejut saat mendengar berita tentang Emilia.
__ADS_1
"Besok saja. Ini sudah malam sayang. Besok aku akan menemanimu" Ucap Alex lembut
Widi sangat terkejut saat mendengar berita tentang Emilia. Wanita itu benar-benar merasa takut ada sesuatu yang terjadi pada Emilia. Karna mau bagaimanapun, Widi begitu menyayangi Emilia.
Meninggalkan Widi dan Alex, Saat ini kedua orang tua Emilia dan juga William sudah terbang dari jakarta ke bali. Setelah mendapat kabar jika Emilia terluka, mereka berempat langsung meminta Alex untuk mencari tiket pesawat yang akan terbang malam itu juga.
Wira menatap Melinda yang terlihat sangat terpukul mendengar kabar tentang Emilia. Beruntung Melinda memiliki persediaan obat, Sehingga jantungnya tidak kambuh saat mendapat kabar buruk itu.
"Bagaimana ini pa. Bagaimana jika seandainya Emilia kenapa-napa. Mama tidak mau jika sampai harus kehilangan Emilia pa" Ucap Melinda pada Wirayudo
Mendengar perkataan Melinda membuat Wirayudo membawa Melinda dalam dekapannya.
"Sabar ma, Jangan berpikir yang tidak-tidak. Emilia itu anak kuat, Dia pasti akan baik-baik saja. Papa percaya itu" Seru Wira sambil membelai rambut Melinda
"Memang pa. Tapi bagaimana jika seandainya apa yang mama takutkan terjadi. Kenapa Emil bisa sampai tertembak. Memangnya apa yang terjadi di sana?" Ucap Melinda di sela isak tangisnya
"Nanti kita cari tau ya ma. Mama doakan Emilia, Supaya Emil baik-baik saja" Ucap Wira lagi
Liana yang melihat Melinda seperti itu tentu saja ikut merasakan apa yang saat ini Melinda rasakan. Tanpa sadar air mata Liana jatuh begitu saja saat membayangkan bagaimana keadaan Emilia saat ini.
Tanpa terasa 1 jam sudah berlalu. Pesawat yang mereka tumpangi sudah tiba di bandara bali. Setelah turun dari pesawat. Bagaskara langsung menghubungi William untuk menanyakan di mana alamat rumah sakit tempat Emilia di rawat. Tak butuh waktu lama, Panggilan itu langsung di jawab oleh William.
π:Halo pa. Ada apa?
π:Sherlock tempat Emilia di rawat. Saat ini papa, Mama dan juga kedua orang tua Emilia sudah tiba di Bali
π:Apa! Papa saat ini sudah ada di bali?
π:Iya. Cepat kirim lokasinya. Papa kesana sekarang juga
Setelah itu, Sambungan telponnya terputus. William langsung mengirimkan alamat lokasi rumah sakit tempat Emilia di rawat. Kemudian William kembali menatap Emilia yang hingga detik ini bel sadar juga.
"Kenapa kamu belum sadar juga sayang. Aku sangat merindukan suaramu" Ucap William sambil menggenggam tangan Emilia
__ADS_1