Single Mamy

Single Mamy
Apa pria itu kamu?


__ADS_3

"Emilia" Ucap William tanpa sadar


Mendengar laki-laki di depannya menyebutkan namanya, Membuat Emilia mengerutkan keningnya.


"Maaf mas. Masnya kok bisa tau nama saya ya. Memangnya kita saling mengenal sebelumnya" Ucap Emilia pada William


"Suaranya masih tetap selembut dulu. aku tidak salah. Dia benar-benar Emiliaku. Wanita yang aku cari selama 5 tahun ini" Ucap William dalam batinnya


Pria itu tak menjawab pertanyaan Emilia. William masih terus memandang Emilia yang saat ini terlihat semakin cantik tanpa mau berkedip sedetik pun.


"Mas kok diam saja?" Ucap Emilia lagi


William masih tak menjawab. Sedetik kemudian pria itu memeluk tubuh Emilia begitu erat. Pelukan rindu yang selama ini William pendam dalam kesendiriannya


Mendapat pelukan dari orang yang asing membuat Emilia berusaha melepaskan pelukan itu. Namun, William semakin mengeratkan pelukannya


"Mas, maaf bisa lepas gak? Saya gak nyaman di peluk sama orang asing" Ucap Emilia sambil mencoba melepaskan pelukannya


"Biarkan kita seperti ini 5 menit saja. Aku sudah 5 tahun mencari mu Emilia ku. Aku sangat merindukanmu" Ucap William


"Suara itu. Kenapa seperti familiar. Sebenarnya siapa laki-laki ini" Ucap Emilia dalam batinnya


William masih terus memeluk erat Emilia. hingga suara mungil Nathan membuat pria itu melepaskan pelukannya.


"Mami Nathan mau pipis" Ucap Nathan sambil menarik baju Emilia


Mendengar itu membuat William langsung melepaskan pelukannya dan langsung menatap wajah Nathan yang sudah memerah karna menahan pipis


"Ayo mami. Nathan sudah tidak tahan" Ucap Nathan lagi


"Iya sayang ayo kita ke toilet" Ujar Emilia sambil menggendong tubuh mungil anaknya


Sepanjang perjalanan menuju ke toilet Emilia hanya terdiam. Wanita itu masih penasaran siapa pria yang tadi sudah berani memeluknya


"Mami ayo cepat. Kok mami malah diam saja"


Mendengar suara Nathan membuat Emilia tersadar." Eh iya sayang ayo kita masuk"


"Mami kenapa kok diam saja. memangnya orang tadi itu siapa mi. Apa dia papinya Nathan?"


Deg! Mendengar perkataan Nathan membuat Emilia kembali mengingat kejadian malam kelam yang sudah menghadirkan Nathan dalam hidupnya.

__ADS_1


"Apa benar dia pria itu. Ayah dari Nathan. Tapi kenapa dia kan orang jakarta" Ucap Emilia lagi dalam batinnya


"Mami. Bengong lagi, Ya ampun kenapa maminya Nathan malah jadi suka bengong seperti ini" Ucap Nathan sambil menepuk jidatnya sendiri


Biarpun masih berusia 5 tahun. Namun Nathan tumbuh menjadi anak yang sangat pintar. Cara bicara serta pola berpikirnya melebihi usianya.


"Mami. Ayo Nathan sudah selesai"


"Mami ayoo" Ucap Nathan lagi


"Iya sayang ayo"


Emilia berjalan mengekor di belakang tubuh Nathan. Setelah tiba diluar toilet. Ternyata di sana ada sosok seorang pria yang tadi sudah memeluknya berdiri tepat di depan pintu


"Om baik. Om baik pipis juga?" Tanya Nathan pada William


Melihat mata bulat Nathan membuat William mengingat bayi mungil yang dia Adzani 5 tahun yang lalu. Pria itu berjongkok dan langsung memeluk tubuh mungil Nathan yang dia yakini adalah anaknya.


Wajah Nathan juga terlihat ada kemiripan dengan William. Hidung serta bibirnya begitu mirip. Seperti wajah Wiliam 25 tahun yang lalu. Wajah Nathan memang lebih dominan seperti William


"Om baik kenapa memeluk Nathan?" Tanya Nathan sambil meletakkan kedua tangan mungilnya di atas pundak William


"Nathan papa kamu dimana?" Tanya William pada anak kecil yang ada dalam dekapannya


"Nathan gak tau om baik. Selama ini Nathan hanya tinggal sama mami juga bibi. Tidak ada papi dirumah."


Mendengar itu membuat William menatap Emilia yang sudah berkaca-kaca. Sedangkan Emilia memalingkan wajahnya agar tidak terlihat jika sudah ada butiran air mata yang sudah menumpuk dikedua pelupuk matanya.


"Memangnya Nathan tidak bertanya kemana papinya Nathan?"


"Setiap Nathan tanya. Mami selalu bilang papi sedang bekerja jauh buat kebutuhan Nathan sama mami. Tapi sampai saat ini Nathan tidak pernah mendengar atau pun melihat wajah papi seperti apa"


"Banyak orang yang mengatakan jika Nathan adalah anak haram. Nathan gak punya papi. Mereka jahat om baik. Mereka menyakiti hati mami" Ucap Nathan lagi


Mendengar itu membuat William kembali menatap Emilia. karna sudah tidak kuat lagi. Emilia masuk ke dalam kamar mandi menitipkan Nathan pada pria asing yang belum dia kenal.


"Mami ke toilet sebentar ya Nathan. Mas saya titip anak saya sebentar"


Setelah tiba di dalam kamar mandi. Tangis Emilia pecah. Tangis yang sejak tadi Emilia tahan akhirnya tumpah saat ini juga.


Bayangan Emilia kembali pada kejadian 6 bulan yang lalu. Masa dimana dirinya mendapatkan perlakuan buruk dari para tetangga julidnya. masa dimana Nathan di katakan anak haram oleh beberapa teman nya. Dan pada saat itu Liana datang serta mengaku sebagai oma Nathan dari papinya.

__ADS_1


Flashback On


6 Bulan yang lalu. Saat Nathan sedang pulang dari sekolah. Emilia menemukan Nathan yang sudah menangis karna ejekan beberapa temannya.


"Dasar anak haram gak punya papa. Nathan anak haram. kasian ya" Ucap salah satu dari mereka


"Nathan anak haram. Nathan anak haram" Ucap mereka semua


"Eh ada apa ini. Kenapa kalian mengatakan seperti itu. siapa yang bilang Nathan anak haram" Ucap Emilia dan langsung memeluk tubuh Nathan yang sudah terisa


"Ee Emilia. Anak kamu memang anak haram kan! Kalau bukan anak haram lalu kemana bapaknya. Selama ini kami tidak pernah melihatnya datang. Iya kan bu ibu"


"Iya benar itu. Nathan adalah anak haram yang tidak memiliki bapak" Jawab ibu-ibu satunya


Mendengar itu membuat dada Emilia terasa sesak dan begitu sakit. Kalau hanya menghina dirinya mungkin Emilia masih bisa terima. tapi ini sudah menyangkut anaknya dan sampai membuat anaknya menangis seperti itu.


"Cukup cukup! kalian mengatakan anak saya adalah anak haram. Kalian tau siapa saya bukan? Jika saya masih mendengar kalian mengatakan Nathan anak haram. Maka saya akan membawa masalah ini pada jalur hukum" Ucap Emilia yang sudah terlihat begitu marah karna kali ini mereka membawa Nathan


Tak lama kemudian. Liana datang dan mengaku sebagai nenek Nathan dari papinya.


"Ada apa ini?" Tanya Liana sambil mendekat ke arah kerumunan di depan rumah Emilia


"Ada apa sayang?" Tanya Liana pada Emilia


Namun Emilia tak menjawab. Wanita itu masih terlalu Emosi pada ibu-ibu juga anak-anaknya yang sudah mengatakan Nathan anak haram


"Mereka bilang Nathan anak haram oma" Jawab Nathan pada Liana


"Apa! Berani kalian mengatakan cucu saya anak haram. Apa kalian tau. Nathan ini cucu dari Bagaskara. Kalian pasti tau kan siapa BAGASKARA"


Mendengar nama Bagaskara membuat mereka semua menundukkan wajahnya. Karna mau bagaimanapun BAGASKARA adalah pemilik perusaan terbesar di kota itu. Dan kebanyakan suami dari mereka kerja di perusahaan BAGASKARA GRUP.


Sejak saat itulah Emilia menerima tawaran Liana untuk menikah dengan anaknya. Seorang pria yang tak pernah Emilia ketahui seperti apa wajahnya.


Flashback off


Emilia mengusap kedua matanya. dan mengambil nafas panjang. Setelah merasa hatinya tenang Emilia keluar dari dalam kamar mandi. Wanita itu langsung mengajak Nathan untuk pergi dari sana.


Namun langkah kaki Emilia terhenti saat suara William menerpa indra pendengarannya. "Apa kamu mengingat kejadian di hotel pada saat malam party kelulusan SMA MERAH PUTIH" Ucap William


Mendengar hal itu membuat Emilia terpaku di tempat. Emilia membalikkan tubuhnya. "Apa pria itu kamu?" Ucapnya

__ADS_1


__ADS_2