Single Mamy

Single Mamy
Hukuman dari William


__ADS_3

"Kamu" Ucap Melinda sambil mencoba mengingat siapa dokter itu. Wajahnya benar-benar tidak asing untuk Wira dan juga Melinda


"Tante Melinda, Om Wira" Ucap dokter Dika sambil mengambil tangan Melinda dan mencium punggung tangannya secara bergantian dengan Wira


Wira dan Melinda masih belum bisa mengingat siapa dokter muda itu. Merek berdua saling lirik dan membuat dokter Dika paham apa maksud lirikan Melinda pada Wira.


"Om sama tante memang pasti sudah lupa sama aku. Ini aku Dika tante, Om. Anaknya ayah Alberto dan bunda Mayang" Ucap Dika sambil mengangkat kedua sudut bibirnya


Mendengar itu membuat Melinda langsung memeluk Dika. Pantas saja Melinda tidak bisa mengingat. Karna terakhir mereka bertemu saat usia Dika masih 10 tahun.


"Astaga. Jadi kamu Dika anaknya mas Al. Gak nyangka loh Dik, Kamu sekarang sudah sebesar ini dan sudah menjadi dokter" Ucap Melinda sambil terus memeluk Dika. Keponakannya yang sudah 15 tahun ini tidak bertemu.


"Iya tante, Ini Dika.Dika baru saja pulang ke indonesia setelah ditugaskan di rumah sakit ini. Baru tadi pagi Dika sampai tante, Dan Dika belum kasih tau Bunda sama ayah soal ini" Terang Dika pada Melinda


"Jadi mas Al sama mbk Mayang belum tau jika kamu sudah di sini?" Tanya Melinda


"Iya tante. Sengaja Dika memang mau kasih kejutan buat mereka berdua. Weekend ini Dika mau pulang ke jakarta" Terang Dika sambil mengangkat kedua sudut bibirnya


"Oh iya, Tante kesini pasti mau jenguk Emilia kan. Tadi Dika yang sudah bantu operasi Emilia. Sekarang dia sudah sadar tante, Tapi tadi Dika minta untuk istirahat dulu. Paling sekarang sudah tidur"


"Dika saranin, Sebaiknya sekarang tante pulang dulu dan balik lagi besok. Tante sama om nginep dimana? Apa mau nginep di tempatnya Dika, Kebetulan tempat Dika ada 3 kamar. Bagaimana?" Tawar Dika sambil melihat mereka


Melinda tak langsung menjawab. Wanita itu masih menoleh pada Bagaskara dan juga Liana untuk meminta persetujuan dari mereka berdua. "Bagaimana Li. Gas? Apa kalian mau jika malam ini kita bermalam di tempatnya Dika?" Tanya Melinda pada Liana dan Bagas


"Kalau aku sih mau-mau saja Mel. Papa bagaimana?" Tanya Liana pada Bagas


"Papa ikut bagaimana kalian saja"


Mendengar itu membuat Dika mengangkat kedua sudut bibirnya. "Berarti mau ya tante, Om?" Tanya Dika sambil menoleh pada mereka


"Iya mau Dik" sahut Melinda


"Dik, Apa tante benar-benar tidak bisa melihat kondisi Emilia ya?"


"Di sini peraturannya sudah seperti itu tante. Di larang menjenguk pasien di atas jam 20:30. Keadaan Emilia sudah baik kok tante, Tante gak perlu khawatir"

__ADS_1


"Baiklah. Tante percaya sama kamu. Kalau boleh tau di dalam ada siapa saja?"


"Ada suaminya sama anaknya sama Siren sih tante. Kenapa memangnya?"


"Tidak papa"


Setelah itu, Melinda, Wira, Bagas dan Liana keluarga dan mengekor di belakang tubuh Dika. Mereka kembali masuk ke mobil Alphard yang tadi sudah membawa mereka ke tempat ini.


"Kita mau langsung ke penginapan bu, Pak?" Tanya supir sama mereka


"Tidak pak. Kita ikuti mobil itu" Seru Wirayudo sambil menunjukkan mobil Dika yang ada di depannya


"Baiklah" Jawab si supir


Bagaskara dan Liana yang sejak tadi merasa sangat penasaran dengan Dika, Akhirnya memutuskan untuk menanyakan pada Wira dan Melinda siapa dokter itu sebenarnya.


"Mel, Wir. Sebenarnya siapa dokter itu, Kenapa kalian terlihat sangat kenal?" Tanya Liana yang sejak tadi penasaran


"Dia anak dari kakak ku Li, Kak Alberto" Terang Melinda sambil menoleh pada Liana


"Punya, Tapi sejak kecil kami memang tinggal terpisah. Aku tinggal bersama dengan papa. Sedangkan mas Alberto tinggal bersama dengan mama" Terang Melinda


Melinda memang memiliki saudara laki-laki. Namun saat usianya 15 tahun. Kedua orang tuanya memutuskan untuk berpisah, Karna hubungan kedua orang tuanya memang sudah tidak bisa untuk di pertahankan lagi.


Akhirnya Melinda tinggal dengan mamanya. Sedangkan Alberto tinggal bersama dengan mamanya. Kehidupan broken home sejak usinya remaja.





Tanpa terasa malam sudah berlalu. Emilia mengerjab saat merasa nyeri di bagian punggungnya. Wanita itu memilih untuk duduk sambil sedikit bersandar. Karna posisi tidur memang cukup sakit untuk bekas operasinya.


Emilia menatap William yang ternyata belum bangun juga. Apa mungkin karna terlalu lelah menangis sampai membuat William tidur sangat nyenyak. "Jangan tinggalkan aku Em, tolong jangan pernah tinggalkan aku dan Nathan" Ucap William dalam tidurnya

__ADS_1


Mendengar itu membuat Emilia mengerutkan keningnya. Ada apa dengan William. Apa pria itu sedang mimpi buruk?


Melihat wajah William sudah di penuhi dengan keringat membuat Emilia memutuskan untuk membangunkan William. Rasanya Emilia tidak tega melihat suaminya seperti itu.


"Wil, Bangun. Kamu mimpi buruk y" Ucap Emilia sambil menepuk pelan punggung William


"Wil, Ayo bangun. Ini sudah jam 04:00 pagi" Ujar Emilia lagi dan masih terus menepuk punggung William


William yang mendengar suara itu akhirnya membuka kedua matanya. Pria itu mencoba menyesuaikan pencahayaan terlebih dahulu.


Setelah kesadarannya terkumpul sempurna, William mengangkat wajahnya dan menoleh ke arah Emilia yang sudah mengangkat kedua sudut bibirnya. Tersenyum sangat manis sambil menunjukkan deretan gigi putihnya.


"Selamat pagi ayang Willi" Ucap Emilia sambil tersenyum hangat pada William


Apa ini aku sedang bermimpi? Pikir William sambil terus menatap Emilia


"Morning suamiku. Kok diam saja. Ini istrinya manggil loh" Ujar Emilia lagi


Mendengar suara itu membuat William bangun dari duduknya dan langsung memeluk tubuh Emilia sangat erat. Akhirnya William sidah bisa mendengar suara serta senyuman itu.


"Sayang. Kami sudah sadar" Ucap William sangat lembut sambil terus memeluk Emilia sangat erat


"Iya, Aku sudah sadar mulai tadi malam Wil. Tapi aku lihat kamu tidurnya sangat nyenyak. Gak tega yang mau bangunin, Jadinya aku diemin deh" Ujar Emilia sambil membalas pelukan William


Mendengar itu membuat William melepaskan pelukannya"Kok gitu sayang, Kenapa kamu gak bangunin aku aja. Apa kamu tau bagaimana aku saat melihat kamu tertembak. Kamu tega gak bangunin aku" Seru William sambil mencebikkan bibirnya


"Aku gak tega sayang. Sepertinya kamu tidurnya sangat nyenyak" Ucap Emilia lagi


William menatap Emilia dengan tatapan yang tidak bisa di artikan dan membuat Emilia menatap curiga pada tatapan itu.


"Ngapain kamu liatin aku kayak gitu?" Tanya Emilia saat melihat William menatapnya sambil senyum-senyum


"Sepertinya kamu harus aku hukum karna sudah membiarkan aku tidak tau jika kamu sudah sadar sejak malam tadi" Ucap William sambil mengikis jarak dengan Emilia


Melihat William mendekat, Tentu saja membuat Emilia mengerutkan keningnya"Jangan mesum-mesum ya Wil. Ini rumah sakit" Jawab Emilia

__ADS_1


"Aku tidak perduli sayang. Tapi yang pasti kamu harus aku hukum saat ini juga"


__ADS_2