Single Mamy

Single Mamy
Kejahilan Emilia


__ADS_3

William yang merasakan injakan Emilia tentu saja langsung merasa sangat kesakitan. Pria itu menoleh ke arah Emilia sambil mengisap kakinya yang sudah menjadi sasaran empuk istrinya.


"Astaga mami. Mami kok seperti Syco saja dah. Masa iya papi di injak seperti ini. Atit tau mami"


"Syukuri. Siapa suruh tadi bilang seperti itu." Seru Emilia dan langsung masuk ke dalam Villa.


Setelah itu William mengekor di belakang Emilia yang sudah masuk terlebih dulu ke dalam Villa. Pria itu berjalan sambil bertatih karna merasakan sakit pada beberapa jari-jari kakinya.


"Mami" Panggil William manja


Mendengar namanya di panggil membuat Emilia langsung menghentikan langkah kakinya. Kemudian menoleh ke arah William yang sudah mengiba sambil menatap Emilia.


"Ada apa?" Tanya Emilia ketus


"Masa sama pacarnya begitu mami.Mami gak romantis ih"


"Biarin saja. Lagian kamu menyebalkan. Kamu sudah membuat aku benar-benar malu hari ini Wil!" Ujar Emilia sambil mengerucutkan bibirnya


Melihat Emilia seperti itu seketika rasa sakit di kaki William mendadak hilang. Pria itu mengangkat kedua sudut bibirnya saat Emilia seperti itu. "Iya maaf ya sayang. Lagian buat apa malu, Sudah lebih baik kita ke kamar. Hari ini aku benar-benar lelah" Ucapnya sambil menggandeng tangan Emilia.


Setelah tiba di dalam kamar, Tiba-tiba saja Emilia teringat akan pesan yang dia terima dari nomor tidak di kenal. Emilia mengambil ponselnya dan memberi tahu hal itu pada William.


"Ayang Willi. Aku baru ingat sesuatu" Ujar Emilia sambil berjalan mendekat pada William dan duduk di sampingnya


"Ada apa sayang. Kenapa wajah kamu terlihat kesal begitu?" Seru William saat melihat wajah Emilia yang tiba-tiba terlihat seperti menahan kesal


Emilia tak langsung menjawab. Wanita itu menatap William dan menunjukkan pesan yang sejak tadi mengganggu pikirannya. "Kamu baca ini deh Wil" Pungkasnya sambil memberikan ponselnya pada William


Mata William memicing setelah membaca isi pesan yang Emilia tunjukkan padanya."Apa maksud dari pesan ini Mami?" Tanya William sambil menoleh ke arah Emilia

__ADS_1


"Aku tidak tau Wil. Tadi malam aku dapat pesan itu. Awalnya aku pikir orang itu hanyalah salah kirim, Tapi ternyata dia mengirimkan pesan yang sama hingga berkali-kali. Padahal kan aku tidak pernah dekat dengan pria manapun. Kecuali kamu"


"Apa jangan-jangan" Omongan Emilia terhenti saat William dengan cepat menimpalinya


"Jangan ngaco Em. Aku tidak pernah memiliki wanita lain selain kamu"


"Benarkah! Ya kan mana aku tau apa yang kamu katakan itu benar atau tidak" Jawab Emilia sambil menatap tajam William


"Enak saja. Gini-gini papi William itu setia mami. Dari dulu hanya mami yang ada dalam hatinya pali Willi. Hanya mami seorang"


"Gombal"


"Kok gombal sih mami. Papi Willi itu sudah jujur dari hati yang paling dalam loh"


"Masa. Gak percaya"


"Kalau gak percaya. Papi Willi rela kalau mami Emil mau membelah dada papi. Pasti mami bisa langsung melihat nama mami yang sudah terukir jelas nan indah di sana" Ujar William sambil memainkan matanya pada Emilia.


"Benarkah! Kalau begitu papi duduk manis disini. Mami akan mengambil pisau untuk membelah dada papi Willi. Mamu ingin melihat seperti apa ukuran nama mami di sana" Ujar Emilia dan langsung berjalan ke arah laci lalu mengambil pisau kecil di sana.


Sebuah pisau yang ternyata hanyalah pisau mainan milik Nathan yang tertinggal di sana. Namun William tidak pernah tau jika itu adalah pisau mainan milik anaknya.


"Sudah siap ayang Willi??" Ucap Emilia sambil mengulum bibir saat melihat raut wajah William yang menjadi pusat pasi


Glekk


William yang melihat Emilia benar-benar mengambil pisau dan berjalan ke arahnya membuat pria itu terasa susah untuk sekedar bernafas. William membulatkan kedua matanya saat melihat Emilia semakin mendekat ke arahnya.


"Em, K...kamu benar-benar akan melakukannya?" Tanya William sambil menatap ngeri Emilia

__ADS_1


"Kenapa tidak papi, Bukan kah papi sendiri yang meminta mami untuk membelah dada papi. Iya kan papi?" Seru Emilia dan terus berjalan mendekat pada William


Pria itu terdiam tak bisa menjawab apa-apa. William hanya semakin mundur karna merasa ngeri saat melihat pisau yang ada di tangan Emilia.


"Ya ampun, Apa jangan-jangan dia memang seorang sychopat yang selama ini tidak aku tau. Aduuhh ngeri banget sama pisau yang di tangan Emilia" Ucap William dalam batinnya


Emilia semakin mendekat dan mengikis jarak di antara mereka. Sehingga tubuh William tertidur di atas ranjang. Ingin rasanya Emilia tertawa sekeras-kerasnya kalau melihat raut wajah William saat ini.


Pasalnya pria itu terlihat benar-benar lucu saat sedang ketakutan seperti ini. "Jangan lakukan ini Em. Aku masih ingin hidup dan bahagia bersama dengan kamu juga Nathan. Masih begitu banyak harapan yang ingin aku wujudkan Em" Ucap William sambil menutup kedua matanya.


"Hahahhahahahhaha..Rasain tuh. Bagaimana rasanya kalau ketakutan seperti itu. Ini bukan pisau beneran kali Wil. Ini hanyalah pisau mainan punya Nathan.Hahahah"


Tawa Emilia benar-benar pecah saat ini juga. Wanita itu tidak pernah menyangka jika William terlihat begitu lucu saat sedang takut seperti ini.


"Kamu itu lucu sekali deh Wil. Hahaha. Ya ampun, Ingin rasanya tadi aku video wajah kamu yang pucat pasi seperti itu. Hahahaha"


"Rasain tuh. Bagaimana rasanya jika di kerjain seperti itu" Ujar Emilia lagi sambil terus tertawa pecah


William yang mendengar itu tentu saja merasa sangat kesal dengan apa yang baru saja Emilia lakukan. William tidak pernah menyangka jika pisau yang Emilia pegang tadi hanyalah pisau mainan.


Pria itu menatap Emilia yang masih belum selesai dengan tawanya. Namun tawa itu seketika berhenti saat William menarik tubuhnya dan langsung mendukung di atas tubuh Emilia.


"Apa mami bilang. Jadi mami hanya mengerjai papi? Hmmmm?" Ucap William sambil menatap Emilia intens.


"Sepertinya mami memang harus di kasih hukuman. Biar kapok tidak mengerjai suami lagi"


Sekarang hiliran Emilia yang terdiam mematung. Wanita itu menatap kedua bola mata William yang saat ini masih mendukung di atasnya.


"A...apa yang mau kamu lakukan Wil?"

__ADS_1


"Apapun yang akan papi lakukan terhadap mami, Itu hanyalah papi yang tau. Papi hanya akan memberikan mami hukuman karna sudah berani mengerjai suami seperti tadi" Ucap William sambil semakin mendekat pada Emilia yang sudah membelalak kan kedua matanya.


__ADS_2