
"Aku tidak menyangka, Setelah sekian lama tidak pernah bertemu, Ternyata perasaan ini masih sama kak. Jantungku masih berdetak saat melihat mu " Ucap Ferdian sambil mengusap dada kirinya
Entah kenapa, Pertemuan siang tadi sudah membuat Ferdian tidak bisa memejamkan kedua matanya. Pria itu masih terus terbayang akan wajah Widi yang ternyata terlihat semakin cantik saja.
"Jika boleh berharap. Aku ingin kamu menjadi pendamping hidupku kak. Walaupun aku tau, Kamu hanya menganggap aku sebagai seorang adik, Tidak lebih" Ucapnya sendu
Di saat teringat akan kematian bundanya. Membuat Ferdian kembali mengepalkan kuat kedua tangannya. Pria itu hingga saat ini masih terus berusaha untuk mencari tau siapa yang sudah membuat wanita yang paling berharga dalam hidup Ferdian meninggal dengan cara yang mengenaskan.
"Siapapun pelakunya, Aku pastikan, Dia akan membayar malah semua ini" Ucap Ferdian yang terlihat penuh dendam
****
Tanpa teras malam sudah berlalu. Hari ini adalah hari resepsi pernikahan Emilia juga William. Emilia menggeliat saat mendengar suara alarm yang sudah mengusik tidurnya.
Wanita itu mengerjab beberapa saat untuk menyesuaikan pencahayaan yang masuk pada indra penglihatannya. Setelah kesadarannya terkumpul sempurna. Emilia melirik ke arah William yang masih terlihat sangat lelap dalam tidurnya.
Saat ini William tidur dengan menghadap ke arah Emilia, Satu tangannya ternyata dia gunakan untuk di jadikan bantal Emilia. Sedangkan tangan satunya William gunakan untuk memeluk tubuh Emilia sangat erat.
Posisi seperti itu sudah bisa di lihat jika William seperti tidak ingin melepaskan Emilia walaupun hanya sesaat. Karna terlalu erat sampai membuat Emilia kesulitan untuk bergerak.
"Wil. Bangun Wil. Sudah pagi, Aku tidak bisa bergerak. Kamu terlalu erat memelukku hingga pagi begini" Ujar Emilia sambil Noel hidung William.
Namun William bukannya melepaskan pelukannya malah tambah mengeratkan pelukan itu. William semakin menarik tubuh Emilia hingga menempel pada tubuhnya.
Berada di jarak sedekat itu membuat jantung Emilia kembali bertalu. Wanita itu merasakan detak jantung yang sangat cepat. Lebih cepat dari pada detak jantung yang normal pada umumnya.
"Ada apa dengan jantungku. Kenapa harus berdetak secepat ini" Ucap Emilia dalam batinnya
Cukup lama Emilia terdiam dalam pelukan William. Tiba-tiba saja dia teringat akan acara yang akan mereka lakukan hari ini. Tanpa di sadari ternyata jam sudah menunjukkan pukul 08:00 pagi.
__ADS_1
Gara-gara kejadian malam tadi membuat Emilia dan William bangun sampai kesiangan. Bahkan MUA yang akan melakukan rias terhadap Emilia sudah menunggu sejak pagi tadi.
"Astaga. Kenapa aku baru ingat jika hari ini masih ada acara resepsi" Ucap Emilia yang baru menyadari hal itu
Kemudian Emilia menoleh ke arah William yang masih tertidur begitu nyenyak. Emilia bisa melihat jika William saat ini begitu lelap dan damai dalam tidurnya.
"Wil bangun. Ini sudah jam 8 pagi Wil. Ayo bangun, Kita masih ada acara resepsi hari ini" Ucap Emilia sambil mencoba melepaskan pelukan William
Namun usahanya sia-sia. Karna William bukannya melepas tapi malah semakin mengeratkan pelukannya. "Biarkan kita seperti ini dulu mami. Sudah sekian lama aku menunggu saat-saat seperti ini" Ucap William dengan suara seraknya.
Mendengar perkataan William membuat Emilia mengambil nafas panjang. Karna mau bagaimana pun, Emilia bisa mendengar jelas suara bising di depan kamarnya.
Seketika Emilia tersadar jika saat ini kemungkinan besar sudah banyak orang yang ada di depan kamar yang mereka tempati.
"Astaga. Di luar sudah sangat ramai. Aku yakin saat ini sudah banyak orang di luar" Ucap Emilia sambil menutup wajahnya.
Emilia tidak bisa membayangkan bagaimana nanti dia mau keluar dari dalam kamar itu. Rasanya Emilia sudah begitu malu bahkan tidak punya muka karna belum keluar kamar di hari yang sudah mulai terik
Akhirnya William menggeliat dan melepaskan pelukannya terhadap Emilia. Pria itu mengerjab beberapa kali dan mencoba mengembalikan kesadarannya.
"Ada apa sih mami. Ganggu papi Willi tidur saja. Papi masih sangat ngantuk mami" Ucap William dengan suara seraknya.
"Wil, di depan itu sudah ada banyak orang.Bagaimana ini Wil. Aku malu" Rengek Emilia yang terdengar manja
Melihat Emilia merengek seperti itu membuat William menatap Emilia sambil menggenggam tangannya. Pria itu menatap Emilia dengan penuh sayang.
"Buat apa malu mami. Memangnya apa yang membuat mami malu. Hmmm?"
"Ya aku malu lah Wil. Kita baru saja menikah, Tapi jam segini belum juga keluar dari kamar"
__ADS_1
"Memangnya salahnya di mana mami. Wajarlah kita belum keluar kamar. Kita kan pengantin baru. Semua orang juga akan mengerti kita"
"Kamu tidak paham Wil. Aku malu. Bagaimana caranya aku keluar dari kamar"
"Kenapa mami mesti bingung sih mi. Kalau mami mau keluar kamar ya tinggal buka pintu, Terus keluar deh. Kalau mami malu nanti papi Willi ambilkan masker atau helm bagaimana?"
Mendengar perkataan Wiliam membuat Emilia merasa begitu kesal. Percuma berbicara dengan pria seperti suaminya"Tau ah Wil. Kamu itu memang menyebalkan. Tidak bisa mengerti bagaimana perasaan ku" Ucap Emilia sambil mengerucutkan bibirnya
Melihat Emilia seperti itu membuat William langsung mengangkat kedua sudut bibirnya. Pria itu baru tau jika Emilia orangnya gampang ngambek"Kalau lagi cemberut seperti ini mami jadi tambah cantik deh. Papi Willi jadi makin sayang" Pungkas William yang sengaja ingin menggoda Emilia
"Dasar pria menyebalkan. Tidak ada gunakan aku mengatakan padamu. Minggir aku mau mandi"Ucap Emilia dengan wajah yang masih sama
Setelah kepergian Emilia, William hanya terus mengulum bibir. Ternyata Emilia benar-benar unik. Berbeda dengan wanita yang pernah William temui.
Jik William merasa terhibur dengan tingkah Emilia. Berbeda dengan Emilia yang saat ini sedang mengumpat di dalam kamar mandi. Wanita itu merasa benar-benar kesal dengan William yang tidak bisa mengerti perasaannya.
"Dasar pri menyebalkan. Gak tau apa bagaimana perasaan ku, Ku kan malu jan segini belum keluar kamar. Aduh bagaimana ini" Ucap Emilia sambil menatap dirinya dari pantulan cermin.
Wanita itu merasa sangat terkejut saat melihat begitu banyak bekas kissmark di bagian tubuh atasnya. Ternyata Emilia baru menyadari hal itu.
"Astaga. Kenapa begitu banyak kissmark begini" Ucap Emilia sambil terus menatap dirinya
"Williammmmmmm" Teriak Emilia yang terdengar begitu kesal
William yang mendengar teriakan itu langsung bangun dari tidurnya. Tiba-tiba saja William merasa panik karna takut terjadi sesuatu pada Emilia.
Tok...tok...tok .
"Mami, Kamu kenapa mami. Kamu baik-baik saja kan mami? Buka pintunya mami" Ucap William sambil mengetuk pintu kamar mandi
__ADS_1
"Dasar pria menyebalkan" Teriak Emilia dari dalam kamar mandi