Single Mamy

Single Mamy
Tukang ojek


__ADS_3

"Maafkan aku Em. Bukan maksudku untuk membohongimu. Aku hanya mau hal itu menjadi sebuah kejutan di hari pernikahan kalian, Pasti kalian berdua akan sangat terkejut saat sudah bertemu di pelaminan" Ucap Widi lagi di dalam batinnya.


"Ooh. Aku pikir siapa kak. Oh iya kak, Kakak ada meeting jam berapa? Jangan lupa aku titip jemput kan Nathan ya kak, Aku benar-benar harus menyelesaikan pesanan bu Wika dalam 2 hari ini. Sebelum mama Liana menjemput aku untuk di pingit" Ucap Emilia sambil terus melanjutkan pekerjaannya.


"Cie yang mau di pingit. Kamu tenang saja Em, Kalau soal Nathan serahkan semuanya sama kakak. Nathan itu sudah kakak anggap sebagai keponakan kakak sendiri Em" Ucap Widi pada Emilia


Biarpun Emilia bukan siapa-siapa Widi. namun wanita itu sudah menganggap Emilia dan Nathan bagian penting dalam hidupnya.


Karna sejak kecil Widi memang sudah tinggal di panti asuhan. Widi tidak pernah tau seperti apa wajah ayahnya. Tapi yang pasti, Widi tinggal di panti asuhan sejak masih umur 10 tahun. Lebih tepatnya setelah meninggalnya sang ibu.


Namun, Sebelum menghembuskan nafas terakhir, Ibu Widi sempat mengatakan jika ayah kandung nya bernama Wirayudo. Widi terlahir karna sebuah ketidak sengajaan yang terjadi pada Wira dan Mira beberapa tahun yang lalu. Tepatnya saat malam party kelulusan sekolah.


Ibu Widi adalah salah satu sahabat dekat Melinda dan Liana. Mereka bertiga sudah bersahabat sejak masih duduk di bangku SMP.


Persahabatan itu terus berlanjut Hingga mereka masuk sekolah menengah atas. Saat itu mereka bertemu dengan 2 pria tampan yang menjadi cover boy sekolah yang bernama Wirayudo dan Bagaskara.


Pertama kali melihat Wirayudo, Mira langsung menaruh hati pada pria itu. Tapi ternyata cintanya bertepuk sebelah tangan, karna Wira menyukai sahabatnya sendiri yang bernama Melinda.


Sedangkan Liana saling mencuri pandang dengan Bagaskara, Hingga bulan berganti bulan. Liana menjalin hubungan dengan Bagaskara, Sedangkan Melinda menjalin hubungan dengan Wirayudo. Lalu bagaimana dengan perasaan Mira?


Flashback beberapa tahun yang lalu


Saat itu Mira selalu memperhatikan Wirayudo yang sedang berduaan dengan Melinda, Sedangkan Liana bersama dengan Bagaskara.


Mira yang melihat kemesraan Wira dan Melinda hanya bisa meneteskan air matanya sambil menundukkan wajahnya. Cintanya bertepuk sebelah tangan. Tapi untungnya Mira belum sempat mengatakan jika dia mencintai Wira.


"Lo ngapain perhatiin mereka?" Tanya seorang pria yang langsung berhasil membuat Mira mengusap air matanya.


"Gak ada. Cuma mau liatin aja" Jawabnya


"Gue tau kalau lo suka sama Wirayudo kan. Sedangkan gue suka sama Melinda" Ucap Pria itu lagi


Mendengar itu membuat Mira langsung menoleh ke arah Baron yang saat ini juga sedang memperhatikan Melinda dan Wira.


Ya, Pria yang saat ini sedang duduk bersama Mira adalah Baron. Baron si biang kerok. Baron memang sekolah di tempat yang sama dengan Melinda dan Wira.


Pria itu sudah menyukai Melinda sejak pertemuan pertama mereka saat masih mos ( Masa orientasi siswa ). Namun di saat Baron mau mengungkapkan perasaannya, dia kalah cepat dengan Wirayudo.


Hingga 3 tahun berlalu. Namun perasaan Mira serta Baron masih sebesar itu. Baron yang memiliki niat jahat langsung menjalankan aksinya di malam kelulusan sekolahnya.


Pria itu sengaja memberikan sebuah obat perangsang pada minuman Wira, Kemudian Baron meminta Mira untuk membawa Wira ke dalam kamar penginapan Villa itu. Karna memang kebetulan acara party itu mereka lakukan di salah satu puncak di kota bogor.


Di saat Baron sudah melihat jika Wira sudah meminum minuman yang dia campur dengan obat perangsang. Pria itu sengaja mengunci pintu kamar mandi agar Melinda tidak bisa membantu Wirayudo.


Tak lama kemudian, Di saat Wira sudah mulai merasa panas pada sekujur tubuhnya. Mira datang dan menawarkan bantuan untuk nya. Wanita itu membawa Wira ke dalam kamar penginapan yang sudah di siapkan oleh Baron sebelumnya.

__ADS_1


Setelah tiba di dalam kamar penginapan, Mira meminta Wira untuk membuka bajunya agar mengurangi rasa panas yang sedang Wira rasakan. Dan bodohnya, Wira malah melakukan apa yang di katakan Mira.


Setelah itu, Mira sengaja memperlihatkan paha mulusnya serta dua benda kenyal itu pada Wira agar membuatnya semakin ingin menyalurkan hasratnya yang sedang membara.


"Biarkan aku memenuhi hasratmu Wira" Ucap Mira pada Wira


"Tidak, Hal itu tidak boleh terjadi Mira. Karna aku tidak mencintaimu. Aku juga tidak ingin membuat Melinda kecewa" Balas Wira yang menolak perkataan Mira


"Tapi aku sangat mencintaimu Wira. Biarkan aku memberikan mahkota ku untukmu, Kamu tenang saja, Walaupun seandainya aku hamil, Aku tidak akan pernah minta pertanggung jawaban dari mu. Anggap saja tidak terjadi apa-apa di antara kita" Ucap Mira lagi


Setelah itu, Mira membuka bajunya dan memperlihatkan tubuh putihnya yang sudah polos tanpa sehelai benang pun.


Wira menarik Mira dan langsung mencium bibirnya ganas. Pria itu sampai melupakan Melinda yang saat ini masih terkunci di dalam kamar mandi. "Jangan salahkan aku jika aku melakukannya. Kamu sendiri yang sudah menawarkan diri padaku. Jangan sampai Melinda tau akan hal ini" Ucap Wira sambil memperpanas mainannya.


"Aku rela memberikan semuanya untukmu Wira. Kamu tenang saja, Setelah ini aku akan pergi jauh tanpa mau mengganggu kebahagian mu" Ucap Mira sambil membalas permainan Wira


Mira yang juga menikmati ciuman Wira yang semakin panas, Tanpa sengaja mengeluarkan suara haram yang membuat Wira ingin melakukan hal yang lebih dari itu.


"Aaaaahhhhhhhh" suara sialan itu berhasil lolos dari mulut Mira yang terdengar begitu menggoda pada indra pendengaran Wira.


Hingga terjadilah malam panas antara Wira dan Mira. Dan semua itu adalah campur tangan dari Baron.


Setelah kejadian itu. Mira benar-benar menghilang tanpa memberikan kabar apapun terhadap Melinda juga Liana. dan ternyata karna malam itu, Mira melahirkan seorang anak perempuan yang dia kasih nama Widia Larasati, Tanpa embel-embel siapapun.


"Aku pergi dulu ya Em" Ucap Widi pada Emilia


"Iya kak, Hati-hati di jalan ya kak. Terimakasih sudah mau membantu aku menjemput Nathan" Ujar Emilia pelan


"Iya Em. Kamu kayak sama siapa aja bilang terimakasih terus" Ucapnya lagi


Di saat Widi sudah pergi. Emilia mengambil ponselnya. Wanita itu masih menyimpan begitu banyak pertanyaan kenapa Siren bisa tau nomor ponselnya.


"Siren dapat dari mana nomor ponselku ya" Ucap Emilia sambil memperhatikan nomor ponsel Siren


"Kangen juga sama Siren. Tapi aku masih tidak habis pikir kalau ternyata dia adalah orang yang sudah membuat ku menghabiskan malam bersama William" Ucap Emilia lagi


Di Tempat Lain


Saat ini Siren sudah mengajukan gugatan cerai pada David di pengadilan agama Jakarta. Wanita itu sudah benar-benar membulatkan niatnya untuk berpisah dari David demi anaknya, Andini.


"Semoga ini adalah keputusan yang tepat" Ucap Siren sambil melangkahkan kakinya keluar dari pengadilan itu.


Di saat Siren sudah sampai di luar gedung. Tiba-tiba ada orang yang menabraknya dan membuat tubuh Siren terasa oleng. Wanita itu hampir saja terjatuh. Namun karna ada tangan seseorang yang dengan cepat menarik tubuh Siren hingga membuatnya jatuh dalam dekapan pria itu.


Tanpa sengaja Siren memandang kedua manik mata pria itu, Begitupun sebaliknya. Pria itu menatap kedua manik mata Siren yang menurutnya sangat indah.

__ADS_1


"Cantik" Ucap pria itu tanpa sadar


"Maaf ya mas. Orang tadi sudah membuat saya hampir jatuh. Untung ada masnya yang bantuin" Ucap Siren sambil langsung berdiri


"Tidak masalah. Lain kali hati-hati ya, Jangan kebanyakan melamun" Ucap pria itu dan berhasil membuat Siren menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


"Iya maaf ya mas. Memangnya tadi saya melamun ya?"


"Iya, Tadi mbk melamun. seperti sedang banyak pikiran aja" Ucap Adam


"Biasa lah mas. Masalah rumah tangga. Saya permisi dulu ya, mau jemput anak sekolah. Permisi" Ucap Siren dan langsung melangkahkan kakinya kembali.


Namun langkahnya terhenti saat suara pria itu kembali menerpa indra pendengaran Siren.


"Iya mas, Ada apa?" Tanya Siren sambil membalikkan tubuhnya


"Nama saya Adam. Nama mbk siapa? Kita belum kenalan"


"Siren" Ucap Siren dan langsung kembali melangkahkan kakinya.


Di tempat lain


Di saat Widi sudah tiba di sekolah Nathan. Wanita itu sangat panik saat melihat sekolah Nathan sudah sepi, Tidak ada satu murid pun di sana.


"Astaga, Aku telat. Nathan di mana ya, kok sekolah sudah sepi" Ucap Widi sambil melihat ke sana ke mari.


Tak lama kemudian. Ada penjaga sekolah yang datang menghampiri Widi.


"Maaf bu cari siapa?"


"Saya mau jemput Nathan pak. Tapi kok sekolah sudah sepi ya?"


"Oooh Nathan. Tadi saya liat Nathan di jemput sama mas-mas tukang ojek bu"


Mendengar kata tukang ojek membuat Widi sempat berfikir jika pria itu adalah William. Namun Widi masih menelpon Emilia untuk memastikan apakah Nathan sudah sampai atau belum.


πŸ“ž:Halo kak. Ada apa?


πŸ“ž:Em. Nathan sudah sampai?


πŸ“ž:Ya belum lah kak. Kan aku minta kak Widi buat jemput Nathan. Memangnya kenapa kak?


πŸ“ž:Nathan tidak ada di sekolah. Menurut info dari penjaga sekolah, Nathan tadi di jemput sama mas-mas tukang ojek


πŸ“ž:Apa!! Itu pasti William

__ADS_1


__ADS_2