
"Siap-siap saja nanti Wil." Ucap Emilia sambil mengangkat kedua sudut bibirnya
Entah apa yang akan Emilia lakukan terhadap William, Tapi yang pasti Emilia baru saja menemukan cara yang pas untuk mengerjai William balik.
Dtttt Dttttt Dtttt
Emilia melirik ponselnya yang bergetar, Wanita itu melihat ada sebuah pesan masuk dari nomor tidak di kenal. Mata Emilia memicing saat membaca isi pesan itu.
[ Jangan jadi pelakor ]
Setelah membaca isi pesan itu tentu saja membuat Emilia mengurutkan keningnya. Apa maksud dari pesan yang baru saja dia baca, Emilia benar-benar tidak mengerti dengan isi pesan yang baru saja dia baca.
"Apa maksudnya. Jangan jadi pelakor? Memangnya siapa yang ingin menjadi pelakor. Ada-ada saja" Ucap Emilia sambil meletakkan ponselnya kembali.
Namun entah kenapa pesan itu berhasil mengganggu pikirannya, Perasaan selama ini Emilia tidak pernah merasa dekat dengan seorang pria. Kecuali William. Tapi kan William sendiri. Tidak memiliki istri, Dan sekarang sudah sah menjadi suaminya.
Dttt Dtttt Dttt
Ada satu notifikasi lagi. Dengan cepat Emilia membuka isi pesan itu, Pesan yang ternyata dari nomor yang sama.
[ Jangan jadi perebut suami orang ]
Lagi-lagi pesan seperti itu yang Emilia dapat. Sebenarnya apa maksud dari perkataan orang ini. Emilia benar-benar merasa sangat bingung untuk itu.
"Dasar orang tidak jelas. Yang benar saja mengatakan aku pelakor. Memangnya aku sudah merebut suaminya" Ucap Emilia yang terlihat begitu kesal setelah membaca pesan itu.
Karna pesan itu Emilia sampai tidak menyadari jika William sudah kembali ke dalam kamarnya. Wanita itu belum menyadari bahwa William memandangnya tanpa berkedip sedetikpun.
William benar-benar merasa sangat terpesona dengan kecantikan Emilia. Bukan hanya itu, Bahkan lekuk tubuh Emilia menyapu pandangan William yang membuatnya meneguk ludahnya susah.
"Cantik sekali mami" Ucap William sambil mendekat ke arah Emilia
Namun Emilia tak menjawab perkataan William. Wanita itu masih sibuk dengan pikirannya sendiri setelah membaca isi dari pesan yang baru saja dia terima.
"Sebenarnya apa maksud orang ini" Ucap Emilia pelan.
Tanpa Emilia sadari, Ternyata sudah ada tangan yang melingkar sempurna di perutnya. Siapa lagi kalau bukan William. Pria itu membisikkan sesuatu yang langsung membuat Emilia tersadar fan kembali fokus.
__ADS_1
"Kamu cantik sekali mami. Papi Wili benar-benar pangling" Ucap William tepat di telinga kanan Emilia
Suara William berhasil membuat Emilia merasa sangat terkejut. Apalagi saat ini wanita itu sudah menggunakan Lingerie yang sudah sengaja William siapkan untuknya. Wanita itu membalikkan tubuhnya dan menghadap ke arah William yang sudah tersenyum begitu manis.
"Sejak kapan kamu kembali Wil?" Tanya Emilia sambil menatap William
"Itu tidak penting mami. Yang terpenting saat ini, Kita harus membuatkan adik untuk Nathan"
Emilia tak langsung menjawab. Wanita itu memandang William yang terlihat begitu bahagia. Entah apa yang sudah membuatnya tak henti-henti tersenyum seperti itu.
Berada di jarak sedekat ini membuat jantung Emilia berdegup begitu kencang. Bahkan sebelumnya Emilia tidak pernah merasakannya, Saat dulu bersama dengan David pun Emilia tidak pernah merasakan jantungnya bertalu secepat ini.
"Aduh. kenapa ini. Kenapa jantungku berdetak secepat ini. Ucap Emilia sambil terus menatap William
"Apakah mami Emil sudah siap untuk malam ini?" Pungkas William sambil memainkan sebelah alisnya.
Emilia yang sejak tadi hanya fokus pada detak jantungnya langsung tersadar dengan perkataan William."Seperti yang sudah papi liat. Tapi sebelumnya mami ingin papi minum dulu. Sebentar mami ambilkan"Ujar Emilia sambil tersenyum dan langsung mengambilkan air di atas nakas yang sudah Emilia siapkan beberapa saat yang lalu.
"Ini papi minum dulu ya"Ucapnya sambil menyerahkan segelas air putih dan juga segelas air putih untuk dirinya sendiri
"Bagus Wil. Kamu habiskan minuman yang sudah aku campur dengan obat pencahar, Siap-siap saja nanti kamu akan bolak-balik kamar mandi dan gagal untuk malam ini" Ucap Emilia dalam batinnya sambil terus tersenyum karna membayangkan jika William akan mules-mules dan malam ini mereka gagal malam pertama.
Sedangkan William yang melihat Emilia menghabiskan minumnya juga ikut mengangkat kedua sudut bibirnya. Pria itu teringat akan kejadian beberapa saat yang lalu. Tepatnya saat Emilia baru selesai menggunakan Lingerie
*Beberapa saat yang lalu
Beberapa saat yang lalu. Lebih tepatnya saat William sudah kembali dari luar. Pria itu tidak sengaja mendengar mendengar dan melihat apa yang sudah Emilia lakukan. Melihat itu membuat William meminta orang suruhannya untuk membelikannya obat perangsang*.
"*Siap-siap papi Wili. Sebentar lagi aku pastikan kamu akan bolak-balik ke kamar mandi. Rasain. Siapa suruh maksa dan ngancam aku" Ucap Emilia sambil mencampurkan obat pencahar yang selalu dia bawa di dalam tasnya.
Karna memang selama ini Emilia sering susah pup. Oleh karena itu dia selalu menyediakan obat pencahar untuk menjaga-jaga. Tanpa Emilia sadari, Ternyata William ada di sana dan mendengar serta melihat apa yang sudah Emilia lakukan.
"Kita lihat saja mami. Malam ini apa yang akan terjadi. Apakan harapanmu akan menjadi kenyataan atau malah sebaliknya" Ucap William sambil menatap Emilia dari celah pintu.
Tak lama kemudian, Orang suruhan William sudah datang dengan membawa obat perangsang sesuai dengan apa yang William minta. Pria itu mengambil 2 gelas air putih dan langsung di campurkan dengan obat perangsang.
"Kita akan mengulang seperti kejadian malam itu mami" Ucapnya sambil mengangkat kedua sudut bibirnya
__ADS_1
William sengaja mencampurkan obat perangsang itu dengan minuman milik Emilia juha dirinya sendiri. Karna jujur, sebenarnya William juga tidak tau harus bagaimana memulainya. Biar bagaimana pun, Malam itu terjadi karna mereka berdua ada dalam pengaruh obat juga Alkohol.
Dan tepat saat William kembali ke dalam kamarnya, Pria itu tidak sengaja melihat Emilia mencampurkan obat perangsang dengan minuman nya. Melihat itu membuat satu hal terbesit dalam benak William untuk memberikan obat perangsang pada minuman Emilia juga minumannya sendiri*.
"Kita lihat apa yang akan terjadi mami" Ucap William sambil menukar minuman yang sudah di siapkan Emilia dengan minuman yang sudah dia siapkan.
Untungnya saat ini Emilia sedang fokus pada ponselnya. Sehingga tidak menyadari keberadaan William di sana yang sudah menukar minumannya.
"Aduh. Kenapa tubuhku panas dingin seperti ini ya" Ucap Emilia sambil mengibaskan kedua tangannya pada wajahnya yang terasa panas.
"Wil, Bantuin aku dong Wil. Ini kenapa tubuhku jadi panas dingin begini. Aduh. Aku lepas saja bajunya" Ucap Emilia sambil melepaskan bajunya. Wanita itu tidak sadar jika saat ini hanya menggunakan daleman saja.
Melihat Emilia seperti itu membuat William mendekat dan langsung mencium bibir Emilia begitu lembut. Sehingga ciuman itu semakin panas dan semakin menuntut.
Emilia menikmati setiap sentuhan yang di berikan oleh William. Malam ini, Mereka kembali melakukan adegan panas seperti yang pernah mereka lakukan malam itu. Malam yang sudah menghadirkan Nathan di antara mereka berdua.
"Terimakasih untuk malam ini mami. Ternyata masih sama seperti 5 tahun yang lalu" Ucap William sambil merebahkan tubuhnya di samping tubuh Emilia. Pria itu menutup tubuh polosnya dengan satu selimut yang sama dengan Emilia.
Di saat seperti ini. Tiba-tiba saja Emilia teringat akan obat pencahar yang sudah dia campurkan dengan minuman William. Wanita itu merasa sangat heran kenapa obatnya tidak ada reaksi?
William yang menyadari raut wajah Emilia langsung membalikkan tubuhnya dan menghadap ke arah Emilia yang masih terlihat diam saja.
"Kenapa obatnya gak ada reaksi ya? Masa iya sudah kadaluarsa. Tapi kan aku bari beli beberapa hari yang lalu. Kayaknya gak mungkin deh" Emilia bermonolog dalam batinnya
"Kenapa mami bengong saja. Lagi mikirin apa?" Tanya William yang pura-pura tidak tau apa-apa
"Aku heran deh Wil. Kenapa obat pencahar yang aku taruh dalam minuman kamu gak ada reaksi ya" Jawab Mala tanpa sadar
Sedetik kemudian, Wanita itu menutup mulutnya saat sudah menyadari apa yang sudah dia katakan"Astaga. Kenapa aku malah mengatakan pada William" Batinnya
William semakin mendekat ke arah Mala sambil membisikkan sesuatu yang langsung mampu membuat Mala mengangkat sebelah sudut bibirnya.
"Karna aku sudah menukar minuman itu dengan minuman yang sudah aku campur dengan obat perangsang. Dan membuat kamu begitu liar mami. Papi suka itu" Ucap William dan membuat wajah Emilia merona karna malu saat mengingat apa yang sudah dia lakukan saat sedang bercinta tadi.
"Apa! Jadi kamu sudah menukarnya. Dasar pria mesum memang" Ucap Emilia sambil mengangkat sebelah alisnya.
"Itulah akibat karna sudah berniat untuk mengerjai suami. Bagaimana rasanya senjata makan tuan mami" Ucapnya sambil terkekeh
__ADS_1