Single Mamy

Single Mamy
Antara Kumala dan Kanaya


__ADS_3

Danu menatap raut wajah Kanaya dengan kedua mata yang terlihat sayu. Saat ini Danu benar-benar di hadapkan dengan situasi yang sangat sulit untuknya. .


"Apa ini beneran kamu mas. Katakan, Apa yang akan kamu jelaskan mas. Kemana saja kamu selama ini? Apa kamu tau, Aku dan Salsa benar-benar terluka saat mendengar kabar tentang kamu itu mas"


"Maafkan aku Kanaya. Maafkan aku" ucap Danu yang terdengar sangat lirih


Memang hanya kata maaf yang bisa Danu ucapkan. Melihat raut wajah Kanaya membuat Danu merasa tidak sanggup untuk mengatakan semuanya.


"Bicara yang benar mas. Jangan buat aku terlihat seperti orang bodoh seperti ini" seru Kanaya sambil terus menatap Danu


Danu menghela nafas panjang"Maafkan aku yang sudah mengkhianati pernikahan kita Kanaya, Maafkan aku" ucap Danu sambil menatap Kanaya.


"Jahat kamu mas. Kamu jahat! Apa kamu tau bagaimana Salsa"


"Maafkan aku Kanaya, Aku benar-benar minta maaf. Awalnya aku dan Kumala melakukan ini hanya untuk sebuah sandiwara. Tapi karna sandiwara itu membuat aku benar-benar jatuh cinta pada Kumala" ucap Danu sambil menggenggam tangan Kumala


Kumala hanya diam saja, Tidak tau harus mengatakan apa. Karna memang apa yang Danu katakan benar adanya. Mereka terlalu menikmati sandiwara itu, Hingga tanpa sadar sudah membuat mereka terjebak dan saling jatuh cinta.


"Maafkan aku Kanaya, Maafkan aku. Semua ini adalah salahku, Aku yang awalnya memaksa mas Danu untuk menikah dengan ku dalam jangka waktu 2 tahun, Tanpa aku sadari, Ternyata aku sudah mencintai suamimu, Suami kita" kata Kumala sambil menundukkan wajahnya


Mendengar perkataan Kumala membuat Kanaya mendekat dan langsung menampar Kumala"Kenapa harus suami saya yang kamu ambil. Kenapa!"


"Maafkan aku Kanaya, Aku tau aku salah. Tapi kamu tidak perlu khawatir, Aku akan pergi dari kehidupan mas Danu. Mulai hari ini kamu sudah bisa kembali pada Kanaya mas. Tidak perlu pikirkan aku lagi" ucap Kumala dan langsung berlalu dari hadapan Danu dan juga Kanaya.


Kumala berlari dengan membawa rasa sesak di dalam hatinya. "Jangan nangis Kumala, Bukan kah dari awal kamu sudah tau jika ini yang akan kamu rasakan, Jangan menoleh ke belakang Kumala, Biarkan saja mas Danu kembali pada istrinya"


Melihat Kumala seperti itu membuat Danu melepaskan tangan Kanaya dan memutuskan untuk mengejar Kumala. Entah kenapa Danu merasa terluka melihat Kumala seperti itu.


"Maafkan aku Kanaya, Maafkan aku yang sudah tidak bisa lagi menjadi suami kamu. Karna perasaan aku terhadap kamu sudah hilang, Aku sudah sangat mencintai Kumala, sekali lagi maafkan aku. Aku talak kamu" ucap Danu dan langsung berlalu dari hadapan Kanaya.


Meninggalkan Kanaya yang sudah mematung karna perkataan Danu. "Tega kamu menalak aku mas. Bukan ini yang aku harapkan, Bukan kata talak yang dengan mudah kamu ucapkan. Kamu jahat mas, Kamu benar-benar jahat" seru Kanaya yang terdengar sangat lirih. Beruntung Salsa tidak ada di sana, Karna Salsa sedang pergi ke kamar mandi bersama dengan baby sitter nya.


"Kenapa kamu datang hanya untuk menambah luka di hati aku mas! Aku tidak nyangka kamu melupakan semua cerita tentang kita" ucap Kanaya yang terdengar sangat lirih.

__ADS_1


Tanpa sadar tubuhnya merosot ke lantai sambil terus menatap kepergian Danu dengan penuh luka. hatinya berdenyut sangat nyeri. "Kenapa rasanya harus sesakit ini" seru Kanaya sambil mengusap dada kirinya.


Danu terus mengejar Kumala tanpa memikirkan bagaimana perasaan Kanaya. Entah kenapa pris itu lebih memikirkan perasaan Kumala dari pada Kanaya. Apa karna perasaan Danu lebih besar terhadap Kumala.


"Sayang, Tunggu. Jangan lari seperti itu Kumala" teriak Danu sambil terus mengejar Kumala yang semakin mempercepat langkahnya.


"Kumala tunggu. Tolong jangan seperti ini Kumala, Aku mohon"


Kumala mengambil nafas panjang sambil menghentikan langkahnya"Untuk apa kamu masih mengejar aku Danu, Aku sudah katakan bukan, Jika mulai hari ini aku sudah meminta kamu kembali pada Kanaya, Biarkan aku pergi"


"Aku mohon jangan seperti ini sayang. Aku sudah menalak Kanaya, Karna aku lebih mencintai kamu"


"Apa!! Kenapa kamu lakukan itu mas, Kenapa kamu harus mengatakan kata itu pada Kanaya?"


"Karna rasa cintaku sudah lebih besar terhadap kamu dari pada Kanaya sayang" ucap Danu sambil memeluk Kumala dari belakang.


"Kamu sudah menjadi separuh dari jiwaku sayang. Aku benar-benar tidak mau berpisah dari kamu"


"Kamu tidak boleh melakukan itu mas, Apa kamu tidak pernah berpikir bagaimana perasaan Kanaya, Haah!"


"Egois kamu mas, Lepaskan aku, Biarkan aku pergi, Dan tolong jangan ikuti aku!"


Kumala melepaskan pelukan Danu dan kembali menjauh darinya. Antara kecewa dan juga bahagia. Kecewa karna Dani Meninggalkan Kanaya. Bahagia karna ternyata Danu lebih memilih untuk tetap bertahan dengannya.


"Aaarrrrggggghh" Danu mengusap kasar wajah serta rambutnya.


Sedangkan Emilia dan William sedang duduk di salah satu kursi di sana. Wanita itu menatap William dengan tatapan yang tidak menentu.


"Kenapa kamu liatin aku seperti itu sayang?" tanya William pada Emilia


"Aku masih tidak percaya dengan kejadian hari ini Wil. Ternyata selama ini aku di teror karna sebuah kesalahpahaman. Wanita itu salah target. Tapi bagaimana bisa kamu memiliki wajah yang begitu mirip dengannya Wil, Memangnya kalian saudara kembar ya?"


Pertanyaan Emilia membuat William merasa bingung harus menjawab apa, Karna memang selama ini William tidak pernah mengira akan ada seseorang yang memiliki wajah serupa dengannya.

__ADS_1


"Aku juga tidak menyangka dengan semua ini sayang. Tapi kamu benar juga, Apa jangan-jangan Danu adalah saudara kembarku. Ah tapi tidak mungkin. Selama ini mama sama papa tidak pernah mengatakan apapun padaku. apa sebaiknya aku tanya saja pada mama dan papa ya"


"Iya Wil. Siapa tau saja memang begitu"


Tak lama kemudian, Widi dan Ferdian baru saja kembali. Mereka berdua tadi memang sempat pamit untuk membeli pakaian buat ferdian, Karna memang Ferdian hanya membawa dua baju.


"Itu Emilia sama suaminya kak. Lebih baik kita ke sana sekarang"


"Iya Fer, Tapi ada apa dengan Emilia dan juga William. Bukan kah mereka tadi juga sedang mencari baju untuk Nathan, Lalu kenapa sekarang wajahnya terlihat seperti itu"


"Entahlah kak. Lebih baik kita ke sana saja, Aku juga penasaran"


Widi dan Ferdian berjalan beriringan dan mendekat pada Emilia juga William yang saat ini sedang duduk di salah satu kursi panjang.


"Ada apa Em?" tanya Wido setelah tiba di depan Emilia


"Kakak kemana saja. Jadi tidak tau kejadian heboh di sini tadi"


"Kejadian heboh bagaimana? Memangnya apa yang sudah terjadi?"


"Tadi ada kejadian heboh di sini kak. Ada seseorang yang wajahnya sangat mirip dengan William. Dan beberapa hari ini aku sering mendapatkan teror yang mengatakan aku pelakor apalah itu"


"Ada seseorang hang mirip William bagaimana Em? Kakak tidak paham. William punya saudara kembar, Gitu tah?"


"Entahlah kak. Tapi intinya, Ternyata teror yang selama ini aku dapat salah sasaran. Tau ah kak, Ceritanya rumit. Emilia bingung yang mau cerita"


Sedangkan Kanaya, Wanita itu masih terus terduduk di atas lantai dengan kedua mata yang terlihat basah. "Tidak usah menangisi laki-laki yang sudah mengecewakan mu" ucap laki-laki yang berdiri tepat di harapan Kanaya sambil mengulurkan tangannya.


Sejenak tangis Kanaya reda, Dia mengangkat wajahnya menatap pria itu"Dafi" ucap Kanaya sambil mengusap air matanya


"Jangan menangisi hal yang sudah melukai perasaan mu, Aku tau ini sangat menyakitkan. Tapi tidak ada gunanya memikirkan hal ini. Bangunlah, Kamu saat ini sedang menjadi bahan tontonan semua orang" Seru Dafi sambil mengangkat kedua sudut bibirnya.


Sejak tadi Dafi memang melihat semua yang sudah terjadi pada Kanaya. Ingin rasanya Dafi marah terhadap Danu. Tapi dia cukup sadar bukan siapa-siapa yang bisa ikut campur dengan masalah rumah tangga orang lain.

__ADS_1


"Ayo bangun. Jangan biarkan orang yang membencimu menertawakan kejadian ini. Apakah kamu lupa jika kamu adalah seorang selebriti. Aku yakin, Kejadian ini pasti sudah di rekam oleh salah-satu dari mereka.


Mendengar perkataan Dafi, Kanaya langsung bangun dan mengusap sisa air matanya"Kenapa aku sampai lupa akan hal itu Dafi. Bagaimana ini"


__ADS_2