
"Aku tidak perduli sayang. Tapi yang pasti kamu harus aku hukum saat ini juga" Ucap William dan terus mengikis jarak di antara mereka
"Astaga. Tau gitu aku lebih baik pura-pura tidak sadar saja. Kamu itu ya Wil. Mesumnya kebangetan" Ucap Emilia sambil menjauh dari William
"Ih sayang, Kok ngomongnya begitu sih sayangku. Kita kesini kan seharusnya mesra-mesraan. Tapi karn si David, Semuanya berantakan" Ucap William dengan wajah yang terlihat kesal
Emilia mengulum bibir saat melihat raut wajah William yang menahan kesal. "Kok kamu malah ketawa sih sayang. Memangnya ada yang lucu dengan raut wajah aku?"Tanya William pada Emilia saat melihat Emilia mengulum bibir menahan tawa
"Gak ada sih. Hanya saja aku liat sepertinya kamu kesel banget ya akan kejadian ini?"
"Kesel itu pasti sayang, Tapi di samping itu, Aku benar-benar marah sama laki-laki brengsek itu, Gara-gara dia aku hampir kehilangan kamu"Ucap William sambil menatap Emilia
"Untung saja kami masih selamat sayang, Kalau sampai kamu sampai tidak tertolong, Siap-siap si David aku bunuh"
"Kok nakutin sih Wil. Sudahlah, Yang penting aku sudah selamat. Tidak usah di perpanjang lagi" Seru Emilia pada William
"Gak segampang itu sayang. Karna kamu sudah selamat, Oleh karen itu, David tidak akan aku bunuh. Hanya" William menghentikan ucapannya
"Hanya apa?" Tanya Emilia penasaran
"Hanya akan aku kasih pelajaran sedikit saja. Sepertinya aku baru teringat dengan nama David Winarto."Ucap William sambil menatap Emilia
Mendengar itu membuat Emilia mengerutkan keningnya."Kenapa kamu tau kalau namanya David adalah David Winarto?" Tanya Emilia lagi
"Aku tau dari Siren. Aku juga sudah tau kalau dia adalah masa lalu kamu kan?
"Kok tau?"
"Apa yang nggak aku tau tentang kamu sayang. Si David memang perlu aku kasih sedikit pelajaran. Agar tidal bisa semena-mena lagi"
"Pelajaran apa maksud kamu?"
"Nanti kamu akan tau apa yang akan aku lakukan sayang. Cara ini aku yakin bisa membuat pria itu berhenti mengganggu kita. Sepertinya dia memang harus aku kasih pelajaran yang tidak akan pernah bisa dia lupakan"
"Iya pelajaran apa Wil. Jangan buat aku penasaran dong"
"Rahasia sayang. Kecuali kamu" Ucap William sambil menatap bibir Emilia sambil memainkan sebelah matanya.
Hal itu tentu saja membuat Emilia langsung paham dengan apa yang William maksud. Ciuman, Tentu itulah yang saat ini ada di otak William."Ishhh. Benar-benar suami mesum kamu itu Wil" Cibir Emilia sambil mengangkat sebelah sudut bibirnya
"Mau tau atau tidak? Ya gak mau juga gak papa sih" Ucap Emilia sambil terus menatap Emilia
__ADS_1
"Oke fine. Terserah kamu saja deh"
Perkataan Emilia membuat William dengan cepat kembali mengikis jarak di antara mereka. Namun di saat William mau mencium bibir Emilia yang terlihat sangat menggoda, Tiba-tiba ada yang mengetuk pintu dari luar.
Mendengar itu tentu saja membuat William mengambil nafas berat. Ada-ada saja. Pikirnya
Mendengar ada suara langkah kaki, William akhirnya pura-pura membenarkan rambut Emilia yang memang terlihat cukup berantakan"Rambutnya berantakan sayang" Alibi William saat mendengar suara langkah kaki
Emilia lagi-lagi mengulum bibir saat melihat raut wajah William"Syukuri kamu Wil. Siapa suruh mau mesum di rumah sakit" Ucap Emilia dalam batinnya
"Nasib-nasib. Mau cium istri saja banyak gangguan" Ucap William dalam batinnya dan langsung mundur karna dokter yang mau memeriksa keadaan Emilia sudah tiba
"Selamat pagi, Bu, Pak. Saya periksa keadaan ibu Emilia dulu ya" Ucap dokter itu pelan
"Iya dok. Kalau begitu saya permisi keluar sebentar dokter"
"Iya pak, Silahkan" Jawab dokter itu
Setelah kepergian William. Dokter itu langsung melakukan pemeriksaan terhadap Emilia."Apa bekas operasinya masih terasa sakit bu?" Tanya dokter itu lembut
"Masih dokter, Kalau kelamaan tiduran rasanya kayak nyeri gitu dok" Terang Emilia sambil menatap dokter itu
"Baik, Nanti akan saya naikkan dosis obatnya ya bu. Setelah ini ibu makan lalu minum obat. Nanti obatnya sama makanannya akan di antar sama perawat" Ucap dokter itu lembut
Di Luar rumah sakit
Setelah keluar dari ruangan Emilia, William berjalan keluar dari rumah sakit. Pria itu membelikan makanan untuk Emilia dan juga beberala camilan untuk Nathan dan juga Siren.
Pria itu mengambil ponselnya dan mencari nomor Alex. Entah apa tujuan William mau menghubungi Alex. Tapi yang pasti wajahnya terlihat sangat serius.Tak butuh waktu lama, Alex langsung menjawab telpon itu.
π:Halo tuan muda. Ada apa?
π:Beberapa hari yang laku kamu pernah bilang jika saat ini kita sedang menjalani hubungan kerja sama dengan perusahaan Winarto?
π:Iya tuan muda. Memangnya ada apa?
π:Posisi saham kita ad di atas perusahaan itu bukan?
π:Tentu tuan. Saham di perusahaan kita 10% lebih unggul dari perusahaan itu
π:Bagus. Aku mau kamu lumpuhkan perusahaan itu saat ini juga
__ADS_1
π:Tapi kenapa tuan?
π:Tidak perlu banyak tanya. Lakukan saja apa yang aku perintahkan
Setelah itu, William langsung memutuskan sambungan telponnya. Pria itu sudah tidak sabar ingin tau bagaimana reaksi David saat tau jika perusahaannya bangkrut dalam waktu yang sangat singkat.
"Kita lihat saja David. Kamu berani mengganggu keluargaku, Maka jangan salahkan aku jika kamu akan kehilangan semuanya dalam sekejap" Ucap William sambil mengangkat kedua sudut bibirnya
Tidak bisa di bayangkan bagaimana reaksi David saat nanti mendapat kabar jika perusahaan lumpuh total dalam waktu yang sangat singkat.
Di Jakarta
Setelah sambungan telponnya terputus, Alex mengerutkan keningnya saat mendengar perintah dari William yang sangat tiba-tiba.
Pria itu tentu saja penasaran dengan alasan William kenapa melakukan hal ini. Pasalnya selama bekerja sama dengan perusahan BAGASKARA GROUP Perusahaan itu selalu kompeten dalam bekerja sama.
"Ada apa sebenarnya, Kenapa tuan muda meminta aku untuk melumpuhkan perusahaan Winarto, Memangnya ada masalah apa? Bukankah selama bekerja sama perusahaan itu tidak pernah melakukan hal curang"Ucap Alex sambil terus mengerutkan keningnya
Tak berselang lama, Alex benar-benar melakukan apa yang sudah di perintahkan oleh William. Pri itu menghubungi semua perusahaan yang bekerja sama dengan perusahaan Winarto. Karna kedudukan saham BAGASKARA GROUP ada di posisi pertama. Tentu saja semua perusahan yang sudah Alex hubungi langsung melakukan apa yang Alex minta.
"Selesai. Aku hanya tinggal menunggu kabar dari perusahaan Winarto menghubungi perusahaan BAGASKARA dan meminta pertimbangan" Ucap Alex
Di Tempat lain
Saat ini David sedang ada di suatu tempat di jakarta. Pria itu tentu saja bersembunyi karna merasa takut dengan ancaman William malam tadi. Hingga tak lama kemudian. Ponselnya bergetar, Ada sebuah panggilan masuk dari asisten pribadinya.
Dtttt....Dtttttt....Dttttt
Mendengar ponselnya terus bergetar membuat David mengumpat. Siapa yang sudah menelponnya pagi buta seperti ini. Pria itu marah karna merasa terganggu. Namun saat sudah mendengar alasan dia menghubungi David, Wajah pria itu seketika menjadi pucat pasi.
π:Ada apa mengganggu saya. Apa kamu sudah tidak punya jam! Sehingga meneleponku pagi buta seperti ini!
π:Maaf tuan, Ini penting dan urgen
π:Tidak usah bertele-tele. Cepat katakan
π:Perusahaan Winarto lumpuh total, Semua klien mencabut kerja sama dengan perusahaan kita tuan. Dan hal itu tentu saja membuat kita rugi besar bahkan triliunan
π:Apa!!
Betapa terkejutnya David saat mendengar apa yang baru saja di katakan oleh asistennya. Seketika ponsel itu terjatuh tanpa sadar.
__ADS_1
"Tidak mungkin" Ucapnya sangat lirih