
Saat ada sebuah pesan masuk, Membuat William langsung mengambil ponselnya dan membuka pesan singkat dari Emilia.
Setelah mendapatkan jawaban dari Emilia, William tak henti-hentinya mengukir senyum dan mencoba memejamkan kedua matanya. Namun pria itu sangat sulit untuk sekedar tidur.
William sudah sangat tidak sabar untuk menunggu hari esok. Hari dimana dirinya akan menghabiskan waktu bersama kedua orang yang sangat William sayangi.
"Ayo William, Kamu harus tidur. Pejamkan kedua matamu" Ucap William pada dirinya sendiri
Namun, Semakin William berusaha untuk memejamkan matanya. Rasanya semakin sulit. Sungguh William tidak bisa tidur karna tidak sabar akan hari esok
1 Jam sudah berlalu. Namun William masih belum juga bisa memejamkan matanya. Pria itu masih terjaga hingga jam 00:00 dini hari.
"Aku benar-benar tidak sabar menunggu hari esok" Ucap William dan kembali masuk ke dalam kamarnya.
Pria itu merebahkan tubuhnya dan mengambil ponselnya. Entah kenapa William selalu ingin melihat gambar Emilia dan juga Nathan yang dia ambil waktu makan bersama di restoran waktu itu
"Kamu benar-benar sempurna Emil. Tapi kenapa kita harus bertemu lagi di saat yang tidak tepat. Kenapa kita harus bertemu di saat kita sudah sama-sama akan menikah dengan calon kita masing-masing" Ucap William sendu
Mengingat akan hal itu membuat William memejamkan matanya. Terasa sakit saat mendengar wanita yang di cintanya akan segera menikah dengan pria lain yang tak pernah dia tau seperti apa rupanya.
Di Tempat Lain
Siren menatap David yang saat ini sudah tertidur lelap. Wanita itu selalu merasa sakit saat melihat wajah tampan itu. Tapi, Entah kenapa rasa cintanya tidak pernah bisa luntur sedikitpun. Yang ada Siren malah semakin mencintai David begitu dalam.
"Sampai kapan kamu akan seperti ini mas. Sampai kapan aku harus menunggu cinta itu tumbuh dari kamu" Ucap Siren yang terdengar begitu pilu
"Kenapa, Setelah 5 tahun pernikahan kita kamu belum juga bisa mencintai aku mas. Lalu bagaimana dengan Andini. Apa kamu tidak pernah memikirkan perasaannya. Bagaimana jika sampai dia tau bahwa papanya tidak pernah mencintai mamanya"
Selama 5 tahun pernikahannya. David tidak pernah sekalipun bersikap baik pada Siren. Setiap kali mereka bercinta, Yang David sebutkan bukanlah nama Siren, Tapi nama Emilia.
Hal itulah yang membuat Siren semakin membenci Emilia. Ada atau tidak ada, Emilia masih saja tetap menjadi penghalang kebahagiaan rumah tangganya.
Siren dan David memang sudah memiliki seorang putri yang mereka kasih nama Putri Andini Winarto. Seorang anak yang hadir setelah 2 tahun pernikahan mereka.
__ADS_1
Anak itu mereka panggil Andini. Saat ini usianya sudah menginjak 3 tahun. Walaupun sudah memiliki anak, Tapi Siren masih sering datang ke club malam saat sedang merasa hatinya begitu terluka
Meskipun sudah masuk dini hari. Namun Siren masih enggan untuk sekedar memejamkan kedua matanya. Dadanya terasa begitu sesak saat mengingat bagaimana dia melalui hari-hari dalam pernikahannya
Siapa yang tidak merasa sakit saat suami sendiri masih sangat mencintai wanita lain. Dan itu adalah kakaknya sendiri.
"Aku tau ini semua memang salahku. Aku menyesal sudah melakukan semua itu mas" Ucapnya lagi dengan penuh penyesalan
Apakah Siren sudah sadar dengan semua yang sudah dia lakukan?
Malam berlalu begitu saja. Emilia menggeliat saat suara Nathan sudah mengusik tidurnya. Bocah 5 tahun itu sudah bangun pagi buta seperti ini. Padahal jam masih menunjukkan pukul 04:30.
Tidak biasanya Nathan bangun lebih dulu dari pada Emilia. Apa karna hari ini Emilia sudah menjanjikan pada Nathan jika mereka akan jalan-jalan bersama dengan William yang Nathan panggil dengan sebutan om baik.
"Mami bangun. Ini sudah pagi mami. Ayo bangun, Katanya kita mau jalan-jalan bersama dengan om baik" Ucap Nathan sambil menepuk wajah Emilia
Emilia yang masih begitu ngantuk sangat sulit untuk sekedar membuka kedua matanya. Namun lagi-lagi Nathan mengganggu ketenangan tidurnya
"Mami banguuuuuun" Ucap Nathan lagi
Mendengar ucapan Emilia membuat Nathan mengerutkan keningnya. "Mami lupa sama janji mami yang semalam?"
"Janji, Janji apa sayang?" Ucap Emilia masih pura-pura
"Mami benar-benar lupa?" Ucap Nathan sambil menundukkan wajahnya sedih
Melihat raut wajah Nathan membuat Emilia mengangkat kedua sudut bibirnya. Wanita itu membawa Nathan dalam dekapannya
"Ya nggak lah sayang mami tidak lupa. Masa iya mami melupakan janji mami sama anak kesayangan mami" Ujar Emilia sambil mencium pipi Nathan
"Mami beneran tidak lupa kan, Hari ini kita akan jalan-jalan sama om baik kan mi?"
"Iya sayang. Yasudah, Nathan mau sarapan apa? Biar mami masakin"
__ADS_1
Nathan tak langsung menjawab. Bocah itu masih memikirkan sarapan apa yang ingin dia makan untuk sarapan kali ini.
"Mami" Panggil Nathan
"Iya sayang ada apa?"
"Nathan mau sarapan sama nasi goreng saja. Terus mami tolong buatkan Nathan roti selai panggang yang rasa coklat 3 ya mi"
Mendengar ucapan Nathan membuat Emilia mengerutkan keningnya. "Kamu mau mami buatkan roti selai panggang. Katanya Nathan mau nasi goreng?"
"Iya Nathan mau sarapan nasi goreng mami. Tapi roti itu akan Nathan kasih buat om baik. Nathan sayang banget sama om baik. seandainya saja om baik adalah papinya Nathan, pasti Nathan akan sangat bahagia"
Perkataan Nathan membuat Emilia bungkam. Wanita itu masih sangat bingung dengan apa yang harus dia katakan. Apa Emilia memang harus mengatakan pada Nathan jika William memang benar-benar ayah kandungnya.
2 Jam kemudian. Nathan dan Emilia sudah siap untuk jalan-jalan bersama dengan Willian. Namun kali ini William tidak menggunakan motor, Pria itu menggunakan mobil untuk jalan-jalan bersama kedua orang yang di sayangnya
"Hari ini akhirnya aku bisa menghabiskan waktu bersama mereka berdua. Aku tidak akan menyianyiakan kesempatan ini sebelum pernikahan ku benar-benar terjadi" Ucap William sambil mengendarai mobilnya
Hari ini William menggunakan setelan jas berwarna biru. Dengan seperti itu membuat William semakin terlihat tampan dan mempesona.
30 menit kemudian. Mobil William sudah tiba di depan rumah Widi. Pria itu langsung memencet klakson mobilnya untuk memberi tahu Emilia jika dirinya sudah tiba di sana.
Mendengar suara klakson mobil membuat Nathan dan Emilia langsung pamit sama Widi. ternyata kali ini Emilia menggunakan dress berwarna biru yang senada dengan William.
"Wah Em, Kamu benar-benar cantik. pasti nanti dia akan sangat pangling" Ucap Widi pada Emilia yang benar-benar terlihat berbeda
"Kakak bisa saja. Aku berangkat ya kak. Assalamualaikum"
"Waalaikum salam"
Setelah pamit sama Widi, Emilia dan Nathan langsung keluar dari dalam rumahnya. Saat sudah tiba di luar, Betapa terkejutnya William saat melihat Emilia menggunakan dress berwarna biru yang senada dengan pakaiannya.
William benar-benar pangling akan Emilia. Bahkan pria itu nyaris tidak bisa mengenal Emilia.
__ADS_1
"Sempurna" Ucap William tanpa sadar