
"Sayang, kenapa sama anak kita? Dia kok gitu sama aku sih, sedari kemarin dia mengerjai aku terus..."
Ucapan bernada melas dari Kenzo yang sedang bersandar sehingga kepalanya dia taruh kan ke atas paha Almira yang sedang menonton televisi sambil mengelus lembut surai hitam legam milik suaminya. Almira terkekeh kecil saat mendengar ucapan Kenzo yang memelas, dirinya tidak menjawab karena sedang memakan buah.
Almira membiar kan Kenzo mengoceh atau mengeluh kepadanya karena acara menyidam yang sangat aneh aneh menurutnya juga, tetapi Almira juga tidak bisa menahan keinginannya.
"Sayang, kemarin sore aku benar benar sangat malu di restoran. Meskipun pelanggan yang makan di restoran hanya sedikit, tetapi aku sangat malu." ujar Kenzo dengan nada kesal membuat Almira tertawa kencang saat mengingat kejadian kemarin sore di restoran.
"Haha! Tetapi kamu lucu kok Mas, haha!" tawa Almira sangat lebar dan makin kencang sehingga membuat Kenzo menutup seluruh wajahnya dengan kedua tangan karena dia sangat malu untuk mengingat kejadian sore itu.
Kenzo pikir, kemarin sore adalah pertama kalinya dirinya mempermalu kan dirinya sendiri. Sejak sore kemarin sampai sekarang ini, Kenzo tidak berani hanya untuk keluar rumah karena dirinya masih sangat malu. Meskipun yang nonton hanya beberapa orang, tetap saja Kenzo sangat malu melaku kan itu di tempat umum yang seperti di restoran untung saja Edo tidak memperboleh kan untuk merekam dirinya atau pun memfoto, sehingga Kenzo tidak perlu takut dengan media sosial.
"TAPI, TETAP SAJA GUE MALU..." batin Kenzo berteriak sangat kencang di dalam hati dengan menampil kan raut wajah sangat kesal yang tidak di ketahui Almira karena wajahnya masih di tutupi.
Elusan lembut dari Almira ke puncak kepalanya membuat kedua tangan Kenzo yang sedang menutupi seluruh wajahnya turun menatap ke arah Almira yang sudah memberhenti kan tawanya.
"Maaf ya, Mas. Aku tidak bermaksud membuat kamu malu seperti ini, aku tidak tau kenapa akau sangat mengingin kan kamu melakukan seperti kemarin. Maaf!" ucap Almira dengan tulus sambil mengecup kening Kenzo dengan pelan lalu setelah selesai menjauh kan wajahnya dengan menampil kan senyuman manisnya.
Almira merasa bersalah banget saat melihat Kenzo yang benar benar frustasi kepadanya, tetapi Almira juga tidak bisa menahan atau pun mencegah keinginannya yang tiba tiba dan aneh ini.
Saat mengingat kejadian Kenzo memakai kostum Elsa Frozen dengan menyanyi dan memperaga kan saat Elsa bisa membeku kan barang barang di sekelilingnya sambil di make up in seperti Elsa Frozen di depan para pengunjung restoran yang ada di samping perusahaannya, beruntung saja yang lihat hanya beberapa orang saja dan tidak boleh memvideo oleh Edo. Abang sepupunya itu benar benar tidak memboleh kan siapa pun untuk memvideo Kenzo atau pun memfoto sekali pun, dengan di awasi oleh para bodyguard banyak sekali di sekeliling pengunjung.
Almira saat mengingat raut wajah Kenzo yang tertekan dan sangat malu membuatnya merasa bersalah, tetapi saat kemarin sore dirinya ikut menertawa kan Kenzo dan Kenzo tidak marah sekali pun saat dirinya sendiri di jadi kan bahan tertawaan oleh mereka semua. Betapa jahatnya Almira membuat Kenzo malu di depan umum, tetapi ini benar benar dirinya tidak bisa mencegah acara nyidamnya.
Almira sudah berkali kali nyidam yang aneh aneh kemarin dan selalu yang menjadi korban adalah Kenzo sang suami sendiri.
__ADS_1
"Sayang, masa anak kita perempuan. Dia malah minta Elsa Frozen dan kemarin malam juga dia minta untuk aku nyanyi kan lagu Elsa Frozen juga." ucap Kenzo sambil mengelus elus perut Almira yang masih belum membuncit dan mengecupnya berkali kali membuat Almira tersenyum bangga menatap suaminya.
"Apa pun itu, mau perempuan atau pun laki laki, aku sangat bahagia Mas." balas Almira sambil menampil kan senyuman manisnya saat Kenzo mendongak kan wajahnya menatap ke arahnya dengan senyuman juga.
Kenzo mengangguk menjawab ucapan Almira lalu melanjut kan aktifitasnya untuk mencium perut Almira meskipun tertutupi gamis istrinya itu, tetapi Kenzo tidak memberhenti kan kecupannya membuat hati Almira merasa hangat dan nyaman dengan perlakuan suaminya itu.
"Terima kasih, Mas! Aku sangat bangga mempunyai suami kaya kamu Mas, terima kasih banyak. Aku... Tanpa kamu pasti merasa sendiri di dunia ini, rasanya... Aku..." ucap Almira dengan terbata bata karena menangis dengan isakkannya.
"Syuuttt... Tenang saja sayang, aku selalu ada di samping kamu. Aku tidak suka kalau kamu menangis karena sedih bukan karena sedang bahagia, jadi tidak boleh menangis ya, sayang." ucap Kenzo sambil menghapus air mata yang turun di pipi cubby Almira lalu memeluk tubuh istrinya itu dengan lembut sambil mengecupi puncak kepala Almira dengan berkali kali.
Almira mengangguk di dalam pelukan Kenzo membuat pria itu merasa tenang, tetapi sebenarnya pria itu saat mengucap kan kata kata yang selalu ada di samping istrinya, dirinya merasa ragu. Takut tidak bisa mengabul kan ucapannya kepada istri tercintanya.
Tanpa sepengetahuan Almira kalau Kenzo menghembus kan nafasnya pelan dan menampil kan raut wajah yang sulit di arti kan.
***
"Wah, Mas Kenzo ada tugas untuk operasi tilang. Akh... Jadi kangen di tilang!"
Jeritan dari Almira menatap lurus ke depan dengan raut wajah memelas.
Di pagi hari ini, Kenzo tiba tiba ada panggilan untuk tugas membuat Almira merasa bosan karena dia berada di kamar sendiri dan Edo sedang bekerja meskipun di rumah, Almira tidak berani untuk mengganggu Abang sepupunya itu karena Edo sedang menghandle perusahaannya dan jadinya Almira hanya menghandle butiknya saja meskipun di bantu karena dirinya sedang hamil sehingga keluarga besar dari Kenzo tidak memperboleh kan bekerja dengan terlalu keras, apalagi Bundanya dari Kenzo benar benar tidak memperboleh kannya. Edo dan Kenzo yang sebagai para laki laki di rumahnya sangat setuju sekali, sehingga sekarang Almira merasa bosan sendiri berdiam di kamar tanpa ada teman untuk di ajaknya berbicara.
"Sepertinya ide untuk di tilang tidak buruk juga, tetapi harus tidak boleh ketahuan sama suami posesif. Wah, pasti menyenang kan. Let's Go..." ucap Almira dengan bada semangat dan gembira lalu pergi ke kamar mandi untuk bersiap siap untuk melancar kan aksinya.
Setelah beberapa menit, Almira sudah selesai bersiap lalu keluar dari kamar. Tiba tiba saja Almira berpapasan dengan Edo yang lewat sehingga Abang sepupunya itu berhenti sambil menatap penampilan rapi dari Almira, dari bawah sampai atas lalu menatap selidik dari raut wajah gelisah Adek sepupunya itu dengan tajam yang malah membuat Almira makin gelisah.
__ADS_1
"Mau kemana kamu?" tanya Edo dengan menaik kan satu alisnya ke afah Almira yang langsung menggaruk tengkuknya yang tidak gatal karena bingung.
Tidak mendapat kan jawaban dari Almira membuat Edo berpendapatan kalau Adek sepupunya itu akan berbuat aneh aneh. Tatapan tajam ala Edo, dia layang kan ke Almira membuat perempuan itu menyengir menampil kan deretan gigi putihnya karena merasa sudah tertangkap basah oleh Edo.
"Aku tanya lagi, mau kemana?" tanya Edo mengulang ucapannya dengan nada lembut ke arah Almira yang menampil kan senyuman lebarnya.
Almira sangat senang dengan kepribadian dari Edo yang berstatus Abang sepupunya itu, Edo selalu tau apa yang akan dia lakukan atau pun apa yang sudah dia lakukan, maka Almira tidak perlu untuk menyembunyi kan apa pun dari pria itu. Meskipun sifat Edo sebelas dua belas dengan Kenzo dan Abang Alex, tapi Edo tidak pernah membentak atau pun tidak pernah berbicara kasar kepadanya. Edo selalu mengutama kan Almira dengan nyaman, Almira lebih senang dan nyaman kalau berada dengan Edo dari pada Alex maupun sepupu lainnya.
Karena Almira sejak kecil memang selalu bersama Edo dan juga saat remaja dirinya masih berkomunikasi dengan Edo meskipun jarak jauh, Edo selalu ada untuknya saat masa masa senang atau pun sedang sedih.
"Bang, Almira mau di tilang. Kenzo kan ada tugas tilangan dan aku sangat merindu kan di tilang Bang, jadi aku mau pergi lewat jalan itu dengan tidak membawa helm, hehe!" jawab Almira dengan santai dan menampil kan cengiran tidak jelasnya membuat Edo cengo tidak percaya lalu geleng geleng kepala tidak habis pikir dengan pikiran aneh dari Almira semenjak Adek sepupunya itu hamil.
"Kamu nyidam, Dek?" tanya Edo memasti kan sambil mengelus puncak kepala Almira dengan lembut.
"Tidak tau Bang, aku hanya ingin saja." jawab Almira dengan menghendik kan bahunya tidak tau.
"Yaudah, nih pakai sepeda motor Abang saja, tidak terlalu berat kok." ucap Edo sambil memberi kan kuncinya dan langsung saja di terima dengan Almira sambil tersenyum lebar.
"Terima kasih Abang... Kalau gitu aku pamit, Assalamualaikum..." pamit Almira lalu pergi setelah salim ke Edo dengan sedikit berlari kecil.
"Jangan lari lari Almira, kamu lagi hamil..." teriak Edo dengan nada khawatir melihat Almira yang berlari meskipun kecil.
Almira langsung berhenti sambil menepuk keningnya lupa dengan tindak kannya sendiri, lalu Almira menoleh ke arah belakang menatap Edo yang menghembus kan nafasnya tetapi raut wajahnya masih khawatir menatap ke arah Almira. Almira yang melihat itu langsung saja menampil kan senyuman menenang kan agar Edo tidak khawatir lagi dan menampil kan kedua jarinya tanda peace.
"Sepertinya anak kamu sama Kenzo akan sangat nakal dan jahil, kenapa sifat kamu menurun ke anak kamu Almira, malah sebelum dia lahir sifatnya sudah seperti kamu. Pasti sangat lucu, bersiap lah Kenzo untuk mendapat kan kejahilan dari anak kalian yang sangat mirip dengan sifat Almira. Jadi ingat saat Almira masih kecil." gumam Edo dengan pandangan sendu menatap kepergian Almira yang mulai menghilang dari balik pintu rumah mereka.
__ADS_1