Single Mamy

Single Mamy
Sekolah baru


__ADS_3

"Apa lho bilang, gue menyebalkan? Heh! Yang ada di sini itu elo yang rese. Tak sadar diri" seru Nathan sembari keluar dari dalam rumah Haruka.


"Enak saja ngatain gue sere. Elo yang menyebalkan"


"Terserah elo sajalah. Gak ada gunanya berdebat sama wanita jadi-jadian"


Mendengar perkataan Nathan membuat Haruka membulatkan kedua matanya"Apa lo bilang, Wanita jadi-jadian! Bener-bener ya pria menyebalkan!!"


"Enak aja ngatain gue rese. Elo yang menyebalkan" balas Haruka pada Nathan


"Terserah kau saja lah. Tidak ada gunanya juga berdebat dengan wanita jadi-jadian" balas Natan pada Haruka


Mendengar itu membuat Haruka menatap tajam Nathan"Apa lo bilang, Wanita jadi-jadian. Bener-bener memang ya pria menyebalkan! " balas Haruka pada Nathan.


Nathan tak lagi menjawab apa yang baru saja Haruka katakan. Pria itu naik ke atas motornya lalu langsung menggunakan helm full face nya.


"Mau sampai kapan ngomel gak jelas. Mau naik apa gue tinggal!" kata Nathan lagi sambil menoleh pada Haruka yang sudah mengangkat sebelah sudut bibirnya.


Nathan memberikan satu helm pada wanita itu. Dan langsung di Terima oleh Haruka tanpa menoleh ke arah Nathan. Didalam hatinya masih terus mengumpat pada Nathan. Merasa sangat kesal dengan apa yang baru saja Nathan katakan padanya.


"Buruan naik. Jangan lemot. Atau lo mau kita terlambat datang ke sekolah gara-gara lo yang lemotnya kebangetan" kata Nathan lagi.


Mendengar itu membuat rasa kesal Haruka semakin menjadi terhadap Nathan. Namun wanita itu memilih untuk mengabaikan perkataan itu.


Haruka naik ke atas motor Nathan dengan jarak duduk yang cukup jauh"Jangan terlalu belakang duduknya. nanti lo jatoh gue gak mau tanggung jawab" ucapnya sebelum melajukan motornya.


"Gak usah banyak bacot. Mending cepet jalan. Apa mau kita telat datang ke sekolah karna lo terlalu lemot" balas Haruka yang memang sengaja membalikkan kata yang pernah Nathan katakan padanya.

__ADS_1


"Dasar wanita rese"


"Lagi mengatai diri sendiri apa bagaimana"


Nathan langsung menyalakan mesin motornya, Kemudian melajukan motor itu keluar dari halaman rumah Haruka.


Tanpa mereka sadari, Sejak tadi Daffi dan juga Kanaya memperhatikan dari dalam rumahnya. Melihat Nathan dan Haruka seperti itu membuat mereka berdua hanya menggelengkan kepalanya sambil mengulum bibir.


"Dasar anak muda jaman sekarang, Ada-ada saja kelakuannya" gumam Daffi sambil menatap kepergian mereka.


Sedangkan Nathan dan Haruka. Setelah keluar dari rumah Haruka, Tidak ada pembicaraan di antara keduanya. Nathan memilih fokus mengendarai motor, Begitu juga Haruka yang memilih fokus menatap jalanan saja.


Nathan melihat jam tangannya. Saat ini ternyata sudah pukul 06:35. Waktu yang mereka miliki hanyalah tinggal 15 menit saja. Karna di SMA Alindra memang ada peraturan, Setiap siswa harus ada di dalam gedung sebelum jam 07:00. Apalagi ini adalah hari senin.


Melihat itu membuat Nathan menambah kecepatan motornya "Pegangan, Gue akan ngebut" kata Nathan pada Haruka. Namun wanita itu sama sekali tak menghiraukan apa yang Nathan katakan.


Tepat setelah Nathan benar-benar menambah kecepatan motornya, Haruka reflek dan langsung memeluk pinggang Nathan sangat erat.


"Apaan. Heh, Untuk apa gue nyari kesempatan dalam kesempitan dari wanita jadi-jadian kek situ. Ogah banget" balasnya yang membuat Haruka kembali merasa kesal.


"Lo itu bener-bener menyebalkan ya"


Karna terlalu kesal, Haruka mencubit perut Nathan dengan sangat kecil "Heh, Apa-apaan lo. Sakit tau gak! " Kata Nathan sambil menoleh ke arah Haruka dari kaca spionnya.


"Bodo amat. Gak perduli gue"


10 menit kemudian, Motor Nathan sudah tiba di depan gerbang sekolah SMA ALINDRA. Sekolah baru yang mulai hari ini akan menjadi sekolah Haruka.

__ADS_1


Sejak tadi, Para teman-teman Nathan sudah menunggunya di parkiran. Tepat saat mendengar suara motor Nathan, Mereka semua langsung menoleh ke arah gerbang. Dimana di sana sudah menampakkan keberadaan Nathan bersama dengan Haruka.


Melihat Nathan bersama dengan seorang wanita, Membuat mereka semua semakin mendekat. Karna memang ini baru pertama kalinya Nathan berangkat sekolah bersama dengan wanita. Terlebih mereka terlihat sangat mesra.


"Wihhhh, Paketu bareng siapa itu. Cantik bener dah" ucap salah satu teman Nathan


"Iya, Cantik bener itu cewek. Siapanya Nathan ya? Apa kekasihnya?" timpal satunya.


"Sepertinya begitu, Coba kalian liat. Itu sweet banget dah si paketu"


Sedangkan Nathan dan Haruka. Wanita itu masih belum turun dari atas motor Nathan. Cukup takjub saat melihat sekolah barunya yang desainnya begitu elegan.


Waaahhhh, Sekolah ini bagus sekali. Apa ini yang di namakan sekolah elit


batin Haruka yang masih memperhatikan bangunan itu. Tanpa Haruka sadari, Tangannya masih melingkar sempurna pada perut Nathan.


Ehheemmmmm


Suara itu berhasil menyadarkan Haruka"Betah amat peluk-peluk gue" kata Nathan sambil melirik Haruka dari kaca spion


Haruka langsung melepaskan pelukannya"Jangan kepedean deh lo, Gue tadi meluk juga karna ulah lo. Lo pasti sengaja kan?" balas nya sambil turun dari atas motor Nathan.


"Kenapa malah nyalahin gue Haruka. Hak jelas lo emang"


Haruka tak menjawab. Wanita itu sibuk dengan helm yang dia gunakan. Pasalnya helm itu tidak bisa di buka. Sepertinya pengaitnya bermasalah.


Nathan yang melihat membuatnya mengulum bibir" Sinian, Biar gue bantu" ujarnya sambil menatap Haruka. Wanita itu mendekat pada Nathan. Hingga membuat posisi mereka begitu dekat, Bahkan Haruka bisa merasakan hembusan hangat nafas Nathan.

__ADS_1


Setelah helm itu terbuka. Haruka langsung pergi tanpa mengucapkan kata terimakasih pada Nathan"Lain kali lo ganti helmnya. Helm gak guna masih di pertahankan" ujar Haruka sebelum melangkah dari depan Nathan. Membuatnya menatap Haruka dengan sudut bibir terangkat"Ck!! Numpang aja blagu lo, Gue turunin di jalan baru tau rasa" balas Nathan pada Haruka.


"Nyenyenye, Gue gak denger"


__ADS_2