
"Sekarang masih sore, belum malam Kenzo."
Ucapan Almira hanya di buat angin lalu oleh Kenzo yang sudah sejak tadi sedang menatapnya begitu lama membuat si empu sedikit tidak enak.
Almira tidak suka bila dirinya yang menjadi pusat perhatian mereka.
Mereka sudah berada di taman yang berisikan banyak mainan dan manusia sedang berlalu lalang, di taman itu ada pasar malam yang sangat ramai dan mewah.
Almira sebelum masuk di pasar malam itu, dia sangat terkejut bila Kenzo mengajak ke tempat yang sangat ramai. Almira tau, Kenzo Sagara Samudra adalah cowok tidak suka keramaian.
Tapi kenapa sekarang dirinya malah mengajak Almira ke tempat ramai seperti pasar malam di taman kota ini.
Almira hanya menurut saja kemana Kenzo membawanya, karena sejak tadi cowok itu tidak membalas ucapan Almira satu pun. Almira seperti berbicara sendiri yang sama persis dengan orang gila.
"Ayo naik." ucap Kenzo membuat Almira menatap ke depan dengan wajah cengo.
Betapa tidak terkejutnya seorang Almira Sayyida Alindra, Kenzo mengajak dirinya menaikki wahana kemudi putar yang hanya berisi anak-anak kecil saja.
Menoleh kearah Kenzo yang hanya menampilkan raut wajah santai biasa saja membuat Almira tiba-tiba sangat kesal ingin sekali menonjok wajah sangat tampan itu, tapi tidak bisa.
Almira sangat senang melihat cowok tampan. Itu sebabnya.
"Naik ini? Tidak salah?" tanya Almira dengan wajah cengo yang sangat kentara sekali di raut wajahnya.
Kenzo hanya mengangguk membalas ucapan Almira membuat cewek itu menghela nafas pelan yang masih di ketahui oleh cowok yang ada di depannya memandang lekat.
Hati Kenzo sangat senang dan bahagia saat ini, hanya karena Almira berada di sampingnya. Kenzo bahagia hari ini, seandainya waktu bisa berhenti malam ini, maka Kenzo ingin sekali berhenti waktu malam ini saja.
"Oke, ayo." keputusan Almira setelah mengucapkan kata itu, dia langsung menggenggam telapak tangan kanan Kenzo sambil mengarah ke tukang tiket di permainan kemudi putar.
Kenzo menatap tangannya yang di pegang erat oleh Almira, jantungnya berdetak sangat kencang dan hatinya berdesir hebat hanya karena genggaman itu yang sangat nyaman dan hangat bagi dirinya.
Senyum kecil terlihat dari wajah datar Kenzo saat Almira mencarikan tempat duduk untuk mereka.
Almira memilih duduk di atas kuda bewarna putih dan Kenzo di tunjukkan oleh Almira untuk duduk di kuda bewarna coklat, dekat dengannya.
Setelah itu, mereka menaikki kuda yang di maksud, tanpa di sengaja Almira menoleh kearab Kenzo yang sedang menatapnya sedari tadi. Senyuman lebar keluar dari mulut Almira untuk Kenzo.
"Lets go..." ucap Almira berteriak senang dan berjalan lah kemudi putar itu.
__ADS_1
Saat permainan itu di jalankan, sedari tadi Almira tertawa senang dan berteriak membuat Kenzo senang melihatnya.
Sebenarnya Kenzo tau apa yang terjadi kejadian tadi di caffe, Kenzo juga sudah tau lama kalau Nera-- sang sepupu menyukai pacar Almira yaitu Roy Saputra sejak lama sebelum Almira berpacaran dengan cowok itu.
Rasa emosi dan marah sejak tadi Kenzo tahan, sebab hanya karena cowok itu bisa membuat Almira dan Nera menjadi canggung dan renggang.
Kenzo sangat tidak menyukai kejadian itu menjadi nyata, tapi apa boleh buat dirinya yang hanya cowok pendiam tidak bisa berbuat apapun.
"Ternyata seru juga main seperti ini, aku kira ini kekanak-kanakan. Tapi bagiku sekarang tidak, ini sangat seru." ucap Almira semangat.
Kenzo yang mendengar itu lamunan menjadi buyar langsung menatap kearah cewek yang tersenyum senang kearah depan, hati Kenzo menghangat hanya karena senyuman Almira.
Kenzo merutuki jantungnya yang tidak bisa pelan berdetak, Kenzo pasti akan susah tidur saat sudah pulang dari pasar malam ini. Bahagia melihat orang yang dia cintai tersenyum dan bahagia membuat Kenzo ikut bahagia.
"Ayok main yang lain." ajak Kenzo yang langsung di angguki oleh Almira.
Almira langsung berjalan sambil menarik pergelangan tangan Kenzo untuk menuju ke wahana lainnya. Senyuman lebar selalu terlihat dari bibir Almira sejak memainkan berbagai mainan.
Mereka berdua mencoba semua permainan sampai habis dan lupa waktu. Sejak tadi, Almira selalu saja tersenyum dan tertawa, dia sangat bahagia.
Sekarang mereka berdua sedang duduk di kursi panjang bewarna putih tulang dengan menatap lurus ke depan sambil menikmati ice cream. Almira menjilati ice cream rasa coklat dan Kenzo rasa vanilla.
Kenzo menoleh kearah Almira dengan pandangan lekat di kedua matanya. "Kamu senang?" tanya dengan nada pelan.
"Aku sangat senang." ujar Almira sambil menoleh menatap Kenzo dengan menampilkan senyuman manis.
Senyum Almira tertular di bibir Kenzo yang ikut tersenyum kecil.
Grep!
Tanpa di sangka, Almira memeluk tubuh Kenzo sangat erat sambil membenamkan kepalanya di dada bidang Kenzo yang tertutupi bajunya. Wajah terkejut sangat kentara sekali dari Kenzo, tapi setelah itu dia menormalkan pandangannya menjadi biasa aja meskipun senyuman kecil tertarik di sudut bibir.
Kenzo membalas pelukan mereka dan mengelus lembut punggung Almira menyalurkan rasa cinta dan sayang kepada istrinya.
"Kamu hanya milik ku, Almira. Jangan pernah berpikiran kalau kamu mau pergi dari ku. Karena itu tidak mungkin terjadi." bisik Kenzo sangat tepat sekali di telingga Almira yang sebelah kiri.
Almira merinding mendengarnya, Almira tidak pernah mendapatkan ucapan yang bernada berat dan serius dari mulut Kenzo. Tapi sekarang, tiba-tiba Almira menjadi takut.
"Jangan takut, sayang. Aku tidak akan menyakiti dirimu. Karena aku sangat mencintai kamu dari dulu sampai sekarang. Kalau kamu pergi dari ku, aku akan menjadi gila tanpa kamu. Mengerti, Almira Sayyida Alindra?"
__ADS_1
Almira hanya mengangguk saja tanpa membalas ucapan Kenzo. Kenzo yang mendapatkan anggukkan itu, menampilkan senyum seringainya tanpa ada yang tau.
***
"DANERA SAYANG KU... KAKANDA DATANG..."
Teriakan sangat kencang dari mulut cowok berpakaian kaos polos bewarna hitam dan celana kain membuat mereka semua yang berada di ruang tamu menoleh menatap si pelaku. Saat mengetahui siapa pelaku itu, mereka semua memutar bola matanya malas melihat Rio yang berlari sangat alay dan di buat-buat.
Kenzo melihat saja kearah sahabatnya itu, sangat lelah dengan perilaku cowok yang menyandang nama Rio dan lebih parahnya dia harus berpartner dengan cowok itu selama dua tahun ke depan.
"Danera sayang, kamu pasti sangat merindukan diriku kan sayang? Pasti kamu sangat rindu sama a-"
"Enggak sama sekali." jawaban Danera memotong ucapan Rio dengan cepat.
"HAHAHAHA." tawa sangat kencang dari Nigel yang baru datang menghampiri mereka mendengarkan ucapan kedua pasangan itu.
Rio yang mendapatkan penolakkan dari jawaban Danera dan tawa mengejek dari Nigel membuat dia mendengus kesal lalu cemberut menatap Danera.
"Sini." suruh Danera yang langsung di lakui oleh Rio menghampiri sang pacar lalu duduk di sampingnya.
Danera memeluk Rio sambil menepuk-nepuk punggung Rio membuat cowok itu menatap Nigel menampilkan wajah mengejek membuat cowok itu mengepalkan kedua tangan karena kesal dengan raut wajah mengejek dari Rio.
Nigel menoleh kearah Nera yang hanya diam, langsung saja Nigel menghampiri lalu bersandar di punggung Nera. Dengan cepat, Nera langsung beranjak dari sofa sehingga membuat Nigel terjatuh dengan gaya tidak bagusnya.
Nigel cemberut kesal menatap Nera yang hanya memandang datar tidak ekspresi seperti biasa.
"HAHAHAHA." tawa Rio sangat kencang sehingga memenuhi ruang tamu tersebut.
Kenzo yang melihat itu hanya menggelengkan kepala dengan kelakuan kedua sahabatnya yang seperti anak kecil, bagi dirinya.
Kenzo masih setia mengelus puncak kepala Almira yang sedang tertidur di pahanya karena kecapek an bermain semua wahana di pasar malam tadi. Mereka pulang jam sebelas malam dan mendapati Danera dan Nera yang menunggu Almira dengan raut wajah cemas dan khawatir.
Almira tertidur pulas, tidak terganggu sama sekali dengan berisik kedua cowok sahabatnya Kenzo.
Kenzo menatap Almira dengan lekat, merasa bersalah sudah membuat Almira kecapek an seperti ini. Kenzo tidak suka melihatnya. Tapi melihat senyum dan tawa Almira tadi, Kenzo sangat senang sudah membuat Almira seperti karena dirinya bukan orang lain.
Cup!
Kecupan di kening Almira dari Kenzo tanpa ada yang tau membuat cowok itu tersenyum saat melihat Almira menggeliat mencari tempat nyaman dan sekarang gadis itu memeluk pinggang Kenzo membenamkan wajahnya.
__ADS_1
"Kamu hanya milik ku. Ingat! Almira hanya milik Kenzo, selamanya sampai maut memisahkan." ucap Kenzo sangat pelan sehingga tidak ada yang mendengar kecuali dirinya dan Allah.