
Saat mendengar suara klakson mobil membuat Emilia dan Nathan langsung pamit sama Widi. Hari ini mereka benar-benar akan menghabiskan waktu bersama dengan William.
Sedangkan William yang melihat Emilia keluar bersama Nathan langsung memandang wanita itu tanpa mau berkedip. Emilia benar-benar terlihat cantik hari ini. Sampai-sampai membuat William pangling akan wajahnya .
"Sempurna" Ucap William tanpa sadar. Tatapannya masih belum berpaling dari Emilia. Wanita itu benar-benar terlihat cantik.
"Selamat pagi om baik" Ucap Nathan setelah masuk ke dalam mobil William.
"Selamat pagi anak ganteng. Nathan sudah siap kan jalan-jalan sama om baik?" Tanya William sambil menggenggam tangan mungil Nathan
"Siap banget lah om. Dari semalem Nathan sudah tidak sabar menunggu hari ini. Oh iya om baik kok punya mobil bagus?" Tanya Nathan dengan sangat polos
Sejak tadi Emilia memang belum menyadari jika mobil yang William gunakan hari ini memang mobil dengan keluaran terbaru. Mobil sport berwarna putih dengan atap terbuka otomatis.
"Iya ya. Ini kan mobil keluaran terbaru yang harganya mencapai milyaran. William bilang dia hanya seorang tukang ojek, Tapi kok bisa punya mobil semewah ini" Ucap Emilia dalam batinnya
Wanita itu melirik ke arah William yang tiba-tiba terdiam setelah mendengar pertanyaan yang sudah Nathan ajukan untuknya. Selama bertemu dengan Emilia, William memang selalu mengatakan jika dirinya hanyalah seorang driver ojek online.
"Om baik kok diem aja. Ini mobil nya om baik bagus sekali om, Nathan bisa melihat pemandangan di atas langit" Ucap Nathan yang terlihat begitu menikmati
"Oooh ini bukan mobilnya om baik Nathan. Ini om baik nyewa khusus jalan-jalan bersama Nathan. Apa Nathan menyukainya?"
"Sangat om. Selama ini Nathan tidak pernah naik mobil bagus. Palingan mami juga selalu antar Nathan sekolah dengan ojek atau taksi online"
Mendengar perkataan Nathan membuat William menatap Emilia begitu dalam. Pria itu tidak pernah menyangka sebelumnya jika Nathan dan Emilia menjalani kehidupan yang cukup membuat dada William terasa begitu sesak.
"Maafkan aku yang datang terlambat Em" Ucap William sambil menatap Emilia sendu
"Semua sudah berlalu. Tidak perlu di ingat lagi" Ucap Emilia yang berusaha menahan air matanya agar tidak jatuh di depan Nathan dan William.
Selama ini mungkin semua orang akan mengira jika Emilia adalah wanita tangguh dan kuat. Seorang wanita yang bisa melewati masa-masa tersulit tanpa ada keluarga yang menemaninya.
Di balik sikap ceria yang selalu Emilia tunjukkan. Tersimpan sejuta luka yang dia rasakan. Wanita itu sering menangis dalam kesendiriannya. Menangis karna harus menahan sebuah kerinduan yang tak pernah bisa terobati.
__ADS_1
Begitu banyak rasa sakit yang harus Emilia rasakan seorang diri. Rasa sakit karna tidak di anggap oleh kedua orang tuanya. Rasa sakit karna pernikahan David dan Siren, Serta rasa sakit karna omongan orang yang selalu mampu melukai hatinya.
Tapi demi Nathan Emilia berusaha kuat dan tegar. Hanya Nathan satu-satunya kekuatan yang Emilia miliki. Hanya Nathan satu-satunya harta terbesar Emilia.
Emilia memejamkan kedua matanya saat merasa begitu panas. Wanita itu menatap ke luar jendela sambil mengambil nafas panjang. Tidak ada yang boleh tau jika Emilia menyimpan seribu luka di balik sikap cerianya.
"Mau sampai kapan terus diam disini?" Ucap Emilia pada William
Suara itu langsung berhasil membuat William melajukan mobilnya ke arah tujuan yang akan mereka gunakan untuk Quality time. Di sepanjang perjalanan tidak ada obrolan antara Emilia juga William. Emilia memilih menatap ke luar jendela, Sedangkan William memilih fokus mengemudi.
Namun sesekali pria itu melirik ke arah Emilia. William bisa melihat dari kaca spion jika saat ini Emilia sedang sedih. Walaupun pria itu tidak tau pasti apa yang menyebabkan senyuman Emilia memudar.
"Mami. Hari ini Nathan bahagia sekali. Akhirnya Nathan bisa merasakan apa yang selama ini ingin Nathan rasakan. Jika seperti ini Nathan bisa merasakan seperti memiliki kedua orang tua yang utuh" Ucap Nathan dengan penuh senyum merekah dari kedua sudut bibirnya.
Emilia yang melihat senyuman yang terukir dari bibir anaknya langsung ikut mengangkat kedua sudut bibirnya.
"Nathan bahagia ya sayang. Mami juga bahagia banget" Ucap Emilia sambil memeluk tubuh mungil anaknya
Tanpa terasa mobil William sudah tiba di depan sebuah mall tempat bermain. Hari ini William memang ingin membuat Nathan bahagia. Pria itu ingin menebus waktu kebersamaan nya dengan Nathan yang sudah hilang.
"Iya. Hari ini aku ingin membuat Nathan menikmati semua wahana permainan di tempat ini" Balas William sambil tersenyum
"Tapi kok tumben sepi begini ya. Padahal kan hari ini tanggal merah, Biasanya setiap tanggal merah tempat ini akan sangat ramai" Ucap Emilia yang memang merasa begitu heran.
Karna biasanya setiap tanggal merah tempat ini akan selalu ramai dengan pengunjung. Tapi hari ini bukan hanya sepi. Yang datang ketempat itu hanyalah Emilia, Nathan juga William.
"Iyalah sepi, Orang sudah aku booking" Ucap William dalam batinnya
"Ya sudah lah biarin aja sepi, Kan enak Nathan jadi lebih bisa menikmati semua permainan di dalam" Ucap William sambil menggendong Nathan dan membawanya masuk ke dalam
"Om baik, Nathan mau mau mobil-mobilan" Ucap Nathan manja
"Ayo sayang kalau mau main mobil-mobilan. Mami juga di ajak. Nanti balapan sama om. Tapi Nathan bareng om ya"
__ADS_1
Emilia yang mendengar itu langsung melirik tajam ke arah William. Sedangkan William yang mendapat tatapan tajam hanya cengengesan gak jelas.
"Mau ya mami, Please" pinta Nathan memohon
Melihat raut wajah Nathan membuat Emilia langsung mengangguk kan kepalanya. Mana bisa Emilia menolak permintaan anaknya.
"Ya sudah ayo sayang" Ucap Emilia sambil menggandeng tangan Nathan
5 Jam kemudian. Mereka bertiga sudah puas menikmati semua permainan. Tanpa terasa jam sudah menunjukkan pukul 12:00. William membawa Emilia dan Nathan untuk makan siang di restoran yang ada di mall ini.
Namun sebelum makan, Ternyata William sudah menyiapkan segalanya. Pria itu juga sudah meminta karyawan di sana untuk memutar sebuah lagu romantis agar dia bisa merasakan suasana romantis dan hangat bersama dengan Emilia dan Nathan.
"Em. Apakah kamu mau berdansa denganku?" Ucap William setelah mereka duduk di sebuah tempat VIP.
Mendengar itu membuat Emilia mengangkat wajahnya. Tidak pernah terfikir sebelumnya jika Wiliam sampai berfikir sejauh itu.
"Aku tidak bisa Wil. Aku tidak mau ada yang melihat kita"Balas Emilia pelan
"Ayolah Em, Kali ini saja, Sebelum janur kuning melengkung, Kamu masih punya hak untuk bebas" Ucap William memohon
"Tapi Wil. Bagaimana jika nanti yang melihat adalah calon istri kamu?"
"Em. Pernikahan aku masih H-7. Itu Artinya aku masih memiliki kebebasan atas apa yang aku lakukan"
"Baiklah. Kali ini saja" Ucap Emilia akhirnya mengiyakan permintaan William untuk kali ini saja.
Emilia dan William sudah berdiri dan bersiap untuk berdansa. Kedua manik mata William menatap kedua manik mata Emilia.
"Kamu benar-benar cantik Emil" Ucap William pada Emilia
"Kamu juga begitu tampan Wil. semoga kamu bisa bahagia dengan wanita yang akan menjadi istrimu"
__ADS_1
"Kamu juga semoga bahagia bersama pria yang akan menikahi mu"